Si Seksi Lara Croft Lebih 'Hidup' dengan TressFX

Jakarta - Di tengah kabar terpuruknya pasar komputer desktop, AMD justru makin agresif bermain di lini ini, terutama pada segmen kartu grafis.

Seperti keseriusannya yang mulai intensif menggandeng berbagai developer game ternama untuk menghadirkan game yang berjalan optimal pada kartu grafis Radeon.


Salah satunya adalah Tomb Raider, game garapan Crystal Dynamics yang disebut-sebut akan berjalan optimal pada pengolah grafis Radeon. Bukannya tanpa alasan, karena game Tomb Raider telah mengadopsi teknologi TressFX yang dimiliki pengolah grafis Radeon.


"Adopsi teknologi TressFX mampu menghadirkan gerakan yang lebih natural, membuat game makin terasa hidup," ucap Frankie Widjaja, Component Business Lead AMD Indonesia di Ancol, Jakarta.


Pada game Tomb Raider, implementasi teknologi TressFX kental terlihat pada gerakan rambut Lara Croft. Dimana kibas helaian rambut Lara Croft terlihat mengikuti ke manapun angin meniupnya, membuatnya terlihat begitu natural.


Tak hanya itu, agar gamer dapat langsung merasakan kelebihan kartu grafisnya tersebut bahkan AMD memberikan secara cuma-cuma game itu bersamaan dengan produk kartu grafis yang dijualnya.


Selain Tomb Raider, judul game populer seperti Crysis 3 dan FarCry 3 juga termasuk dalam game yang dibundling secara gratis oleh AMD bersamaan dengan produk kartu grafisnya.


(ash/ash)



readmore »»  

Microsoft Ikut Buat Jam Tangan Pintar?

Washington - Ide jam tangan pintar tampaknya tengah diminati sejumlah perusahaan teknologi, tak terkecuali Microsoft. Kabarnya, raksasa software ini tengah mencari sejumlah komponen untuk membuat jam tangan pintar.

Dilansir Wall Street Journal, Senin (15/4/2013), Microsoft saat ini tengah rajin menghubungi para pemasok komponen di Asia untuk gadget terbaru yang sedang dikembangkannya tersebut.


Mengutip pernyataan dari salah satu eksekutif Microsoft, Wall Street Journal melaporkan, sang eksekutif tersebut telah bertemu dengan tim riset dan pengembangan Microsoft di Redmond, Washington. Namun belum jelas, apakah Microsoft akan memproduksi perangkat tersebut atau tidak.


Sejak Apple mencuri perhatian dengan kabar akan membuat jam tangan pintar bernama iWatch, perusahaan teknologi lain tak mau ketinggalan. Samsung dan Google langsung gerak cepat mengumumkan rencananya menciptakan produk serupa.


Jika Apple baru sekadar rumor, Samsung dengan tegas memastikan akan segera mengembangkan piranti unik tersebut. Selain Samsung dan Google dan kini Microsoft, jam tangan pintar juga dikembangkan Sony, Motorola dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya.


Baca juga:

-. Seperti Apa Fungsi Jam Tangan Pintar Apple iWatch?

-. Rekam Jejak Smartwatch Si Jam Tangan Pintar

-. 8 Jam Tangan Pintar Penantang Apple iWatch

(rns/ash)



readmore »»  

Tips Fotografi: Penggunaan Mode Manual vs Aperture Priority

Jakarta - Mode manual adalah mode yang paling fleksibel untuk merealisasikan efek kreatif fotografi yang dikehendaki. Di mode manual, kita bisa mengendalikan exposure yaitu bukaan lensa, shutter speed, ISO dan pengaturan lainnya.

Lalu, kapan mode manual itu cocok untuk dipakai? Sebelum memutuskan untuk memakai mode manual, sebaiknya mempelajari dulu tentang hukum segitiga emas exposure.


Saya biasanya mengunakan mode manual biasanya saat memotret pemandangan sunset dan sunrise. Kamera saya dudukkan ke tripod dan saya atur kecerahan dengan mengatur shutter speed, sedangkan bukaan dan ISO saya atur supaya tetap. Misalnya f/16 dan ISO 100.


Dalam meliput kegiatan indoor yang cahaya ruangannya konstan/tidak berubah, saya sering mengunakan mode manual. Karena cahaya konstan saya tinggal mengatur exposure yang diinginkan dan memotret tanpa kuatir terang gelap foto berubah-ubah.


Mode manual kembali saya gunakan untuk memotret yang melibatkan lampu kilat, terutama di dalam ruangan. Hal ini karena alat pengukur cahaya/metering kamera, hanya mengukur cahaya lingkungan atau ambient light saja. Sehingga pilihan kamera dengan mode otomatis tidak selalu akurat sesuai dengan apa yg saya inginkan.


Sebagai contoh, metering kamera biasanya berusaha mencari setting supaya cahaya lingkungan terang, sedangkan saat memakai lampu kilat untuk foto produk, still life atau portrait di studio, saya justru tidak menginginkan cahaya ambient masuk ke foto.


Dengan mode manual, saya dengan mudah dapat membatasi cahaya lingkungan untuk masuk ke dalam kamera dengan mengatur shutter speed yang cepat. Contoh 1/250 detik.


Meskipun mode manual sangat fleksibel, tapi ada kalanya kita tidak memiliki waktu yang terlalu banyak untuk mengubah setting kamera. Contohnya seperti saat memotret liputan acara, olahraga dan satwa liar yang mana subjek foto bergerak dengan cepat dan tak terduga. Cahaya yang berubah-ubah juga menyulitkan.


Mode kamera alternatif yang saya gunakan yaitu mode A/Av atau disebut juga mode prioritas apertur. Di mode ini, saya menentukan nilai bukaan kamera saja, dan kamera membantu saya mencari nilai shutter speed yang menghasilkan foto dengan tingkat kecerahan yg tidak terlalu terang atau gelap.


Jika pilihan setting exposure kamera tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Saya biasa mengunakan fungsi kompensasi eksposur untuk mengatur kecerahan gambar. Nilai positif untuk meningkatkan kecerahan dan nilai negatif untuk menggelapkan.


Dan apabila shutter speed yang dipilihkan kamera terlalu lambat, saya akan menaikkan ISO. Dengan menaikkan ISO, shutter speed otomatis akan meningkat nilainya.


Mode lainnya jarang saya gunakan karena menurut pengalaman saya, mode manual dan aperture priority sudah cukup memenuhi berbagai jenis fotografi yang saya praktikkan.

Baca juga: Mengenal mode kamera digital



Untuk foto sunset, kebiasaan saya adalah mengunakan mode manual. ISO 200, f/11, 3 detik


(jsn/jsn)

readmore »»  

Kebanyakan Pakai Plastik, Samsung Ketar-ketir?

Jakarta - Samsung selalu menangkal kritikan terkait bahan plastik yang digunakan di smartphone besutannya. Kendati terus membela diri, petinggi vendor asal Korea Selatan itu kabarnya ketar-ketir juga.

Pasalnya, bila dibandingkan dengan kompetitor seperti iPhone dan HTC One yang menggunakan alumunium, petinggi Samsung khawatir akan berimbas ke ponsel Galaxy mereka.


Nah, sebelum terlanjur menjadi masalah di masa depan. Menurut sumber orang dalam, kabarnya Samsung berencana untuk membuat ponsel dengan bahan yang lebih baik.


Sumber itu tidak bisa memberikan informasi tentang spesifik bahan apa yang akan digunakan oleh piranti dari keluarga Galaxy milik Samsung di masa depan. Demikian yang detikINET kutip dari Apple Insider, Senin (15/4/2013).


Tapi si sumber memberikan sedikit bocoran lagi bahwa bahan selain plastik akan digunakan Samsung pertama kalinya pada Galaxy Note III.


Ini berarti ada kemungkinan ponsel cerdas milik Samsung yang tidak berbahan plastik akan diluncurkan tahun ini juga. Mengingat santer diberitakan Note III bakal dirilis pada acara IFA Expo di Berlin, Jerman, awal September 2013 nanti.


Baca Juga:
-. Hands On: Galaxy S4, Android 'Dewa' dari Samsung

-. FotoINET: Galaxy S4 Mendarat di Jakarta

-. Apa Kata Lawan Tentang Samsung Galaxy S4?

(tyo/ash)



readmore »»  

Isu Z10 Banyak Dikembalikan, BlackBerry: Itu Bohong!

Ontario, Kanada - Isu miring menerpa BlackBerry Z10. Handset dengan sistem operasi BlackBerry Z10 ini kabarnya banyak dikembalikan oleh calon pembeli di Amerika Utara.

Laporan biro riset bernama Detwiler Fenton itu menyatakan para retail menerima banyak pengembalian Z10. Bahkan dalam beberapa kasus, jumlah pengembalian lebih banyak dari jumlah terjual. Di negara tertentu, handset memang bisa dikembalikan dalam kurun waktu tertentu jika pembeli tidak puas.


CEO BlackBerry, Thorsten Heinz pun panas mendengarnya. Ia menilai laporan tersebut menyesatkan dan tidak sesuai dengan kenyataan.


"Penjualan BlackBerry Z10 sesuai ekspektasi dan data yang kami kumpulkan dari partner retail dan operator mendemonstrasikan bahwa konsumen puas dengan perangkat ini," klaimnya.


"Statistik pengembalian berada di bawah perkiraan kami dan sesuai dengan apa yang biasa terjadi dalam industri. Data sebaliknya adalah tidak benar atau manipulasi. Kesimpulan seperti itu tanpa dasar dan BlackBerry tidak akan tinggal diam," tambah CEO berkebangsaan Jerman ini.


BlackBery melalui Chief Legal Officer, Steve Zipperstein pun meminta otoritas Amerika Serikat dan Kanada melakukan investigasi segera terhadap hasil riset tersebut.


"Detwiler Fentor menolak melaporkan pada investor atau menunjukkan metodologinya, bahkan ketika BlackBerry menyatakan bahwa laporan mereka salah," kata BlackBerry.


Dikutip detikINET dari PCMag, Senin (15/4/2013), pihak Detwiler Fenton sendiri mengklaim risetnya sudah benar. Dan mereka tidak takut diinvestigasi otoritas.


"Detwiler Fenton tidak hanya satu-satunya pihak yang mempublikasikan laporan serupa. Juga perlu digarisbawahi bahwa tidak ada analis atau direktur kami yang punya kepentingan finansial terhadap BlackBerry," tukas Anne Buckely dari Detwiler Fenton.


(fyk/ash)



readmore »»  

5 Cara Kreatif Bermain Aplikasi Foto + Grafis

Perpaduan aplikasi foto + grafis (dok. Ari Saputra)


Jakarta - Akhir-akhir ini semakin ngetren aplikasi ringan dan mudah untuk foto-foto di smartphone. Tidak sekadar mengolah foto untuk menghasilkan gambar atraktif seperti Instagram, melainkan juga aplikasi berbasis grafis seperti instaplace atau instaweather.

Campuran keduanya membuat gambar tidak lagi berdiri sendiri melainkan diperkuat dengan unsur grafis yang provokatif. Alhasil, perpaduan fotografi plus grafis membuat kemasan foto semakin unik dan kreatif.


Bagaimana membuat 'produk' semacam itu tampil menarik?


Pertama, pastikan foto yang dihasilkan sudah menarik sejak pengambilan gambar. Foto tidak hanya dijepret sekenanya. Melainkan tetap memperhatikan cahaya, komposisi, warna, angle dan cerita yang unik.


Dengan menjaga foto tetap berkualitas sejak awal, maka menjadi modal kuat sebelum diberi tambahan unsur grafis.


Kedua, karena akan ditambah unsur grafis seperti ikon dan huruf, pastikan ada bidang kosong sebuah foto untuk diberi unsur grafis tersebut. Sehingga, tata letak (lay out) yang nantinya dihasilkan bakal lebih menarik.


Misalkan dalam sebuah aplikasi menempatkan unsur grafis berada di bawah atau samping kiri, maka fokus cerita berada di atas atau di samping kanan. Sehingga, grafis tidak merusak cerita secara keseluruhan melainkan memperkuat cerita.


Oleh karena itu, sebelum memotret, perlu dipelajari aplikasi tersebut dengan baik. Sehingga segala kemungkinan saat pemotretan dapat diantisipasi, terutama menyiasati letak grafis (lay out).


Ketiga, usahakan antara foto dengan caption di grafis ada kesinambungan cerita. Misalkan foto di dalam sebuah kafe, tentu kurang nyambung bila diberi keterangan cuaca. Atau foto makanan namun tulisannya tentang tempat, pastinya kurang pas.


Keempat, tetap menjepret sebanyak-banyaknya, tidak terpaku pada ketersediaan grafis/layout. Sehingga dengan banyaknya koleksi foto, maka dapat dipergunakan sewaktu-waktu bila ada ide yang sesuai untuk membuat cerita dengan grafis/layout di aplikasi tersebut.


Sebab, terkadang ide memotret dengan ide berupa kata-kata tidak muncul berbarengan. Misalkan menemukan gambar daun yang fotogenik, namun belum menemukan caption yang tepat. Sebaliknya, sudah menemukan caption/tagline yang unik, namun belum menemukan ilustrasi yang pas.



Mau tidak mau, perbanyak koleksi foto dan jangan lewatkan hal-hal menarik lewat begitu saja di depan mata.


Kelima, dengan fitur di smartphone tertentu, coba masukan unsur humor atau joke yang unik dengan coretan tangan. Tambahkan unsur humor supaya tidak terlampau serius dan membuat orang tersenyum.


(Ari/ash)



readmore »»  

BlackBerry 10 Masih Sulit Taklukkan AS

Amerika Serikat - BlackBerry -- yang dulu bernama Research in Motion -- boleh saja memiliki kepercayaan diri tinggi dengan handset BlackBerry 10 mereka. Namun sayangnya, handset BlackBerry Z10 belum dapat menaklukkan pasar ponsel Amerika Serikat.

Memang, belum ada angka resmi mengenai penjualan BlackBerry Z10 di Negeri Paman Sam. Namun setidaknya, dari survei yang dilakukan lembaga riset Raymond James dapat memberi sedikit gambaran soal peminat ponsel asal Kanada itu.


Pertanyaan yang disodorkan Raymond James kepada para responden pun sedikit nyeleneh, salah satunya adalah 'smartphone apa yang tidak ingin Anda beli?'. Pertanyaan ini untuk menunjukkan seberapa besar penolakan user terhadap sebuah smartphone.


Dan hasilnya, angka tertinggi -- yang justru berarti paling tidak diinginkan -- menunjukkan presentase 71,4% responden yang terlibat survei ini tidak mempunyai keinginan dalam membeli BlackBerry. Demikian yang dikutip detikINET dari All Things D, Senin (15/4/2013).


Sementara iPhone mendapat penolakan sebesar 19,7% dan Android sekitar 31,3% suara responden.


Hasil ini sejatinya masih seperti gambaran pasar ponsel pintar dunia. Dimana menurut IDC, Android dan iPhone memang masih mendominasi dengan menangkap lebih dari 90% pasar smartphone global pada kuartal IV 2012.


(tyo/ash)



readmore »»