BTS Terendam Banjir, Sinyal Telepon Sempat Byar Pet

Semarang - Jaringan telekomunikasi di beberapa kota di Pulau Jawa yang dilanda banjir sempat terganggu. Hal itu terjadi karena sejumlah BTS terendam air sehingga tidak teraliri listrik.

Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, Yetty Kusumawati mengatakan pihaknya berusaha mengembalikan sinyal telekomunikasi dengan memberikan genset serta perahu karet di site BTS yang terendam air.


"Peran serta TERRA (Telkomsel Emergency Respon Recovery Activity) yang terdiri dari tim organik karyawan Telkomsel sigap untuk melakukan instalasi penggantian genset dan perangkat-perangkat di site Telkomsel yang terendam banjir," kata Yetty kepada detikINET.


Saat ini jaringan komunikasi sudah mulai normal. Sebelumnya, lanjut Yetty, fasilitas telepon gratis juga disiapkan untuk pengungsi di desa Banjarsasi (Kecamatan Gabus, Pati), Desa Dorokandang (Kecamatan Juwana, Pati), GOR Werguwetan (Kudus), Gedung Grahamustika (Kudus), serta beberapa posko lainnya yang tersebar di wilayah Kudus dan Pati.


"Alhamdulillah, kondisi sinyal Telkomsel saat ini sudah 100 % telah pulih sehingga dapat melayani masyarakat sekitar," sebutnya.


"Kami juga berikan bantuan berupa makanan cepat saji, air mineral, mie instant, biskuit, obat- obatan, selimut, tikar, perlengkapan untuk kebutuhan bayi, perlengkapan kebersihan, dan lain sebagainya," imbuh Yetty.


Hingga saat ini wilayah Jepara, Kudus, dan Pati masih terendam banjir. puluhan ribu orang mengungsi dan membutuhkan bantuan-bantuan berupa bahan pokok.


(alg/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Facebook Tak Terima Dibilang 'Punah' di 2017

Jakarta - Facebook punya cara tersendiri dalam menanggapi hasil negatif dari penelitian yang dilakukan oleh para sekelompok peneliti di Princeton University.

Dengan menggunakan yang diklaim menggunakan metode yang sama, hasilnya Facebook mengatakan bahwa Princeton University tidak akan memiliki mahasiswa pada tahun 2021.


Dikutip detikINET dari Los Angles Times, Minggu (26/1/2014), Facebook menyimpulkan hasil tersebut dari korelasi antara jumlah mahasiswa di kampus tersebut dengan indeks Google Trends. Persis seperti yang dilakukan oleh Princeton University.


"Pendaftaran di kampus tersebut akan menurun 50% pada tahun 2018, lalu kemudian mereka tidak akan memiliki mahasiswa pada tahun 2021," tulis pihak Facebook melalui blog resminya.


Menurut Facebook, penelitian yang dilakukan oleh Princeton University itu tidak relevan, karena mengambil sejumlah data berdasarkan pencarian di Google. Perbandingan dengan MySpace pun, menurut Facebook, tak mendasar.


"Princeton musnah? Kami tidak berpikir demikian. Kami hanya memberikan peringatan mengenai beberapa metode analisis mengarah pada kesimpulan yang cukup gila," tandasnya.


Sebelumnya, menurut peneliti dari Princeton University mengatakan bahwa Facebook akan kehilangan 80% dari basis pengguna dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, malahan Facebook akan punah pada tahun 2017.


John Cannarella dan Joshua Spenchler, dua dari beberapa peneliti memang menganalogikan Facebook seperti penyakit epidemik yang menyebar, lalu sembuh kemudian.


"Ide, seperti penyakit, telah terbukti menyebarkan epidemik di antara orang-orang sebelum akhirnya sekarat, lalu sembuh dengan model epidemiologi," para penulis mengklaim dalam sebuah makalah berjudul pemodelan epidemiologi dinamika jaringan sosial online.


"Ide yang menyebar melalui kontak komunikatif antara orang yang berbeda yang berbagi ide dengan satu sama lain. Manifesto ide akhirnya kehilangan minat dengan ide dan tidak lagi mewujudkan ide, yang dapat dianggap sebagai keuntungan dari 'kekebalan' dengan ide tersebut." Katanya menganalogikan. (tyo/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Startup Ini Dibeli Lalu Ditutup Yahoo

Jakarta - Diam-diam Yahoo telah mencaplok salah satu startup asal Seattle, Amerika Serikat. Tapi bukannya dibesarkan, perusahaan kecil itu malah ditutup oleh Yahoo.

Startup yang dimaksud adalah Sparq. Kabarnya mereka telah menciptakan sebuah aplikasi unik yang berjalan pada perangkat bergerak, seperti smartphone.


Aplikasi yang mereka ciptakan memungkinkan terintegrasi dengan layanan internet milik Yahoo. Inilah yang diduga membuat raksasa internet tersebut terpikat lalu membelinya.


Sparq adalah perusahaan mungil yang bermarkas di Seattle, AS, dengan 12 orang karyawan. Perusahaan ini dipimpin oleh Jesse Chor yang sebelumnya bekerja sebagai developer aplikasi di Expedia.


"Kami bangga untuk mengumumkan bahwa Sparq telah diakusisi Yahoo. Kami berawal dari produk sederhana, tapi kini produk kami sudah dipakai jutaan pengguna," tulis Chor.


Tak dijelaskan berapa nilai akusisi Yahoo terhadap Sparq, namun menurut sejumlah analis memperkirakan startup tersebut bernilai lebih dari USD 1,7 juta. Demkian yang dikutip detikINET dari Business Insider, Minggu (26/1/2014).


(eno/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

BTS Terendam Banjir, Sinyal Telepon Sempat Byar Pet

Semarang - Jaringan telekomunikasi di beberapa kota di Pulau Jawa yang dilanda banjir sempat terganggu. Hal itu terjadi karena sejumlah BTS terendam air sehingga tidak teraliri listrik.

Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, Yetty Kusumawati mengatakan pihaknya berusaha mengembalikan sinyal telekomunikasi dengan memberikan genset serta perahu karet di site BTS yang terendam air.


"Peran serta TERRA (Telkomsel Emergency Respon Recovery Activity) yang terdiri dari tim organik karyawan Telkomsel sigap untuk melakukan instalasi penggantian genset dan perangkat-perangkat di site Telkomsel yang terendam banjir," kata Yetty kepada detikINET.


Saat ini jaringan komunikasi sudah mulai normal. Sebelumnya, lanjut Yetty, fasilitas telepon gratis juga disiapkan untuk pengungsi di desa Banjarsasi (Kecamatan Gabus, Pati), Desa Dorokandang (Kecamatan Juwana, Pati), GOR Werguwetan (Kudus), Gedung Grahamustika (Kudus), serta beberapa posko lainnya yang tersebar di wilayah Kudus dan Pati.


"Alhamdulillah, kondisi sinyal Telkomsel saat ini sudah 100 % telah pulih sehingga dapat melayani masyarakat sekitar," sebutnya.


"Kami juga berikan bantuan berupa makanan cepat saji, air mineral, mie instant, biskuit, obat- obatan, selimut, tikar, perlengkapan untuk kebutuhan bayi, perlengkapan kebersihan, dan lain sebagainya," imbuh Yetty.


Hingga saat ini wilayah Jepara, Kudus, dan Pati masih terendam banjir. puluhan ribu orang mengungsi dan membutuhkan bantuan-bantuan berupa bahan pokok.


(alg/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bapak iPod Jadi 'Musuh Bersama' Apple

Jakarta - Tony Fadell, mantan petinggi Apple memutuskan untuk menjual perusahaan yang dibangunnya ke Google. Rupanya hal ini memantik rasa ketidaksukaan salah satu pejabat di Apple tersebut.

Fadell yang dikenal sebagai Bapak iPod karena turut membidani alat pemutar musik digital itu menerima akuisisi Google atas perusahaannya yang didirikannya bernama Nest Labs. Hal ini yang membuat Senior VP Marketing Apple Phillp W Schiller tampaknya geram.


Bahkam Schiller sampai berhenti men-follow akun Twitter Fadel karena merasa kecewa dengan keputusannya untuk menjual Nets ke kompetitor Apple.


"Apple adalah salah satu mitra kami. Secara personal, hubungan saya dengan Schiller tergantungnya. Termasuk bagaimana kelanjutan dari kerjasama binis ini," ungkapnya, seperti dikutip detikINET dari Bussines Insider, Minggu (26//1/2014).


Intinya, Fadell mengatakan kelanjutan hubungan kerjasama Nest ataupun dirinya dengan Schiller bergantung keputusan Apple sendiri.


(tyo/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

OPPO Find 7 'Dilahirkan' di Barcelona?

Jakarta - Kepastian mengenai kapan OPPO Find 7 mulai mendapatkan titik terang. Smartphone terbaru dari vendor asal China itu akan diluncurkan bulan depan dalam sebuah pameran internasional.

Ya, menurut sebuah rumor yang beredar OPPO akan mengumumkan Find 7 pada acara Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, akhir Februari mendatang. Demikian yang dikutip detikINET dari Softpedia, Minggu (26/1/2014).


Sayanganya kabar angin ini belum bisa dikonfirmasi secara resmi oleh pihak OPPO. Karena sejauh ini belum ada tanda-tanda Find 7 akan diumumkan dalam waktu dekat.


Sebelumnya juga, beredar kabar vendor premium tersebut memastikan bahwa Find 7 akan mengusung resolusi layar 2.560 x 1.440 atau setara dengan resolusi 2K. Kepastian ini didapatkan dari ciutan di Twitter resmi OPPO.


"Find 5 adalah smartphone 5 inch pertama dengan resolusi 1080p. Find 7 akan datang dengan selangkah lebih maju," tulis pihak OPPO.


Namun demikian, OPPO membantah bahwa pihaknya akan mengusung layar 5.7 inch untuk Find 7 nantinya. Namun, mereka tak membeberkan lebih jauh berapa ukuran layarnya nanti.


Isu lain mengenai spesifikasi Find 7 adalah penggunaan prosesornya yang dikatakan bakal mengandalkan Snapdragon 805 yang merupakan prosesor terbaru Qualcomm.


Besaran RAM yang menemaninya pun terbilang sangat lega,.OPPO Find 7 akan dibekali ukuran 3 GB.


(tyo/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

BTS Terendam Banjir, Sinyal Telephone Sempat Byar Pet

Semarang - Jaringan telekomunikasi di beberapa kota di Pulau Jawa yang dilanda banjir sempat terganggu. Hal itu terjadi karena sejumlah BTS terendam air sehingga tidak teraliri listrik.

Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, Yetty Kusumawati mengatakan pihaknya berusaha mengembalikan sinyal telekomunikasi dengan memberikan genset serta perahu karet di site BTS yang terendam air.


"Peran serta TERRA (Telkomsel Emergency Respon Recovery Activity) yang terdiri dari tim organik karyawan Telkomsel sigap untuk melakukan instalasi penggantian genset dan perangkat-perangkat di site Telkomsel yang terendam banjir," kata Yetty kepada detikINET.


Saat ini jaringan komunikasi sudah mulai normal. Sebelumnya, lanjut Yetty, fasilitas telepon gratis juga disiapkan untuk pengungsi di desa Banjarsasi (Kecamatan Gabus, Pati), Desa Dorokandang (Kecamatan Juwana, Pati), GOR Werguwetan (Kudus), Gedung Grahamustika (Kudus), serta beberapa posko lainnya yang tersebar di wilayah Kudus dan Pati.


"Alhamdulillah, kondisi sinyal Telkomsel saat ini sudah 100 % telah pulih sehingga dapat melayani masyarakat sekitar," sebutnya.


"Kami juga berikan bantuan berupa makanan cepat saji, air mineral, mie instant, biskuit, obat-obatan, selimut, tikar, perlengkapan untuk kebutuhan bayi, perlengkapan kebersihan, dan lain sebagainya," imbuh Yetty.


Hingga saat ini wilayah Jepara, Kudus, dan Pati masih terendam banjir. puluhan ribu orang mengungsi dan membutuhkan bantuan-bantuan berupa bahan pokok.


(alg/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»