Ini Dia Ponsel Paling Mengejutkan di 2013

Tahun 2013 sudah memasuki bulan terakhir. Di tahun ini, cukup banyak ponsel canggih diluncurkan yang kehadirannya mengejutkan publik.

Sebut saja ponsel dengan resolusi kamera sangat tinggi, layarnya melengkung, dan terobosan lainnya. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk membedakannya dari para kompetitor.


Ponsel apa saja yang dianggap paling mengejutkan di tahun 2013? Berikut di antaranya yang dihimpun dari berbagai sumber.


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Neverquest Hantui Pengguna Online Banking Dunia

Jakarta - Kaspersky Lab mencatat beberapa ribu percobaan untuk menginfeksi komputer yang digunakan untuk online banking menggunakan trojan Neverquest. Pelakunya pun sesumbar bahwa program berbahayanya itu mampu menyerang bank apapun di negara manapun.

Trojan Neverquest mendukung hampir semua trik yang digunakan untuk melewati sistem keamanan online banking: penginjeksian web, mengakses sistem dari jarak jauh, rekayasa sosial dan lain-lain.


Mengingat kemampuannya untuk memperbanyak diri, diperkirakan akan terjadi kenaikan tajam jumlah serangan yang terkait dengan Neverquest, dan bisa mengakibatkan kerugian finansial bagi pengguna di seluruh dunia.


Minggu-minggu menjelang libur Natal dan Tahun Baru biasanya adalah saat dimana kegiatan malware cukup tinggi. Per awal November telah ada contoh dimana muncul postingan-postingan di forum hacker yang membahas penjualan dan pembelian database untuk mengakses rekening bank serta dokumen-dokumen lain yang digunakan untuk membuka dan mengelola rekening tempat uang curian disimpan.


Neverquest bahkan telah lebih dahulu muncul di pasar. Pada Juli tahun ini muncul sebuah iklan yang menyatakan pengiklan mencari partner untuk bekerja dengan trojan tersebut pada server milik sekelompok penjahat cyber, dengan dukungan mereka.


Sergey Golovanov, Principal Security Researcher Kaspersky Lab menyatakan, setelah menyelesaikan beberapa kasus kriminal yang berhubungan dengan pembuatan dan penyebaran malware yang digunakan untuk mencuri data situs bank, beberapa ‘lubang’ muncul di pasar gelap.


"Para pelaku pemula berusaha mengisi ‘lubang’ ini dengan teknologi dan ide-ide baru. Neverquest adalah salah satu ancaman yang bertujuan menjadi Trojan teratas yang sebelumnya ditempati oleh program-program seperti Zeus dan Carberp," jelasnya, dalam keterangannya, Senin (2/12/2013).Next


(ash/fyk)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Nokia, Newkia dan Mimpi Bikin Ponsel Android

Jakarta - Nama Nokia di jagat ponsel memang sudah membahana. Sayang, eksistensi vendor ponsel asal Finlandia itu tak lagi meraksasa seperti dulu.

Nokia pun masih keukeuh dengan pilihannya. Yakni menolak OS Android dan lebih mengusung Windows Phone. Terlebih saat ini Nokia telah menjadi milik Microsoft -- si pembesut WIndows Phone.


Alhasil, kondisi ini seraya semakin menegaskan bahwa Nokia akan menjadi perangkat Windows Phone dan sudah menutup pintunya rapat-rapat untuk Android.


Pun demikian, nyatanya tak semua orang dalam Nokia membenci Android. Hal ini telah dibuktikan oleh Thomas Zilliacus, mantan CEO Nokia Asia Pacific yang mendirikan perusahaan baru bernama Newkia.


Sekilas nama Newkia dan Nokia memang agak mirip. Entah apa alasannya, bisa jadi karena si pembesut Newkia adalah alumni Nokia atau memang ada alasan lain.


Yang pasti, Newkia tak akan menggarap Windows Phone. Sebaliknya, perusahaan yang berbasis di Singapura ini akan membuat ponsel dengan sistem operasi Android, satu hal yang tak mungkin dilakukan Nokia sampai saat ini.


Zilliacus pun mempekerjakan sejumlah mantan karyawan Nokia yang menginginkan ponsel 'Nokia' rasa Android. Pria yang bekerja di Nokia lebih dari 15 tahun ini juga mengungkapkan keinginannya membeli bisnis Nokia setahun lalu dan berharap Nokia mulai tertarik kepada OS robot hijau tersebut.Next


(ash/fyk)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Telkomsel 'Tanam' 3 Teknologi BTS Hijau di Kalimantan

Yogyakarta - Kondisi geografis dan keterbatasan pasokan listrik memaksa Telkomsel untuk mengimplementasikan tiga model teknologi BTS hijau di Pulau Kalimantan. Yakni berupa solar cell, microhydro serta fuel cell. .

"Untuk area IV Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan), teknologi solar cell tersebar hampir merata di Kalimantan. Tapi teknologi microhydro hanya ada di Long Pahangai di Kabupaten Mahakam Ulu di Kalimantan Timur," kata GM ICT Network Telkomsel Regional Kalimantan Ardhiono Trilaksono kepada wartawan peserta Press Gathering Pamasuka di Yogyakarta.


Hadirnya BTS hijau itu menjadikan Telkomsel tetap dapat melayani sebagian besar masyarakat Kalimantan, terutama yang tinggal di daerah terpencil hingga perbatasan dengan negara tetangga, Malaysia.


"Kawasan perbatasan juga jarang dirambah operator lain karena biaya yang sangat tinggi. Tapi kami tidak hanya memikirkan nilai bisnis, melainkan bagaimana juga cara kami tetap melayani masyarakat," ujar Ardhiono.


Berbicara tentang realisasi pembangunan BTS sejak Januari hingga Oktober 2013, Telkomsel regional Kalimantan telah membangun 1.200 BTS yang terdiri dari 300 BTS 3G dan 900 BTS 2G.


"Sementara untuk regional Sulawesi, Maluku dan Papua juga telah membangun 1.650 BTS yang terdiri dari 650 BTS 3G dan 1.000 BTS 2G. Total keseluruhan yang kita bangun berjumlah 2.850 BTS," lanjutnya.


"Dari total sekitar 67 ribu BTS di seluruh Indonesia, 14.200 di antaranya ada di Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan (Pamasuka). Kami akan genapkan menjadi 15.000 BTS hingga akhir tahun," tambah Ardiono.


Ia juga menjelaskan rencana pembangunan 3.276 BTS baru pada 2014 mendatang di area Pamasuka. Dimana Kalimantan mendapat jatah 1.000 BTS, Sulawesi 1.500 BTS serta sisanya berada di Papua dan Maluku.


"Tahun 2013 ini banyak hal yang membuat layanan kita terganggu. Tahun depan, bekerjasama dengan Telkom sebagai induk perusahaan, kita perkuat kabel bawah laut hingga kabel FO (fiber optik) di darat," terangnya.


"Bersama Telkom juga kita buat link-link baru sehingga kalau kalau terjadi gangguan, tidak sampai layanan kita di Pamasuka padam total. Sebab ketersediaan energi listrik di Indonesia Timur masih menjadi tantangan Telkomsel di masa mendatag," Ardiono menandaskan. (ash/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Tri Ngebet Geber LTE

Jakarta - Seperti operator besar lainnya, operator Tri -- PT. Hutchinson 3 Indonesia -- pun sudah tak sabar untuk menggelar layanan 4G Long Term Evolution (LTE). Namun apa daya, pemerintah sampai sekarang masih belum memukul gong LTE.

"Infrastruktur dan teknologi yang kami miliki semuanya telah berstandar dan siap mengaplikasi teknologi LTE (Long Term Evolution – 3GPP 4G), namun untuk menerapkan LTE ada dua elemen krusial yang kami butuhkan: kesiapan perangkat dan spektrum," tutur Presiden Direktur Tri Manjot Mann, dalam keterangannya, Minggu (1/12/2013).


Tri mengaku telah siap untuk berinvestasi dalam hal pengadaan perangkat LTE. Tetapi sekarang, mereka masih menunggu langkah pemerintah untuk menentukan realokasi spektrum yang akan dipergunakan oleh Indonesia untuk teknologi LTE.


"Seperti layaknya yang sudah diaplikasi global market, Tri berharap LTE dapat diaplikasikan di spektrum 1800. Harapan kami tentunya pemerintah mampu bijak dalam menetapkan alokasi jatah spektrum yang sesuai porsi bagi seluruh provider telekomunikasi,” tambah Manjot.


Pernyataan ini juga diamini oleh Erick Thohir, Wakil Presiden Komisaris Tri Indonesia. Seperti diketahui, pada awal tahun ini, sebuah konsorsium yang dikepalai oleh Garibaldi Thohir mengakuisisi 35% saham dari Hutchinson 3 Indonesia.


Menurut Erick, Indonesia adalah sebuah pasar yang sedang berkembang dengan potensi sangat besar terutama di segmen anak muda, dan dengan pertumbuhan signifikan akan kebutuhan data untuk sosial media, internet serta video membuat Indonesia sebagai pasar potensial bagi industri telekomunikasi.


"Saya percaya, Tri dan saya berbagi visi jangka panjang yang sama untuk Indonesia dalam hal industri telekomunikasi. Kita meyakini bahwa pasar Indonesia masih bisa menampung satu lagi pemain utama untuk menyediakan jasa telekomunikasi di pasar yang sangat besar ini, dan dari kacamata saya, hingga saat ini para jajaran direksi Tri telah menunjukkan performa yang luar biasa dalam mencapai targetnya," umbar lanjutnya.


"Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Tri sudah lebih dari siap untuk mengimplementasikan teknologi LTE, tetapi kami membutuhkan spektrum. Tentunya kami tidak memiliki niat apapun untuk mendesak pemerintah, kami hanya berharap bahwa pemerintah bisa bijak dengan memberikan kesempatan yang adil bagi semua provider dengan menyeimbangkan ulang dan revisi alokasi spektrum sehingga setiap provider bisa memberikan layanannya secara optimal bagi para konsumen," tutup Erick.


Jaringan Tri sendiri saat ini diperkuat dengan 30.000 BTS, dimana 14.000 di antaranya adalah node B (3G) yang 70% di antaranya memiliki kapasitas jaringan hingga 42 Mbps dan sisanya BTS 2G. Adapun cakupan Tri sudah lebih dari 85% total populasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.


(ash/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Indosat: Jaringan Kami Anti Penyadapan

Jakarta - Isu penyadapan lagi marak belakangan ini. Sampai-sampai ada kabar yang menyebut bahwa operator telekomunikasi turut mengambil peran di balik aksi tersebut.

Seraya ingin membantah isu di atas, Indosat pun mengirimkan surat ke Kementerian Kominfo untuk menjelaskan sistem serta pengamanan jaringan dan IT yang dilakukannya.


"Kami senantiasa mematuhi dan memenuhi ketentuan perundangan. Penjelasan tersebut, kami dukung dengan komitmen manajemen antara lain melalui tata laksana kebijakan dan pengendalian operasional dalam bentuk penerapan sistem manajemen standard ISO 27001 (Information Security Management) dan ISO 31000 (Risk Management) yang juga menyangkut audit keamanan system jaringan," jelas Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat..


"Indosat juga mematuhi ketentuan lawful interception sesuai ketetuan dan Indosat menyatakan dengan tegas tidak memiliki kerjasama dengan pihak asing yang bertujuan untuk melakukan penyadapan," tegasnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (1/12/2013).


Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi untuk publik yang diselenggarakan oleh Indosat dinilai Alex telah mengacu kepada UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan KM No. 4 Tahun 2001 tentang Fundamental Technical Plan (FTP) 2000 yang terakhir telah diamandemen melalui PM No. 9 Tahun 2010.


Seluruh perangkat telekomunikasi yang beroperasi pun telah memiliki Sertifikat dari Kementerian Kominfo sesuai PM No. 29 Tahun 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi.


Adapun jaringan dan teknologi telekomunikasi yang digunakan Indosat telah mengacu kepada standar ITU mengenai arsitektur jaringan dan perangkat telekomunikasi, termasuk di dalamnya sistem keamanan jaringan yang harus diadopsi oleh seluruh penyedia perangkat telekomunikasi yang digunakan.Next


(ash/ash)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Telkomsel Janji Blusukan ke Pelosok

Yogyakarta - Tak cuma Jokowi yang bisa blusukan, Telkomsel pun turut melakukannya. Namun blusukan yang dilakukan operator seluler ini dalam bentuk ekspansi jaringan.

Telkomsel ingin terus menjaga eksistensi mereka di Indonesia Timur. Rencana pembangunan 3.276 BTS baru di area Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan (Pamasuka) di tahun 2014 menandai pencanangan 'Smart Year' anak usaha Grup Telkom itu.


Telkomsel tidak main-main untuk terus melakukan penetrasi pasar layanan data. Dari 3.276 BTS baru di 2014 nanti, sekitar 70 persen merupakan BTS 3G (Node-B) sekaligus memperkuat dan mengukuhkan keberadaan sekitar 14.200 BTS yang ada di Pamasuka.


"Presentase BTS 3G lebih besar di 2014 nanti, pembangunannya menyasar ke pelosok-pelosok kabupaten kecamatan. Tahun 2014 kami canangkan Smart Year," kata Vice President Business Support Telkomsel Area IV Pamasuka, Suryo Hadiyanto, kepada wartawan media peserta Press Gathering Telkomsel Pamasuka, 29 November-1 Desember 2013 di kota Yogyakarta.


Suryo menerangkan, Telkomsel hingga Oktober 2013, telah membukukan lebih dari 128 juta pelanggan, dimana sekitar 30 juta di antaranya merupakan pelanggan dari area Pamasuka. Pertumbuhan penggunaan layanan data memberi pemasukan cukup besar bagi Telkomsel yang berasal dari Pamasuka.


"Pertumbuhan layanan data di Pamasuka meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Pertumbuhan di Pamasuka itu juga berada atas rata-rata nasional sekitar 40 persen," ujar Suryo.


"Sekitar 30 juta pelanggan di Pamasuka hingga Oktober 2013 lalu, sekitar 60 persen berusia 12-34 tahun. Untuk itu, pembangunan BTS 3G di Pamasuka untuk menyasar pasar usia produktif itu. Mengingat, gadget mereka sudah capable menggunakan layanan data tapi belum digunakan," tambahnya.Next


(ash/ash)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»