'Jalan Pintas' Facebook untuk Ponsel Pemula Diserbu

Jakarta - Membuat dunia menjadi lebih terbuka dan terhubung adalah misi Facebook melalui 'Facebook for Every Phone'. Aplikasi ini memungkinkan orang dari belahan dunia mana pun terhubung melalui perangkat apa saja, tak harus smartphone.

"Saat ini pengguna 'Facebook For Every Phone' per bulannya mencapai 100 juta orang. Ini merupakan pencapaian penting buat kami," demikian pernyataan Facebook melalui keterangan tertulisnya, Senin (22/7/2013).


Diklaim Facebook, jutaan orang di negara seperti India, Indonesia dan Filipina, bergantung pada teknologi ini untuk terkoneksi dengan Facebook. Namun Facebook tidak menjabarkan secara detail jumlah pengguna di tiga negara utama tersebut.


"Pengalaman pertama menggunakan internet di Facebook dan produk ini telah memudahkan bagi orang untuk merasakan pengalaman terbaik, apapun mobile phone yang mereka gunakan," kata Javier Olivan, Vice President Growth and Analytics di Facebook.


"Ini merupakan pencapaian penting karena berarti jutaan lebih orang terhubung dengan temannya," sambungnya.


'Facebook for Every Phone' adalah aplikasi Facebook yang tersedia di lebih dari 3.000 jenis feature phone berbagai merek.


Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mencicipi pengalaman menggunakan Facebook secara komprehensif, mirip dengan aplikasi Facebook untuk smartphone. Ya, bisa dibilang semacam 'jalan pintas' bagi pengguna ponsel pemula untuk merasakan sensasi smartphone saat Facebookan.


Adapun fitur yang tersedia meliputi fitur populer Facebook seperti News Feed, Messenger dan Photo, termasuk juga fitur untuk membuka akun baru dan mencari teman.


Lebih mengasyikkan lagi, pengalaman ini dioptimalkan agar penggunaan datanya lebih sedikit dibandingkan aplikasi Java lainnya. Alhasil, biaya konsumsi data pun diklaim menjadi lebih terjangkau.


'Facebook for Every Phone' sendiri tersedia berkat teknologi Snaptu, perusahaan mobile platform yang diakuisisi Facebook pada 2011.


Snaptu lalu diubah menjadi 'Facebook for Every Phone' pada Agustus di tahun yang sama. Hingga kini, tim kecil ini pun terus mendorong pertumbuhan penggunanya.


(rns/ash)



readmore »»  

Situs Apple Diusili Hacker

Jakarta - Apple mengaku bahwa salah satu situs miliknya telah diusili peretas. Mereka berusaha masuk, dan mencuri data pribadi para developer iOS.

Untungnya Apple mengenkripsi data para developer tersebut. Sehingga hacker yang berhasil menyusup tidak berhasil mencuri data yang bersifat sangat sensitif tersebut.


Akibat serangan tersebut situs developer Apple lumpuh sementara. Apple mengaku harus melakukan beberapa perbaikan seperti update software yang ada di server, membenahi database dan melakukan penambalan.


Situs yang diserang hacker tersebut adalah tempat di mana developer mencari informasi soal Apple, mulai dari dokumentasi perusahaan tersebut, hingga panduan untuk membuat aplikasi di iOS. Situs ini juga biasa dijadikan wadah diskusi para developer.


Selain itu situs developer Apple juga biasa dipakai developer untuk menguji aplikasi buatan mereka, dan di dalamnya juga terdapat sertifikat yang bisa dipakai untuk mensubmit aplikasi di iOS. Jadi situs ini memang menjadi salah satu situs yang berpengaruh baru ekosistem iOS.


Pun demikian tidak disebutkan kapan situs tersebut akan kembali online. Seperti yang dikutip detikINET dari Apple Insider, Senin (22/7/2013).


Artikel Terkait:

-. Mereka yang Jadi Bulan-bulanan Hacker China

-. Mengenal Anonymous, Grup Hacker Paling Berpengaruh di Dunia

-. 5 Negara dengan Tentara Cyber Terkuat

(eno/ash)



readmore »»  

Tunda LTE Sampai 2018, Ancaman Macet Total

Jakarta - Kemacetan lalu lintas telah menjadi menu wajib warga Jakarta. Bukannya membaik, tahun ini kemacetan semakin parah. Tidak hanya di Jakarta, melainkan telah meluas di kota besar lainnya. Bahkan kemacetan parah juga terjadi setiap hari di tol Cikampek dan jalur Pantura.

Berbagai inisiatif pemerintah untuk mengurangi kemacetan disikapi warga dengan pesimis, pasrah bahkan penolakan. Mungkin saja karena warga tidak percaya lagi kepada pemerintah yang dianggap terlalu lambat menyikapi hal ini. Sebut saja program MRT dan monorail yang tidak mulus sampai saat ini.


Kenapa sampai demikian? Karena pemerintah terlambat membaca angka penjualan sepeda motor yang lebih dari 7 juta per tahun dan mobil yang mencapai 1 juta per tahun, dan terus tumbuh dua digit. Sementara pembangunan jalan baru dan tol jauh dari mencukupi. Dikutip dari www.worldbank.org, total jaringan jalan tercatat 477 ribu kilometer dan jumlah jalan tol yang terbangun sejak 1978-2010 baru sepanjang 742 Km.


Seperti halnya infrastruktur jalan raya, LTE adalah infrastruktur broadband yang boleh disebut sebagai jalan tol. Serupa dengan perencanaan pembangunan jalan tol, penggelaran LTE memang sangat kompleks, tentu tidak semudah 3G. Karenanya butuh political decision dan komitmen seluruh pihak termasuk operator, pengguna, BRTI, Kementerian Kominfo, dan kementerian lain yang terkait.


Long Term Evolution (LTE)


Long Term Evolution (LTE) adalah standar komunikasi data nirkabel dengan kecepatan tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Secara teori teknologi ini mampu mengunduh file dengan kecepatan 300 Mbps dan kecepatan unggah 75 Mbps.


LTE dikembangkan 3GPP, organisasi penerbit standar teknologi GSM, dengan maksud untuk menjamin ketersinambungan sistem 3G yang saat ini telah digunakan secara luas di seluruh dunia. Tentu saja juga untuk memenuhi kebutuhan akses data yang semakin cepat dengan kualitas yang semakin baik. LTE dipercaya bakal menjadi standar jaringan seluler global, baik untuk GSM maupun CDMA.


LTE Indonesia Tahun 2018?


Sampai saat ini pemerintah belum menyampaikan rencana jelas, kapan teknologi ini akan diterapkan. Pemerintah sedang fokus menyelesaikan tender 3G dan menata ulang seluruh blok frekuensi tersebut. Pemerintah beralasan kelambatan adopsi LTE disebabkan tidak tersedianya spektrum yang sesuai. Spektrum 700 MHz yang dianggap ideal masih digunakan oleh televisi analog dan baru bisa dimanfaatkan tahun 2018.


Selain karena spektrum, teknologi 3G juga disebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Lagipula, investasi LTE sangat besar, sementara smartphone yang mendukung LTE masih terbatas.

Karena hambatan tersebut, beberapa pihak memandang keberadaan LTE saat ini belum urgent. Karenanya LTE bisa ditunda sampai 2018.


Pandangan tersebut amat spekulatif dan beresiko. Adopsi LTE harus menjadi prioritas industri telko negeri ini. Tahun 2014 menjadi masa ideal implementasi LTE, paling tidak karena beberapa alasan di bawah ini.


Sejarah Adopsi Teknologi


Adopsi teknologi CDMA, GSM, 2G dan 3G di Indonesia berkisar 4-6 tahun sejak teknologi tersebut komersial untuk pertama kalinya. Sedangkan teknologi LTE telah diluncurkan secara komersial sejak Desember 2009. Belajar dari sejarah tersebut, tahun 2013-2015 merupakan masa ideal untuk adopsi LTE di Indonesia.


Kenapa ideal? Menunggu 4-6 tahun dikatakan ideal, setidaknya karena alasan berikut. Pertama, tidak semua teknologi baru diterima publik dan populer. Sebagai contoh teknologi WiMAX. Meskipun teknologi ini lahir lebih dulu dan memiliki spesifikasi teknis yang setara, namun tampaknya tidak akan berkembang karena kalah bersaing dengan LTE.


Kedua, butuh waktu untuk belajar. Indonesia bisa belajar dari implementasi LTE di berbagai negara dengan berbagai frekuensi dan kondisi lapangan yang berbeda. Ketiga, biaya mahal. Setiap teknologi baru, pada awalnya harga infrastruktur dan device-nya selalu mahal, namun perlahan akan turun. Keempat, memberi kesempatan penetrasi kepada teknologi sebelumnya, 3G HSPA.


Adopsi Global


LTE komersial diluncurkan pertama kali oleh Teliasonera di Stockholm dan Oslo pada Desember 2009. Sampai kuartal pertama tahun ini, ABI Research melaporkan jumlah pengguna mencapai 108 juta. IDATE memperkirakan jumlah pengguna bakal naik tajam, hingga mencapai 915 juta pada akhir 2016 dan menyentuh satu miliar pada 2017.


LTE telah diadopsi oleh hampir seluruh belahan dunia, lebih dari 90 negara. Tidak hanya di negara maju, namun telah dinikmati banyak negara berkembang. Seperti Angola, Tanzania dan Namibia di benua Afrika. Bahrain, Oman dan Libanon di belahan Timur Tengah. Serta Malaysia, Thailand dan Philipina di Asia Tenggara.


Bahkan bulan lalu, SK Telecom Korea Selatan membuat kejutan dengan meluncurkan LTE-Advanced komersial pertama di dunia. Dalam dua minggu dilaporkan telah menjangkau Seoul dan 43 kota lainnya, serta sukses menggaet 150 ribu pelanggan.


Jika saat ini negara berkembang dan tetangga sudah menikmati, mampukah masyarakat Indonesia menunggu LTE sampai 2018?


Dukungan Gadget


Hampir semua produsen gadget global telah menjual tablet dan smartphone dengan dukungan LTE. Sebut saja beberapa merk populer seperti Apple iPhone 5, Blackberry Z10 dan Samsung Galaxy S4. Juga seperti HTC One, LG Optimus G dan Nokia Lumia 920. Bahkan termasuk merk lapis berikutnya seperti Windows Phone X8, Sony Xperia V dan Asus PadFone 2.


Perusahaan riset IDC melaporkan pada kuartal dua tahun ini, untuk pertama kalinya penjualan smartphone melebihi feature phone. Lebih lanjut mereka memperkirakan akhir tahun ini jumlah smartphone global akan mencapai 918 juta dan terus naik sampai 1,5 miliar pada 2017. Jumlah tersebut berkisar dua-pertiga dari total pasar ponsel global.


Pasar smartphone Indonesia dengan sendirinya akan mengikuti pasar global. Terlebih lagi, pasar Indonesia cenderung irrasional, karena lebih mementingkan lifestyle. Dari 240 juta lebih pengguna ponsel di Indonesia, diperkirakan lebih dari 40 juta adalah pengguna smartphone.


Meskipun dari jumlah tersebut porsi smartphone LTE masih relatif kecil, namun diyakini akan segera berbalik ketika LTE sudah tersedia dan harganya semakin terjangkau.


Jika pengguna smartphone di Indonesia sudah demikian luas, mampukah masyarakat Indonesia menunggu LTE sampai 2018?


Internet Indonesia


Meskipun jumlah pengguna internet sudah mencapai 62,5 juta pada akhir 2012, namun penetrasinya masih 27 persen. Angka ini masih berada di bawah Vietnam yang telah mencapai 30,5 persen, dan belum memenuhi target 50 persen sesuai kesepakatan 10 negara Asia Tenggara.


Akamai Technologies melaporkan rata-rata kecepatan internet di Indonesia sebesar 1,2 Mbps, menempatkan Indonesia di peringkat 115 dunia. Angka ini berada di bawah rata-rata kecepatan internet global sebesar 2,8 Mbps. Angka tersebut bahkan berada di bawah Vietnam sebesar 1,6 Mbps, Malaysia 2,2 Mbps dan Thailand 3,1 Mbps.


Jika posisi internet Indonesia masih jauh di belakang, tidakkah berniat membuat lompatan? Mampukah Indonesia menunggu LTE sampai 2018?


Pendorong Pertumbuhan Ekonomi


ITU melaporkan setiap peningkatan penetrasi broadband 10% akan mendorong kenaikan Gross Domestic Bruto (GDB) sebesar 1,38%. Sementara Business World melaporkan broadband telah menyumbang kenaikan GDB rata-rata 2%. Khusus di Indonesia, BPS menunjukkan kontribusi subsektor telekomunikasi terhadap PDB tahun 2012 sebesar 3,2%.


Senior Director Spectrum Policy & Regulatory Affairs GSMA, Chris Perera memaparkan kepada sejumlah media di Jakarta (23/5/2013), bahwa penundaan LTE selama empat tahun, dari tahun 2014 ke 2018, bisa menghasilkan kerugian sebesar USD 16,9 miliar untuk GDP, USD 4,7 miliar untuk pajak, 79.000 usaha dan 152.000 lowongan kerja. Kerugian ini ditaksir bisa lebih dari USD 20 miliar atau sekitar Rp. 200 triliun.


Awas Internet Macet Padat Merayap.


Seandainya pemerintah tidak segera mengambil political decision dan tetap berencana mengadopsi LTE pada tahun 2018, maka dari argumentasi di atas, rasanya tidak berlebihan jika sejumlah pihak memprediksi internet bakal macet total, padat merayap layaknya kemacetan kota Jakarta.


Pada saat itu, LTE tidak mampu lagi menjawab kebutuhan dan solusi pun semakin sulit ditemukan. Kondisi akan lebih parah, jika masyarakat tidak percaya lagi kepada kemampuan pemerintah mengatasi permasalahan infrastruktur broadband.


Sebagai bagian anak negeri dan pengguna telekomunikasi, kita tentu berharap semoga pemerintah segera mengambil keputusan dan mempersiapkan adopsi LTE secepatnya. Tahun 2014 merupakan tahun ideal, atau setidaknya 2015. Semata-mata untuk menghindari kekisruhan industri telko dan demi kemakmuran bangsa Indonesia.









abah-pas-photo Tentang Penulis: Muhammad Yusuf merupakan praktisi dan pemerhati telekomunikasi, dapat dihubungi di myusuf298@gmail.com atau www.myusuf298.com.

(ash/ash)

readmore »»  

Samsung Siap Pasok Ponsel Android untuk FBI

Washington - Samsung dilaporkan hampir mencapai kesepakatan untuk menjadi pemasok smartphone bagi biro intelijen Amerika Serikat, FBI (Federal Bureau Investigation). Handset yang dipakai adalah model Galaxy yang berbasis Android.

FBI yang mempekerjakan lebih dari 35 ribu orang, saat ini kebanyakan memakai BlackBerry. Masih belum jelas apakah ponsel Samsung akan mengganti semua BlackBerry atau sebagian saja.


Belum ada konfirmasi resmi mengenai laporan tersebut dari pihak FBI maupun Samsung. Dari pihak BlackBerry, mereka menyatakan sistem operasinya adalah yang terbaik dalam bidang sekuriti sehingga cocok dipakai dalam lembaga pemerintahan.


"Sekuriti perangkat mobile terasa sangat penting sekarang ini. Fair untuk bertanya mengapa ada pihak yang mempertimbangkan pindah dari standar emas dalam sekuriti, yaitu platform BlackBerry," ucap Steve Zipperstein, Chief Legal Officer BlackBerry.


Samsung sendiri tengah berupaya keras agar handsetnya banyak dipakai di kalangan pemerintahan. Upaya mereka tampaknya mulai membuahkan hasil. Mei lalu, Departemen Pertahanan AS juga meloloskan perangkat Samsung untuk dipakai di sana.


Di beberapa model high end seperti Galaxy Note II, Galaxy S III dan Galaxy S IV, Samsung membekalinya dengan sistem sekuriti bernama Knox. Sehingga Android yang dipakai dalam perangkat tersebut lebih aman.


Namun demikian seperti detikINET kutip dari Reuters, Senin (22/7/2013), tetap ada pendapat skeptis soal keamanan Android. Sistem operasi buatan Google ini memang sering terancam program jahat.


"Sistem operasi Android belum benar-benar diamankan. Jika Anda ingn berjualan di pemerintahan, Anda harus menyediakan solusi yang aman dan Android belum begitu," kata Rob Enderle, analis industri di Enderle Group.


"Jika Anda ingin mengamankannya, Anda harus melakukannya secara keseluruhan. Samsung bukannya tidak mau melakukannya, namun mereka tidak memiliki Android sehingga tidak bisa," tambahnya.


(fyk/ash)



readmore »»  

Bocah 8 Tahun Habiskan Rp 61 Juta untuk Ngegame di iPad

Somerset, Inggris - Seorang bocah berusia 8 tahun menghabiskan uang senilai 4.000 poundsterling atau sekitar Rp 61,6 juta hanya untuk ngegame di iPad. Tak ayal, ayahnya pun pusing dibuatnya.

Gadis bernama Lily itu menghabiskan banyak uang untuk melakukan upgrade game ataupun membeli konten tertentu. Untuk melunasi tagihan, sang ayah yang bernama Lee Neale berpikir untuk menjual mobil dan dua motornya.


Sang ayah baru sadar anaknya menghabiskan banyak uang setelah bank membekukan rekeningnya. Lee menyatakan anaknya menyangka uang tersebut tidak sungguh-sungguh harus dibayar.


"Lily baru berumur 8 tahun dan belum memahami benar tentang konsep uang. Aku terpaksa meminjam uang ayahku dan dalam proses menjual mobil untuk melunasinya," curhat Lee.


Lee mengizinkan Lily bermain game di iPad seperti Campus Life, My Horse, Hay Day dan Smurfs Village. Game itu memang bisa di-download secara gratis, namun pemain bisa membayar untuk membeli konten tertentu.


Lee pun melaporkan kasus ini pada Apple dan berharap mendapat keringanan. Beruntung setelah menjelaskan kasusnya, Apple akhirnya bersedia menghapuskan tagihan Lily.


"Hal itu sungguh melegakanku. Bahkan meskipun aku menjelaskan pada Lily bahwa dia menghabiskan uang ayah, kupikir dia tidak benar-benar memahaminya," tambah Lee yang dikutip detikINET dari Mirror, Senin (22/7/2013).


(fyk/fyk)



readmore »»  

Wujud Memikat Moto X, Android Jagoan Google

Jakarta - Google memastikan akan memperkenalkan secara resmi ponsel jagoannya, Moto X pada tanggal 1 Agustus. Berbagai bocorannya sudah bertebaran, termasuk seperti apa wujudnya.

Sebuah bocoran yang didapatkan @evleaks, akun Twitter yang selama ini biasa memposting bocoran gadget, memperlihatkan seperti apa Moto X. Desainnya terlihat lumayan menarik.


Dilaporkan, ponsel ini akan hadir dalam ukuran layar 4,5 inch, sedangkan prosesornya mengandalkan Snapdragon MSM8960T dari Qualcomm dengan teknologi dual core 1,7 GHz. Adapun kapasitas RAM sebesar 2 GB.


Beralih menuju sektor penyuplai daya, Moto X konon mengandalkan baterai berkapasitas 1500 mAh, yang ditopang oleh penutup baterai bermaterial kevlar pada bagian belakangnya.


Android 4.2.2 Jelly Bean dipercaya Google dan Motorola sebagai sistem operasinya, dipadukan dengan fitur 'always-on listening' yang memungkinkan pengguna melakukan perintah suara tanpa harus menyentuh Moto X.


Untuk menjalankan fitur ini, pengguna harus mengaktifkan lewat setting. Layaknya Siri--yang harus mengucapkan kata sandi 'Hi Siri' terlebih dulu, perintah pertama yang harus diucapkan adalah 'Ok Google Now', namun tanpa harus menekan tombol apapun.


Google telah membeli Motorola Mobiloity senilai USD 12,5 miliar dan Moto X akan menjadi ponsel Motorola pertama yang digarap serius oleh raksasa mesin cari online tersebut. Demikian seperti dikutip detikINET dari Venture Beat, Senin (22/7/2013).


(fyk/fyk)



readmore »»  

BlackBerry yang Makin Indonesia

Jakarta - Demi mempertahankan pangsa pasarnya di Indonesia, BlackBerry terus memperkuat diri dengan menempatkan sejumlah eksekutif lokal untuk mengisi posisi strategis yang tersedia. Alasannya, orang asli Indonesia tentu lebih paham bagaimana mengkondisikan pasar di dalam negeri.

Setelah posisi Managing Director di BlackBerry Indonesia dipercayakan kepada orang lokal, Maspiono Handoyo, kini posisi Director Government Relations juga telah diisi oleh Kusuma Lienandjaja, mantan eksekutif dari Ericsson Indonesia.


Sementara untuk posisi Director Of Distribution, BlackBerry merekrut R. Andi K. Utomo, mantan eksekutif Samsung. "Kami masih kosong untuk posisi Marketing Director, dan itu juga akan diberikan ke orang Indonesia," katanya saat ditemui akhir pekan.


Sementara untuk posisi kepala divisi humas telah lama diemban oleh Yolanda Nainggolan, yang sebelumnya di Nokia Siemens Network dan Smartfren Telecom. Praktis, hanya Andrew Cobham saja yang non-pribumi di BlackBerry Indonesia. Cobham yang asli Kanada, sebelumnya lama menjadi bos Motorola Indonesia.


Kontribusi Lokal


Tak hanya memberikan ruang bagi orang Indonesia, Maspiyono mengungkapkan, BlackBerry juga telah memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia jika merujuk riset McKinsey Mei 2012 yakni sekitar USD 2 miliar.


"Bagi saya kontribusi terbesar dari BlackBerry itu adalah perangkat dan layanannya. Bayangkan berapa peluang bisnis dibuka dengan adanya BlackBerry dan silahturahim tak terputus berkat perangkat ini," jelasnya.


Dikatakannya, BlackBerry terus memberikan perhatian kepada ekonomi kreatif dengan menggelontorkan dana sekitar USD 5 juta untuk BlackBerry Innovation Center di ITB Bandung dan memberikan ruang bagi 4 ribu aplikasi yang dikembangkan oleh 1.500 developer di BlackBerry 10.


Bahkan, BlackBerry juga diklaim Maspiyono telah menggunakan perangkat keras buatan asli Indonesia dalam produknya. Komponen tersebut antara lain seperti baterai, motor untuk notifikasi getaran (vibrate), pengubah zona waktu (time zone change), serta headset untuk headphone.


Pabrik komponen ini beradai di Cileungsi dan Batam. Komponen-komponen tersebut kemudian diimpor kembali ke sejumlah pabrik perakitan BlackBerry di mancanegara, mayoritas ke Hungaria, Taiwan, dan Meksiko.


Hal yang mengejutkan adalah ternyata dari 120 ribu aplikasi yang tersebar di BlackBerry World, sekitar 85% di antaranya ternyata hasil seleksi dan verifikasi dari tim BlackBerry Indonesia yang berkantor di Bali. "Pusat verifikasi aplikasi ini sudah lama di Indonesia, tapi baru kami umumkan sekarang," katanya.


Diungkapkan, saat ini ada sekitar 30 orang karyawan BlackBerry di Bali yang tugasnya untuk menyeleksi aplikasi tersebut. Jumlah SDM ini kemungkinan akan ditambah setengahnya lagi September mendatang.


Perbaiki Komunikasi


Sementara dipaparkan Kusuma, BlackBerry akan memperbaiki serta menambah intensitas komunikasi dengan para pemangku kepentingan di Indonesia agar tidak terjadi konflik kesalahpahaman ketika terjadi gangguan layanan.


"Intinya kami harus sering berkomunikasi. Kita harus paparkan secara jelas posisi dan layanan perusahaan agar tak terjadi salah persepsi," katanya.


Berkat komunikasi yang mulai lancar dengan pemerintah, lanjutnya, masalah yang tadinya sepertinya menakutkan bisa diatasi. "Wacana sanksi kemarin setelah kita paparkan masalahnya, bisa dimengerti oleh Kominfo. Kami akan lebih intens berkomunikasi dan memberitahu pemerintah lebih cepat setiap ada masalah," papar Kusuma.


Maspiyono mengatakan, penyebab gangguan jaringan saat itu dikarenakan ada konfigurasi yang salah dan komponen yang gagal saat BlackBerry melakukan upgrade sistem untuk maintenance jaringan. Dalam prosesnya terjadi salah konfigurasi sehingga sistem tidak berjalan dengan baik, dan hanya terjadi di Indonesia.


Seperti diketahui, layanan BlackBerry Internet Service (BIS) sudah sering kali tumbang. Tercatat bahkan sampai lima kali. Hal itu mendorong Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk mengaji formulasi terbaik dengan mengusulkan sanksi denda bagi BlackBerry jika jaringannya kembali tumbang


Saat ini BlackBerry memiliki sekitar 80 juta pelanggan di seluruh dunia, dimana 15 juta di antaranya datang dari Indonesia. Di Indonesia BlackBerry bermitra dengan tiga distributor resmi, yakni TAM, Comtech, dan SCM.


Melalui kerja sama itu, telah dibangun 56 lokasi BlackBerry Expert Center di beberapa kota besar di Indonesia. Sementara operator yang menjadi mitranya, antara lain Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, Axis Telecom, dan Smartfren Telecom.


(rou/fyk)



readmore »»