EMC Galang Sekutu di Bisnis IT Enterprise

Las Vegas - Sadar tak bisa bergerilya sendiri, EMC menggalang kekuatan dengan pemain di bisnis IT enterprise lainnya. Ada empat perusahaan yang tergabung dalam federasi ini.

Mereka adalah VMware, Pivotal, RSA serta EMC Information Infrastructure -- atau yang lebih dikenal dengan sebutan EMC II.


Sebagai sebuah korporasi, tentu tujuan akhir mereka adalah meraup pendapatan seoptimal mungkin. Alhasil, dengan adanya Federasi ini, kekhawatiran bakal terjadi 'saling memakan' coba ditepis.


Sebaliknya, kuartet ini nantinya bakal bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka. Sebab, dari awal peran masing-masing perusahaan sudah dijabarkan untuk menghindari suara sumbang antar anggota.


Jeremy Burton, President Products & Marketing EMC mengungkapkan, keempat anggota Federasi sejatinya memiliki masing-masing keunikan dari layanan yang ditawarkannya.


Untuk Pivotal misalnya, disebutkan memiliki peran untuk menyediakan platform solusi big data. Sedangkan, VMware dari sisi enterprise mobility software-defined data center. EMC II akan mengambil peran information & converged infrastructure. Terakhir, RSA bakal melengkapi federasi ini dengan solusi keamanan.


Dalam peresmian federasi ini juga ditampilkan logo yang mengambil 4 warna: biru untuk EMC II, hijau Pivotal, merah RSA, dan VMware diwakili dengan warna abu-abu.Next


(ash/fyk)

readmore »»  

Harta Karun 500 Tahun Vatikan Go Digital

Las Vegas - Koleksi manuskrip yang sudah berumur 500 tahun merupakan harta yang tak ternilai bagi perpustakaan Vatikan. Kini, lembaran sejarah itu coba diabadikan dengan cara digital.

Perpustakaan yang lebih dikenal dengan nama Biblioteca Apostolica Vaticana ini memang sudah dari jauh-jauh hari merencanakan untuk aksi digitalisasi.


Didirikan secara resmi pada tahun 1475, Biblioteca Apostolica Vaticana merupakan salah satu perpustakaan tertua di dunia dan menyimpan salah satu koleksi penting dan tulisan-tulisan bersejarah.


CIO Perpustakaan Vatikan Luciano Ammenti mengungkapkan, sebagai kota suci umat Katolik dan tempat tinggal Paus, Vatikan memiliki koleksi dengan sejarah panjangnya yang berasal lebih dari 75 ribu buku.


Misi go digital ini pun sudah dicetukan mulai tahun 2010 lalu, namun karena banyak hal yang harus dipersiapkan, maka pengerjaannya juga tak bisa dilakukan dalam 'satu malam'.


"Proses (digitalisasi) ini dilakukan setiap hari. Saya harus berterima kasih kepada EMC karena telah dengan sabar mendengarkan," papar Ammenti yang menjadi narasumber tamu di event EMC World 2014 yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat.


"Kami mengubah filosofi setiap harinya. Suatu waktu kami butuh 1 petabyte storage dan di lain harinya kami butuh 2 petabyte," lanjutnya.Next


(ash/fyk)

readmore »»  

Huawei Ascend P7 Andalkan Kamera Depan 8 MP

Jakarta - Huawei memperkenalkan smartphone Android flagship terbarunya, Ascend P7. Salah satu yang diunggulkan dari ponsel tersebut adalah kamera depan 8 megapixel untuk mengakomodir tren selfie yang marak belakangan ini.

Kamera depan tersebut punya sensor BSI. Selain itu, juga punya fitur panorama yang diklaim Huawei menjadikan acara selfie bersama teman-teman lebih maksimal.


Selain kamera depan resolusi tinggi, Ascend P7 dibekali spesifikasi gahar layaknya ponsel flagship. Layarnya seluas 5 inch resolusi definisi tinggi 1920 x 1080 pixel dengan kepadatan pixel 441 ppi. Ia mengusung sistem operasi Android 4.4 atau KitKat.


Di dapur pacunya, disertakan chipset rancangan Huawei sendiri yang dinamakan HiSilicon Krin 910T dengan CPU quad core 1,8GHz Cortex A9, Mali 450 GPU serta RAM 2GB. Memori internalnya 16GB yang bisa diekspansi melalui slot microSD sampai kapasitas 32GB.


Spesifikasi kunci lain seperti kamera belakang 13 megapixel dengan sensor Sony BSI dan aperture f/2.0 lengkap dengan LED Flash. Baterainya kapasitas 2.500 mAh yang diklaim Huawei mampu bertahan 14 jam untuk waktu bicara.


Ascend P7 dibanderol USD 625 atau di kisaran Rp 7 juta. Ia akan tersedia secara global, namun belum ada informasi apakah akan dimasukkan secara resmi ke Indonesia. Demikian seperti detikINET kutip dari Cnet, Kamis (8/5/2014).


(fyk/fyk)



readmore »»  

Pria Ini Ngotot Ingin Nikahi MacBook

Jakarta - Jatuh cinta terkadang memang tak pandang bulu. Tapi kelakuan pria asal Amerika Serikat ini terbilang aneh dan tidak masuk akal. Pasalnya dia merasa jatuh cinta dan ngotot ingin menikahi MacBook miliknya. Edan!

Chris Servier mengajukan mosi setebal 50 halaman agar bisa naik banding ke pengadilan AS. Pengajuan ini dilakukan karena permohonan untuk menikahi 'calon istrinya' tersebut ditolak Pemerintah Negara Bagian Utah.


"Pemerintah Utah melakukan diskriminasi kepada dengan menolak keinginan saya untuk menikahi komputer saya," demikian sepenggal isi gugatan Servier.


Servier, seperti kekasih lainnya, mengaku jatuh cinta terhadap MacBook miliknya, ia pun bertekad ingin segera menikahi komputer jinjing tersebut. Seperti dikutip detikINET dari Huffington Post, Kamis (8/5/2014).


Perilaku aneh itu muncul karena hobi Servier yang gemar menyimpan video porno di dalam Macbook. Kebiasaan ini kemudian memunculkan rasa cinta terhadap komputer jinjing buatan Apple tersebut.


Jaksa yang menangani kasus unik itu tak ingin mengeluarkan izin karena pernikahan Servier dengan Macbook dianggap tidak wajar. Bahkan di sana larangan itu disamakan dengan pernikahan sesama jenis yang juga dilarang.


Pengajuan banding atas ditolaknya izin untuk menikahi Macbook ternyata bukan pertama kalinya diajukan Sevier, tahun lalu ia juga melakukan hal serupa di Florida. Namun gugatannya itu tak pernah ditanggapi.


(eno/tyo)



readmore »»  

Apa Tantangan Cloud Computing di Masa Depan?

Los Angeles - Tren sistem cloud computing terus mendapatkan tempat popularitasnya. Setelah diperkenalkan beberapa tahun terakhir, komputasi awan yang tak terbendung ini juga menghadapi tantangan di masa depan.

Banyak hal yang harus dipersiapkan perusahaan sebelum memutuskan untuk membuat sistem berbasis komputasi awan. Mulai dari infrastuktur, jaringan, hingga

berbagai perangkat yang nantinya akan digunakan oleh pengguna.


Bersamaan dengan era komputasi awan, dunia IT pun dimeriahkan dengan tren Bring Your Own Device (BYOD) dan ruang kerja mobile. Dengan perkembangan teknologi yang tak berhenti, apalagi yang akan menjadi tantangan komputasi awan?


"Tantangan ada pada apakah kita mampu membuat cloud yang bisa diakses dengan mudah dalam segala bentuk. Jadi tantangannya ada pada kemudahan diaksesnya," ungkap VP Marketing & Business Development at Citrix Systems Krishna Subramanian, saat ditemui detikINET di sela-sela Citrix Synergy di Anaheim Convention Center, Los Angeles.


Ditambahkan Krishna, komputasi awan juga harus mampu membantu perusahaan lebih efisian karena dengan menyediakan sistem berbasis komputasi awan akan mengurangi biaya managing infrastruktur.


"Bukan masanya lagi IT perusahaan hanya berkutat pada managing infrastruktur karena itu tidak mengurangi cost. Biarlah mereka fokus pada cloud service terhadap penggunanya," tambahnya.


Khusus di Indonesia, Krishna menambahkan ada dua tantangan yang dihadapi. "Pertama adalah biaya dan yang kedua soal simplicity. Kami di Citrix menyediakan platform yang sangat mudah dijalankan, itu membuat konsumen kami di Indonesia terus bertambah."


Krishna bercerita mengenai salah satu konsumen Citrix di Indonesia yang berasal dari pemerintahan yaitu Kementerian Pendidikan. Kementerian membangun community cloud dimana sekolah dari seluruh Indonesia bisa mengakses virtual apps, XenDesktop serta common cloud.


"Program ini berlangsung hampir tanpa hambatan karena solusi kami memiliki protokol yang memungkinkannya bekerja dengan low bandwith. Konsumen juga mendapatkan keuntungan karena mereka bisa menekan biaya dan melayani kebutuhan stake holder," pungkasnya.


(mel/tyo)



readmore »»  

Siap-siap Banjir Android Murah, di Bawah Rp 200 Ribu

Jakarta - Semakin hari harga smartphone kian terjangkau. Bahkan menurut ARM, dalam beberapa bulan ke depan akan ada ponsel Android dengan harga di bawah Rp 200 ribu.

Ya, jika dipikir-pikir harga ponsel kini memang kian terjangkau. Dengan ponsel Rp 1 jutaan pengguna sudah mendapat sebuah smartphone layar sentuh lengkap dengan berbagai fitur canggih. Sangat berbeda dengan kondisi sekitar 3-4 tahun lalu.


Pesatnya pertumbuhan ponsel dan harganya yang kian terjangkau tak luput dari peran ARM. Merekalah yang merancang chip untuk berbagai perangkat, mulai dari server, laptop, ponsel, tablet hingga jam tangan pintar


Sejak 1993 hingga kini chip hasil rancangan ARM sudah dikapalkan sedikitnya 50 miliar unit, dan 10 miliar di antara itu terjadi sepanjang 2013 lalu. Prediksi mereka akan lebih banyak lagi chip yang diproduksi dengan harga terjangkau.


Prediksi ARM, yang dikutip detikINET dari Anandtech, Kamis (8/5/2014), dalam beberapa bulan ke depan akan mulai banyak ponsel Android dengan harga USD 20, atau setara Rp 200 ribu. Spesifikasinya memang tidak mewah, tapi tentunya sudah cukup memenuhi kebutuhan komunikasi sehari-hari.


Bahkan menurut ARM ponsel di bawah USD 20 sudah bisa dibuat mulai detik ini dengan menggunakan chip Cortex A5 (single core). Terkesan jadul memang, tapi chip jenis itu pun sudah lebih kencang dibanding prosesor milik versi pertama iPhone yang dulu dijual USD 599.


(eno/eno)



readmore »»  

Kejahatan Cyber Makin Menggila

Jakarta - Sepanjang tahun 2013 lalu, dunia keamanan internet diguncang beragam peristiwa penting. Serangan demi serangan membuat kejahatan cyber melonjak signifikan.

Dalam laporan terbaru Internet Security Threat Report Symantec 2014 disebutkan terjadi peningkatan serangan hingga 62% bila dibandingkan di tahun 2012. Peristiwa Zero-day adalah salah satunya.


Direktur Sales Marketing Symantec Asean dan Asia David Kei mengatakan bahwa, sepanjang tahun lalu serangan cyber menyebabkan 552 juta identitas telah berhasil dicuri. Naik dua kali lipat bila dibandingkan tahun 2011, yang jumlahnya mencapai 232 juta.


"Mereka (penjahat cyber,red) kini lebih sabar untuk mengatur serangannya untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dan lebih baik," ujar Lei, di Jakarta.


Selain itu, yang menjadi catatan dari Symantec adalah, di tahun 2013 silam kerentanan zero-day melonjak dibadingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat jumlahnya naik 61%.


"Kerentanan zero-day diincar karena mereka memberikan penyerang alat untuk diam-diam menginfeksi korban mereka tanpa tergantung pada rekayasa sosial," katanya lagi.


Syamantec mencatat, ada 23 kerentanan zero-day yang ditemukan mewakili peningkatan sebesar 61% dari tahun 2012 dan lebih dari dua tahun sebelumnya yang digabungkan.


(tyo/tyo)



readmore »»