Kelahiran Galaxy S 4 Bikin Apple Cemas?




Galaxy S 4


New York - Galaxy S 4 sudah dilahirkan Samsung dalam sebuah event meriah di New York. Handset Android ini dinilai punya peluang kuat untuk meruntuhkan dominasi iPhone. Apakah Apple merasa cemas?

Galaxy S III tahun lalu sempat jadi smartphone terlaris mengalahkan iPhone 4S, sebelum kembali ditelikung iPhone 5. Secara keseluruhan, Samsung adalah produsen global terbesar dengan market share 30,3% di 2012, diikuti Apple dengan 19%.


Tak seperti biasanya, bos marketing Apple Phil Schiller mengomentari Galaxy S IV menjelang rilisnya. Galaxy S IV dikritiknya memakai OS versi lama.


Dan sesudah S IV dirilis, Apple tiba-tiba juga membuat halaman khusus di websitenya yang menyebut iPhone bahwa adalah ponsel terbaik. 'Ada iPhone. Dan ada semua yang lain," tulis Apple.


Beberapa pihak menilai, ini adalah langkah defensif Apple. Analis menyatakan, Apple memang perlu menjawab tantangan Samsung dan pesaing lainnya dengan iPhone yang hebat.


"Apa yang dibutuhkan Apple untuk meresponsnya adalah rilis mereka sendiri, mungkin desain yang benar-benar baru tiap dua tahun dan peluncuran tiap tahun tak lagi cukup membuat Apple tetap di depan," kata Charles Golvin dari biro riset Forrester yang detikINET kutip dari Reuters, Senin (18/3/2013).


Namun Apple diprediksi tetap di depan "Saat ini memang waktunya Samsung. Namun meski ada kehebohan soal Galaxy S 4, kami tetap yakin Apple akan mempertahankan 40% market share di pasar smartphone high end," ucap Gene Munster, analis industri.


"Rilis Apple mungkin tidak ada nyanyi atau tari seperti Samsung, tapi mereka punya beberapa yang tak dipunyai Samsung, detail harga dan peluncuran spesifik di tiap negara dan operator. Kekuatan brand Apple memungkinkan informasi penting itu ada saat peluncuran, dan tak ada dari kompetitor, tidak juga Samsung, sampai di level itu," demikian penilaian biro riset Forrester Research.


( fyk / fyk )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Telkom Siap Ekspansi Malaysia




Ilustrasi (inet)


Dili - Ambisi Telkom untuk melakukan ekspansi ke sejumlah negara lewat Telkom International (Telin) tak akan berhenti di Timor Leste. Sebab kini, anak usaha Telkom Group itu sudah punya ancang-ancang untuk menjelajah Malaysia.

Sejak 2007, Telin memang menjadi perpanjangan tangan Telkom untuk menggeluti bisnis telekomunikasi internasional, dengan selalu mengacu kepada visi utama Telin yaitu 'To become the world new digital hub'. Visi tersebut kemudian dikomunikasikan melalui misi Telin yakni 'Membangun jasa dan sarana telekomomunikasi'.


Commercial Launching Telkomsel di Timor Leste juga merupakan salah satu upaya Telkom untuk melakukan expansi di dunia internasional, dalam rangka mewujudkan visi Telkom 'To Become a Leading Telecommunications, Information, Media, Edutainment and Services (TIMES) Player in the Region'.


Keberhasilan Telin memperoleh lisensi di Timor Leste sekaligus memperlebar sayap perusahaan tersebut. Saat ini ada empat anak perusahaan Telin di luar negeri, yakni Singapura, Hong Kong, Timor Leste, dan Australia.


Dan saat ini Telin juga sedang melakukan penjajakan pengembangan bisnis di Myanmar, Malaysia, Macau, Korea, Arab dan di beberapa negara lainnya.


Nah, setelah Timor Leste, rencana terdekat adalah ke Malaysia. Bocoran yang didapat detikINET adalah expansi ke Negeri Jiran akan soft launch pada bulan Agustus mendatang.


Berbeda dengan posisinya di Timor Leste yang menjadi Mobile Network Operator (MNO) yang berarti Telin membangun jaringannya sendiri di negara itu. Untuk di Malaysia, Telin akan menjadi Mobile virtual Network Operator (MVNO). Artinya, mereka beroperasi dan berjualan di ritel di negara tersebut, tapi tidak membangun jaringan sendiri, melainkan tidak menyewa dari operator lain.


Sayang, belum disebutkan lebih lanjut jaringan operator mana yang akan disewa Telin untuk berbisnis di Malaysia. Yang pasti, Telin menargetkan akan melakukan ekspansi ke 10 negara untuk tahun 2013 ini. Itu sudah termasuk yang sudah berjalan seperti di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, dan Australia.


Sebelumnya, Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad menjelaskan, Telkom Australia tidak akan langsung menggebrak dengan menyelenggarakan jasa seluler. Hanya sebatas sebagai penyedia jasa outsourcing contact center.


"Kita sudah dapat kontraknya mulai dari Melbourne, revenue malah bisa sampai USD 5 juta. Ke depan bila berjalan lancar kita akan juga menyelenggarakan layanan seluler," tambahnya.


( ash / fyk )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Kominfo Siapkan Aturan Tata Ulang 3G di 2,1 GHz




Muhammad Budi Setiawan


Jakarta - Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo Muhammad Budi Setiawan mengungkapkan tengah menyiapkan standard operating procedure (SOP) untuk penataan ulang blok frekuensi 3G di 2,1 GHz secara keseluruhan.

"Keputusan Menteri untuk penataan ulang itu sudah. Semua peserta lelang tambahan blok 3G dan pemilik existing beberapa waktu lalu juga mengetahui akan ada penataan ulang. Jadi, sekarang kami tinggal menyiapkan SOP," ujarnya saat ditemui di sela diskusi 4G di Jakarta.


Dirjen menjelaskan, penataan ulang posisi kepemilikan di blok frekuensi 3G harus dilakukan agar masing-masing pemilik mendapatkan blok secara berdampingan untuk memaksimalkan sumber daya alam terbatas itu.


"Sekarang masih ada yang saling berjauhan. Apalagi penataan ulang 2011 juga belum maksimal. Ini harus dituntaskan semua," katanya.


Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Muhammad Ridwan Effendi mengungkapkan, akan nada pleno dari BRTI tak lama lagi untuk masalah penataan ulang tersebut. "Plenonya sebentar lagi. Tunggu saja kabarnya," katanya.


Seperti diketahui, jaringan 3G di spektrum frekuensi 2,1 GHz memiliki total rentang pita 60 MHz yang terbagi dalam 12 blok kanal. Setiap blok memiliki rentang pita 5 MHz.


Sebanyak 10 kanal telah dialokasikan untuk lima operator seluler, yakni Telkomsel di blok 4 dan 5, Indosat di blok 7 dan 8, XL di blok 9 dan 10, Axis di blok 2 dan 3, serta Hutchison CP Telecommunications (Tri) di blok 1 dan 6.



Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga sebelumnya juga menyatakan siap untuk ikut proses tata ulang blok frekuensi 3G agar bisa mendapatkan posisi berdampingan dan mengutilisasi sumber daya alam terbatas itu.


"Tentu kami siap untuk ikut tata ulang. Bahkan sebelum lelang digelar memang sudah ada kesepakatan semua akan ditata ulang dan kita tanda tangani itu," tegasnya saat ditemui usai rapat dengan pendapat dengan Komisi VI DPR, beberapa waktu lalu.


Menurutnya, tata ulang blok frekuensi 3G memang harus dilakukan agar masing-masing pemilik bisa mendapatkan posisi berdampingan sehingga utilisasi bisa menjadi lebih mudah.


"Kalau sekarang kan posisinya ada yang tak berdampingan. Kami saja tambahan blok 3G dapatnya di blok 11, sementara dua blok malah ada di nomor 4 dan 5," katanya.


VP Corporate Communication XL Axiata Turina Farouk juga mendukung adanya penataan ulang agar setiap pemenang bisa mendapatkan blok frekuensi secara berdampingan.


"Kalau contigious pasti akan lebih maksimal hasilnya terutama untuk konsumen data. Sembari menunggu penataan ulang kita tetap gelar jaringan karena memang butuh," katanya lewat pesan singkat.


( rou / rou )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Tarif Telepon dan SMS Sudah Tak Mungkin Turun Lagi




CEO Indosat Alexander Rusli dan CMO Indosat Erik Meijer


Jakarta - Seluruh operator seluler di Indonesia meyakini masa depan industri telekomunikasi ada di sektor layanan data. Sementara layanan tradisional seperti voice call dan SMS dinilai sudah mentok dan tak bisa diturunkan lagi tarifnya untuk persaingan.

"Di basic telephony seperti voice dan SMS sudah tidak ada ruang untuk bermain. Sekarang yang menjadi masalah itu di data ada beberapa tantangan, seperti keterbatasan frekuensi, pemain aplikasi yang menekan operator, dan perangkat yang kian haus bandwidth," kata Presiden Direktur dan CEO Indosat Alexander Rusli di acara 4G: New Tech, New Services, New Needs di Jakarta.


Menurutnya, basic telephony telah memasuki fase red ocean kalau dilihat dari sisi bisnis dimana pemain sudah banyak sementara jasa yang ditawarkan sejenis. "Itu fase pertama di industri seluler. Sekarang kita masuk tahap kedua yakni data services. Masalahnya di data services ini baru tahap pertumbuhan," jelasnya.



Presiden Direktur dan CEO XL Hasnul Suhaimi menambahkan, XL sejak 2011 sudah tak bermain lagi dengan tarif suara dan SMS karena belajar dari pengalaman di India yang terus menurunkan tarif berujung pada bergugurannya para pemain.


"Tarif suara dan SMS di Indonesia sudah paling murah. Kami menyadari itu sejak dua tahun lalu, karena itu tidak mau bermain di tarif. Penetrasi yang kami lakukan memang lebih ke pelanggan berkualitas. Itulah kenapa pertumbuhan XL paling tinggi di industri tahun lalu," jelasnya.


Hasnul mengatakan, XL adalah pionir tarif murah di Indonesia beberapa tahun lalu. Namun, saat dua tahun lalu membaca gejala tarif terlalu turun tidak sehat bagi industri, maka strategi pun berganti dengan mencari pelanggan berkualitas.


Walau jasa basic telephony dianggap berada di red ocean, namun backbone pendapatan Indosat dan XL masih dari layanan ini. XL meraih pendapatan sebesar Rp 21,278 triliun atau naik 15% dibandingkan 2011 sebesar Rp 18,468 triliun.


Penopang pendapatan XL adalah jasa seluler yang terdiri atas suara sebesar Rp 8,308 triliun atau naik 6% dibandingkan 2011 sebesar Rp 7,8 triliun. SMS sebesar Rp 4,729 triliun atau naik 16% dibandingkan 2011 sebesar Rp 4,07 triliun.


Pendapatan seluler Indosat selama 2012 juga ditopang oleh jasa SMS dan data, di tengah turunnya pertumbuhan layanan suara serta tak menentunya pasar Value Added Services (VAS).


Omzet bisnis seluler anak usaha Qatar Telecom yang kini jadi Ooredoo itu pada 2012 sebesar Rp 18,762 triliun atau tumbuh 12% dibandingkan 2011 sebesar Rp 16,75 triliun.


Jumlah pelanggan seluler Indosat sebanyak 58,5 juta nomor naik 13,1% dibandingkan 2011 sebesar 51,7 juta nomor. Indosat juga mencatat pertumbuhan pendapatan di SMS yakni 66,1% pada 2012 berkat efektifnya promosi di produk IM3.


Sementara trafik SMS Indosat pada 2012 sebesar 268 juta per hari atau naik 4,4% dibandingkan 2011 sebesar 257 juta SMS per hari.


( rou / rou )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

'40% Pengguna Smartphone Selalu Mainkan Ponsel Sebelum Tidur'




ilustrasi (ist)


Jakarta - Ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Orang lebih rela ketinggalan dompet daripada ponselnya. Bahkan banyak pengguna yang tak bisa lepas dari ponselnya hingga dia tertidur.

"Masyarakat sekarang kian dekat dengan jasa data di tengah terus tumbuhnya smartphone. 40% pengguna sebelum tidur itu bermain dulu dengan smartphone. Di 2017 kami prediksi masyarakat akan menggunakan data 15 kali lebih banyak dari sekarang," kata Vice President Region SEA & Oceania Ericsson, Fadi Pharaon.



"Jadi jangan heran kalau trafik data melonjak saat ini, karena penggunaannya always on 24 jam. Jangan heran juga kalau baterai ponsel cepat habis. Tapi itu justru memberi peluang bisnis kepada para produsen powerbank," ujar Merza Fachys, CTO Smartfren Telecom, menambahkan.


Ditemui kala acara 4G: New Tech, New Services, New Needs di Jakarta belum lama ini, Ericsson juga mengungkapkan survei yang menunjukkan bahwa keandalan jaringan data dari operator akan menentukan nasibnya di era masyarakat broadband.


"Survei yang kami lakukan pada tahun lalu menunjukkan masalah kecepatan jaringan data operator itu menentukan pilihan konsumen. 90% konsumen yang disurvei menginginkan hal itu,” papar Pharaon.


Dari survei 'Mobile Broadband Smarter Offering' yang digelar Ericsson pada kuartal pertama 2012 lalu tercermin faktor kedua yang menentukan konsumen menjatuhkan pilihan pada satu operator adalah masalah kualitas dan jangkauan jaringan, harga dari layanan data, kemudahan mengisi ulang pulsa, dan tarif yang transparan.


Pharaon pun menyarankan, untuk mengatasi terjadinya ledakan trafik data, maka operator di Indonesia mulai mengadopsi teknologi 4G Long Term Evolution (LTE) secepatnya. Teknologi LTE bisa mendukung live mobile video, mobile/portable gaming, cloud based computing, augmented reality, dan emergency response, serta telemedicine.


Dikatakannya, dalam memperlakukan LTE, operator bisa meniru model bisnis yang dikembangkan di luar negeri, seperti dalam paket bundle data dimana teknologi LTE diberikan sebagai ekstensi dari berlangganan jasa data.


Berikutnya, menawarkan paket data lebih fleksibel dengan kecepatan 4G atau menawarkan paket data berbasis tier. Saat ini teknologi LTE telah komersial di 145 jaringan di 104 negara, menjangkau 455 juta orang.


( rou / rou )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

BlackBerry Z10 Terjual 7 Ribu Unit di Indonesia




Antrean BlackBerry Z10 di Central Park, Jakarta (yudhi/detikINET)


Jakarta - Sekitar 7 ribu unit BlackBerry Z10 ludes terjual di Indonesia hanya dalam beberapa hari setelah resmi dipasarkan. Baik lewat operator mitra bundling, maupun lewat penjualan ritel para distributor resmi BlackBerry.

Telkomsel menjadi lumbung pemasaran terbesar Z10 setelah berhasil meraih lebih dari 3.000 pre-order. Kemudian disusul Indosat dan XL Axiata yang masing-masing menerima lebih dari 1.000 pemesanan.


Sementara penjualan lainnya diperoleh lewat Axis sebanyak 500 pre-order dan lebih dari 750 unit lainnya dihasilkan dari penjualan ritel hasil kerjasama Blackberry Indonesia, dengan distributor PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Comtech, dan PT Surya Citra Multimedia (SCM).


Untuk tahap awal, kabarnya BlackBerry Z10 ini akan dipasok 40 ribu unit melalui ketiga mitra distributor resmi itu. Namun jika sukses melampaui target, bukan tidak mungkin jumlahnya akan ditambah lagi.



Telkomsel sendiri telah lebih dulu menyerahkan bundling Z10 kepada pelanggannya sejak 13 Maret lalu kepada 500 pemesan pertama. Lebih awal dari yang dijadwalkan BlackBerry Indonesia.


Anak usaha Telkom dan SingTel ini memasarkan Z10 dengan banderol Rp 6,5 juta. Menurut Arief Pradetya, Division Head Device Bundling and Customization Telkomsel, dari 3.000 unit yang dipesan sudah ada 2.000 yang membayar. Sehingga dari situ saja, Telkomsel telah meraih pemasukan sedikitnya Rp 13 miliar.



Sementara XL mengaku jumlah pemesanan Z10 ini telah melebihi stok pre-order yang disediakan, dan diperkirakan akan terus bertambah melihat tingginya animo masyarakat.


"Jumlah pengguna BlackBerry di Indonesia masih menjadi yang tertinggi saat ini. Tidak heran jika seri BlackBerry terbaru ini menarik perhatian masyarakat," kata VP Consumer Product Management XL, Evelyn B Jimenez.


Itu sebabnya, XL berusaha mengakomodir animo pelanggan dengan memberikan kemudahan pembelian dan pengambilan BlackBerry Z10 tanpa uang muka, tanpa bunga, tanpa antri, dan tanpa ribet.


"Begitu tiba di The Hall Senayan City, Jakarta, pelanggan cukup menunjukkan bukti preorder mereka, pelanggan akan dipanggil menuju kasir sesuai nomor urut untuk melakukan pembayaran. Setelah pembayaran beres, pelanggan dapat mengambil ponsel BlackBerry Z10 pesanannya di pick-up area dan melakukan aktivasi," jelas Evelyn.


Selain dengan pembayaran tunai, XL juga menyediakan program cicilan dengan kartu kredit BCA, BNI, Mandiri, HSBC, Mega, dan Citibank.



Tak mau kalah, Axis juga mulai menyerahkan BlackBerry Z10 kepada pelanggan yang telah melakukan pre order mulai Jumat kemarin. Tercatat ada 500 orang yang melakukan pre-order ke Axis.


"Kami juga mulai menyerahkan BlackBerry Z10 itu disertai paket belangganan yang menarik," ungkap Chief Marketing Officer Axis Daniel Horan.


Dikatakannya, Axis memperkenalkan tarif baru yang secara khusus dibuat untuk pelanggan BlackBerry 10 karena memahami bahwa pelanggan yang menggunakan BlackBerry Z10 ingin memanfaatkan fitur data terkini, paket layanan khusus ini menawarkan layanan data unlimited, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir kehabisan kuota.


Paket berlangganan khusus Z10 dari Axis terdiri atas BlackBerry 10 Light dan BlackBerry 10 unlimited. Paket light dibanderol Rp 30 ribu per bulan, sedangkan unlimited Rp 67 ribu per bulan.



Indosat juga telah melakukan penjualan BlackBerry Z10 yang dibundling dengan Super Data Package di 35 Galeri Indosat yang akan tersebar di seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2013.


"Kami yakin perpaduan ini akan memberikan pengalaman terbaik pelanggan dalam menggunakan layanan Indosat bersama smartphone terbaru mereka yaitu BB Z10," kata Director & Chief Commercial Officer PT Indosat Tbk Erik Meijer.


Tak hanya itu, Indosat juga memberikan kesempatan untuk memiliki BlackBerry Z10 melalui program 'Trade-In' special untuk pelanggan yang bekerjasama dengan mitra seperti Samsung, BlackBerry dan iPhone.


( rou / rou )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Dili Menuju Broadband City




Mahasiswa Largo (ash/detikINET)


Dili - Bila dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia, fasilitas dan infrastruktur publik di Timor Leste bisa dibilang masih kalah jauh. Pun demikian, negara yang pernah menjadi bagian dari NKRI tersebut, sudah punya ancang-ancang untuk membuat broadband city.

Ambisi tersebut rencananya akan dimulai dari kota Dili, ibukota Timor Leste yang juga menjadi kota terbesar di tanah Lorosae.


Yang menarik di sini adalah pembesutnya bukan pemerintah Timor Leste, melainkan Telkomcel, operator seluler bagian dari Telkom International (Telin) yang juga anak usaha Telkom Group.


Dedi Suherman, CEO Telkomcel mengaku optimistis masuknya mereka di industri seluler Timor Leste mampu membangun infrastruktur telekomunikasi di negeri itu.


"Kami jamin dengan kedatangan Telkomcel akan memberikan layanan suara terbaik yang pernah ada di Timor Leste, serta SMS dan internet yang lebih cepat dari yang lainnya," ujar Dedi, saat grand launching Telkomcel.


Kedatangan Telkomcel ini juga membawa misi untuk menjadikan Dili sebagai broadband city, dimana akses internet cepat tak akan lagi menjadi barang langka dan dapat dimanfaatkan masyarakat Timor Leste yang memiliki total populasi 1,2 juta pengguna.


"Nantinya, Timor Leste tak akan ada bedanya dengan Frankfurt, New York, Singapura, Jakarta, dan kota besar lainnya di dunia. Dili akan menjadi broadband city," tegasnya.


Ambar Kuspardianto, COO Telkomcel menambahkan, pembangunan Dili untuk menjadi broadband city akan dimulai dari pembuatan titik-titik WiFi di sejumlah wilayah publik untuk tempat warga berinternet ria.


"Seperti di Timor Plaza dan Largo de Lacidere serta 4-5 titik lainnya di pusat kota untuk tahap pertama," lanjutnya.


Akses WiFi di tempat publik dan gratisan memang sangat diminati warga Timor Leste. Meski sarana publik dan infrastruktur masih belum terlalu lengkap dan mewah, namun antusiasme warga untuk memiliki gadget (ponsel dan laptop) cukup tinggi.


Hal itu disaksikan langsung detikINET saat berkunjung di tempat-tempat keramaian seperti di Largo de Lacidere dan Timor Plaza yang menjadi mal satu-satunya di Dili, bahkan di Timor Leste.


Banyak masyarakat sekitar yang menenteng gadget mulai dari smartphone, tablet PC, hingga notebook untuk berinternet ria. Biasanya tempat nongkrong mereka adalah di foodcourt Timor Plaza dan tempat WiFi publik di Largo de Lacidere yang berlokasi di tepi pantai.


Khusus di Largo de Lacidere, mereka yang datang kebanyakan para mahasiswa yang mencari akses WiFi gratisan. Adapun penggunaannya ada yang mencari bahan dan tugas kuliah hingga eksis di Facebook cs.


2 Bulan, 42 RIbu Pelanggan


Telkomcel sendiri terhitung baru dua bulan hadir di Timor Leste, yakni baru soft launching pada 17 Januari 2013. Dan dalam waktu singkat tersebut, anak usaha Telkom ini sukses menjaring sekitar 42 ribu pelanggan.


Kekuatan jaringan Telkomcel saat ini disokong oleh 63 BTS, dimana 54 BTS di antaranya sudah beroperasi yang mengcover 6 distrik di Timor Leste, yakni di Dili, Baukau, Elmera, Aieleu, Bobonaro, dan Likisa.


"Dari 6 distrik itu kita (Telkomcel-red.) Sudah mampu mengcover 70% populasi penduduk Timor Leste," kata Ambar.


Adapun untuk pembangunan jaringan di tahap kedua tengah dipersiapkan dengan menambah 48 site. Jadi nantinya Telkomcel memiliki total 118 site, dimana 3 site akan dimanfaatkan untuk backbone.


"Diharapkan pada Juli nanti, Telkomcel sudah full service dengan mengcover 95% populasi Timor Leste," imbuhnya. "Jika dibandingkan secara apple to apple dengan Timor Telecom (operator incumbent di Timor Leste-red.) pun kami yakin kualitas Telkomcel lebih bagus," Ambar menandaskan.


( ash / rou )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»