Heartbleed Lebih Seram dari yang Dibayangkan

Jakarta - Teror Heartbleed tak cuma terhadap situs web publik yang rentan. Bug ini sejatinya memberikan dampak lebih besar dari itu.

Menurut Symantec, Heartbleed memberikan dampak yang sama kepada software klien di antara kepada web klien, email klien, chat klien, FTP klien, aplikasi mobile, VPN klien dan pengupdate software.


Singkatnya, setiap klien yang berkomunikasi melalui SSL/TLS menggunakan versi rentan OpenSSL terbuka terhadap serangan.


Selain itu, Heartbleed mempengaruhi berbagai server lain selain server web. Ini termasuk proxy, server media, server game, server database, server chat dan server FTP.


"Pada akhirnya, perangkat hardware tidak kebal terhadap kerentanan. Hal ini dapat mempengaruhi router, PBX ( sistem telepon bisnis ) dan kemungkinan beberapa perangkat di Internet of Things," lanjut Symantec, dalam keterangannya yang diterima detikINET, Jumat (18/4/2014).


Menyerang server software dan hardware tersebut melalui kerentanan Heartbleed dilakukan dengan cara yang sama sebagai serangan ke situs-situs yang rentan. Namun serangan terhadap klien dapat terjadi dengan cara terbalik.


Biasanya, imbuh perusahaan keamanan internet tersebut, eksploitasi Heartbleed telah digambarkan sebagai penyerangan klien dengan mengirim pesan berbahaya ke server yang rentan dan server tersebut mengekspos data pribadi. Next


(ash/ash)

readmore »»  

807 Merek Amankan Domain Anything.id

Jakarta - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) telah menutup periode prioritas pendaftaran nama domain ‘anything.id’ untuk pemegang nama merek. Periode yang populer dengan sebutan ‘Periode Sunrise’ ini telah berlangsung selama 12 minggu sejak dimulai 20 Januari lalu.

Selama hampir tiga bulan, lebih dari seribu nama domain didaftarkan. Namun hanya 807 nama domain yang memenuhi syarat dan dapat disetujui oleh PANDI.


Ketua Umum PANDI Andi Budimansyah mengatakan, periode Sunrise memang hanya untuk pemilik sertifikat merek atau yang sudah mendaftarkan mereknya ke Ditjen HKI Kumham. “Jadi cukup banyak yang tidak dapat disetujui nama domainnya karena tidak memiliki sertifikat merek atau bukti pendaftaran nama merek dari Ditjen HKI,” jelas Andi.


Periode prioritas bagi pemegang merek dilakukan untuk menghindari perselisihan nama domain di kemudian hari. “Dengan tiga bulan periode prioritas untuk pemegang merek ini, kami berharap potensi perselisihan di masa depan dapat ditekan,” ujar Andi.


Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, menambahkan, cukup banyak pemegang merek yang belum mendaftarkan nama domain ‘anything.id’. “Banyak pemegang merek yang sebelumnya sudah memiliki domain co.id. Mereka kebanyakan memilih mendaftarkan domain ‘anything.id’-nya pada periode Grandfather,” ungkap Sigit, dalam keterangannya yang dikutip detikINET, Jumat (18/4/2014).


Setelah periode Sunrise, mulai 21 April akan dilaksanakan periode Grandfather hingga 13 Juni 2014. Periode Grandfather merupakan periode prioritas untuk pemegang Domain Tingkat Dua (DTD).id sebelumnya. Pemilik domain abc.co.id, misalnya, dapat mendaftarkan nama domain abc.id.


Periode Grandfather dapat diikuti oleh pemilik domain co.id, net.id, biz.id, web.id, or.id, my.id, sch.id, ac.id, go.id, mil.id, dan desa.id. Pada periode ini, pendaftar nama domain akan dikenai Biaya Administrasi sebesar Rp 250.000 dan Biaya Akuisisi Minimal sebesar Rp 2.500.000. “Biaya ini hanya setengah dari biaya yang diterapkan pada Periode Sunrise,” jelas Sigit.


(ash/ash)



readmore »»  

Yahoo Ingin Apple Singkirkan Google dari iOS

Jakarta - Yahoo berambisi menggantikan posisi Google sebagai mesin cari default di sistem operasi Apple iOS. CEO Yahoo Marissa Mayer pun telah melakukan langkah pendekatan pada eksekutif Apple.

Kabar tersebut berasal dari sumber internal Yahoo, seperti detikINET kutip dari Reuters, Kamis (17/4/2014). Masih menurut sumber itu, niat Yahoo mendapat dukungan dari beberapa eksekutif top Apple, termasuk bos desainnya, Jonathan Ive.


Saat ini, mesin cari Google menjadi default di iOS, termasuk di browser Safari. iOS adalah sistem operasi Apple yang digunakan di iPhone dan iPad.


Mayer memang tengah bekerja giat membangkitkan bisnis Yahoo. Jika upayanya mendekati Apple berhasil dan Yahoo dijadikan mesin cari utama di iOS, maka itu adalah prestasi besar baginya mengingat populaitas gadget Apple saat ini.


Upaya Yahoo yang menginginkan Apple menyingkirkan Google diprediksi tidak akan mudah. Namun mungkin saja bisa terjadi mengingat cukup banyaknya friksi antara Google dan Apple selama ini.


(fyk/ash)



readmore »»  

Siap-siap! Gesek Kartu Kredit Bisa via Smartphone

Jakarta - Telkomsel tengah gencar merambah sistem mobile payment dengan salah satunya menghadirkan layanan bernama MPOS. Dengan fitur ini, gesek kartu debit atau kredit bisa melalui smartphone.

Didemokan oleh General Mobile Payment and Remittance Telkomsl Dony Yuliardi, ada tiga bagian untuk bisa memanfaatkan MPOS ini yakni smartphone, dongle dan aplikasi Telkomsel MPOS.


"Dongle ini ditancapkan di smartphone. Nantinya, sistem akan terhubung dengan sistem aplikasi yang Telkomsel buat. Nah, di bagian atas dongle-nya terdapat untuk menggesek kartu," ungkap Dony, di Wisma Mulia, Jakarta, Jumat (17/4/2014).


Bila pengguna atau penjual biasa menggunakan transaksi menggunakan Electronic Data Capture (EDC). Cara kerjanya mirip-mirip demikian, namun EDC berhubungan dengan bank maka ini adalah 'kerjaan' dari perusahaan telekomunikasi.


"Jadi nanti setelah melakukan transaksi, uang hasil penjualannya kami simpan dan kami berikan pada akhir bulan, misalnya. Bedanya, alat ini tidak perlu membuka akun bank tertentu saja," sebutnya.


Alat ini sendiri rencananya akan dijual tahun 2014 ini juga. Namun Telkomsel tidak membeberkan tanggal pasti dari dongle yang dibanderol mulai Rp 300 ribuan itu.





(tyo/ash)

readmore »»  

OnePlus, Penantang Galaxy S5 di bawah Rp 4,5 Juta

Jakarta - Dengan bekal prosesor Snapdragon 801, ponsel kelas atas rata-rata harus ditebus dengan harga yang tak murah. Berkebalikan dengan hal tersebut, sebuah ponsel bernama OnePlus konon bakal menawarkan jeroan serupa namun dengan harga setengahnya.

Isu kehadiran OnePlus sejatinya mulai memanas beberapa hari belakangan di kalangan media AS. Alasannya adalah harga mengejutkan yang bakal ditawarkannya.


Dengan bersenjatakan prosesor Snapdragon 801, ramai diberitakan OnePlus akan dibanderol di bawah Rp 4,5 juta.


Tak hanya itu, sejumlah kelebihan juga siap ditawarkan ponsel yang kabarnya berasal dari China ini. Selain kecepatan clock 2,5 GHz, besaran RAM yang dimilikinya juga besar dengan ukuran 3 GB. Belum lagi kamera 13 MP yang dilengkapi sensor Sony Exmor dan kamera 5 MP sebagai kamera depannya.


Selain itu, pilihan memori internalnya juga terbilang luas yakni 16 GB dan 64 GB. Tidak dijelaskan apakah OnePlus memiliki slot micro SD.


Sedangkan untuk urusan konsumsi daya ditangani oleh baterai dengan kemampuan 3100 mAh. Adapun layarnya mengusung ukuran 5,5 inch dengan resolusi full HD (1920x1080 pixel).


Bagian yang tak kalah menarik adalah OS-nya. Meski sama-sama Android, OnePlus akan menggunakan Android hasil kustomisasi CyanogenMod. Apalagi pembesut OnePlus kabarnya banyak meminta masukan dari komunitas CyanogenMod terkait pengembangan ponselnya.Next


(yud/ash)

readmore »»  

15 Juta Pelanggan Telkomsel Pakai Mobile Payment

Jakarta - Sistem mobile payment di Indonesia ternyata belum diadopsi secara maksimal. Operator seluler Telkomsel mengaku belum terlalu banyak pelanggan yang memanfaatkan mobile payment.

"Sejauh ini jumlah pelanggan mobile payment Telkomsel sudah mencapai 15 juta. Ini termasuk sedikit, karena potensinya masih besar," tutur Vice President Digital Payment and Banking Andy Kartika Utomodi Wisma Mulia, Kamis (17/4/2014).


Sayangnya dia belum bisa membeberkan berapa jumlah pengguna yang aktif menggunakan layanan ini. Termasuk rata-rata nilai transaksi pelanggan Telkomsel yang memanfaatkan layanan tersebut.


Telkomsel sendiri mempunyai beberapa layanan untuk mobile payment seperti T-Cash yang sudah diperkenalkan sejak beberapa tahun terakhir. Secara infrastruktur berjalan dengan baik, namun masih menemui kendala.


"T-Cash itu Telkomsel terus melakukan perbaikan dari sisi infrastruktur. Ibaratnya, ini sistem yang baik namun masih kurang seksi," sebutnya.


Saat ini T-Cash setidaknya sudah menggandeng sekitar 40 ribu merchant termasuk kemudahan membeli produk di minimarket seperti Indomaret.


Telkomsel sendiri saat ini terus mengembangkan sisi bisnis dari digital payment dan banking dengan menghadirkan beberapa layanan seperti Tcasj, M-Bangking, branchless bangking, NFC dan MPOS.


Nah, selain edukasi konsumen yang terus didorong agar pengguna mau memanfaatkan layanan tersebut. Pihak operator seperti Telkomsel pun membutuhkan regulasi yang jelas yang berkaitan dengan perbankan.


"Tapi target kita terus menggenjot pertumbuhan dari sini. Dengan edukasi dan adopsi teknologi yang dibuat seamless agar pelanggan pun tak dibuat ribet," tandasnya.


(tyo/ash)



readmore »»  

Celah Heartbleed Mulai Dipakai untuk Mencuri

Ontario, Kanada - Heartbleed, celah berbahaya yang ditemukan pada teknologi OpenSSL, mulai dipakai oleh peretas untuk mencuri. Pelaku yang masih berusia 19 tahun itu pun kini ditahan pihak berwajib.

Lubang yang terbuka pada pada sistem enkripsi OpenSSL memang cukup meresahkan, karena teknologi enkripsi ini memang sudah banyak dipakai oleh banyak situs yang memiliki data rahasia.


Di Kanada, seorang remaja berhasil memanfaatkan celah tersebut untuk kepentingannya. Ia menggunakan Heartbleed untuk meretas situs Canada Revenue Agency dan mencuri 900 data sensitif para pembayar pajak.


Akibat kejadian itu situs Canada Revenue Agency pun terpaksa ditutup untuk beberapa hari, hal itu sengaja dilakukan agar bisa menutup celah heartbleed yang sudah dieksploitasi.


Seperti dikutip detikINET dari Fox News, Kamis (17/4/2014), hacker remaja bernama Stephen Arthuro Solis-Reyes itu telah ditahan kepolisian.


(eno/ash)



readmore »»