Nexus 7 Terbaru Digarap LG?

Jakarta - Kolaborasi Google dan LG berlanjut. Setelah memilih produsen asal Korea Selatan ini untuk memproduksi Nexus 4, Google diisukan kembali mempercayai LG untuk memproduksi Nexus 7 terbaru. Ini artinya Google menggeser Asus yang sebelumnya memproduksi Nexus 7 versi lawas.

Prediksi yang diungkap oleh Ming-Chi Kuo, seorang analis yang dikenal tahu banyak mengenai isu seputar teknologi tersebut sekaligus menjelaskan rencana Google yang makin meningkatkan kerjasamanya dengan LG adalah bertujuan untuk semakin menancapkan kukunya di pasar perangkat berlayar sentuh.


Selain itu, pemilihan LG kembali oleh Google untuk membesutnya perangkat Nexus juga disebut akan membawa LG menjadi salah satu pemain utama di ranah perangkat tablet, selain Samsung dan Apple.


Apalagi saat ini LG juga dikatakan telah menjadi salah satu pemain besar dalam pasar perangkat layar sentuh berkat teknologi layar sentuh GF2 yang diisukan bakal digunakan iPad 5 dan teknologi IPS yang telah banyak diadopsi jutaan smartphone saat ini.


Menariknya, seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Senin (29/7/2013), Kuo juga mengatakan tujuan lain Google meningkatkan kerjasamanya dengan LG adalah guna menggoyang dominasi Samsung dan berharap dapat memiliki kontrol pada segmen tertentu pasar smartphone.


(yud/ash)



readmore »»  

Rumor Panas Jelang Kedatangan Galaxy Note III

Samsung bersiap menghadirkan phablet jagoannya, Galaxy Note III. Perangkat mobile dengan layar besar ini, yang adalah perpaduan antara smartphone dengan tablet PC, sepertinya akan menjadi handset flagship di samping Galaxy S4.

Galaxy Note III kabarnya dibekali spesifikasi sangat tinggi. Dan layarnya akan semakin besar untuk memuaskan para penggemarnya.


Seperti apa prediksi spesifikasi Galaxy Note III dan hal-hal lain seperti harganya? Berikut di antaranya yang dihimpun detikINET dari berbagai sumber.



readmore »»  

Nilai Akuisisi Waze oleh Google Terungkap

Jakarta - Saat mengakuisisi Waze, Google enggan menyebutkan nominal yang telah mereka gelontorkan. Namun kini pertanyaan mengenai harga aplikasi jejaring berbasis peta tersebut sudah terjawab.

Sebelumnya, banyak prediksi bahwa Google membeli layanan ini dengan harga USD 1 miliar. Namun dari laporan keuangan yang diisi Google untuk Securities and Exchange Commission, diketahui mereka 'hanya' mengeluarkan dana USD 966 juta atau kurang dari prediksi semula.


"Pembelian ini diharapkan bisa memperkaya pengalaman konsumen kami dengan menawarkan informasi lalu lintas secara real time untuk kebutuhan navigasi secara daily," tukas Google.


Google mencaplok Waze sekitar 6 minggu lalu setelah Facebook dan Apple juga dikabarkan tertarik dengan aplikasi besutan startup asal Israel tersebut. Aplikasi ini tersedia secara gratis di Android, iOS, Windows Phone dan Symbian, serta tersedia secara beta di BlackBerry.


Google sendiri kian agresif melakukan pembelian perusahaan-perusahaan kecil. Di paruh petama 2013 ini, perusahaan teknologi tersebut telah mengeluarkan dana total USD 1,31 miliar untuk menyelesaikan sebanyak 16 akuisisi.


(sha/ash)



readmore »»  

XL Boleh Kuasai Axis, Tapi...

Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring menyetujui secara prinsip rencana akusisi XL Axiata atas Axis Telekom Indonesia. Namun ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Syarat pertama adalah terkait pengembalian frekuensi kepada pemerintah jika akuisisi itu terjadi deal. Dari sini selanjutnya akan dikaji, frekuensi mana saja yang akan dikembalikan lagi ke mereka (XL-Axis).


"Prinsipnya, frekuensi itu dikuasai pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kominfo. Jadi tidak boleh dipindahtangankan seperti itu, dikembalikan dulu baru nanti diberikan lagi," jelas Tifatul.


Ia pun tidak tahu konsolidasi XL-Axis nantinya akan diberikan frekuensi yang mana saja. Sebab nanti bakal ada lagi kajian dari tim di Ditjen SDPPI (Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika).


Syarat selanjutnya dari Menkominfo adalah terkait layanan. Dimana kedua operator yang bersangkutan tidak boleh mengabaikan pelayanan kepada pelanggan.


"Mereka boleh berakuisisi, tetapi jangan mengabaikan pelayanan. Dan mereka juga harus memenuhi kewajiban-kewajiban kepada pemerintah dan pelanggan," tegas Tifatul.


Sebelumnya, menurut Nonot Harsono, anggota Komisioner BRTI, XL dalam suratnya hanya rela mengembalikan frekuensi 5 MHz di spektrum 2,1 GHz, atau setara satu blok 3G, sebagai syarat untuk memuluskan merger akuisisi sesuai UU No. 36/1999 dan PP No. 53/2000.


"Dalam surat yang dikirimkan manajemen XL ke regulator seperti itu. Tak disebutkan di blok mana yang akan dilepas. Namun untuk spektrum 1.800 MHz dan 900 MHz tak dikembalikan," kata Nonot saat ditemui usai pembahasan soal kasus IM2 di Four Seasons, Jakarta.


Komposisi kepemilikan frekuensi XL sendiri saat ini adalah 15 MHz atau setara tiga blok (8, 9, dan 10) di spektrum 2,1 GHz untuk layanan 3G. Sedangkan untuk 2G, XL juga punya di 1.800 Mhz dan 900 MHz, masing-masing 7,5 MHz. Sementara Axis menduduki dua blok 3G di 2,1 GHz, yakni blok 11 dan 12. Sementara untuk 1.800 MHz memiliki lebar pita 15 MHz.


Jika konsolidasi antara keduanya terjadi dan XL hanya mengembalikan satu blok 3G maka anak usaha Axiata ini akan memiliki empat blok frekuensi 3G dan di 1.800 MHz menjadi 22,5 MHz atau setara dengan alokasi yang dimiliki Telkomsel.


Diprediksi jika kedua operator melakukan konsolidasi pangsa pasar dari sisi pelanggan bisa mencapai sekitar 25% dan menjadi ancaman serius bagi Indosat yang selama ini menduduki posisi nomor dua di pasar seluler nasional.


Nonot menduga XL tak ingin mengembalikan alokasi frekuensi 1.800 MHz karena selama ini dalam posisi zona merah di spektrum tersebut. "XL cuma punya 7,5 MHz di 900 MHz dan 1800 MHz. Itu mana bisa untuk Long Term Evolution (LTE). Karena itu tak dikembalikan," jelasnya.


Kominfo dan BRTI saat ini tengah membentuk tim kecil untuk membahas rencana konsolidasi yang digagas XL terhadap Axis itu dengan melihat masalah kepemilikan frekuensi, blok nomor, dan dampak ke persaingan usaha.


(ash/tyo)



readmore »»  

PlayStation Vita Bisa Jadi Kontroler PlayStation 4

Jakarta - Meski masih jauh dari peluncurannya, Sony tetap ingin menjaga euforia PlayStation 4. Pabrikan asal Jepang tersebut mengungkap fitur baru yang terbilang sangat menarik di PS4. Layaknya Nintendo Wii U, konsol game generasi baru Sony tersebut juga bakal memiliki kontroler sejenis.

Bedanya, bila kontroler Wii U hadir bersamaan dengan konsol game garapan Nintendo tersebut, PlayStation 4 justru bakal mengandalkan PlayStation Vita sebagai kontrolernya. Tentu sebelumnya gamer wajib memiliki PlayStation Vita, karena seperti diketahui konsol game portable Sony tersebut merupakan perangkat terpisah dari PlayStation 4.


Sayangnya, seperti dilansir oleh GameSpot, berdasarkan keterangan yang diutarakan Bos Sony PlayStation, Shuhei Yoshida, penggunaan PS Vita sebagai kontroler PS4 masih terbatas pada game tertentu.


"Dalam penggunaan normal sepenuhnya, tidak, kecuali hanya untuk game yang didesain khusus untuk penggunaan PlayStation Vita bersamaan dengan PlayStation 4," tulis Yoshida pada akun Twitternya seperti dikutip detikINET dari GameSpot, Senin (29/7/2013).


Artikel Terkait:

-. 6 Fakta Menarik Seputar PlayStation 4

-. Inilah Evolusi Memukau Sony PlayStation

-. Ini Fitur Unggulan Xbox One

(yud/ash)



readmore »»  

Idealnya 5 Operator, Menkominfo Dorong Akuisisi

Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring telah menyatakan persetujuan secara prinsip atas rencana akuisisi XL Axiata atas Axis Telekom Indonesia. "Operator di Indonesia kebanyakan!" tegasnya.

Dipaparkan Tifatul, Indonesia saat ini memiliki 14 operator telekomunikasi. Jumlah ini sudah terlalu banyak dan berakibat kondisi bisnis yang kurang sehat.


"Data menunjukkan 92% income revenue itu di-take over oleh hanya tiga perusahaan, ya operator teratas saja. Jadi yang lain cuma dapat 8%, rimah-rimahnya saja," lanjut menteri asal Partai Keadilan Sejahtera ini di sela apel siaga menjelang Lebaran di kantor Kementerian Kominfo, Senin (29/7/2013).


Sebagai perbandingan, di negara besar macam Jepang, operator telekomunikasi itu cuma ada empat. "Sementara kita ada 14, kebanyakan. Jadi kalau ada akuisisi atau merger saya secara prinsip setuju," imbuh Tifatul.


Lantas, berapa idealnya jumlah operator di Indonesia? "Idealnya 5-6 operator, itu kurang lebih. Tapi tidak 14 kaya gini," tukasnya.


Tifatul pun mengharapkan akan adanya aksi konsolidasi lain -- entah itu akuisisi atau merger -- dari para operator telekomunikasi. Tidak cuma berhenti di XL dan Axis.


"Sebab agar pengelolaan spektrum jadi lebih optimal," tandasnya.


Kementerian Kominfo sendiri telah memberi restu kepada XL untuk mengakuisisi Axis. Restu ini sudah diresmikan dalam bentuk surat persetujuan prinsip yang ditandatangani oleh Menkominfo Tifatul Sembiring.


Pun demikian, persetujuan prinsip dari regulator masih merupakan langkah awal dalam proses akuisisi XL terhadap Axis. Termasuk soal berapa angka penawaran XL terhadap Axis. Kedua perusahaan masih dalam tahap negosiasi harga alias belum deal. Jadi belum bisa mengeluarkan nilai akuisisi yang disepakati.


(ash/eno)



readmore »»  

AMD Richland Boyong Grafis Ciamik di Indonesia

Jakarta - Beberapa waktu silam, AMD telah mengumumkan kehadiran generasi ketiga prosesor APU besutannya yang diisi oleh AMD Temash, Kabini, dan Richland. Ketiganya disiapkan untuk mewakili setiap segmen, entry-level, mid-end, hingga performance.

Sejatinya, AMD telah mengutus Kabini yang menginjakkan kakinya di Indonesia lewat notebook garapan produsen ternama. Kini, giliran AMD Richland yang masuk dalam kategori Elite A-series untuk unjuk gigi.


"AMD APU Elite A-series 2013 menghantarkan pengalaman komputasi dan hiburan yang luar biasa bagi penggemar PC desktop dan juga gamer mainstream di Indonesia, tentunya mengandalkan keseimbangan CPU dan GPU terbaik yang berpadu dalam sebuah prosesor APU," umbar Franky Widjaja, Distribution Sales Manager AMD Indonesia pada peluncuran AMD APU Elite A-series di Epicentrum Walk, Jakarta.


AMD APU Elite A-series sendiri hadir dalam 3 varian yakni AMD A10-6800K, A8-6600K, dan A6-6400. Kinerja terbaik dimiliki oleh A10-6800K yang hadir dengan teknologi quad core dengan kecepatan clock sebesar 4,1 GHz yang dapat meningkat hingga 4,4 Ghz (turbo mode). Tidak luput pengolah grafis Radeon HD 8670D ikut tersemat di dalamnya yang tampil dengan kecepatan clock 844 MHz dan 384 core.


"Teknologi unik APU A10-6800K akan memberikan pengalaman yang lebih baik dalam menghadapi beban kerja grafis dan komputasi yang semakin kompleks," tambah Franky.


Selain itu, demi memberikan kinerja yang lebih tinggi lagi, A10-6800K juga telah mendukung penggunaan memori DDR3-2133 yang diklaim mampu mendongkrak kinerja hingga 13 persen lebih cepat dibanding mengandalkan DDR3-1833.


Harga yang ditawarkan AMD untuk dapat memboyongnya pun terbilang terjangkau mulai dari USD 69 atau sekitar Rp 700 ribuan untuk A6-6400, USD 112 atau sekitar Rp,1,1 jutaan untuk A10-6600K, dan USD 142 atau sekitar Rp 1,4 jutaan untuk varian tertingginya yakni A10-6800K.


(yud/ash)



readmore »»