WeChat Jamin Privasi Pengguna Takkan Dibobol

Jakarta - WeChat berhasil mendapatkan sertifikasi keamanan dan privasi dari TRUSTe, perusahaan manajemen data privasi yang menyediakan monitoring, sertifikasi, dan kontrol privasi.

Pengumuman sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen WeChat untuk menjaga privasi pengguna selama online.


Saat ini WeChat merupakan salah satu aplikasi social di dunia yang telah mendapatkan sertifikasi ini. Proses sertifikasi ini membantu untuk memastikan bahwa WeChat memastikan tranparansi dan praktek-praktek yang bertanggung jawab dalam menjamin privasi bagi penggunanya


Merujuk pada data Indeks Privasi TRUSTe 2013, disebutkan bahwa 78% pengguna smartphone tidak akan mengunduh sebuah aplikasi yang tidak mereka percaya. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan dan privasi merupakan hal penting bagi pengguna smartphone.


Seiring dengan hal tersebut, WeChat menempatkan privasi pengguna secara serius dengan menyediakan fitur privasi yang komprehensif dan tingkat keamanan yang disesuaikan. Sertifikasi ini mencakup 5 sistem OS (Andorid, BlackBerry, iOS, Symbian, dan Windows Phone)


WeChat mengklaim telah membangun langkah-langkah privasi yang memungkinkan kontrol pengguna bagi siapa saja yang ingin tergabung dalam deretan teman, melihat informasi dan mengelola bagaimana mereka bisa menemukan teman secara online.


Untuk tingkat privasi dan keamanan, pengguna pun memiliki pilihan untuk saling berkomunikasi dua arah antar mereka saja, pilihan untuk mengaktifkan atau mematikan fungsi LBS dan memblokir kontak yang tidak diinginkan


"Konsumen kini semakin cerdas dan peduli saat data pribadi mereka dikumpulkan dan bagaimana data tersebut akan digunakan," ujar Chris Babel, CEO TRUSTe.


"Dengan 78% pengguna menyatakan tidak bersedia mengunduh aplikasi yang mereka tidak percayai, maka penting bagi setiap bisnis untuk membangun manajemen privasi dan kepercayaan dari penggunanya," lanjutnya, dalam keterangan resmi yang diterima detikINET, Minggu (29/12/2013).


(ash/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

TouchTen Dapat Pendanaan dari Jepang

Jakarta - TouchTen, sebuah perusahaan mobile game berbasis di Jakarta, baru mendapatkan pendanaan series B yang didalangi oleh CyberAgent Ventures dari Jepang.

Sebelumnya, TouchTen pernah mendapatkan investasi dari Ideosource, sebuah venture capital berbasis di Indonesia di tahun 2011. Dengan pendanaan ini, TouchTen akan mengangkat Suzuki Takahiro dari CyberAgent Ventures untuk menduduki kursi direksi.


Anton Soeharyo, CEO TouchTen mengatakan, ini merupakan tahun yang sangat

fantastis. TouchTen sendiri sejatinya sudah membicarakan tentang pendanaan ini dengan CyberAgent Ventures selama 2 tahun, dan akhirnya impian mereka jadi kenyataan.


"Kami percaya bahwa CyberAgent Ventures akan mengajarkan ilmu-ilmu mereka agar kami dapat membangun sebuah perusahaan game yang sustainable," kata Anton, dalam keterangannya yang diterima detikINET, Minggu (29/12/2013).


Menanggapi pendanaan kali ini, Head of CyberAgent Ventures Indonesia, Suzuki Takahiro menyebut bahwa pasar game smartphone di Indonesia masih belum mendekati potensi maksimalnya.


Jika kita melihat Amerika dan Jepang sebagai tolak ukur dari pasar game smartphone di negara berkembang, CyberAgent yakin Indonesia hanya tinggal menunggu waktu saja untuk mencapai potensi maksimalnya.


Untuk merayakan pendanaan ini, TouchTen merilis update baru untuk game mereka yang terbilang sukses berjudul: Ramen Chain. Game tersebut meraih 30.000 unduhan dalam waktu 48 jam sesudah dirilis pertama.


Kini, Ramen Chain sudah mendapatkan lebih dari 1 juta unduhan dari pasar iOS dan GooglePlay.


(ash/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kontes FotoStop: Joy

http://us.images.detik.com/content/2013/12/29/1277/187812285dlm.jpgIst. (GettyImages)


Jakarta - Apa yang tersirat dalam pikiran Anda saat mendengar kata Joy? Kegembiraan? Pesta? Perayaan?

Ya, inilah yang menjadi tema kontes FotoStop selanjutnya: JOY. Anda diminta untuk mengirimkan foto yang memiliki nuansa kegembiraan.


Entah itu foto candid seseorang yang tengah berbahagia, foto perayaan yang Anda hadiri, foto konsep, atau foto obyek-obyek yang mewakili tema tersebut, silakan saja.


Kontes FotoStop detikINET ini terbuka bagi siapa saja dan menggunakan kamera apa saja. Satu orang pemenang dengan foto paling menarik akan membawa pulang uang tunai Rp 500 ribu.


Ayo tunggu apa lagi, kirimkan foto-foto Anda lewat link berikut ini via komputer (dalam versi desktop, bukan versi mobile atau apps). Anda bebas mengirimkan foto lebih dari satu. Jika sudah dikirim, dari tim redaksi detikINET bakal melakukan moderasi untuk foto-foto yang masuk. Foto yang dipilih tentu saja bukan yang asal jepret.


Jika lolos moderasi, Anda juga bisa melihat hasil kreasi Anda dipamerkan dalam galeri FotoStop.

(sha/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Polytron Makin Agresif

Jakarta - Pemilik brand lokal Polytron -- PT Hartono Istana Teknologi -- mengarungi tahun 2013 dengan begitu agresif. Dari semula hanya bermain di segmen audio, video dan home appliances, kini Polytron juga gencar ekspansi ke bisnis ponsel.

Bahkan, bisnis telepon genggam perusahaan yang didirikan di Kudus, Jawa Tengah ini diklaim semakin berkembang dan mampu melampui brand lokal smartphone Android lainnya.


Santo Kadarusman selaku Public Relations dan Marketing Event Manager Polytron menyebut bahwa perusahaan yang digawanginya itu telah menutup tahun 2013 dengan prestasi.


"Polytron meluncurkan lebih dari 20 produk baru, 7 penghargaan yang didapat, menambah beberapa gerai service center dan semakin aktif di sosial media serta mencatat perkembangan pertumbuhan penjualan audio 5%, TV 10%, refrigerator 10%, water dispenser, washing machine dan AC 15% serta DVD 20%. Ini merupakan prestasi gemilang pada tutup tahun 2013," papar Santo, dalam keterangannya, Minggu (29/12/2013).


Di bisnis ponsel, Polytron pada akhir tahun 2013 ini merilis smartphone terbaru Prime 5 W9500. Produk ini pun diklaim disambut antusias, dimana dalam waktu 10 hari habis terjual ratusan unit.


Selain itu, Polytron juga gencar dalam sosialisasi big screen melalui jaringan e-commerce. Big screen LED TV yang dipasarkan Polytron di akhir tahun ini adalah PLD 50T951A dan PLD 40T851.


Sampai saat ini, penguasaan teknologi Polytron tercatat sudah 9 yang Patent Granted dan 29 yang Patent Pending. Total 38 paten yang dipatenkan di Amerika Serikat, Kanada dan Indonesia.


"Beberapa rencana ke depan untuk Polytron adalah menambah jenis untuk produk kategori audio video, home appliances dan ponsel, menambah jalur distribusi dan juga menambah service centre untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan," kata Santo.


"Kemudian mengikuti perkembangan teknologi dengan mengembangkan produk-produk masa depan seperti digital music player, multi media centre, dan lainnya serta meningkatkan ekspor produk Polytron ke beberapa negara di seluruh dunia," tutup Santo.


(ash/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Micro.Cloud, Cara Sederhana Cicipi Cloud

Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, komputasi awan atau yang lebih dikenal dengan cloud computing telah berkembang dan menjadi tren TI bagi banyak perusahaan dalam penerapan strategi TI mereka secara keseluruhan.

Teknologi cloud computing menjadi konsep bisnis yang menjanjikan dan menjadi segmen yang tumbuh paling cepat di industri TI.


Banyak penyedia layanan cloud computing menawarkan berbagai keuntungan dan manfaat lebih bagi para pelanggannya, seperti analisis big data, layanan aplikasi, dan menyediakan arena 'playing field' alias kondisi atau lingkungan dimana kompetisi berlangsung bagi usaha kecil dengan harga terjangkau.


Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Indonesian Cloud, perusahaan lokal penyedia jasa konsultasi cloud dan hosting, belum lama ini meluncurkan Micro.Cloud yang cocok untuk perusahaan yang menekankan kesederhanaan ketika mengadopsi cloud.


Layanan Micro.Cloud sendiri terdiri atas 1 CPU, 2 GB RAM, dan 40 GB storage dan diklaim ideal bagi perusahaan yang menginginkan hosting di cloud dengan harga terjangkau.


Layanan ini lebih ditujukan kepada penyedia bisnis online, usaha kecil menengah/SMB, atau untuk hosting web server/server aplikasi web (yang mendukung load balancing).


Neil Cresswell, Managing Director Indonesian Cloud mengatakan, Micro.Cloud dirancang terutama untuk upgrade para pelanggan yang sebelumnya telah menggunakan VPS (Virtual Private Server) atau layanan co-location sederhana, tapi sekarang menginginkan adanya peningkatan layanan yang disediakan oleh teknologi cloud yang sebenarnya.


"Micro.Cloud sangat tepat bagi pelanggan yang menginginkan web server yang fleksibel dan sederhana. Micro.Cloud dapat di-upgrade menjadi 2 CPU, 8 GB RAM , dan 2 TB storage," Neil menambahkan.


(ash/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

'Mahar Perkawinan' XL-Axis Digoyang, Kominfo Pasang Badan

Jakarta - Ibarat sebuah pernikahan, bersatunya XL Axiata dan Axis Telekom Indonesia direstui Kementerian Kominfo dengan sejumlah mahar. Salah satunya terkait frekuensi.

Namun mahar frekuensi yang diputuskan Menkominfo Tifatul Sembiring itu tak lantas diterima semua pihak. Kekecewaan bahkan sampai diutarakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.


Seperti diketahui, berdasarkan surat Menkominfo No. 1147/M.KOMINFO/UM.01.01/11/2013 tertanggal 28 November 2013, Menkominfo menyetujui permohonan merger-akuisisi XL dan Axis.


Persetujuan itu diberikan dengan syarat dikembalikannya 10 MHz di frekuensi 2100 MHz eks Axis, sedangkan frekuensi sejumlah 15 MHz di 1800 MHz diberikan seluruhnya kepada XL. Nah, keputusan inilah yang menjadi sorotan.


Menurut Hatta, frekuensi adalah bagian dari sumber daya terbatas yang dikelola negara. Untuk itu harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan negara.


"Itu kan (frekuensi-red.) sumber daya terbatas, jadi harus dimanfaatkan untuk kepentingan negara, bukan untuk kepentingan asing," tegas Hatta beberapa waktu lalu.


Sesuai aturan, lanjut Hatta, frekuensi sejatinya tidak bisa langsung dipindahtangankan. Namun harus dimanfaatkan untuk memberikan pendapatan kepada negara. Hal inilah yang dinilai Hatta harusnya dijalankan Tifatul terkait aksi merger XL-Axis.Next


(ash/ash)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Kontes FotoStop: Joy

http://us.images.detik.com/content/2013/12/29/1277/187812285dlm.jpgIst. (GettyImages)


Jakarta - Apa yang tersirat dalam pikiran Anda saat mendengar kata Joy? Kegembiraan? Pesta? Perayaan?

Ya, inilah yang menjadi tema kontes FotoStop selanjutnya: JOY. Anda diminta untuk mengirimkan foto yang memiliki nuansa kegembiraan.


Entah itu foto candid seseorang yang tengah berbahagia, foto perayaan yang Anda hadiri, foto konsep, atau foto obyek-obyek yang mewakili tema tersebut, silakan saja.


Kontes FotoStop detikINET ini terbuka bagi siapa saja dan menggunakan kamera apa saja. Satu orang pemenang dengan foto paling menarik akan membawa pulang uang tunai Rp 500 ribu.


Ayo tunggu apa lagi, kirimkan foto-foto Anda lewat link berikut ini via komputer (dalam versi desktop, bukan versi mobile atau apps). Anda bebas mengirimkan foto lebih dari satu. Jika sudah dikirim, dari tim redaksi detikINET bakal melakukan moderasi untuk foto-foto yang masuk. Foto yang dipilih tentu saja bukan yang asal jepret.


Jika lolos moderasi, Anda juga bisa melihat hasil kreasi Anda dipamerkan dalam galeri FotoStop.

(sha/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»