Windows 8 Gagal, Microsoft Siapkan Windows 9

Jakarta - Tak sedikit pengguna yang merasa kecewa setelah mereka menggunakan Windows 8. Microsoft pun kemudian merasa sudah perlu menyiapkan versi lain Windows dengan nama sandi 'Threshold'.

'Threshold' sendiri adalah sebutan internal karyawan Microsoft untuk versi baru Windows, dan saat diluncurkan nanti bisa jadi nama komersilnya akan menjadi Windows 9.


Windows 9 bisa diharapkan mengobati kekecewaan para pengguna Windows 8, misalnya sisi interface yang akan semakin mudah disesuaikan. 'Threshold' kabarnya akan diluncurkan pada tahun 2015 mendatang.


Menurut Business Insider yang dikutip detikINET, Senin (13/1/2013), Windows 8 sendiri tak ubahnya seperti Windows Vista. Sistem operasi yang awalnya menjanjikan tapi malah mendapat banyak kritikan.


Nah, menyadari Windows Vista tak diterima dengan baik maka Microsoft langsung merancang sistem operasi baru, maka lahirlah Windows 7 yang mendapat sambutan sangat meriah di kalangan pengguna komputer. Hal ini tampaknya akan terulang pasca kelahiran Windows 8.


Hingga saat ini belum ada bocoran sedikit pun soal 'Threshold', namun kabarnya sistem operasi ini bakal dibeberkan pada acara khusus developer Microsoft April 2014 mendatang.


(eno/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Survei: Orang Suka Bugil Saat Belanja Online

Jakarta - Belanja online memang memiliki banyak keuntungan dibanding cara konvensional. Bagi segelintir orang, aktivitas ini juga terasa lebih nikmat dilakukan saat tak berbusana.

Hal itu terlihat dari survei yang baru saja diselenggarakan PayPal. Tidak disebutkan berapa jumlah koresponden yang mengikuti survei tersebut, namun yang jelas 30% di antaranya kerap berbelanja menggunakan piyama.


13% dari koresponden tersebut mengaku selalu menenggak minuman alkohol sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Sedangkan 11% lainnya mengaku senang berbelanja tanpa busana, sepert dikutip detikINET dari CNBC, Senin (13/1/2013).


Semua aktivitas itu memang tidak bisa dilakukan saat berbelanja di mall, atau pusat perbelanjaan lainnya. Survei untuk pengguna di Amerika Serikat itu juga membuktikan tren baru belanja online yang sebelumnya mementingkan kepraktisan menjadi sebuah gaya hidup.


Kebiasaan bugil saat belanja online secara tak langsug didorong oleh pesatnya pertumbuhan teknologi gadget. Mereka yang berbelanja tanpa busana, kerap menggunakan perangkat genggam seperti ponsel pintar atau tablet saat berbelanja.


Dengan semakin banyaknya pengguna yang berbelanja secara online, maka diprediksi dalam lima tahun ke depan pusat-pusat perbelanjaan bakal bebas dari antrean. Mungkinkah?


(eno/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bentuk Asli 'Nokia Android' Mulai Terungkap

Jakarta - Penampakan bentuk asli Nokia Normandy sudah makin gamblang dan mulai banyak beredar di dunia maya. Padahal bocoran terakhir dari ponsel yang konon mengusung Android ini masih dalam bentuk render. Kira-kira seperti apa aslinya?

Terlihat hampir tidak ada perbedan antara versi render yang dulu dibocorkan oleh @evleaks dengan bentuk aslinya kali ini. Masih mengusung desain khas Lumia, pada penampakan kali ini keseluruhan bentuknya berusaha ditutup-tutupi dengan softcase warna hitam yang digunakannya.


Bagian tombol home juga sama, dimana Nokia Normandy menggunakan icon serupa seperti pada Nokia Asha. Seakan menegaskan bahwa Nokia Normandy yang masuk dalam jajaran varian Nokia Asha memang disiapkan untuk mengincar segmen menengah bawah.


Sayangnya, seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Senin (13/1/2014), gambar tersebut tidak sampai memperlihatkan tampilan menu yang akan diusungnya. Hanya terbatas pada tulisan Nokia di bagian tengah layar.


Pun demikian, informasi lain menyebut Nokia Normandy akan menggunakan Android yang diubah secara total. Sama seperti yang dilakukan Amazon untuk tablet Kindle Fire besutannya.


(yud/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Modalin Path Rp 304 miliar, Bakrie Bisa Bayar Hutang?

Jakarta - Grup Bakrie melakukan investasi dengan menanam modal senilai USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar ke jejaring sosial Path asal Amerika Serikat. Aksi Bakrie tersebut mengundang sejumlah pertanyaan, bagaimana dengan nasib hutang-hutang Grup Bakrie yang masih menggunung?

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, aksi Grup Bakrie tersebut dinilai sebagai upaya perseroan untuk memberikan sentimen positif ke pasar. Dengan penanaman modal tersebut, pasar menilai jika Grup Bakrie masih punya pendanaan untuk mengembangkan bisnis perseroan di segala bidang termasuk Path.


"Nilai investasinya lumayan besar. Nanti yang akan dipertanyakan, bagaimana pendanaan tersebut? Dari mana uangnya? Kalau berinvestasi artinya Bakrie punya uang, kenapa nggak bayar hutang dulu?," ujar Reza kepada detikFinance, Senin (13/1/2014).


Menurut Reza, Grup Bakrie melihat potensi keuntungan besar terhadap Path sebagai perusahaan yang punya pasar cukup menjanjikan di Indonesia. "Mereka menangkap peluang di sini. Mereka melihat sesuatu yang menghasilkan keuntungan di Path, akan ada nilai tambah dibandingkan membayar hutang," terang dia.


Reza menambahkan, investasi Grup Bakrie di Path tersebut belum bisa dikatakan sebagai pengaruh besar terhadap pasar Path di Indonesia. "Kita lihat bagaimana pola investasi mereka ke Path. Berapa persentase saham yang dia beli, kalau bukan mayoritas atau pengendali ya nggak akan pengaruh juga," tandasnya.


Perlu diketahui, salah satu anak usaha Grup Bakrei, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih punya utang USD 430 juta kepada China Investment Corporation (CIC) dari total utangnya senilai USD 1,787 miliar.


Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (10/1/2014) di Jakarta, perseroan baru akan melunasi utang-utangnya lewat penjualan saham anak perusahaannya.


Pemegang saham BUMI setuju pembayaran utang dilakukan dengan menjual saham anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 19% atau setara USD 950 juta dan menjual saham BRMS sebesar 42% atau setara USD 257 juta, sisa hutang USD 430 juta rencananya perseroan akan menarik hutang baru kepada CIC dengan bunga yang lebih murah.


Hingga kuartal III-2013, perseroan mencatatkan kerugian sebesar USD 377,5 juta. Angka ini turun 40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 632,5 juta.


(drk/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Windows 8 Gagal, Microsoft Siapkan Windows 9

Jakarta - Tak sedikit pengguna yang merasa kecewa setelah mereka menggunakan Windows 8. Microsoft pun kemudian merasa sudah perlu menyiapkan versi lain Windows dengan nama sandi 'Threshold'.

'Threshold' sendiri adalah sebutan internal karyawan Microsoft untuk versi baru Windows, dan saat diluncurkan nanti bisa jadi nama komersilnya akan menjadi Windows 9.


Windows 9 bisa diharapkan mengobati kekecewaan para pengguna Windows 8, misalnya sisi interface yang akan semakin mudah disesuaikan. 'Threshold' kabarnya akan diluncurkan pada tahun 2015 mendatang.


Menurut Business Insider yang dikutip detikINET, Senin (13/1/2013), Windows 8 sendiri tak ubahnya seperti Windows Vista. Sistem operasi yang awalnya menjanjikan tapi malah mendapat banyak kritikan.


Nah, menyadari Windows Vista tak diterima dengan baik maka Microsoft langsung merancang sistem operasi baru, maka lahirlah Windows 7 yang mendapat sambutan sangat meriah di kalangan pengguna komputer. Hal ini tampaknya akan terulang pasca kelahiran Windows 8.


Hingga saat ini belum ada bocoran sedikit pun soal 'Threshold', namun kabarnya sistem operasi ini bakal dibeberkan pada acara khusus developer Microsoft April 2014 mendatang.


(eno/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

'Proyek Android Nokia Harus Dilanjutkan'

Jakarta - Nokia diyakini sedang mengembangkan ponsel Android dengan kode nama Normandy. Sayangnya, ada kemungkinan proyek Android tersebut akan dihentikan oleh Microsoft selaku pemilik baru Nokia.

Pasalnya, Microsoft terindikasi tidak ingin OS Windows Phone tenggelam jika Nokia memakai Android. Namun demikian, beberapa pihak menilai proyek Android Nokia harus tetap dilanjutkan. Apa alasannya?


Ewan Spence, kontributor teknologi di Forbes menilai tidak ada salahnya Microsoft mempertahankan proyek Android Nokia dan meluncurkannya ke pasaran. Ponsel Android Nokia bisa ditujukan terutama untuk segmen smartphone menengah ke bawah.


"Windows Phone belum siap mengganggu pasar feature phone yang sekarang digawangi Nokia Asha," sebut Ewan yang detikINET kutip dari Forbes, Senin (13/1/2014).


Menurut Ewan, ponsel Android Nokia juga akan menguntungkan bisnis Microsoft jika terintegrasi secara mendalam dengan layanan cloud milik Microsoft. Sebut saja Outlook, Skydrive, dan sebagainya.


Ponsel Android Nokia dapat ditujukan Microsoft untuk mengganggu pasar Android murah yang saat ini sangat besar volumenya dan begitu banyak vendor yang bermain di sana. Berbekal nama besarnya, ada kemungkinan ponsel Android murah besutan Nokia sukses di pasaran.


"Android tidak bisa diabaikan begitu saja. Memang ada semacam ironi jika Microsoft akan menggunakan Android untuk mengganggu Android, tapi bisnis adalah bisnis," kata Ewan.


(fyk/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Pendiri Apple Kagumi Android China

Beijing - Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple, belum lama ini mendatangi pabrik ponsel Android Xiaomi di China. Ia pun dibuat terkejut, dan yakin smartphone Xiaomi dapat menggebrak pasar Amerika Serikat yang biasanya sulit ditembus.

"Xiaomi punya produk yang sangat luar biasa yang bisa menggebrak pasar di Amerika Serikat," ungkap Woz, usai mendatangi kantor pusat Xiaomi di Beijing, sepert detikINET kutip dari Tech Hive, Senin (13/1/2013).


Kedatangan Woz ke kantor Xiaomi memang bukan tanpa asalan, produsen China itu memang sengaja mengundang Woz untuk berbincang langsung dengan para insinyur mereka. Dan meski masih seumur jagung, Xiaomi ternyata bisa membuat Woz terkesima dengan produknya.


Selain ponsel, Xiaomi juga membuat TV pintar dan router Wifi yang nantinya bisa dibuat saling terhubung di dalam rumah pintar yang dikendalkan melalui smartphone.


"Perusahaan ini punya visi yang sangat kuat. Semua produk yang mereka buat adalah kunci pendukung visi mereka di masa depan," tambah Woz.


Xiaomi sendiri sudah mulai melebarkan pangsa pasar mereka. Bahkan kabarnya produsen yang membajak Hugo Barra dari Google ini sudah membangun markas di Singapura yang akan menjadi penghubung untuk ekspansi ke Indonesia.


(eno/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»