Bangun Pabrik di AS, Foxconn Tak Cuma Dekati Apple

Pennsylvania - Foxconn ingin lebih dekat dengan Apple? Pertanyaan ini mungkin langsung terbersit begitu mendengar Hon Hai Precision Industry Co atau lebih dikenal Foxconn Technology Group, menanamkan investasi USD 40 juta atau sekitar Rp 467,8 miliar untuk membangun pabrik barunya di Amerika Serikat.

"Investasi di AS ini bukan untuk membangun produk untuk satu merek saja seperti banyak spekulasi beredar. Kami akan membangun produk berteknologi tinggi dengan nilai tambah bagi industri manufaktur," ungkap Chairman Foxconn, Terry Gou seperti detikINET kutip dari Reuters, Minggu (24/11/2013).


Lokasi pabrik yang akan dibangun Foxconn jatuh di daerah Pennsylvania. Foxconn akan berinvestasi senilai USD 30 juta selama dua tahun untuk membangun fasilitas manufaktur berteknologi tinggi, termasuk komponen peralatan telekomunikasi dan server internet.


Foxconn juga akan mengeluarkan USD 10 juta lagi untuk memperkuat riset dan pengembangan di Carnegie Mellon University, Pittsburgh. Disebutkan, perusahaan ini juga akan berinvestasi pada unit manufaktur di Harrisburg, ibukota negara bagian Pennsylvania. Di kota ini, Foxconn akan menyerap sekitar 500 tenaga kerja.


Selama ini, Foxconn dikenal sebagai pemasok komponen iPhone, iPad, dan iPod untuk Apple. Perusahaan ini juga merupakan pemasok utama Hewlett-Packard, yang memiliki 1,6 juta pekerja global, termasuk pabrik di California dan Texas.


Foxconn juga salah satu manufaktur yang diharapkan Indonesia mau berinvestasi pada 2014 di negeri ini. Foxconn berencana menanamkan modal antara USD 5 miliar sampai USD 10 miliar untuk membangun pabrik komponen di atas lahan seluas 500 hektare.


Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan, petinggi Foxconn telah bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyampaikan niat investasinya.


Foxconn memiliki fasilitas pabrik di berbagai belahan dunia, seperti Asia, Eropa dan Amerika Selatan. Di China, Foxconn memiliki 13 pabrik. Di Amerika Selatan, perusahaan ini mengoperasikan pabrik di Brasil, Meksiko. Di Eropa, pabrik Foxcon berlokasi di Hongaria, Slowakia dan Republik Ceko.


Di Asia, selain China, Foxconn telah membenamkan investasinya di India, Jepang dan Malaysia. Foxconn juga mencatatkan keuntungan senilai USD 1 miliar pada kuartal ketiga 2013 ini.


(rou/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Retas Operator, NSA Sebar Malware di 50 Ribu Komputer

Jakarta - Satu per satu rahasia spionase yang digalang The U.S. National Security Agency alias NSA dibongkar oleh sang agen yang membelot, Edward Snowden. Kali ini terungkap, salah satu praktiknya ialah dengan cara menyebarkan virus malware ke 50 ribu jaringan komputer di seluruh dunia.

Seperti detikINET kutip dari Mashable, Minggu (24/11/2013), rahasia ini terbongkar dari salah satu dokumen yang dipublikasikan koran Belanda, NRC Handelsblad. Dari sekian banyak rahasia yang dibongkar, salah satunya ialah katagori CNE (Computer Network Exploitation), aksi NSA dalam menyebarkan malware.


Aksi penyebaran malware untuk CNE ini dijalankan oleh tim elite hacker NSA dalam unit Tailored Access Operations. Disebutkan, salah satu sasarannya adalah operator telekomunikasi di Belgia, yakni Belgacom. Di sini, malware akan menginfeksi jaringan dan mengeksploitasi data pelanggan operator yang menjadi targetnya.


"CNE memungkinkan tindakan dan pengumpulan data intelijen melalui jaringan komputer dengan mengeksploitasi data musuh atau target yang dikumpulkan dari sistem informasi atau jaringan," demikian NSA mendeskripsikan program spionase lewat malware tersebut.


Begitu malware berhasil ditanam di jaringan operator, tim hacker dari NSA akan mudah untuk mengontrol dan mencuri data sekehendak hatinya secara remote dari jarak jauh. "Aksi penanaman (malware) ini seperti menanamkan 'sel tidur' yang suatu saat bisa diaktifkan dengan hanya satu tekanan tombol," tulis koran Belanda tersebut dalam laporannya.


Jika benar operator menjadi salah satu kunci masuk para agen rahasia dan sekutunya untuk mencuri data, Indonesia bukan tidak mungkin ikut jadi salah satu target utamanya. Apalagi belakangan ini, isu penyadapan juga sedang ramai dibicarakan. Tak main-main, yang ketahuan disadap adalah Presiden beserta jajaran menterinya.


Seluruh operator telekomunikasi di Indonesia pun telah dipanggil oleh Menkominfo Tifatul Sembiring untuk dikonfirmasi keterlibatannya akan dugaan penyadapan Presiden SBY dkk. Menteri pun meminta seluruh operator untuk mengumpulkan data dan klarifikasi dalam seminggu.Next


(rou/rou)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Prosesor Canggih untuk Gamer Berkantong Cekak

Jakarta - AMD tengah menyiapkan prosesor murah dengan dukungan teknologi yang tak kalah canggih. Prosesor ini cocok untuk gamer yang ingin merasakan kelebihan AMD Mantle dengan dana terbatas.

"Nanti, pengguna prosesor APU AMD pun akan dapat merasakan peningkatan performa yang disodorkan AMD Mantle," ujar Alva Jonathan, PC Tech Entusiast yang dihadirkan AMD dalam acara AMD Media Day di Highland Park Resort, Bogor, akhir pekan ini.


Perkembangan teknologi prosesor APU--Accelerated Processing Unit, besutan AMD memang terbilang massif.


Setelah meluncurkan jajaran prosesor APU terbaru yang diklaim mampu menyodorkan performa yang lebih baik, namun dengan tingkat konsumsi daya yang rendah, AMD disebut-sebut tengah mengembangkan prosesor APU terbaru yang bakal mendukung implementasi platform API (Application Programing Unit) terbaru AMD Mantle.


Kuat diisukan memiliki sandi Kaveri, prosesor APU ini diprediksi akan dibekali oleh GPU (Graphics Processing Unit) yang telah disematkan teknologi GCN (Graphics Core Next) di dalamnya.


Sebagai informasi, platform API AMD Mantle memang disiapkan hanya akan berjalan optimal pada kartu grafis berteknologi GCN.


Sayangnya, belum jelas kapan prosesor terbaru ini akan diluncurkan. Namun sejumlah rumor mengatakan Kaveri, nama sandi prosesor tersebut, akan diumumkan sekitar kuartal kedua atau ketiga 2014 mendatang.


Bila akhirnya diluncurkan, pastinya Kaveri bakal memberikan keuntungan tersendiri bagi gamer dengan dana terbatas yang ingin merasakan kelebihan AMD Mantle. Namun bila dibandingkan dengan penggunaan kartu grafis tersendiri, tentunya performanya tetap akan tertinggal cukup signifikan.


(yud/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

WeChat Populer di Kalangan Anak Muda

Jakarta - WeChat bisa dibilang mobile apps messaging yang tumbuh paling pesat di seluruh dunia dalam sembilan bulan terakhir di 2013 ini, khususnya untuk pengguna dari kalangan usia muda 16-19 tahun dimana pertumbuhannya menembus 1021%.

Berdasarkan riset GlobaWebIndex, dengan lebih 100 juta akun telah terdaftar sebagai pengguna WeChat di seluruh dunia, aplikasi ini menjadi social apps yang paling banyak di-download di banyak pasar aplikasi pada beragam sistem operasi mobile.


Penetrasi WeChat di Indonesia saat ini telah mencapai 30% dari pengguna smartphone di Indonesia, dan telah melakukan banyak inovasi dan kerja sama bisnis yang saling menguntungkan. Misalnya, dengan KFC dan Tokobagus sebagai bagian dari strategi pemasaran produk.


"WeChat telah berkembang di pesat sejak diperkenalkan ke pasar global. Keberadaannya tidak hanya sekadar menguasai top chart unduhan di banyak pasar aplikasi, tapi juga mendominasi penggunaan mobile social apps di kalangan anak muda," tutur Vice President International Business Group di Tencent Poshu Yeung.


WeChat pertamakali diperkenalkan di Indonesia melalui joint venture antara MNC dan Tencent pada 28 Februari 2013. e-Marketer memprediksi ada sekitar 41,6 juta pengguna smartphone di Indonesia atau mencapai tingkat penetrasi 16,6% dari total populasi. Angka ini merupakan 24% dari total pengguna ponsel di Indonesia.


Sedangkan di China, WeChat juga dimanfaatkan untuk mobile commerce. Hal ini ditunjukkan oleh vendor ponsel Xiaomi yang tengah mencoba menjual produknya melalui aplikasi tersebut.


(rou/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

AMD: Masa Depan Industri Game di Tangan Kami

Bogor - Teknologi AMD akan mengikuti perkembangan industri game? Kalau hal ini ditanyakan ke vendor prosesor satu ini, jawabannya mungkin kebalikannya. "Industri game yang justru akan mengikuti teknologi keluaran AMD."

Seperti diketahui, AMD belum lama ini meluncurkan platform API--Application Programing Interface terbaru yang dioptimalkan demi kinerja game yang lebih baik. Mengusung sebutan AMD Mantle, platform API ini secara langsung diposisikan guna menggantikan platform API game saat ini yang ditempati oleh DirectX dan OpenGL.


Dengan hadirnya algoritma anyar besutannya ini, AMD bahkan dengan pede menyebut, perkembangan industri game sedikit-banyak bakal dipengaruhi oleh peningkatan teknologi grafis yang disodorkan oleh AMD ke depannya. Dengan kata lain, masa depat teknologi yang digunakan industri game, ada di tangan mereka.


"Berkat kehadiran teknologi GCN (Graphics Core Next) dan AMD Mantle, Ke depannya, perkembangan teknologi dalam industri game akan sangat dipengaruhi oleh peningkatan teknologi grafis yang disodorkan AMD," ujar Franky Widjaja, manajer Distribution Sales AMD Indonesia, di Highland Park Resort, Bogor.


Bukannya tanpa alasan, apa yang diucapkan oleh salah satu petinggi AMD di Indonesia ini bisa jadi ada benarnya. Platform API AMD Mantle diyakini memang akan menjadi 'kunci' yang dimiliki AMD untuk menguasai jagat game.


Alasannya, seperti yang Franky sebutkan, banyak keuntungan yang disodorkan AMD Mantle bagi pengembang game. Mulai dari kemampuannya mengoptimalkan jumlah core dalam prosesor, hingga memberikan peningkatan kinerja game yang bervariasi antara 20% hingga 100% meski hanya mengandalkan kartu grafis kelas menengah atau low-end.


(yud/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bangun Pabrik di AS, Foxconn Tak Cuma Dekati Apple

Pennsylvania - Foxconn ingin lebih dekat dengan Apple? Pertanyaan ini mungkin langsung terbersit begitu mendengar Hon Hai Precision Industry Co atau lebih dikenal Foxconn Technology Group, menanamkan investasi USD 40 juta atau sekitar Rp 467,8 miliar untuk membangun pabrik barunya di Amerika Serikat.

"Investasi di AS ini bukan untuk membangun produk untuk satu merek saja seperti banyak spekulasi beredar. Kami akan membangun produk berteknologi tinggi dengan nilai tambah bagi industri manufaktur," ungkap Chairman Foxconn, Terry Gou seperti detikINET kutip dari Reuters, Minggu (24/11/2013).


Lokasi pabrik yang akan dibangun Foxconn jatuh di daerah Pennsylvania. Foxconn akan berinvestasi senilai USD 30 juta selama dua tahun untuk membangun fasilitas manufaktur berteknologi tinggi, termasuk komponen peralatan telekomunikasi dan server internet.


Foxconn juga akan mengeluarkan USD 10 juta lagi untuk memperkuat riset dan pengembangan di Carnegie Mellon University, Pittsburgh. Disebutkan, perusahaan ini juga akan berinvestasi pada unit manufaktur di Harrisburg, ibukota negara bagian Pennsylvania. Di kota ini, Foxconn akan menyerap sekitar 500 tenaga kerja.


Selama ini, Foxconn dikenal sebagai pemasok komponen iPhone, iPad, dan iPod untuk Apple. Perusahaan ini juga merupakan pemasok utama Hewlett-Packard, yang memiliki 1,6 juta pekerja global, termasuk pabrik di California dan Texas.


Foxconn juga salah satu manufaktur yang diharapkan Indonesia mau berinvestasi pada 2014 di negeri ini. Foxconn berencana menanamkan modal antara USD 5 miliar sampai USD 10 miliar untuk membangun pabrik komponen di atas lahan seluas 500 hektare.


Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan, petinggi Foxconn telah bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyampaikan niat investasinya.


Foxconn memiliki fasilitas pabrik di berbagai belahan dunia, seperti Asia, Eropa dan Amerika Selatan. Di China, Foxconn memiliki 13 pabrik. Di Amerika Selatan, perusahaan ini mengoperasikan pabrik di Brasil, Meksiko. Di Eropa, pabrik Foxcon berlokasi di Hongaria, Slowakia dan Republik Ceko.


Di Asia, selain China, Foxconn telah membenamkan investasinya di India, Jepang dan Malaysia. Foxconn juga mencatatkan keuntungan senilai USD 1 miliar pada kuartal ketiga 2013 ini.


(rou/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Retas Operator, NSA Sebar Malware di 50 Ribu Komputer

Jakarta - Satu per satu rahasia spionase yang digalang The U.S. National Security Agency alias NSA dibongkar oleh sang agen yang membelot, Edward Snowden. Kali ini terungkap, salah satu praktiknya ialah dengan cara menyebarkan virus malware ke 50 ribu jaringan komputer di seluruh dunia.

Seperti detikINET kutip dari Mashable, Minggu (24/11/2013), rahasia ini terbongkar dari salah satu dokumen yang dipublikasikan koran Belanda, NRC Handelsblad. Dari sekian banyak rahasia yang dibongkar, salah satunya ialah katagori CNE (Computer Network Exploitation), aksi NSA dalam menyebarkan malware.


Aksi penyebaran malware untuk CNE ini dijalankan oleh tim elite hacker NSA dalam unit Tailored Access Operations. Disebutkan, salah satu sasarannya adalah operator telekomunikasi di Belgia, yakni Belgacom. Di sini, malware akan menginfeksi jaringan dan mengeksploitasi data pelanggan operator yang menjadi targetnya.


"CNE memungkinkan tindakan dan pengumpulan data intelijen melalui jaringan komputer dengan mengeksploitasi data musuh atau target yang dikumpulkan dari sistem informasi atau jaringan," demikian NSA mendeskripsikan program spionase lewat malware tersebut.


Begitu malware berhasil ditanam di jaringan operator, tim hacker dari NSA akan mudah untuk mengontrol dan mencuri data sekehendak hatinya secara remote dari jarak jauh. "Aksi penanaman (malware) ini seperti menanamkan 'sel tidur' yang suatu saat bisa diaktifkan dengan hanya satu tekanan tombol," tulis koran Belanda tersebut dalam laporannya.


Jika benar operator menjadi salah satu kunci masuk para agen rahasia dan sekutunya untuk mencuri data, Indonesia bukan tidak mungkin ikut jadi salah satu target utamanya. Apalagi belakangan ini, isu penyadapan juga sedang ramai dibicarakan. Tak main-main, yang ketahuan disadap adalah Presiden beserta jajaran menterinya.


Seluruh operator telekomunikasi di Indonesia pun telah dipanggil oleh Menkominfo Tifatul Sembiring untuk dikonfirmasi keterlibatannya akan dugaan penyadapan Presiden SBY dkk. Menteri pun meminta seluruh operator untuk mengumpulkan data dan klarifikasi dalam seminggu.Next


(rou/rou)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»