Sony Pun Siapkan Honami Mini

Jakarta - Kelahiran suksesor Sony Xperia Z kini tinggal menunggu waktu. Mengusung sebutan i1 Honami, selain memiliki kinerja mumpuni berkat prosesor Snapdragon 800, smartphone yang mengusung resolusi full HD tersebut juga memiliki kelebihan pada kamera yang dimilikinya yang konon mengusung kemampuan 20 MP.

Menariknya, meski belum diluncurkan secara resmi, Honami kini malah diisukan juga bakal mempunyai versi Mini.


Meski mengusung sebutan 'mini', spesifikasi Honami Mini terbilang mumpuni. Konon, prosesor Snapdragon 800 kembali akan dipercaya Sony pada Honami Mini. Kecepatan clock yang diusungnya pun sama kencang yakni sebesar 2,2 GHz.


Selain itu dikatakan juga Honami Mini akan mengusung ukuran layar 4,3 inch dengan resolusi 1280x720 pixel, namun dengan tetap mengandalkan teknologi layar Triluminos andalan Sony.


Bocoran lain yang diungkap meski belum pasti adalah kapasitas RAM yang mencapai 2 GB dan memori internal berukuran lega dengan 16 GB. Adapun baterai sebagai penyuplai dayanya memiliki kapasitas 2400 mAh.


Namun yang paling menarik dari semuanya, seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Senin (19/8/2013), adalah kemampuan kameranya yang konon akan sama persis dengan yang akan digunakan pada Honami versi standar yakni 20 MP.


FotoINET: Sony Honami Kian Membuka Diri


(yud/ash)



readmore »»  

Bandit, Jagoan Phablet Milik Nokia

Jakarta - Keinginan Nokia untuk memperluas segmen dengan menghadirkan perangkat yang layarnya lebih lebar terus menjadi perbicangan. Malah perusahaan itu sudah menyiapkan nama untuk phablet (ponsel dan tablet) besutannya.

Menurut sumber yang dekat dengan pihak Nokia, perusahaan asal Finlandia ini mengusung kode nama 'Bandit' untuk perangkat tersebut. Produk jagoan baru Nokia ini dikabarkan sudah melalui serangkaian uji coba.


Dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (20/8/2013), Bandit akan mengusung ukuran layar sebesar 6 inch dengan resolusi layar tak kurang 1080p atau setara full High Defintion (HD). Ini mungkin akan menjadikan perangkat Windows Phone 1080p pertama.


Sementara itu, untuk menunjang kinerja dari Bandit, Nokia telah menyiapkan prosesor Snapdragon dengan dapur pacu quad core. Termasuk yang terkencang di kelasnya.


Tidak ada tambahan informasi mengenai Nokia Bandit, kecuali mungkin kameranya akan mempunyai kekuataan tak kurang dari 20 megapixel, termasuk sistem operasi Windows Phone dengan antarmuka khasnya.


Selintingan lain berhembus bahwa Nokia Bandit akan dilempar ke pasaran Amerika Serikat terlebih dahulu melalui operator AT&T paling cepat akhir tahun ini.


(tyo/ash)



readmore »»  

Hacker Curi Foto Bugil Miss Teen AS

Los Angeles - Remaja cantik yang belum lama ini dianugrahi gelar Miss Teen USA 2013 mengaku pernah menjadi korban kejahatan cyber. Diam-diam seorang hacker merekam dirinya yang sedang tanpa busana.

Peristiwa itu terjadi 4 bulan sebelum Cassidy Wolf resmi memakai mahkota Miss Teen USA 2013. Ia bercerita bahwa ada seorang hacker yang berhasil membajak webcam miliknya untuk kemudian dijadikan sebagai alat pengintai.


Peretas yang tidak diketahui identitasnya itu mengaku memiliki sejumlah foto dan video Wolf tanpa busana. Pelaku pun mengancam akan menyebarkan file syur tersebut jika keinginannya tidak dituruti, yakni memberikan sejumlah uang.


"Saya tidak sadar kalau ada seseorang yang sedang mengawasi saya (melalui webcam-red). Lampu di kamera juga tidak menyala, jadi saya benar-benar tidak menyadarinya," kata Wolf, seperti dikutip detikiNET dari Today News, Selasa (20/8/2013).


Saat ini kasus tersebut tengah ditelusuri oleh pihak berwajib setempat. Laura Eimiller, juru bicara FBI Los Angeles mengatakan bahwa Wolf korban sextortion yang memang sering terjadi di Negeri Paman Sam.


Sextortion sendiri adalah istilah yang mengacu pada pemerasan korban dengan ancaman untuk menyebarkan gambar seksual, atau informasi rahasia lainnya.


(eno/ash)



readmore »»  

Setelah Nonton 'Jobs', Apa Kata Woz?

Jakarta - Salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak, sejak awal menunjukkan rasa kurang simpati pada pembuatan film 'Jobs' yang dinilai melenceng dari fakta sebenarnya. Kini setelah menonton film tersebut, Woz kembali memberikan komentar.

Woz -- sapaan Wozniak -- yang dalam film tersebut diperankan oleh Josh Gad mengatakan bahwa ia memuji kualitas akting para pemain. Namun meskipun merasa terhibur, Woz tidak merekomendasikan 'Jobs'.


"Aku menduga banyak hal yang salah mengenai film berasal dari penggambaran Jobs dari Ashton (Kutcher, pemeran utama)," ujar Wozniak seperti dilansir Digitalspy, Senin (19/8/2013).


Menurutnya, Ashton juga memberikan pernyataan yang salah mengenai dirinya belakangan. Termasuk ketika mengatakan bahwa Wozniak tidak mendukung film 'Jobs' karena tidak digandeng untuk menjadi konsultan di film itu.


"Ini adalah salah satu contoh dari Ashton yang masih berada dalam karakter. Meskipun filmnya membayarku sebagai konsultan, tetapi Jobs sudah memiliki skenario yang ditulis. Aku kecewa dengan skenario Jobs, namun aku masih berharap bisa melihat film yang bagus," paparnya.


Wozniak menambahkan bahwa beberapa karakter di film tidak sesuai dengan kejadian aslinya. Wozniak mengatakan bahwa meskipun beberapa orang tidak memperoleh imbalan finansial pada masa awal Apple, mereka diberi saham berjumlah besar dari bagian Wozniak.


Lalu, tambah Wozniak, film berakhir ketika Jobs akhirnya menemukan produk yang mendulang sukses seperti iPod.


"Aku bersyukur atas kemampuan Steve dalam era i-, dan kontribusinya pada hidupku sendiri dalam menikmati produk yang mengagumkan, tapi film ini menggambarkan dirinya yang memiliki kemampuan di masa awal," tukasnya.


(ich/ash)



readmore »»  

WiFi di Sekolah Hasilkan Rp 2,1 Miliar untuk Telkom

Jakarta - Pundi-pundi keuangan Telkom kian bertambah tebal seiring masuknya omzet Rp 2,1 miliar per bulan dari penjualan akses WiFi di sekolah dalam program Indonesia Digital School (IndiSchool).

"Data terbaru IndiSchool, posisi Juli lalu sudah menembus omzet Rp 2,1 miliar per bulan. Bagi saya ini sesuatu yang luar biasa karena program tersebut dimulai dari nol dan masih baru," ungkap Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin di Jakarta, Senin (19/8/2013).


Saat paparan media akhir Juli lalu, pendapatan dari program Indischool ini diproyeksikan Rp 669,297 juta dengan jumlah 77.241 pengguna di 15.724 sekolah. Namun kenyataannya malah melesat setelah Telkom berhasil membangun 19 ribu titik WiFi.


"Saya harus jelaskan pola sistem billing di industri telekomunikasi. Angka yang terakhir itu (Juli), artinya dari billing Juni. Sedangkan yang Juni artinya billing untuk Mei. Nah, karena sekarang sudah Agustus, tentu angka Juli sudah ada dan itu saya berikan yang terbaru," ungkapnya.


IndiSchool merupakan program Telkom dalam menyediakan akses Internet WiFi yang mudah, murah dan berkecepatan tinggi di sekolah-sekolah. Investasi yang dikeluarkan untuk satu sekolah itu sekitar Rp 10-Rp 15 juta mengingat ada sekitar tiga hingga lima access point yang dibangun.


Telkom sendiri mengalokasikan dana sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun untuk biaya penyediaan WiFi di 100 ribu sekolah hingga akhir 2013 ini.


"Untuk kecepatannya kami menyediakan speed bandwidth 10 Mbps untuk tiap akses Wifi dengan tarif murah bagi kantong pelajar, hanya Rp 1.000 untuk pemakaian 24 jam," kata Prasabri Pesti, EGM Divisi Telkom Barat di lain kesempatan.


Direktorat Enterprise and Business Services Telkom memasukkan IndiSchool dalam program Indonesia Digital Society (Indiso) dimana dua kegiatan lainnya adalah IndiPreneur dan IndiFinance. Ketiga program ini targetnya menghasilkan omzet sekitar Rp 50 miliar pada akhir tahun nanti.


Diungkapkannya, pendapatan yang tumbuh nyaris dua kali lipat dari bulan Juni tersebut hanya dari connectivity, belum dari advertising, content, dan lainnya. Posisi pada Juni pendapatan IndiSchool sebesar Rp 691,379 juta dengan 12.686 sekolah dan 73.563 pengguna.


"Posisi hari ini sudah 19.107 sekolah. Insya Allah akhir Agustus akan tembus 20 ribu sekolah," kata Awaluddin lagi.


Menurutnya, jika menembus 20 ribu sekolah maka pendapatan dari setiap sekolah per bulan adalah Rp 100 ribu. Hal ini berarti dari sisi Average Revenue Per User (ARPU) setara dengan layanan Fixed Broadband Speedy dimana ARPU satu sambungan layanan pasca bayar 384 Kbps adalah Rp 99 ribu.


"Bayangkan kalau kami tembus 100 ribu sekolah. Di bisnis ini size does matter. Kita perbesar terus ekosistemnya agar mesin pendapatan berjalan. Apalagi tren ke depan itu pengguna smartphone senangnya akses internet via WiFi. Telkom berani investasi di muka untuk menuai keberhasilan di masa depan," pungkas mantan bos Telkom Sumatera ini.


(rou/ash)



readmore »»  

Telkom 'Merdekakan' 17.845 WiFi di Sekolah

Jakarta - Semangat kemerdekaan coba ditularkan Telkom mulai dari bangku sekolah dengan menyediakan akses broadband WiFi. Sejauh ini sudah lebih dari 17.845 sekolah di Indonesia yang akhirnya 'merdeka' dari ketiadaan akses internet.

Menurut Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, melalui program Indonesia Digital School (IndiSchool), pihaknya ingin bantu mencerdaskan pelajar dengan akses internet WiFi yang kencang, mudah dijangkau, dan murah biayanya.


"Dari tidak ada akses WiFi sama sekali menjadi ada, itu sesuatu banget. Apalagi di hari kemerdekaan kemarin kami meresmikan WiFi ke-17.845 di SMAN 1 di Rengasdengklok," kata Awaluddin kepada detikINET di Jakarta, Senin (19/8/2013).


Tanpa berlama-lama, pembangunan WiFi pun dikebut. Per hari ini, jumlahnya sudah mencapai 19 ribuan titik yang dipasang di sekolah-sekolah. Awaluddin pun mengaku tertantang untuk bisa mencapai target 100 ribu WiFi di akhir tahun nanti.


"Ini target yang saya tetapkan sendiri, untuk motivasi. Mudah-mudahan bisa tercapai. meskipun realisasinya baru 19%. Untuk pembangunannya tidak semudah yang dikira, tapi kami optimistis pasti bisa," harapnya, optimistis.


Untuk membangun program Indischool ini, Telkom telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Investasi yang dikeluarkan untuk satu sekolah saja memakan biaya sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta, mengingat ada sekitar tiga hingga lima access point yang dibangun di tiap sekolah.


Telkom sendiri mengalokasikan dana sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun untuk biaya penyediaan WiFi di 100 ribu sekolah.


"Untuk kecepatannya kami menyediakan speed bandwidth 10 Mbps untuk tiap akses WiFi dengan tarif murah bagi kantong pelajar, hanya Rp 1.000 untuk pemakaian 24 jam," kata Prasabri Pesti, EGM Divisi Telkom Barat di lain kesempatan.


IndiSchool ini merupakan salah satu bagian dari program Indonesia Digital Network (IDN) yang merupakan visi pengembangan infrastruktur true broadband Telkom secara end to end (user terminal, akses, transport dan service) yang akan dicapai melalui pembangunan tiga infrastruktur utama, yakni ID Access, ID Ring, dan ID Convergence.


Dijelaskan Awaluddin, tahapan implementasi program Indischool ini menggunakan strategi 3C, yakni Connectivity, Content dan Community.


Khusus untuk Connectivity, setelah nanti target 100 ribu tercapai, Telkom akan menambah target penggelaran infrastruktur akses WiFi ke 300 ribu sekolah pada tahun 2015 nanti.


Sedangkan Content adalah penyiapan Indonesia Cloud of Knowledge, edu-cloud dengan fasilitas public cloud di dalamnya, dengan target 1.000 content pendidikan pada tahun 2015.


Adapun, Community, yakni pengelolaan Indischool Smart Community via Super Portal, dengan target satu juta user komunitas di tahun 2015.


"Ketiga tahapan tersebut menjadi acuan bagi Telkom dalam mensukseskan program Indischool bagi dunia pendidikan Indonesia hingga 2015," jelas Awaluddin.


Evaluasi Kinerja


Program IndiSchool yang dimulai pada Januari 2013 ini awalnya hadir di 2.381 sekolah dimana ada 9.468 pengguna dan pendapatan bagi Telkom sekitar Rp 16,324 juta.


Pembangunan akses ke sekolah mulai kencang pada April 2013 dimana berhasil mencapai 10.079 sekolah dengan 71.654 pengguna, tetapi untuk pendapatan masih minim di Rp 53.373 juta.


Hingga periode Mei ke Juli, Telkom sepertinya agak melambat dalam pembangunan akses WiFi ke sekolah dimana hanya ada tambahan 5.645 sekolah alias terdapat 15.724 sekolah dengan 77.241 pengguna. Namun dari sisi pendapatan mulai ada lompatan dimana pada Juli sudah menghasilkan Rp 669,297 juta.


Jika dilihat pendapatan yang secuil untuk operator sekelas Telkom sebagai konsekuensi menawarkan paket denominasi ramah kantong ke pelanggan yang dimulai dari Rp 1.000/hari, Rp 20 ribu/bulan, dan Rp 100 ribu/semester untuk menikmati akses internet di sekolah.


Sekadar catatan, direktorat Enterprise and Business Services memasukkan IndiSchool dalam program Indonesia Digital Society (Indiso) dimana dua kegiatan lainnya adalah IndiPreneur dan IndiFinance. Ketiga program ini targetnya menghasilkan omzet sekitar Rp 50 miliar pada akhir tahun nanti.


IndiPreneur berhasil menjaring lebih dari 40 ribu pengusaha UKM di 29 propinsi dengan total transaksi online sebesar Rp 1,2 miliar. Per Juli 2013, terhitung pendapatan yang didapat dari IndiPreneur mencapai Rp 2,9 miliar.


IndiFinance telah menggandeng hampir 37.000 outlet perbankan elektronik dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 15 % per bulan dan menghasilkan pendapatan Rp 4,9 miliar


Jika dilihat, hingga Juli lalu ketiga program Indiso secara omzet belum menembus realisasi angka psikologis yakni 50% dari target. Kalkulasi sederhana, baru sekitar 16% dari target Rp 50 miliar yang tercapai.


"Memang jika dilihat hingga semester pertama realisasi dari target masih rendah. Tetapi ini kan sedang tahap membangun. Kita optimistis untuk segmen ini akan tercapai targetnya," tandas Awaluddin.


(rou/ash)



readmore »»  

BlackBerry Q5 Dirilis 23 Agustus di Indonesia

Jakarta - Setelah menunggu cukup lama, BlackBerry akhirnya meluncurkan Q5 di Indonesia. Ponsel hybrid (qwerty dan layar sentuh) ini akan mulai dilepas pada 23 Agustus 2013.

Hal itu dipastikan setelah meja redaksi detikINET mendapat undangan 'BlackBerry Q5 Commercial Launch'. Rencananya, acara ini akan digelar vendor asal Kanada itu pada hari Jumat, 23 Agustus di salah satu mal besar Jakarta.


"Menghadirkan produk-produk berbasis BlackBerry 10 dengan segmen yang premium kini BlackBerry kembali menghadirkan satu lagi inovasi produk untuk menyasar segmen anak muda dan juga konsumen yang ingin melakukan upgrade ke produk BlackBerry 10," tulis BlackBerry dalam undangannya.


"Dengan desain dan pilihan warna yang cerah, smartphone BlackBerry Q5 yang baru dilengkapi dengan keyboard QWERTY dengan desain yang menakjubkan dan membuat pengguna semakin menikmati semua kegiatan browsing dengan ngebut, akses ke jejaring sosial dan lebih dari 120 ribu aplikasi dengan menyenangkan, dan selalu terhubung dengan email dan layanan BBM kapanpun dan di manapun," lanjutnya.


Lantas, berapa harga BlackBerry Q5? BlackBerry pernah mengungkapkan bahwa handset OS BlackBerry 10 versi ekonomis itu dibanderol dengan harga retail Rp 3,9 juta.


Meski saat kelahirannya BlackBerry Q5 dipamerkan dengan balutan berbagai warna, namun di Indonesia kemungkinan besar baru tersedia dengan warna hitam dan putih.


BlackBerry Q5 pun sudah mengusung software BlackBerry 10.1 terbaru. Adapun fitur andalannya seperti BlackBerry Hub yang menjadi jalan pintas ke berbagai notifikasi penting, BlackBerry Time Shift untuk menciptakan foto yang 'anti ngedip', dan menceritakan kisah Anda dengan BlackBerry Story Maker.


Gunakan BBM Video dan Screen Share, dan temukan lebih dari 120.000 aplikasi tersedia di dalam toko The BlackBerry World termasuk aplikasi yang dikembangkan oleh developer lokal seperti Kereta Api Indonesia, PicMix, Rumah Zakat, 21Cineplex, LewatMana, Trans Corp dan lainnya.


Artikel Terkait:

-. Lebih Intim dengan 'Si Hybrid' BlackBerry Q10

-. BlackBerry Q10 dan Q5, Apa Bedanya?

-. FotoINET: Seluk Beluk BlackBerry Q10

-. Q5, BlackBerry 10 Manis Versi Ekonomis


(ash/eno)



readmore »»