Ironis! ABG Inggris Biasa Berkirim Foto Porno

Inggris - Perkembangan teknologi, terutama ponsel, makin sering disalahgunakan oleh kaum muda. Bahkan anak-anak berusia 13 tahun sudah biasa berkirim foto porno ke teman-teman sekelasnya.

Fenomena itu terjadi di Inggris. Menurut penelitian Southampton Rape Crisis yang melibatkan 7.000 remaja, saling bertukar foto porno antar teman sekelas saat ini adalah hal yang biasa bagi sebagian remaja.


Di sebuah kelas, peneliti meminta siswa mengangkat tangan jika pernah mengirim foto mesum diri sendiri. Dan ternyata, semua siswa di kelas itu mengangkat tangannya.


"Aku dikirimi foto dari teman-teman lelakiku yang menunjukkan bagian terlarang. Mereka ingin dikirimi balik," kata seorang remaja yang tak disebut identitasnya.


"Mungkin orang tua terkejut mendengar hal ini, namun saat ini hal seperti itu sudah lumrah terjadi di sekolah-sekolah," tambahnya yang detikINET kutip dari DailyMail, Rabu (1/5/2013).


"Di sekolahku sempat beredar foto gadis bugil dari sekolah lain yang dikirim ke semua orang. Semua orang pun melihatnya," kata seorang gadis yang lain.


Fenomena ini pun membuat cemas pihak yang berwewenang. Otoritas di Inggris pun sedang mempertimbangkan untuk memblokir konten pornografi di internet untuk melindungi kaum muda.


(fyk/ash)



readmore »»  

Telkom Targetkan Rp 2,6 Triliun dari Akses TI Pemda

Jakarta - Telkom pada 2013 ini menargetkan kontribusi pendapatan hingga Rp 2,6 triliun dari penyediaan akses teknologi informasi dan infrastruktur jaringan untuk seluruh pemerintah daerah, kabupaten, dan provinsi yang ada di Indonesia.

"Kami menargetkan pertumbuhan sekitar 8%-10% di segmen pemerintahan untuk pendapatan direktorat enterprise Telkom di tahun 2013 ini," kata Direktur Enterprise Telkom Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Selasa (30/8/2013).


Di tahun 2012 lalu, kontribusi segmen pemerintah ke direktorat enterprise berkisar 17%-18%. Dengan pertumbuhan 8%-10%, Telkom menargetkan kontribusinya naik jadi 25%-28% dari total target omzet enterprise sekitar Rp 9,25 triliun.


Awaluddin memaparkan, untuk meraih target itu Telkom sedang membangun G-Cloud atau Government Cloud untuk layanan TI di sektor pemerintahan. Fokus utamanya menyelesaikan G-Pipe atau Government Pipe (broadband pipe) untuk 33 provinsi dan 501 pemkab/pemkot.


"Investasinya Rp 78 miliar hanya untuk pembangunan optik, sudah termasuk perangkat aktif standar di ujungnya optik. Saat ini sudah 63% dari pemerintah kabupaten dan kota itu telah terpasang fiber to-the-home (FTTH) dengan konsumsi rata-rata 18 Mbps, sementara kapasitas yang tersedia 5 Gbps," ungkapnya.


Sedangkan jasa yang dijual Telkom ke pemerintah daerah adalah koneksi bandwidth yang dijual untuk akses internet dan Virtual Private Network (VPN) serta aplikasi berbasis cloud computing seperti e-office, e-health, dan lainnya.


"Program ini dalam kerangka besar Indonesia Digital Network (IDN) untuk mendukung MP3EI. Kami akan menyediakan bandwidth sampai dengan 50 Gbps untuk total 501 Pemkab/Pemkot dan 33 Pemprop dengan alokasi bandwidth di masing masing Pemkab/Pemkot sebesar 100 Mbps," jelasnya.


IDN merupakan visi pengembangan infrastruktur true broadband Telkom secara end to end (user terminal, akses, transport dan service) yang akan dicapai melalui pembangunan tiga infrastruktur utama, yakni Indonesia Digital Access (ID Access), Indonesia Digital Ring (ID Ring) dan Indonesia Digital Convergence (ID Convergence).


Diharapkan, pembangunan jaringan itu akan selesai pada kuartal ketiga 2013. "Pemerintah daerah ini lumayan menggiurkan pasarnya, hanya untuk koneksi internet saja terus tumbuh konsumsi bandwidth-nya," jelasnya.


(rou/ash)



readmore »»  

Skype Kini Bisa Ngobrol Langsung dari Inbox Outlook

London - Fungsi Skype audio dan video calling akan dihadirkan di Outlook.com. Dengan demikian, pengguna bisa langsung mengobrol via layanan VoIP Skype langsung di inbox Outlook.

"Kita semua menghadapi situasi bahwa lebih mudah melakukan percakapan melalui sebuah layanan. Terkadang panggilan cepat lebih membantu ketimbang reply email yang panjang," demikian dikatakan Simon Longbottom, Senior Director of Product Marketing Skype.


Dilansir Mashable, Selasa (30/4/2013), untuk saat ini, layanan tersebut baru tersedia di Inggris. Ketersediaannya akan diperluas ke Amerika Serikat dan Jerman dalam beberapa pekan ke depan, dan secara global dalam beberapa bulan lagi.


Pengguna yang tertarik dengan layanan ini harus mendownload plugin di browser mereka, kemudian mengkoneksikan Skype ke Outlook.com menggunakan akun Microsoft mereka.


Untuk menggunakan Skype, pengguna hanya perlu mengklik tombol audio atau video call di IM conversation, atau di atas detail kontak teman di percakapan mail.


(rns/ash)



readmore »»  

Tiga Bulan, Telkom Raup Laba Rp 4,9 Triliun

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) meraup laba bersih Rp 4,985 triliun. Laba tahun berjalan di triwulan I-2013, naik 9,34% dari periode sebelumnya sebesar Rp 4,559 triliun.

Naiknya laba perusahaan telekomunikasi pelat merah ini, didorong oleh meningkatnya pendapatan usaha menjadi sebesar Rp 19,547 triliun di tiga bulan pertama tahun ini dari Rp 17,796 di periode yang sama tahun 2012.


Dari laporan keuangan Triwulan I-2013, Telkom yang dikutip detikFinance, Selasa (30/4/2013), terjadi peningkatan yang tinggi dari penghasilan pendanaan emiten bursa berkode TLKM ini, yakni Rp 208 miliar di triwulan I-2013 atau meningkat sebesar 60% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 129 miliar.


Hal senada terjadi pada laba usaha, TLKM mencatat perolehan sebesar Rp 6,75 triliun atau naik dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 6,22 triliun. Sementara pada kewajiban jangka pendek, TLKM harus membayar Rp 24,159 triliun atau meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 24,107 triliun.


Sementara untuk kewajiban jangka panjang, TLKM haru membayar sebesar Rp 19,978 triliun atau turun dari periode sebelumnya yang senilai Rp 20,284 triliun. Induk usaha Telkomsel ini juga mencatat kenaikan jumlah aset, yakni tumbuh menjadi Rp 71,967 triliun dari periode sebelumnya yang hanya sebesar Rp 66,978 triliun.


(feb/ash)



readmore »»  

Belum Dimengerti, Big Data Masih Jadi 'Anak Tiri'

Jakarta - Meskipun industri sedang mengalami perkembangan, banyak perusahaan belum mengembangkan dan mengimplementasikan strategi big data. Alhasil, mereka masih bekerja dengan gaya tradisional, membiarkan tumpukan data tersebut bak sampah.

Padahal jika perusahaan teliti, ada potensi tersembunyi yang bisa diangkat dari kumpulan big data tersebut. Ini menjadi hal penting dalam menentukan langkah perusahaan di masa depan.


Penyedia layanan Business analytics SAS dan SourceMedia pun melakukan survei kepada 339 profesional bidang manajemen data tentang penggunaan teknologi manajemen data di perusahaan mereka.


Hasil survei menunjukkan baru sedikit organisasi yang memanfaatkan data produk, pelanggan dan sumber data lainnya. Dimana baru 12% perusahaan yang saat ini memiliki strategi penanganan big data dalam operasional sehari-hari.


Beberapa alasan yang menyebabkan mereka tidak memanfaatkan big data mereka secara maksimal adalah:

-. 21% tidak tahu banyak tentang big data.

-. 15% tidak mengerti tentang manfaat big data.

-. 9% kekurangan dukungan bisnis.

-. 9% kekurangan kualitas data yang baik dalam sistem yang dimiliki.


"12 persen perusahaan yang telah merencanakan big data sejatinya dapat memperoleh keuntungan kompetitif yang signifikan," kata Todd Wright, Global Product Marketing Manager SAS DataFlux Data Quality, dalam keterangannya, Selasa (30/4/2013).


Hambatan


Ketika perusahaan ditanya tentang kemungkinan perusahaan mereka akan menggunakan big data eksternal pada 2014, hanya 14% dari mereka menjawab 'sangat mungkin', sedangkan 19 persen menyatakan 'tidak mungkin sama sekali'.


Pertimbangan khusus yang dipikirkan adalah kualitas data dan keakuratan, mengakses data yang tepat, menggabungkan data yang terpisah, kurangnya pandangan organisasi ke dalam data, ketepatan waktu, compliance, dan keamanan.


Hasil survei menyatakan tidak ada konsensus nyata tentang siapa yang bertanggung jawab terhadap strategi manajemen data, namun mereka menyebutkan personel TI midlevel hingga CEO. Ketidakjelasin ini sepertinya menambah tantangan yang dihadapi dalam pengembangan dan eksekusi strategi data.


Apa yang Diinginkan?


Sebagian besar responden menginginkan analisa data sebagai prioritas untuk mendukung pembuatan keputusan, bersama dengan pembuatan laporan internal dan akses informasi yang terus bertambah.


Ketika mereka ditanya tentang apa yang mereka inginkan dari solusi data, jawaban pertama mereka adalah visualisasi data dan dashboards (73%), profiling data (53%), dan SaaS/ Software as a Service (44%).


Data pengguna dan produk merupakan jenis data teratas yang dikumpulkan di organisasi. Jenis data pelanggan yang telah dikumpulkan untuk membuat keputusan adalah business-to-consumer (66%), data end-customer (59%), data warga negara (29%) dan data pasien (23%).


Data produk yang dikumpulkan antara lain penjualan (62 persen), pembelian (61 persen) dan MRO/ Perawatan, Perbaikan dan Operasi (40 persen).


"Big data atau bukan, manajemen data akan membantu menentukan perusahaan mana yang akan tumbuh dan dapat menghadapi tahun-tahun mendatang," lanjut Wright.


Sebagai contoh adalah pusat jaringan mobil Prancis Feu Vert. Perusahaan ini memiliki 400 outlet ritel di Eropa, dalam lebih dari enam bulan, Feu Vert dan SAS bekerja bersama untuk membuat hub data dengan referensi unik menggunakan SAS DataFlux Data Management dan SAS DataFlux Master Data Management.


Proyek ini juga menghasilkan program pengaturan data pelanggan, meningkatkan nilai dan kualifikasi data pelanggan, serta mengurangi biaya kontak per pelanggan. Untuk mempertahankan posisi pemimpin pasar, Feu Vert meningkatkan keakuratan dan kualitas data pelanggannya.


(ash/rns)



readmore »»  

Kian Terpuruk, Kodak Jual Bisnis Film Fotografi

Jakarta - Kemelut kebangkrutan masih diderita Kodak. Apa daya, mereka terpaksa menjual divisi imagingnya, di mana bisnis film fotografi termasuk di dalamnya.

Ya, perusahaan yang bermarkas di Rochester, New York itu telah mencapai persetujuan dengan Kodak Pension Plan (KPP) Inggris, yang tak lain adalah kreditor terbesar Kodak.


Persetujuan itu berisi penjualan dua divisi Kodak yang masih tersisa: Personal Imaging dan Document Imaging. Lewat penjualan ini, selain berhasil membayar kewajiban pada KPP senilai USD 2,8 miliar, Kodak juga akan menerima cash sebesar USD 650 juta dan aset-aset lainnya.


Nah, apa saja yang berada di bawah 'payung' divisi tersebut? Di bawah divisi Personal Imaging dilaporkan ada lebih dari 100.000 kios Kodak yang berlokasi di seluruh penjuru dunia, kertas fotografi, film fotografi hingga produk souvenir foto.


Sedangkan di divisi Document Imaging terdapat produk seperti scanner dan layanan serta software terkait, demikian seperti dikutip dari PetaPixel, Selasa (30/4/2013).


CEO Kodak Antonio Perez mengatakan bahwa persetujuan itu memungkinkan perusahaannya keluar dari jurang kebangkrutan selagi mereka bertransformasi menjadi perusahaan cetak komersil.


Sebelumnya, Kodak mencapai kesepakatan tentatif dengan Brothers Industries Ltd. terkait penjualan aset document-imaging. Namun, persetujuan tersebut belum disetujui oleh hakim pailit dan bisa dibatalkan jika Kodak berhasil mendapatkan transaksi seperti ini.


Menurut laporan yang diturunkan MarketWatch, KPP setelah itu berhak menjalankan bisnis dari Kodak itu atau menjualnya ke pihak lain.


Seperti diketahui, Kodak, perusahaan legendaris yang berusia lebih dari seabad ini mendaftarkan kebangkrutannya pada Januari 2012 silam. Sejak itu, mereka terus melakukan keputusan-keputusan berat, seperti menjual portfolio yang berisi 1.100 paten digital.


Tak luput, mereka juga terpaksa menghentikan produksi kamera digital. Sebuah ironi bagi perusahaan yang sejatinya penemu piranti tersebut.


(sha/ash)



readmore »»  

Samsung Siapkan Tablet Nexus 8 Core

Amerika Serikat - Samsung dan Google disebut-sebut akan memperkenalkan tablet Nexus 11 inch tahun ini. Tak tanggung-tanggung, tablet ini kabarnya akan diotaki prosesor 8 core.

Dilansir Cnet, Selasa (30/4/2/2013), informasi ini mengemuka sejak akhir pekan lalu. Spekulasi tersebut digembar-gemborkan, setidaknya akan ada empat tablet lagi yang akan dirilis Samsung di 2013, salah satunya dari lini keluarga Nexus.


Nexus 11, demikian situs dan sejumlah blog teknologi mulai menyebutnya, akan mengusung layar 11 inch Super PLS TFT, memiliki kamera belakang 8 megapixel, kamera depan 2 megapixel dan microSD yang bisa diperluas.


Perangkat yang masuk dalam kategori high-end ini nantinya akan menjadi tablet pertama yang menggunakan prosesor 8 core Samsung. Namun belum diketahui, versi Android berapa yang akan dibenamkan pada tablet ini.


Mengingat Android 5.0 dikabarkan akan hadir di tahun ini, banyak yang menduga Nexus 11 akan menggunakan OS robot hijau berjulukan Key Lime Pie tersebut.


Spekulasi ini muncul, mengingat sang kakak Nexus 10, pada waktu diperkenalkan pertama kali, menjadi produk pertama yang mencicipi Jelly Bean yang baru dirilis kala itu.


Selain Nexus 11, dalam roadmap Samsung juga disebutkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan ini akan merilis tablet lainnya, yakni Galaxy Tab 11, Galaxy Tab Duos 7 inch dengan dual SIM card, dan Galaxy Tab 8.


(rns/ash)



readmore »»