Ini Alasan Apple 'Bunuh' Kloningan Flappy Bird

Jakarta - Setelah 'kematian' Flappy Bird, seketika muncul game sejenis dengan nama mirip di Android dan iOS. Tren aji mumpung ini, sayangnya tidak akan bertahan lama.

Karena, Google dan Apple tengah berperang melawan game-game yang berusaha mencari keuntungan dari meningkatnya popularitas Flappy Bird. Di kedua platform tersebut ,memang muncul nama game seperti Flappy Fish, Flappy Pig dan lain sebagainya.


Ketegasan ini ditunjukan Apple dengan melarang salah satu pengembang Juice Media yang curhat melalui Twitter karena aplikasi bernama Flappy Dragon ditolak masuk di App Store.


"Kami menemukan nama aplikasi Anda mencoba untuk memanfaatkan aplikasi popular," kata pihak Apple yang ditirukan oleh Juice Media, seperti dilansir The Verge, Senin (17/2/2014).


Bahkan beberapa pengembang juga menerima tanggapan serupa dari Apple dan Google. Dalam beberapa kasus , pengembang mempertimbangkan untuk mengubah judul di gamenya.


Seorang juru bicara Apple mengatakan bahwa perusahaan tidak hanya menolak game dengan nama 'Flappy', melainkan judul yang jelas berusaha untuk mengelabui pelanggan, membuat mereka berpikir aplikasi merupakan pengganti atau berhubungan dengan yang asli . Sementara Google belum memberikan komentar.


(tyo/tyo)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Mampukah Lenovo Membangkitkan Motorola?

Jakarta - Lenovo mengumbar janji Motorola yang dibelinya senilai USD 2,9 miliar dari Google akan segera bangkit. Mampukah vendor asal China itu membangunkan Motorola dari tidurnya?

Yang jelas, Lenovo sudah berpengalaman membangkitkan raksasa tidur sebelumnya. Yaitu saat membeli divisi komputer IBM ThinkPad di tahun 2004 senilai USD 1,75 miliar.


"Lenovo ternyata bukan hanya menjaga kualitas ThinkPad namun mampu menumbuhkan pasarnya dan pada tahun 2013 Lenovo berhasil menjadi produsen PC terbesar di dunia," tulis Gordon Kelly, kontributor di Forbes.


Berbekal nama besar ThinkPad, Lenovo sukses meningkatkan pangsa pasarnya di banyak negara. Strategi yang dilakukan Lenovo untuk ThinkPad kemungkinan akan diterapkan di Motorola.


CEO Lenovo, Yang Yuanqing, sudah menyatakan Motorola akan menjadi senjata memasuki pasar yang belum diterobos Lenovo, misalnya Amerika Serikat dan Eropa. Ia pun yakin bisnis Motorola akan kembali menguntungkan meski tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


"Tidak gampang memang. Soalnya pesaing senegara seperti Huawei, ZTE dan Xiaomi juga berusaha menembus pasar internasional," tambah Gordon. Ia menambahkan penguasa industri ponsel saat ini, Samsung dan Apple, tentu tidak akan tinggal diam.


Memang tidak akan mudah bagi Lenovo untuk membangkitkan Motorola yang belakangan bisnisnya terus merugi. Namun kabar baiknya, Motorola masih punya nama besar dan Lenovo sudah punya pengalaman memperbaiki nasib ThinkPad.


(fyk/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Nokia Lumia Jadi Bahan untuk Bikin Rok

Jakarta - Rok yang satu ini benar benar unik. Bagaimana tidak, ia terbuat dari 80 unit smartphone berbasis Windows Phone, Nokia Lumia 1520 dan Lumia 1020.

Rok tersebut dipamerkan di perhelatan London Fashion Week. Busana wanita dengan bahan smartphone ini dibuat keroyokan oleh desainer Hyodor Golan, Kin Designer dan Nokia sendiri selaku produsen Lumia.


Saat dipakai, semua ponsel tersebut dinyalakan dan berpendar pendar sesuai pergerakan model. Nokia tampaknya memanfaatkannya sebagai ajang promosi dan rok ini tidak akan diperjualbelikan.


"Rok ini lebih menjadi sebuah karya seni yang didesain untuk mengeksplorasi perpaduan antara teknologi pintar dan fashion," demikian pernyataan Nokia yang detikINET kutip dari Cnet, Minggu (16/2/2014).


Dari tahap desain sampai selesai, dibutuhkan waktu sampai 3 bulan untuk membuat rok tersebut. Harapannya di masa mendatang, akan semakin banyak desainer yang mau memadukan fashion dengan teknologi.


"Teknologi tengah berada di tahap pertama memasuki fashion. Kami berada di jalur yang benar namun tentu saja beberapa pengembangan dibutuhkan untuk membuat produk yang diinginkan orang," kata Fyodor Golan.


(fyk/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bikin Pusing, Google Glass 'Dipensiunkan'

Jakarta - Beberapa orang sudah berkesempatan menjajal kacamata pintar Google Glass. Tidak semuanya merasa terkesan, malah sudah ada yang pensiun memakai gadget canggih itu karena merasa pusing.

"Sekarang tidak ada alasan yang cukup bagus untuk memakainya. Tidak sebanding dengan pusing kepala yang kurasakan. Lebih baik cek email di iPhone atau laptop saja," kata Chris Barrett, salah satu pemakai pertama Google Glass.


Barett belum pernah merasa pusing saat memakai gadget sebelumnya. Dia pun menyarankan agar Google mengeluarkan peringatan bahwa Google Glass berpotensi bikin pusing pemakainya.


Google pun langsung menanggapi permintaan itu. "Kesehatan dan keselamatan sangat penting bagi kami dan sedari awal kami telah bekerjasama dengan profesional untuk memastikan Google Glass aman digunakan," demikian pernyataan Google.


Sebelumnya, seorang wartawan teknologi bernama Mat Honan juga menyatakan ketidaknyamanannya kala memakai Google Glass. Saat memakainya, ia menilai orang orang di sekitarnya menjadi ketakutan. Mungkin mereka merasa dimata matai Google Glass.


Google Glass yang memiliki kemampuan layaknya ponsel pintar, misalnya bisa mengakses internet dan dibekali kamera, rencananya dijual massal tahun 2014 ini. Tahun lalu, perangkat tersebut dijual secara terbatas pada beberapa sosok terpilih.


Google tampaknya harus mencari solusi berbagai masalah yang menimpa agar Google Glass nanti sukses di pasaran. Demikian seperti dikutip detikINET dari BGR, Minggu (16/2/2014).


(fyk/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Mampukah Lenovo Membangkitkan Motorola?

Jakarta - Lenovo mengumbar janji Motorola yang dibelinya senilai USD 2,9 miliar dari Google akan segera bangkit. Mampukah vendor asal China itu membangunkan Motorola dari tidurnya?

Yang jelas, Lenovo sudah berpengalaman membangkitkan raksasa tidur sebelumnya. Yaitu saat membeli divisi komputer IBM ThinkPad di tahun 2004 senilai USD 1,75 miliar.


"Lenovo ternyata bukan hanya menjaga kualitas ThinkPad namun mampu menumbuhkan pasarnya dan pada tahun 2013 Lenovo berhasil menjadi produsen PC terbesar di dunia," tulis Gordon Kelly, kontributor di Forbes.


Berbekal nama besar ThinkPad, Lenovo sukses meningkatkan pangsa pasarnya di banyak negara. Strategi yang dilakukan Lenovo untuk ThinkPad kemungkinan akan diterapkan di Motorola.


CEO Lenovo, Yang Yuanqing, sudah menyatakan Motorola akan menjadi senjata memasuki pasar yang belum diterobos Lenovo, misalnya Amerika Serikat dan Eropa. Ia pun yakin bisnis Motorola akan kembali menguntungkan meski tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


"Tidak gampang memang. Soalnya pesaing senegara seperti Huawei, ZTE dan Xiaomi juga berusaha menembus pasar internasional," tambah Gordon. Ia menambahkan penguasa industri ponsel saat ini, Samsung dan Apple, tentu tidak akan tinggal diam.


Memang tidak akan mudah bagi Lenovo untuk membangkitkan Motorola yang belakangan bisnisnya terus merugi. Namun kabar baiknya, Motorola masih punya nama besar dan Lenovo sudah punya pengalaman memperbaiki nasib ThinkPad.


(fyk/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Nokia Lumia Jadi Bahan untuk Bikin Rok

Jakarta - Rok yang satu ini benar benar unik. Bagaimana tidak, ia terbuat dari 80 unit smartphone berbasis Windows Phone, Nokia Lumia 1520 dan Lumia 1020.

Rok tersebut dipamerkan di perhelatan London Fashion Week. Busana wanita dengan bahan smartphone ini dibuat keroyokan oleh desainer Hyodor Golan, Kin Designer dan Nokia sendiri selaku produsen Lumia.


Saat dipakai, semua ponsel tersebut dinyalakan dan berpendar pendar sesuai pergerakan model. Nokia tampaknya memanfaatkannya sebagai ajang promosi dan rok ini tidak akan diperjualbelikan.


"Rok ini lebih menjadi sebuah karya seni yang didesain untuk mengeksplorasi perpaduan antara teknologi pintar dan fashion," demikian pernyataan Nokia yang detikINET kutip dari Cnet, Minggu (16/2/2014).


Dari tahap desain sampai selesai, dibutuhkan waktu sampai 3 bulan untuk membuat rok tersebut. Harapannya di masa mendatang, akan semakin banyak desainer yang mau memadukan fashion dengan teknologi.


"Teknologi tengah berada di tahap pertama memasuki fashion. Kami berada di jalur yang benar namun tentu saja beberapa pengembangan dibutuhkan untuk membuat produk yang diinginkan orang," kata Fyodor Golan.


(fyk/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Bikin Pusing, Google Glass 'Dipensiunkan'

Jakarta - Beberapa orang sudah berkesempatan menjajal kacamata pintar Google Glass. Tidak semuanya merasa terkesan, malah sudah ada yang pensiun memakai gadget canggih itu karena merasa pusing.

"Sekarang tidak ada alasan yang cukup bagus untuk memakainya. Tidak sebanding dengan pusing kepala yang kurasakan. Lebih baik cek email di iPhone atau laptop saja," kata Chris Barrett, salah satu pemakai pertama Google Glass.


Barett belum pernah merasa pusing saat memakai gadget sebelumnya. Dia pun menyarankan agar Google mengeluarkan peringatan bahwa Google Glass berpotensi bikin pusing pemakainya.


Google pun langsung menanggapi permintaan itu. "Kesehatan dan keselamatan sangat penting bagi kami dan sedari awal kami telah bekerjasama dengan profesional untuk memastikan Google Glass aman digunakan," demikian pernyataan Google.


Sebelumnya, seorang wartawan teknologi bernama Mat Honan juga menyatakan ketidaknyamanannya kala memakai Google Glass. Saat memakainya, ia menilai orang orang di sekitarnya menjadi ketakutan. Mungkin mereka merasa dimata matai Google Glass.


Google Glass yang memiliki kemampuan layaknya ponsel pintar, misalnya bisa mengakses internet dan dibekali kamera, rencananya dijual massal tahun 2014 ini. Tahun lalu, perangkat tersebut dijual secara terbatas pada beberapa sosok terpilih.


Google tampaknya harus mencari solusi berbagai masalah yang menimpa agar Google Glass nanti sukses di pasaran. Demikian seperti dikutip detikINET dari BGR, Minggu (16/2/2014).


(fyk/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»