Galaxy S III Mini, Si Mungil Penuh Aksi




Jakarta - Galaxy S III Mini telah dipasarkan Samsung di Indonesia. Setelah melakukan hands on, detikINET pun melakukan review penuh handset Android tersebut. Seperti apa kemampuannya setelah diuji coba lebih mendalam?

Seperti diketahui, S III Mini adalah saudara kembar Galaxy S III. Bentuknya sangat mirip memang. Meski dari sisi fitur dan kemampuan, beberapa mengalami pemangkasan.


Seperti apa kebolehannya dan apakah S III Mini layak menjadi pilihan? Simak penjabaran berikut ini.


Next page :




readmore »»  

Awas! Malware Android Bisa Menyerang Windows




Jakarta - Biasanya program jahat untuk Android hanya berpengaruh terhadap sistem operasi tersebut. Namun baru-baru ini ditemukan juga program jahat yang mampu menginfeksi komputer berbasis Windows.

Malware tersebut ditemukan Kaspersky dengan menyamar sebagai aplikasi 'bersih-bersih' memori, misalnya dengan mematikan sejumlah program yang berjalan di belakang layar.


Saat hinggap di perangkat berbasis Android, malware itu akan secara otomatis melakukan aktivitas ilegal seperti, mengirim SMS, mengaktifkan WiFi, mengirim data ke pembuat, mencuri foto dan daftar kontak, serta berbagai hal mengerikan lainnya.


Tapi tak cukup sampai di situ, program jahat ini juga akan secara otomatis menyebarkan dirinya ketika perangkat yang terinfeksi dihubungkan ke komputer.


Ada 3 file utama yang memungkinkan malware ini menginfeksi komputer, autorun.inf, folder.ico, dan svchosts.exe. Nah, file terakhir itulah yang akan secara otomatis membuat backdoor dan memasukkan file berbahaya lainnya ke komputer.


Seperti dikutip detikINET dari The Next Web, Senin (4/2/2013), serangan malware ini memang bukanlah hal yang baru dalam dunia komputer. Namun ini dianggap sebagai ancaman bagi para pengguna Android karena menggunakan teknik baru yang unik.


( eno / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Ini Dia Wanita Cantik di Balik Suara Siri Apple




Karen Jacobsen (Ist.)


Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan voice assistant Siri? Fitur populer yang diperkenalkan Apple pada perangkat iPhone 4S, iPhone 5, iPod Touch, iPad, serta ini menjadi salah satu fitur andalan mereka.

Dari popularitas itu, pertanyaan yang kemudian muncul adalah siapakah pengisi suara dari fitur voice assistant paling populer di dunia ini?


Di balik suara renyah dan robotic Siri adalah Karen Jacobsen, seorang penyanyi dan penulis lagu asal Australia.


Sebelum ditunjuk sebagai pengisi suara Siri, wanita berambut pirang ini juga pernah mengisi suara untuk sebuah layanan GPS Garmin, Navman, TomTom, dan Mio, serta di beberapa layanan telepon dan sistem komputer.


Dengan track record itu, ia sempat dijuluki beberapa media televisi di Amerika sebagai 'The Dashboard Diva' dan 'The GPS Girl'. Bahkan, dia juga pernah punya acara televisi sendiri berjudul Travel the World with The GPS Girl.


Ingin tahu bagaimana sepak terjang dia sebagai Siri? Simak saja video berikut ini.


( ash / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Melongok Pabrik Canon yang 'Super Steril'




Pabrik Canon (Canon)


Jakarta - Dari airport lokal Haneda di Tokyo, dibutuhkan waktu 1 jam penerbangan untuk sampai ke Oita. Jauh dari hingar bingar khas kota besar, di sinilah berdiri 'mother factory' Canon, tempat lahirnya jajaran produk ternama mereka, termasuk kamera DSLR.

Bersama jurnalis dari berbagai negara seperti Singapura, Sri Lanka dan Vietnam, detikINET mendapat kesempatan langka untuk mengunjungi pabrik ini.


Dari bandara lokal di Oita untuk sampai ke Oita Perfecture di Kyushu kami menggunakan bus yang telah disediakan. Suasana pedesaan mengawal perjalanan kami.


Oita sendiri menjadi 'rumah' bagi banyak perusahaan besar Jepang untuk mendirikan pabriknya, termasuk produsen-produsen mobil seperti Daihatsu dan lain-lain.


Perjalanan memakan waktu hampir 1,5 jam. Canon Oita menempati area seluas 126.000 meter persegi di mana dikelilingi dengan banyak pohon untuk menjaga lingkungan.


Menyambut kami di lokasi pabrik adalah sejumlah petinggi Canon, termasuk Makoto Murano, President of Oita Canon.


Oita Canon berdiri sejak tahun 1982 dan kini menampung sebanyak 3.300 pekerja. Para karyawan dibagi menjadi dua, 50% berada di manufacturing dan 50% lagi proses assembly.


Pabrik ini bertanggung jawab terhadap camera assembly, print & mounting dan lens processing lewat kolaborasinya dengan Canon Inc.




(Source: Canon)


Saat detikINET mengunjungi pabrik ini, para karyawan tengah sibuk menggarap beberapa produk highlight Canon di tahun 2013, yakni EOS 5D Mark III, EOS 6D dan EOS M. Di proses assembly kamera ini, 15 tahapan proses produksi, dari mulai penempatan sensor kamera hingga final assembly.


Untuk perakitan satu kamera dibutuhkan waktu 40 menit. Adapun dalam sehari mereka bisa memproduksi sebanyak 4.000 unit.


Pembuatan lensa serta proses perakitan circuit board menjadi fokus kami selanjutnya. Sekarang ini, untuk lensa Canon sedang melakukan produksi EF 24-70mm F-4L IS USM yang masih hangat dirilis.


Produk lain yang juga dikerjakan di sini adalah Cinema EOS System, network camera dan regular DVC.


Karyawan di pabrik Canon ini dibagi menjadi 2 shift dalam 15 jam per harinya. Canon menjaga ketat kebersihan dan kesterilan pabrik mereka. Semuanya bebas debu (dust free). Bahkan untuk berpindah dari pabrik satu ke pabrik lainnya, para karyawan disediakan jalur beratap khusus yang terhubung antar bangunan. Mereka juga memakai mesin pendingin tipe down-flow dari atap hingga lantai ruangan.


Selama 4 tahun terakhir, 60% proses pengerjaan di pabrik Canon dilakukan secara otomatis sehingga bisa menghemat work flow hingga 60%. Mereka mengembangkan mesin-mesin otomatis ini secara in house.




(Source: Canon)


Meski demikian untuk lebih menjaga kualitas produk, final inspectionnya tetap dilakukan secara manual.




(Source: Canon)


Tak hanya steril dari debu, pabrik utama Canon ini juga 'steril' dari pengambilan foto. Jurnalis yang datang hanya dibolehkan mengambil gambar di entrance, ruang presentasi dan ruang makan. Begitupun saat sesi presentase, pengambilan foto slide show yang tidak diperkenankan. Adapun foto-foto yang ditampilkan di sini telah disediakan oleh Canon.




(Source: Canon)


Canon mengatakan bahwa mereka adalah produsen kamera yang memproduksi kameranya sendiri. "Kami mengembangkan semua (komponen-red) secara in house di pabrik-pabrik kami. Hanya Canon yang 100% membuat semuanya sendiri," demikian klaim Hiroyuki Kasuga, General Manager dari ICP Canon, kepada detikINET dalam kesempatan terpisah.


( sha / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Bioinformatika: Antara Realita dan Imajinasi




Ilustrasi (Ist.)


Jakarta - Seringkali, harapan terlalu besar diberikan kepada dunia ilmu pengetahuan. Ilmuwan diharapkan untuk dapat menyediakan 'holy grail', yang dapat menyembuhkan semua penyakit, dan segera dapat menyediakan harapan hidup yang jauh lebih panjang.

Hanya saja, seringkali harapan-harapan tersebut lahir dari kesalahpahaman, yang tidak jarang melibatkan ilmuwan itu sendiri, dan juga media massa. Bioinformatika adalah ilmu yang melibatkan pengumpulan data biologis dalam jumlah besar, untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi kepentingan biomedis.


Namun di satu sisi, bioinformatika dapat menyajikan kesimpulan ilmiah yang bermanfaat. Tapi di sisi lain, berharap secara berlebihan terhadap informasi yang diperoleh bioinformatika adalah suatu kecerobohan. Bagaimana kita bersikap terhadap perkembangan bioinformatika, yang sangat pesat ini?


Penafsiran Pepesan Kosong


Bioinformatika adalah ilmu yang berkembangan dengan sangat cepat. Publikasi ilmiah paling baru, yang kita baca hari ini, dalam hitungan bulan, bahkan minggu, akan segera menjadi out of dated.


Software dan pipeline yang ada, harus selalu dikembangkan secara berkelanjutan. Jika perangkat lunak dan keras yang ada, sudah tidak memadai, maka langkah paling logis selalu adalah complete overhaul untuk mengembangkan sesuatu yang sama sekali baru.


Di sinilah, kesadaran bahwa informasi yang ada selalu diupdate secara terus menerus adalah penting, supaya tidak menghasilkan informasi yang salah atau palsu.


Bioinformatika bukanlah 'Holy Grail' yang bisa menyembuhkan semua penyakit. Di negeri barat, ada beberapa kasus tulisan sains populer, yang meramalkan penyembuhan penyakit mematikan, ternyata tidak terjadi.


Ternyata ada kesalahpahaman antara akademisi dan pers, yang diakibatkan dari perbedaan interpretasi terhadap informasi yang ada.


Kebenaran ilmu pengetahuan tidaklah absolut, dan hal ini terutama berlaku pada penelitian yang sama sekali belum konklusif. Klaim yang terlalu bombastis, sama sekali tidak bisa dijadikan patokan untuk kebenaran ilmiah.


Hal tersebut mendorong pentingnya kerja sama yang optimal antara ilmuwan dan media massa, supaya tidak tergelincirnya informasi ilmiah menjadi pepesan kosong yang membingungkan publik.


Bioinformatika, sebagai ilmu yang sangat intensif dalam menghimpun informasi ilmiah, sudah seyogyanya dapat membantu memberi pencerahan kepada media, supaya publik mendapatkan informasi yang akurat, tanpa ‘overexaggeration’ (terlalu berlebihan).


Kerja sama antara ilmuwan dan media massa seperti itu akan dapat terealisir, jika dilakukan pada tataran pendidikan. Program studi 'science communication' di Universitas adalah solusi untuk itu, yang telah dilakukan di beberapa negara seperti Amerika Serikat.


Pengambilan Kesimpulan dari Komputasi


Pengambilan keputusan berdasarkan komputasi sudah menjadi kegiatan sehari-hari pada berbagai bidang. Sebagai contoh, pada dunia bisnis dan penerbangan. Dalam dunia sekuritas, pengambilan keputusan untuk menjual atau membeli saham adalah berdasarkan prediksi.


Sementara itu, dalam dunia penerbangan, ramalan cuaca sangatlah krusial untuk menentukan aktivitas penerbangan. Jika cuaca diramalkan memburuk (badai Es di negara empat musim, atau hujan badai di negeri tropis), maka bandara dapat dipertimbangkan untuk mengurangi aktivitasnya, atau penerbangan didivert ke lapangan terbang lain.


Bioinformatika juga demikian. Ilmu ini bukanlah ilmu 'khayalan', yang berdiri di atas angan-angan belaka. Namun, bioinformatika telah bermanfaat untuk memberi masukan berguna bagi eksperimen biologis di dalam laboratorium.


Kolaborasi antara laboratorium 'kering' (bioinformatika) dengan laboratorium 'basah' (eksperimen biologi) telah lama berjalan, dan bahkan tak jarang kolaborasi tersebut berjalan antar negara dan antar benua.


Dialektika Pemikiran & Kenyataan


Komulasi Ide-ide seyogyanya dituangkan dalam bentuk modeling, untuk mendapatkan kesimpulan. Bioinformatika mengambil inspirasi dari Teknik Arsitektur. Sebagaimana kita ketahui, seorang Arsitek menggambar blueprint sebuah design konstruksi.


Adapun yang bertugas menjadikan design tersebut menjadi konstruksi di dunia nyata adalah insinyur sipil, bukan arsitek itu sendiri. Bahkan bukannya tidak mungkin, desain para arsitek baru menjadi konstruksi riil di jauh hari kemudian.


Bioinformatika tidak jauh berbeda dengan itu. Banyak hasil desain agen terapetik atau mekanisme biokimiawi bioinformatika baru dapat diuji di laboratorium kemudian, dan lebih lama lagi yang menjadi produk di pasaran.


Namun, hal ini bukan berarti Bioinformatika tidak dapat berkontribusi sama sekali dalam dunia medis, pertanian, lingkungan, atau lainnya. Telah ada produk obat, vaksin, ataupun agen kesehatan lainnya yang telah beredar di pasar, yang proses produksinya dibantu oleh bioinformatika.


Sewaktu ilmu bioinformatika mulai dipopulerkan pada tahun 80an, daya komputasi yang tersedia untuk mengolah data biologis masihlah terbatas. Saat itu, PC masih belum dapat mengolah data skala gen, apalagi genom.


Sementara itu, Mainframe dan mini-computer hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu saja. Constraint dalam daya yang tersedia, menjadikan pengolahan data skala besar hanyalah mimpi belaka.


Di saat itu, Bioinformatika masih belum dapat menjembatani gap antara realita dan imajinasi. Apa yang dipikirkan oleh ilmuwan, dalam bentuk modeling biologis, masih belum dapat direalisir.


Namun, semenjak pertengahan 90an, perkembangan teknologi workstation telah dapat menyediakan daya komputasi yang cukup untuk mengolah gen dan bahkan genom. Modeling biologis yang dikonstruksi, bahkan telah dapat dilanjutkan dalam eksperimen biologis.


Lebih jauh lagi, bahkan John Craig Venter dan kawan-kawannya telah mengkonstruksi Bakteri buatan di laboratorium, dengan bantuan teknik bioinformatika lanjutan. Kita bisa meraba-raba, apa yang sekiranya dapat dicapai oleh kemajuan sains dan teknologi di masa depan.


Dapatkah rekayasa biologis membantu kita mengkolonisasi planet lain? Atau dapatkah harapan hidup manusia akan semakin panjang secara signifikan? Hanya waktu yang dapat menjawabnya.









Arli Aditya Parikesit Tentang Penulis: Dr.rer.nat Arli Aditya Parikesit adalah alumni program Phd Bioinformatika dari Universitas Leipzig, Jerman; Peneliti di Departemen Kimia UI; Managing Editor Netsains.com; dan mantan Koordinator Media/Publikasi PCI NU Jerman. Ia bisa dihubungi melalui akun @arli_par di twitter, https://www.facebook.com/arli.parikesit di facebook, dan www.gplus.to/arli di google+.



( ash / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Pangkas Karyawan, HP akan Tutup Kantor di Jerman




(Ist)


Jerman - Produsen komputer Hewlett-Packard (HP) berencana menutup kantor di Jerman pada akhir Oktober tahun ini. Penutupan kantor dilakukan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi, yang termasuk di dalamnya terkait pemangkasan karyawan.

Disebutkan HP, kantor yang akan ditutup berlokasi di Ruesselsheim, sebelah barat daya Frankfurt. Penutupan kantor ini akan memangkas sekitar 850 pekerja. Sebanyak 250 karyawan yang tersisa, kemungkinan besar akan dipindahkan ke kantor mitra atau klien HP.


Restrukturisasi bisnis layanan enterprise ini tidak akan mempengaruhi kantor HP lain di kota-kota besar Jerman. Menurut HP, mereka akan tetap mempekerjakan sekitar 10 ribu pekerja di sana.


Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Senin (4/1/2013), HP mengatakan rencananya merumahkan 29 ribu karyawan selama dua tahun. HP berharap cara ini juga bisa mengembalikan performa pertumbuhan HP.


Perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 300 ribu karyawan secara global ini memulai restrukturisasi multi tahun sejak tahun lalu. HP berfokus pada perluasan layanan produk di segmen korporat.


( rns / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Kelak, Android Bisa Jalankan Aplikasi Windows




Demonstrasi Wine (Phoronix)


Jakarta - Para pengguna Linux tentu sudah tak asing lagi dengan emulator bernama Wine, kepanjangan dari Windows Emulator. Aplikasi ini memang paling sering dipakai pengguna untuk menjalankan aplikasi Windows di sistem operasi Linux.

Tapi tak cuma untuk Linux Wine memang dikembangkan untuk sistem operasi lain berbasis Unix seperti OS X, FreeBSD, dan Solaris. Dan kini giliran Android yang akan kedatangan aplikasi tersebut.


Seperti dikutip detikINET dari Phoronix, Senin (4/2/2013), Wine versi Android saat ini masih terus dikembangkan oleh Alexandre Julliard. Salah satu programmer dari CodeWeavers yang selama ini mengembangkan Wine di Linux.


Julliard sendiri sudah melakukan beberapa percobaan, dan sejauh ini ia berhasil membuat simulasi Wine untuk Android melalui MacBook yang menggunakan Linux.


Belum diketahui secara pasti kapan aplikasi tersebut diluncurkan, tapi paling tidak para pengguna Android punya secercah harapan untuk menginstal aplikasi Windows di perangkat mereka.


( eno / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»