Big Data Penting, Tapi CIO Jangan Pontang-panting

Jakarta - Data adalah aset terbesar perusahaan, tapi hanya dapat bekerja untuk memberikan keuntungan bagi organisasi ketika ada alat untuk perlindungan dan pengarsipan data secara layak, baik data yang terstruktur maupun tidak terstruktur.

Rick Theiler, Vice President CommVault Systems APAC menyarankan, CIO (Chief Information Officer) tidak usah terburu-buru untuk membeli solusi big data tanpa memahami bagaimana dan apa yang mereka inginkan dalam menggunakan big data.


Banyak kesalahan yang dibuat CIO yang berada di bawah tekanan, misalnya untuk mencari jawaban langsung untuk masalah skalabilitas, kata Rick, dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/9/2013).


Dalam pasar yang semakin kompetitif saat ini, lanjutnya, memilih produk yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan spesifik CIO dapat merugikan dan merusak organisasi.


Di Asia khususnya, Rick melihat divisi TI mengadopsi software dan solusi-solusi multiple point yang mahal dan tidak dibutuhkan.


Hanya karena mereka selalu menggunakan produk-produk tertentu dari vendor tersebut, tanpa melihat bagaimana menggabungkan penawaran dari berbagai pemain terbaik yang bisa memberikan penghematan dan proses yang memberikan nilai, lanjutnya.


Pengambil keputusan dari divisi TI yang terancam oleh big data tidak sendirian. Mereka dapat mengambil langkah awal untuk menangkap peluang big data dengan mengidentifikasi dan dengan jelas mendefinisikan masalah bisnis yang mereka ingin selesaikan, sebelum mencari manajemen big data dan alat-alat analitikal yang tepat.


(ash/yud)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Wujud OPPO N1 Mulai Menampakkan Diri

Jakarta - Semakin dekat pengumuman kehadiran OPPO N1 pada tanggal 23 September nanti. Penampakan wujud dari ponsel cerdas ini semakin jelas menyeruak di internet.

Paling terbaru, tampak sebuah foto menampilkan wujud OPPO N1 secara utuh dengan kotak segi empat yang terkesan eksklusif. Ini semakin menjelaskan bahwa OPPO N1 nantinya akan dibawa ke kelas premium.



Dari foto yang beredar tersebut, N1 memiliki bodi tipis dan bulat pada sisi sikunya. Sementara pada bagian bawah terdapat lubang headphone jack standart 3,5 mm, demikian yang dikutip detikINET dari GSM Arena, Minggu (22/9/2013).


Selain bentuknya yang semakin jelas, diduga, OPPO N1 akan berbekal kamera beresolusi 13 MP dengan sistem Optical Image Stabilization dan sensor Sony Exmor. Tak hanya itu, kameranya juga bisa dipasang kamera plug-in seperti smartshoot besutan Sony, atau kamera tambahan guna menambah pengalaman lain dalam pengambilan gambar.


Di samping itu, N1 sudah dipersenjatai oleh prosesor Qualcomm MSM8274 dan sudah menggunakan teknologi chip terbaru, yaitu sistem N-Lens dengan OWL Chip Lens.


Soal layar termasuk lebih lebar dari pendahulunya OPPO Find 5. Dengan bentang 5.9 inch, piranti ini sudah mengusung layar 5.9 inch. Paling menarik tentu saja teknologi yang memungkinkan pengguna melakukan navigasi atau control di bagian belakang ponsel OPPO N1 ini.


(tyo/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Galaxy S4 Zoom 'Mengkanibal' Galaxy Camera?

Jakarta - Kinerja optik yang dibenamkan di Galaxy S4 Zoom, membuat handset ini menjelma sebagai smartphone sekaligus kamera digital yang bisa diandalkan. Dengan kemampuan ini, akankah Galaxy S4 Zoom membunuh lini produk Galaxy Camera?

"S4 Zoom tidak akan mengkanibal Galaxy Camera karena target konsumennya berbeda," demikian dikatakan Febri Rusli, Marketing Manager Mobile Product Samsung kepada detikINET beberapa waktu lalu.


Dikatakannya, Galaxy Camera diperuntukan bagi mereka yang memang tujuan utamanya adalah membeli kamera dengan kemampuan baik, ditunjang dengan kemampuan sharing instant karena dibekali dengan konektivitas 3G.


Sementara S4 Zoom, diperuntukan bagi yang menginginkan sebuah gadget atau smartphone praktis dengan kemampuan mengambil gambar yang baik, untuk mendukung kebutuhan mereka bersosial media, travelling, pekerjaan, dan lain-lain.


"Target konsumen ini umumnya porsi menggunakan ponsel dan kamera (socmed) dalam gaya hidupnya 50:50 dari waktu mereka," terang Febri.


Melihat wujud dan fungsinya, Galaxy S4 Zoom boleh dibilang adalah perpaduan Galaxy S4 Mini dengan Galaxy Camera. Samsung memang mengembangkan smartphone ini dengan kemampuan digital compact camera.


"Dengan kemampuan digital compact camera berbasis Android phone, maka hasil bidikan S4 zoom tentunya jauh lebih baik dari camera phone biasa," sebutnya.


Pekan lalu, Samsung mengumumkan ketersediaan Galaxy S4 Zoom dan Galaxy S4 Mini untuk pasar Indonesia. Ponsel kamera ini dibanderol Rp 5,5 juta, sementara Galaxy S4 Mini, harga yang disarankan Samsung adalah Rp 4,9 juta.


(rns/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Diserbu 1,1 Juta Pengguna Android, BBM Kewalahan

Jakarta - Animo pengguna Android untuk menjajal BlackBerry Messenger (BBM) ternyata sangat besar. Hanya saja, hal ini berdampak minor pada sistem BlackBerry yang kewalahan menghadapi serbuan user.

Dalam keterangan di blog resmi BlackBerry, BBM untuk Android disebutkan sejatinya belum resmi dirilis. Namun APK aplikasi ini sudah bocor di jagat maya.


Antusiasme pengguna pun terbilang mengejutkan, dimana 1,1 juta pengguna aktif tercatat menyerbu BBM lintas platform ini dalam 8 jam pertama sistem tersebut dibuka.


"Ini mengejutkan, secara BBM untuk Android belum resmi dirilis" tulis BlackBerry di blognya, seperti dikutip detikINET, Minggu (22/8/2013).


Imbasnya, serbuan BBM untuk Android yang masih belum resmi ini menimbulkan gangguan teknis di sistem BlackBerry.


"Sebagai konsekuensinya, versi belum resmi ini menimbulkan isu, dan kami tengah coba memperbaikinya pada hari ini juga," lanjutnya.


Pengguna pun diminta bersabar menunggu kedatangan BBM untuk Android dan iOS yang resmi. Dimana sampai saat berita ini ditulis, Minggu (22/9/2013) pagi, di App Store maupun Google Play, BBM memang belum menampakkan tanda-tanda kemunculannya.


Memang, pada dini hari -- di App Store -- BBM sempat terlihat namun tak lama berselang kembali menghilang.


"Tim kami (BlackBerry-red.) sedang mempersiapkan kehadiran BBM untuk Android dan iPhone, namun kami masih menunggu siap dan yakin bahwa BBM akan sesuai dengan ekspektasi Anda," imbuh BlackBerry.


(ash/yud)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

'Menyulap' Big Data Jadi Berharga

Jakarta - Lima tahun yang lalu, mungkin tidak banyak orang yang tahu dengan kata 'big data'. Namun saat ini, fenomena big data bak sudah menjadi menu wajib bagi penggiat TI untuk diperbincangkan.

Menurut Rick Theiler, Vice President CommVault Systems APAC, jika dikelola dengan baik, big data dapat memberikan organisasi kecerdasan untuk menjalankan bisnis mereka dengan lebih efektif.


Termasuk memobilisasi tenaga kerja mereka melalui akses remote yang aman, dan mendapatkan informasi yang sangat berguna untuk mendapatkan pelanggan yang berpotensi menguntungkan untuk bisnis melalui analisis data.


"Dalam kaitannya dengan big data dan analitik kebanyakan dari organisasi tidak menggunakan kelebihan intelektual yang ada di data yang tidak terstruktur (hingga 70% data tidak terstruktur dan berada di luar database atau datacenter – di laptop, tablet dan lainnya),” kata Rick, dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2013).


Seringkali, lanjutnya, data yang tidak ada hubungannya dengan bisnis terduplikasi dan memenuhi aset penyimpanan yang sarat sumber daya dan mahal di satu lingkungan bisnis.


Kemampuan untuk ‘menginterogasi’, menganalisa dan kemudian mengekstrak informasi secara efektif dari data bisa memberikan keuntungan bisnis sehingga rangkaian Big Data benar-benar menjadi berharga.


“Ini bukan hanya tentang mengelola big data secara efektif -- ini tentang mengubahnya menjadi ‘smart’ Data. CommVault membantu memungkinkan organisasi/perusahaan untuk mengubah data menjadi smart data,” Rick menambahkan.


CommVault sendiri percaya bahwa big data memiliki potensi untuk mengubah segalanya. Berkaitan dengan big data saat ini, mereka telah melihat pergeseran definitif dalam industri, yang tidak lagi sekadar penyimpanan data dalam volume besar tapi lebih menuju pembentukan infrastruktur yang mampu mempraktikkan smart data yang efisien, serta meminimalkan risiko bisnis dan masalah compliance.


Ledakan data dan informasi telah dipandang sebagai masalah besar dan terus berkembang di dunia enterprise.


Peningkatan volume data diikuti dengan persyaratan peraturan yang lebih ketat dan kebutuhan bisnis yang meningkat, dan ada banyak CIO yang merasa ‘terancam’ oleh tantangan-tantangan yang direpresentasikan oleh big data saat mereka berjuang dengan infrastruktur manajemen data yang semakin meningkat, dalam hal kompleksitas dan biaya.


Namun dalam kenyataannya tidak ada satu pun dari hal tersebut yang benar-benar menjadi ancaman -- melainkan merupakan peluang. Yang penting adalah memahami data dan menangkap metadata yang berkaitan dengan semua itu.


Hal pertama yang harus dilakukan organisasi/perusahaan adalah mencari tahu dimana data mereka, bagaimana menggunakannya dan siapa yang menggunakannya.


Ketika hal ini sudah dimengerti, keputusan dapat dibuat mengenai dimana data harus disimpan dan digunakan, dan bagaimana data akan dibagi ke mereka yang memiliki kewenangan untuk melihatnya.


“Kita telah melihat hal ini saat bekerjasama dengan para pelanggan kami, termasuk di Indonesia, bila manajemen data diimplementasikan dengan tepat , proses-proses seperti ini bisa meningkatkan produktivitas hingga 50%, dan pada saat yang sama mengurangi waktu manajemen operasional dan biaya hingga 50%,” lanjut Rick.


Komponen terakhir yang dimungkinkan dengan memahami dimana data Anda berada adalah pemahaman yang sesungguhnya mengenai data yang dapat dan harus dihapus.


Elemen ini terlalu sering diabaikan, tapi kemampuan untuk menghilangkan data yang benar-benar tidak berguna bagi organisasi juga memberikan penghematan biaya yang cukup besar.


“Tentu saja hal ini hanya dapat dilakukan saat proses manajemen data yang ditandai sudah teruji, disetujui dan akurat 100% untuk mendukung hal tersebut sudah terpasang,” Rick menandaskan.


(ash/yud)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Ping! BBM untuk Android Bisa Digunakan, Tapi...

Jakarta - Sempat tertunda hingga beberapa jam, aplikasi BBM untuk Android akhirnya dapat digunakan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh detikINET. Uniknya, meski telah terbukti dapat digunakan, situs BBM sendiri justru belum memastikannya.

Situs milik BlacBerry tersebut masih tampil dalam layout lama, tanpa memberikan informasi dimana pengguna Android dapat men-download aplikasi BBM yang selama ini ditunggu.


Adapun aplikasi BBM untuk Android yang digunakan detikINET merupakan versi 'tidak resmi' yang beredar luas di jagat maya. Sejumlah forum maupun blog memperluas peyebaran aplikasi BBM 'abu-abu' ini dengan mengunduhnya ke layanan penyimpanan online.


Beralih ke aplikasi BBM untuk Android, tampilan yang ditawarkannya pun tidak jauh berbeda dengan bocoran terdahulu. Pengguna wajib menggunakan akun BlackBerry ID untuk dapat menggunakannya.


Bila belum memiliki akun BlackBerry ID, pengguna dapat melakukan registrasi lewat pilihan 'create BlackBerry ID' yang telah disediakan.


Setelah login masuk, pengguna akan mendapatkan PIN baru yang mewakili akun BBM pada perangkat Android yang dimilikinya. Selanjutnya, seperti menggunakan aplikasi BBM pada smartphone BlackBerry, pengguna tinggal menentukan nickname yang ingin digunakan.


Untuk meng-invite teman baru pada akun BBM Android, BlackBerry menawarkan empat pilihan cara yakni dengan bertukar PIN, scan barcode, mengundang lewat alamat email yang digunakan sebagai BlackBerry ID, dan mengundang lewat SMS.

bbm invite

(yud/ash)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Sempat Muncul, BBM untuk iOS Ditarik Lagi?

Jakarta - Setelah sempat muncul dan bisa di-download pengguna, BlackBerry Messenger (BBM) untuk iOS kini tak lagi terlihat di Apple AppStore. Ada masalah di sistem BlackBerry?

Hal ini dirasakan pula oleh detikINET. Saat Minggu (22/9/2013) dini hari, aplikasi pesan instan BlackBerry ini sudah terlihat di AppStore. Sontak, aplikasi yang sudah dinanti itu langsung diunduh.


Sejumlah pengguna pun merasakan euforia yang sama. Tak sedikit pula yang memamerkannya di berbagai media sosial.


"Horee... BBM di iPhone 5 sudah official," ujar Achmad, salah satu pengguna iDevice sekaligus memamerkan screenshot BBM di iPhone 5-nya pada halaman Path.


Pun demikian, euforia tersebut sepertinya cuma berlangsung sesaat. Setelah dicek Minggu (22/9/2013) pagi, banyak pengguna yang kesulitan mencari BBM di AppStore, termasuk detikINET.


Berbagai keyword sudah dicoba, mulai dari 'BBM', 'BlackBerry Messenger', 'BBM for iOS', dan lainnya. Hasilnya nihil, BBM untuk iOS tak terlihat lagi.


Apa ada isu teknis yang membuat BBM di iOS ditarik kembali? BlackBerry memang masih belum memberi konfirmasi.


Yang pasti, dalam keterangan iBox Indonesia, BBM disinyalir ditarik kembali dari AppStore karena ada masalah teknis.


"Selamat Pagi. #BBMforiOS sudah rilis semalam, namun pagi ini sepertinya ditarik lagi karena adanya gangguan teknis," tulis @iBoxIndonesia di Twitter.


Jadi bagi para pengguna iDevice yang sudah penasaran ingin mencicipi BBM di gadgetnya sepertinya masih harus bersabar.


(ash/yud)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»