Apple Raup Rp 12 Triliun dari App Store

Jakarta - Dengan jumlah aplikasi yang semakin banyak, Apple berhasil meraup sedikitnya Rp 12 triliun dari hasil penjualan aplikasi di Apple App Store.

Ya, hingga akhir 2013 kemarin Apple mengaku pengguna App Store mereka sudah menghabiskan sekita USD 10 miliar untuk belanja aplikasi. Ini adalah pencapaian terbesar Apple dar App Store mereka.


"Kami ingin berterimakasih kepada para konsumen yang telah menjadikan 2013 sebagai tahun paling luar biasa untuk App Store," tulis Eddy Cue, Senior Vice President of Internet Software and Services Apple.


Tahun 2014 ini Apple optimistis dapat meraup keuntungan yang lebih tinggi. Terlebih lagi dengan hadirnya iOS 7 yang diklaim punya banyak fitur menarik yang bisa dipakai developer untuk membuat aplikasi.


"Kami sungguh tak sabar ingin melihat aplikasi apa saja yang akan dibuat para developer di 2014 ini," lanjut Cue di situs resmi Apple, seperti dikutip detikINET, Senin (13/1/2014).


Hingga kini Apple mengklaim punya satu juta aplikasi menarik untuk iPhone, iPad, dan iPod Touch. Seluruh aplikasi tersebut bisa diakses oleh pengguna iDevice di 155 negara.


Namun bukan tanpa tantangan. Belakangan toko aplikasi Google mulai menggerogoti keuntungan Apple dari hasil berjualan aplikasi. Persaingan di 2014 pun diprediksi bakal semakin sengit.


(eno/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Investasi Rp 304 Miliar Bakrie Jadi Modal Terbesar Path

Jakarta - Grup Bakrie memimpin investasi di Path senilai USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar. Ini merupakan pembelian saham terbesar di jejaring sosial asal Amerika Serikat itu dalam satu tahun terakhir.

Seperti dikutip dari LA Times, Senin (13/1/2014), pada 16 April 2012 lalu beberapa perusahaan investasi dan investor individu sudah membeli sebagian saham Path senilai USD 30 juta.


Mereka adalah Greylock Partners and Redpoint Ventures, pemilik Grup Virgin Richard Branson dan pendiri DST Global Yuri Milner. Atas investasi tersebut, kala itu nilai perusahaan Path jadi sekitar USD 250 juta.


Jejaring sosial yang punya pengguna sekitar 23 juta pengguna di seluruh dunia ini belum pernah cetak untung sejak berdiri. Dana yang didapat dari semua hasil penjualan saham ini akan mengunakan uangnya untuk ekspansi dan promosi ke seluruh dunia.


Path saat ini diperkirakan memiliki nilai kapitalisasi pasar US$ 250 juta atau setara Rp 3 triliun lebih. Di Indonesia, Path lumayan populer. CEO Path Dave Morin bahkan pernah berucap, meskipun pengguna Path di Indonesia hanya 4 juta, namun mendominasi 30% trafik, termasuk yang paling aktif di dunia.


Path mendapat USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar dari Grup Bakrie Global. Jumlah ini setara dengan 38,5% dari total investasi US$ 65 juta yang telah masuk ke jejaring sosial itu sejak 2011.


CEO Path Dave Morin mengkonfirmasi telah merampungkan transaksi setelah menjalin pembicaraan panjang sejak tahun lalu. "Kami berada dalam situasi yang sulit setelah tahun 2013 yang begitu menantang," ujar Dave.


Suntikan dana ini telah membuat Bakrie menjadi salah satu investor terbesar di Path di antara para investor lainnya seperti Greylock Partners, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital.


Path sendiri berturut-turut mulai mendapat suntikan dana dari para pemodal sejak 2011 lalu dengan dana US$ 10 juta. Kemudian di tahun berikutnya kembali mendapatkan dana segar USD 30 juta.


(ang/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Investasi Rp 304 Miliar Bakrie Jadi Modal Terbesar Path

Jakarta - Grup Bakrie memimpin investasi di Path senilai USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar. Ini merupakan pembelian saham terbesar di jejaring sosial asal Amerika Serikat itu dalam satu tahun terakhir.

Seperti dikutip dari LA Times, Senin (13/1/2014), pada 16 April 2012 lalu beberapa perusahaan investasi dan investor individu sudah membeli sebagian saham Path senilai USD 30 juta.


Mereka adalah Greylock Partners and Redpoint Ventures, pemilik Grup Virgin Richard Branson dan pendiri DST Global Yuri Milner. Atas investasi tersebut, kala itu nilai perusahaan Path jadi sekitar USD 250 juta.


Jejaring sosial yang punya pengguna sekitar 23 juta pengguna di seluruh dunia ini belum pernah cetak untung sejak berdiri. Dana yang didapat dari semua hasil penjualan saham ini akan mengunakan uangnya untuk ekspansi dan promosi ke seluruh dunia.


Path saat ini diperkirakan memiliki nilai kapitalisasi pasar US$ 250 juta atau setara Rp 3 triliun lebih. Di Indonesia, Path lumayan populer. CEO Path Dave Morin bahkan pernah berucap, meskipun pengguna Path di Indonesia hanya 4 juta, namun mendominasi 30% trafik, termasuk yang paling aktif di dunia.


Path mendapat USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar dari Grup Bakrie Global. Jumlah ini setara dengan 38,5% dari total investasi US$ 65 juta yang telah masuk ke jejaring sosial itu sejak 2011.


CEO Path Dave Morin mengkonfirmasi telah merampungkan transaksi setelah menjalin pembicaraan panjang sejak tahun lalu. "Kami berada dalam situasi yang sulit setelah tahun 2013 yang begitu menantang," ujar Dave.


Suntikan dana ini telah membuat Bakrie menjadi salah satu investor terbesar di Path di antara para investor lainnya seperti Greylock Partners, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital.


Path sendiri berturut-turut mulai mendapat suntikan dana dari para pemodal sejak 2011 lalu dengan dana US$ 10 juta. Kemudian di tahun berikutnya kembali mendapatkan dana segar USD 30 juta.


(ang/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Survei: Orang Suka Bugil Saat Belanja Online

Jakarta - Belanja online memang memiliki banyak keuntungan dibanding cara konvensional. Bagi segelintir orang, aktivitas ini juga terasa lebih nikmat dilakukan saat tak berbusana.

Hal itu terlihat dari survei yang baru saja diselenggarakan PayPal. Tidak disebutkan berapa jumlah koresponden yang mengikuti survei tersebut, namun yang jelas 30% di antaranya kerap berbelanja menggunakan piyama.


13% dari koresponden tersebut mengaku selalu menenggak minuman alkohol sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Sedangkan 11% lainnya mengaku senang berbelanja tanpa busana, sepert dikutip detikINET dari CNBC, Senin (13/1/2013).


Semua aktivitas itu memang tidak bisa dilakukan saat berbelanja di mall, atau pusat perbelanjaan lainnya. Survei untuk pengguna di Amerika Serikat itu juga membuktikan tren baru belanja online yang sebelumnya mementingkan kepraktisan menjadi sebuah gaya hidup.


Kebiasaan bugil saat belanja online secara tak langsug didorong oleh pesatnya pertumbuhan teknologi gadget. Mereka yang berbelanja tanpa busana, kerap menggunakan perangkat genggam seperti ponsel pintar atau tablet saat berbelanja.


Dengan semakin banyaknya pengguna yang berbelanja secara online, maka diprediksi dalam lima tahun ke depan pusat-pusat perbelanjaan bakal bebas dari antrean. Mungkinkah?


(eno/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bentuk Asli 'Nokia Android' Mulai Terungkap

Jakarta - Penampakan bentuk asli Nokia Normandy sudah makin gamblang dan mulai banyak beredar di dunia maya. Padahal bocoran terakhir dari ponsel yang konon mengusung Android ini masih dalam bentuk render. Kira-kira seperti apa aslinya?

Terlihat hampir tidak ada perbedan antara versi render yang dulu dibocorkan oleh @evleaks dengan bentuk aslinya kali ini. Masih mengusung desain khas Lumia, pada penampakan kali ini keseluruhan bentuknya berusaha ditutup-tutupi dengan softcase warna hitam yang digunakannya.


Bagian tombol home juga sama, dimana Nokia Normandy menggunakan icon serupa seperti pada Nokia Asha. Seakan menegaskan bahwa Nokia Normandy yang masuk dalam jajaran varian Nokia Asha memang disiapkan untuk mengincar segmen menengah bawah.


Sayangnya, seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Senin (13/1/2014), gambar tersebut tidak sampai memperlihatkan tampilan menu yang akan diusungnya. Hanya terbatas pada tulisan Nokia di bagian tengah layar.


Pun demikian, informasi lain menyebut Nokia Normandy akan menggunakan Android yang diubah secara total. Sama seperti yang dilakukan Amazon untuk tablet Kindle Fire besutannya.


(yud/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Modalin Path Rp 304 miliar, Bakrie Bisa Bayar Hutang?

Jakarta - Grup Bakrie melakukan investasi dengan menanam modal senilai USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar ke jejaring sosial Path asal Amerika Serikat. Aksi Bakrie tersebut mengundang sejumlah pertanyaan, bagaimana dengan nasib hutang-hutang Grup Bakrie yang masih menggunung?

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, aksi Grup Bakrie tersebut dinilai sebagai upaya perseroan untuk memberikan sentimen positif ke pasar. Dengan penanaman modal tersebut, pasar menilai jika Grup Bakrie masih punya pendanaan untuk mengembangkan bisnis perseroan di segala bidang termasuk Path.


"Nilai investasinya lumayan besar. Nanti yang akan dipertanyakan, bagaimana pendanaan tersebut? Dari mana uangnya? Kalau berinvestasi artinya Bakrie punya uang, kenapa nggak bayar hutang dulu?," ujar Reza kepada detikFinance, Senin (13/1/2014).


Menurut Reza, Grup Bakrie melihat potensi keuntungan besar terhadap Path sebagai perusahaan yang punya pasar cukup menjanjikan di Indonesia. "Mereka menangkap peluang di sini. Mereka melihat sesuatu yang menghasilkan keuntungan di Path, akan ada nilai tambah dibandingkan membayar hutang," terang dia.


Reza menambahkan, investasi Grup Bakrie di Path tersebut belum bisa dikatakan sebagai pengaruh besar terhadap pasar Path di Indonesia. "Kita lihat bagaimana pola investasi mereka ke Path. Berapa persentase saham yang dia beli, kalau bukan mayoritas atau pengendali ya nggak akan pengaruh juga," tandasnya.


Perlu diketahui, salah satu anak usaha Grup Bakrei, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih punya utang USD 430 juta kepada China Investment Corporation (CIC) dari total utangnya senilai USD 1,787 miliar.


Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (10/1/2014) di Jakarta, perseroan baru akan melunasi utang-utangnya lewat penjualan saham anak perusahaannya.


Pemegang saham BUMI setuju pembayaran utang dilakukan dengan menjual saham anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 19% atau setara USD 950 juta dan menjual saham BRMS sebesar 42% atau setara USD 257 juta, sisa hutang USD 430 juta rencananya perseroan akan menarik hutang baru kepada CIC dengan bunga yang lebih murah.


Hingga kuartal III-2013, perseroan mencatatkan kerugian sebesar USD 377,5 juta. Angka ini turun 40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 632,5 juta.


(drk/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Windows 8 Gagal, Microsoft Siapkan Windows 9

Jakarta - Tak sedikit pengguna yang merasa kecewa setelah mereka menggunakan Windows 8. Microsoft pun kemudian merasa sudah perlu menyiapkan versi lain Windows dengan nama sandi 'Threshold'.

'Threshold' sendiri adalah sebutan internal karyawan Microsoft untuk versi baru Windows, dan saat diluncurkan nanti bisa jadi nama komersilnya akan menjadi Windows 9.


Windows 9 bisa diharapkan mengobati kekecewaan para pengguna Windows 8, misalnya sisi interface yang akan semakin mudah disesuaikan. 'Threshold' kabarnya akan diluncurkan pada tahun 2015 mendatang.


Menurut Business Insider yang dikutip detikINET, Senin (13/1/2013), Windows 8 sendiri tak ubahnya seperti Windows Vista. Sistem operasi yang awalnya menjanjikan tapi malah mendapat banyak kritikan.


Nah, menyadari Windows Vista tak diterima dengan baik maka Microsoft langsung merancang sistem operasi baru, maka lahirlah Windows 7 yang mendapat sambutan sangat meriah di kalangan pengguna komputer. Hal ini tampaknya akan terulang pasca kelahiran Windows 8.


Hingga saat ini belum ada bocoran sedikit pun soal 'Threshold', namun kabarnya sistem operasi ini bakal dibeberkan pada acara khusus developer Microsoft April 2014 mendatang.


(eno/rou)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»