GTA V Versi PC Dilepas Awal 2014?

Jakarta - Hingga kini Rockstar memang belum memberi kepastian soal ketersediaan Grand Theft Auto (GTA) di PC. Namun ada sebuah pentunjuk yang mengarah ke jadwal perilisan game tersebut.

Jutaan gamer konsol berbondong-bondong antre untuk mendapatkan kepingan game GTA V. Rekor penjualan pun pecah, game tersebut berhasil meraup USD 1 miliar hanya dalam 3 hari. Wow!


Namun hingga kini serunya permainan di GTA V belum juga bisa dicicipi oleh para pengguna PC. Bahkan Intel, sempat menuding bahwa ada mafia yang sengaja menunda peluncuran GTA V di PC.


Apa pun alasannya hingga kini Rockstar masih bungkam.


"Saat kini kami belum dapat menginformasikan apa pun soal kemungkinan adanya GTA V untuk PC," tulis pernyataan resmi produsen GTA pada Juli 2013 lalu.


Hal berbeda sempat disampaikan oleh Chris Evenden, Nvidia Senior Director of Investor Relations. Entah sadar atau tidak, ia membeberakan soal ketersediaan GTA V di PC.


"Saat ini para gamer sedang menyiapkan sistem mereka untuk menjalankan game kelas berat seperti Call of Duty: Ghosts, Grand Theft Auto 5 dan Assassins Creed 4," katanya.


Menurut sumber Eurogamer, yang dikutip detikINET Sabtu (12/10/2013), Rockstar diprediksi merilis GTA V untuk PC pada awal 2014. Kemungkinan ada juga versi untuk PS4 dan Xbox One.


Belum diketahui pasti soal benar atau tidaknya kabar tersebut. Tapi yang jelas, petisi untuk merilis GTA V untuk PC sudah menyentuh angka 600 ribu hanya dalam beberapa bulan saja.


(eno/eno)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Google Siapkan Televisi Android?

Jakarta - Penerimaan Google TV oleh vendor teknologi sepertinya tak sesuai dengan ekspektasi Google. Raksasa internet itu pun ditenggarai tengah menggodok penerusnya yang kemungkinan besar berbasis sistem operasi Android.

Diisukan dengan sebutan Android TV, dugaan kuat pun mengarah pada sistem operasi Android yang sedikit dimodifikasi guna menyesuaikan kebutuhan pada televisi pintar. Adapun basis Android yang digunakan disebut mengandalkan versi 4.2 Jelly Bean.


Penggunaan Android 4.2 untuk memudahkan para pengembang aplikasi yang telah familiar dengan versi tersebut. Selain itu, seperti detikINET kutip dari TechCruch, Jumat (11/10/2013), keuntungan lain mengandalkan Android adalah kebutuhan hardware yang tidak terlalu spesifik.


Isu ini pun semakin menguatkan pandangan banyak analis yang menyebutkan bahwa kedepannya seluruh perangkat Google bakal mengandalkan OS robot hijau garapannya. Hal ini pun telah dimulainya lewat perangkat wearable Google Glass yang juga mengusung Android.


(yud/eno)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ini Dia Sosok di Balik Desain PlayStation 4

Jakarta - Sempat dikira bakal tampil futuristik, PlayStation 4 justru diumumkan dengan desain yang casual. Meski begitu, konsol generasi terbaru Sony itu tetap menarik perhatian.

Adalah Tetsu Sumii, sosok sentral di balik desain elegan PS4. Terdengar asing memang, Sony pun baru mengenalkannya ke publik melalui blog resmi PlayStation.


Simplisitas, demikian ungkapan Sumii perihal desain PlayStation 4 saat ini yang merupakan hasil racikannya.


“Saya ingin menghadirkan objek (PlayStation 4-red.) yang sederhana di ruang tamu,” jelas Sumii, seperti detikINET kutip dari Kotaku, Jumat (11/10/201).


“Beberapa produk menawarkan ukuran yang ‘berlebihan’, namun yang seharusnya adalah yang sederhana. Itulah yang ada di pikiran saya,” tambah Sumii.


Selain itu Sumii juga mengatakan, berkat simplisitas yang dimilikinya, tampilan PlayStation 4 saat diposisikan berdiri diyakininya terlihat semakin menarik dari berbagai sudut pandang gamer yang memainkannya.


”Saya berpikir tentang vertikal, bukan hanya horizontal. Saya juga berpikir tampilan 360 derajat. Meski dibolak-balik dan dilihat dari sudut manapun harus tetap terlihat indah,” tandasnya.


Tetsu Sumii sendiri merupakan salah seorang staf Sony yang bekerja pada divisi UX Platform Design Group. Dirinya menjabat sebagai Chief Designer pada divisi yang ada dibalik desain elegan PlayStation 4 tersebut.


(yud/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Duh! iPhone 5S Terjangkit 'Blue Screen'

Jakarta - Kejadian tak menyenangkan kembali dialami pengguna iPhone 5S. Bila sebelumnya terjadi sejumlah kasus soal fungsi tak normal pada sensor gerak iPhone 5S, laporan terbaru menyebutkan sejumlah penggunanya mengalami kejadian 'Blue Screen' pada iPhone 5S miliknya. Waduh!

Seperti diketahui, kejadian blue screen sendiri sejatinya lebih sering ditemui pada PC baik itu komputer desktop maupun notebook. Umumnya hal ini terjadi akibat kesalahan sistem dalam pengaturan perangkat yang digunakan.


Tidak sekadar mengalami 'layar biru', sesaat setelahnya iPhone 5S pun akan melakukan restart. Sejumlah penggunanya pun mengungkapkan kekesalannya melalui akun Twitter miliknya.


"Wow.. Blue screen kedua yang dialami iPhone 5S milikku pada minggu ini.. Haruskah aku khawatir??," kicau salah satu pengguna iPhone 5S bernama Brian Walters melalui akun Twitter miliknya, seperti detikINET kutip dari The Verge, Jumat (11/10/2013).


Tidak hanya lewat Twitter, masalah ini pun telah mulai meluap di sejumlah forum termasuk dukungan milik Apple sendiri. Namun sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari Apple terkait masalah tersebut.


Andai kata masalah 'blue screen' ini berasal dari sistem operasinya, dapat dipastikan Apple pun bakal segera merilis update terbaru iOS 7 untuk menyelesaikannya. Ini berarti, bisa jadi waktunya tidak akan berselisih lama dari update iOS 7.0.2 yang baru dirilis.


Artikel Terkait:

- 6 Fitur Unggulan iPhone 5S

- iPhone 5S vs Galaxy Note 3, Mana Lebih Baik?

- FotoINET: Warna-warni iPhone 5C dan 5S di September Ceria

- FotoINET: Jimmy Gunawan, Pemilik iPhone 5S Pertama di Dunia


(yud/eno)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Tim Cook Bukan Steve Jobs!

Jakarta - Steve Jobs sudah sangat melekat dengan Apple. Alhasil, kondisi ini membuat sang penerusnya punya beban berat, karena kerap dibanding-bandingkan.

Itulah yang seringkali dialami Tim Cook, setelah didapuk menjadi CEO Apple. Perbandingan di antara keduanya seringkali dicuatkan, dimana Cook tak jarang ditempatkan sebagai sosok antagonis.


Pun demikian, kondisi ini tak lantas membuat Cook makin tertekan. Hal itu disampaikan oleh mantan CEO Apple Jhon Sculley.


Menurutnya, Apple berada di tangan orang tepat sepeninggal Jobs. Tim Cook dinilainya telah melakukan pekerjaan mengesankan selama menakhodai produsen iPhone dan iPad itu.


Dan yang paling penting adalah, meski Jobs begitu dipuja, Cook tak lantas ingin mengkopi sang legenda Apple tersebut. "Dia (Tim Cook-red.) tidak coba menjadi Steve Jobs. Cuma satu orang yang bisa menjadi Steve Jobs, dan itu adalah Steve," tegas Sculley.


"Dia (Steve Jobs-red.) bisa melakukan lompatan kreativitas. Dan apa yang Tim (Cook) lakukan adalah melanjutkan filosofi Apple yang tidak berkompromi soal kualitas produk dan desain yang mengagumkan," lanjutnya, seperti dilansir BGR.


Meski pernah berstatus sebagai CEO Apple, nama Sculley pun tenggelam dari bayang-bayang Steve Jobs. Tapi yang paling penting dari masa kepemimpinannya, Apple tertulis dalam sejarah telah memecat pendirinya, Steve Jobs.


Sculley memimpin Apple selama 10 tahun, kemudi di tangannya justru membuat Apple kekurangan pemasukan dan tentu saja ia dikenal sebagai tokoh antagonis karena menendang Steve Jobs.


Artikel Terkait:

-. Kisah Seputar Bos Apple: Isu Gay Sampai CEO Termahal


-. Setahun Jejak Tim Cook 'Si Tangan Midas' Apple


-. Apple Tanpa Steve Jobs, Lebih Baik atau Buruk?


(ash/eno)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pentax K-3 Bebaskan Pengguna Memakai Filter Anti-Aliasing

Jakarta - Belum lama ini Ricoh merilis DSLR papan atasnya dengan seri K-3. Kamera yang berisikan sensor APS-C ini asyiknya memberikan kebebasan pada pengguna dalam pemakaian filter anti-aliasing.

Ya, di sini Ricoh memberikan opsi tersebut sehingga pengguna bisa memilih apakah ingin mendapatkan foto yang tajam alias menonaktifkan filter AA, atau memilih untuk mencegah kemunculan moire dengan cara mengaktifkan fiter tersebut.


Di dalamnya, K-3 dibekali dengan sensor APS-C berkekuatan 23,35 MP dan PRIME III image processor yang bisa menangkap video full HD 1080i/p dengan ISO hingga 51200.


Dalam mode continuous shooting, K-3 mampu membidik 8,3 fps pada resolusi penuh. Shutter speed-nya bisa mencapai 1/8000 detik. Untuk titik fokus, kamera ini memiliki 27 titik fokus dimana 25 di antaranya berjenis cross type, salah satu peningkatan dari K-5 II.


Ricoh menyebut jagoan barunya ini sebagai DSLR paling canggih dengan spesifikasi yang tak tertandingi. Dibalut material magnesium alloy dan stainless steel, kamera ini didesain tahan cuaca.


Fitur lain yang pantas dicatat adalah in-body stabilization, Pentaprism Optical Viewfinder yang menawarkan cakupan pandangan 100% dengan magnifikasi 0,95, lantas ada slot dual card, built-in HDMI dan port untuk USB 3.0.


Terdapat juga in-camera HDR image-capture, serta built-in electronic level. K-3 kompatibel juga dengan kartu memori 16GB FLU SDHC yang memungkinkan pengguna melakukan pengontrolan kamera melalui web browser.


"Ricoh Imaging membuat investasi untuk memastikan lini produk kami menyajikan penawaran APS-C paling komplit dalam sejarah kami," tukas Jim Malcolm Executive Vice President Ricoh Imaging. "Gol kami dibuktikan dengan perkenalan K-3. Malcolm mengklaim, teknologi yang diusung ini melahirkan patokan untuk kategori APS-C secara kesleuruhan".


Dikutip dari Engadget Jumat (10/11/2013), Pentax K-3 dibanderol USD 1,300 (body only) dan USD 1,700 yang dibundling dengan lensa 18-135mm f/3.5-5.6 WR.


(sha/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

6 Produk Teknologi yang Lahir Prematur

Tak semua produk teknologi bisa diterima dengan baik. Bahkan beberapa di antaranya dianggap jelek karena memiliki fungsi yang belum bisa diterima masyarakat.

Contohnya saja Smartwatch. Jam tangan pintar itu kini semakin populer dan mendapat sambutan hangat di kalangan pecinta gadget. Padahal produk ini sudah ada sejak lama.


Kemudian juga ada istilah cloud computing untuk game. Ini juga produk lama, tapi kini baru diramaikan dan digandangkan menjadi platform masa depan industri game


Nah, berikut adalah beberapa produk dengan teknologi canggih yang sepertinya terlahir prematur. Seperti dikutip detikINET dari Techspot, Jumat (11/10/2013).


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»