Telkomsel: Tarif Internet Kami Gak Mahal Kok

Jakarta - Selama ini tidak sedikit yang menilai tarif data (internet) Telkomsel tergolong mahal, bila dibandingkan dengan kompetitornya. Secara hitung-hitungan, seharusnya dengan jumlah pelanggan paling besar, Telkomsel bisa mengganjar harga internet murah.

Namun hal tersebut dibantah oleh Head of Strategic Marketing Group Telkomsel Ririn Widaryani. DIa mengklaim bahwa tarif Telkomsel telah turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


"Mahal atau murah itu kan relatif. Namun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kita sudah turun lebih dari double digit," tukasnya, di sela-sela penandatanganan kerjasama Telkomsel dan Samsung, di Blowfish, Jakarta, Rabu (18/6/2014).


Dia mengatakan, saat ini dari 130 juta lebih pelanggan Telkomsel, setidaknya baru belasan persen yang aktif menggunakan data internet. Dengan 30% dari total pelanggan menggunakan smartphone di jaringan 3G.


"Kita masih dorong penggunaan internet. Malahan, ARPU untuk data di Telkomsel baru Rp 50 ribu," tandasnya.


(tyo/ash)



readmore »»  

Aturan BI Bisa Pangkas Transaksi XL Sampai 80%

Singapura - XL Axiata mengaku bisa mengalami kesulitan atas penerapan Peraturan Bank Indonesia (PBI) soal larangan transaksi layanan digital menggunakan agen tanpa berbentuk badan hukum. Hal ini berpotensi menurunkan transaksi XL hingga 80%.

Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengungkapkan, selama ini pihaknya telah menerapkan sistem penggunaan layanan transaksi digital yang dinamai XL Tunai. Melalui layanan ini, pelanggan yang ingin membayar listrik, air, dan belanja di toko ritel tidak perlu menggunakan uang kas, cukup melalui account telepon seluler.


Hal ini sejalan dengan peraturan Bank Indonesia yang ingin menerapkan Lembaga Keuangan Digital (LKD) secara menyeluruh di Indonesia.


Namun aturan ini justru menjadi ancaman bagi perseroan. Pasalnya, PBI menyebutkan, dalam menjalankan aturan ini diharuskan agen yang ditunjuk harus berbentuk badan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT). Hal ini, kata Hasnul, justru mempersulit perseroan untuk mengembangkan bisnisnya.


"Aturan BI sudah keluar April lalu. Nah kita tinggal menunggu SE. Kalau SE ini keluar, XL akan mematuhinya, meski ada risiko kehilangan potensi," ujarnya saat berbincang bersama media di Crowne Plaza, Singapura, Selasa (17/6/2014).


Hasnul menyebutkan, saat ini jumlah pelanggan XL mencapai 68,5 juta. Transaksi XL Tunai mencapai 350 ribu per bulan dengan nilai transaksi Rp 15 miliar per bulan. Perseroan menargetkan bisa menembus angka 2,7 juta transaksi hingga akhir tahun.


"Target 2,7 juta transaksi sampai akhir tahun. Ini target awalnya. Tapi karena ada peraturan BI ini dan kita juga menunggu SE keluar maka target juga perlu disesuaikan, kita masih perhitungkan," katanya.


Hasnul menambahkan, dengan aturan ini maka tidak menutup kemungkinan, potensi kehilangan 80% transaksi XL Tunai akan terjadi. Hal ini karena sebagian besar agen XL belum berbadan hukum.


"Kita memanfaatkan agen pulsa untuk layanan transaksi. Tapi PBI melarang penggunaan pengisian lewat agen-agen karena harus berbentuk badan hukum dulu seperti PT. Sekarang jumlah agen kita 350 ribu, ada potensi kehilangan 80% jika SE keluar," tandasnya.


(drk/ash)



readmore »»  

Aturan BI Bisa Kebiri Transaksi XL Sampai 80%

Singapura - XL Axiata keberatan atas penerapan Peraturan Bank Indonesia (PBI) soal larangan transaksi layanan digital menggunakan agen tanpa berbentuk badan hukum. Hal ini berpotensi menurunkan transaksi XL hingga 80%.

Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengungkapkan, selama ini pihaknya telah menerapkan sistem penggunaan layanan transaksi digital yang dinamai XL Tunai. Melalui layanan ini, pelanggan yang ingin membayar listrik, air, dan belanja di toko ritel tidak perlu menggunakan uang kas, cukup melalui account telepon seluler.


Hal ini sejalan dengan peraturan Bank Indonesia yang ingin menerapkan Lembaga Keuangan Digital (LKD) secara menyeluruh di Indonesia.


Namun aturan ini justru menjadi ancaman bagi perseroan. Pasalnya, PBI menyebutkan, dalam menjalankan aturan ini diharuskan agen yang ditunjuk harus berbentuk badan hukum seperti Perseroan Terbatas (PT). Hal ini, kata Hasnul justru mempersulit perseroan untuk mengembangkan bisnisnya.


"Aturan BI sudah keluar April lalu. Nah kita tinggal menunggu SE. Kalau SE ini keluar berarti ya peraturan harus diterapkan, mau tidak mau. Otomatis ya kita kehilangan potensi," ujarnya saat berbincang bersama media di Crowne Plaza, Singapura, Selasa (17/6/2014).


Hasnul menyebutkan, saat ini jumlah pelanggan XL mencapai 68,5 juta. Transaksi XL Tunai mencapai 350 ribu per bulan dengan nilai transaksi Rp 15 miliar per bulan. Perseroan menargetkan bisa menembus angka 2,7 juta transaksi hingga akhir tahun.


"Target 2,7 juta transaksi sampai akhir tahun. Ini target awalnya. Tapi karena ada peraturan BI ini dan kita juga menunggu SE keluar maka target juga perlu disesuaikan, kita masih perhitungkan," katanya.


Hasnul menambahkan, dengan aturan ini maka tidak menutup kemungkinan, potensi kehilangan 80% transaksi XL Tunai akan terjadi. Hal ini karena sebagian besar agen XL belum berbadan hukum.


"Kita memanfaatkan agen pulsa untuk layanan transaksi. Tapi PBI melarang penggunaan pengisian lewat agen-agen karena harus berbentuk badan hukum dulu seperti PT. Sekarang jumlah agen kita 350 ribu, ada potensi kehilangan 80% jika SE keluar," tandasnya.


(drk/ash)



readmore »»  

Evercoss Elevate Y, Quad Core dengan 'Layar Badak'

Jakarta - Evercoss melepas seri Elevate Y yang diposisikan sebagai smartphone untuk kelas menengah. Dengan mengusung slogan 'See The Inside', Evercoss mengajak pengguna untuk 'melek' spesifikasi sebelum memutuskan membeli smartphone.

Elevate Y mengusung layar 5 inch dengan resolusi HD 1280x720. Layar handset ini menggunakan teknologi In Plane Switching (IPS) sehingga diklaim bisa dinikmati dari berbagai sudut dengan kualitas ketajaman gambar dan warna yang sama.


Layar ini juga sudah menggunakan Rhino Screen, yaitu layar kategori hard glass yang memiliki daya tahan tinggi terhadap goresan dan benturan, sehingga tidak perlu lagi menggunakan screen protector.


Di samping itu layar yang disematkan pada Elevate Y sudah menggunakan One Glass Solution (OGS) + Full Lamination yaitu teknologi yang menyatukan layar visual screen dengan panel touch screen, sehingga layar menjadi lebih tipis.


Untuk urusan dapur pacu, Elevate Y didukung prosesor quad core 1,3 GHz. Ditambah dengan RAM 1 GB dan internal memory 8 GB. Pengguna Elevate Y juga dapat manambahkan media penyimpanan dengan adanya slot microSD hingga 32 GB.


Kamera belakang Elevate Y menggunakan resolusi 13 MP dan auto focus disertai lampu flash LED. Kamera juga dilengkapi dengan teknologi BSI, teknologi yang memampukan pengguna mengambil gambar pada kondisi kurang pencahayaan.


Untuk kamera depan, Elevate Y sudah di-support dengan resolusi 5 MP. Kemampuan lainnya adalah perangkat ini bisa melakukan video recording dan playback dengan teknologi High Definition, 720p (1280x720 pixel).


Soal desain, Elevate Y tampil dengan list berwarna chrome yang membalut sekeliling bodi.Tidak banyak tombol yang diadopsi. Hanya ada dua tombol fungsi yang terdapat di sisi kanan body: tombol on/off dan volume. Sementara di bagian sisi atas, terdapat port earphone 3.5mm serta port mini USB.


Evercoss mematok Elevate Y di harga Rp 1,7 juta. "Harga tersebut adalah harga yang luar biasa, ini adalah kesempatan yang jarang terjadi, sebuah smartphone dengan spesifikasi tipe yang begitu tinggi tetapi dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau," pungkas Janto Djojo, Chief Marketing Officer Evercoss.


(ash/fyk)



readmore »»  

Telkomsel: Tarif Internet Kami Gak Mahal Kok

Jakarta - Selama ini tidak sedikit yang menilai tarif data (internet) Telkomsel tergolong mahal, bila dibandingkan dengan kompetitornya. Secara hitung-hitungan, seharusnya dengan jumlah pelanggan paling besar, Telkomsel bisa mengganjar harga internet murah.

Namun hal tersebut dibantah oleh Head of Strategic Marketing Group Telkomsel Ririn Widaryani. DIa mengklaim bahwa tarif Telkomsel telah turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


"Mahal atau murah itu kan relatif. Namun bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kita sudah turun lebih dari double digit," tukasnya, di sela-sela penandatanganan kerjasama Telkomsel dan Samsung, di Blowfish, Jakarta, Rabu (18/6/2014).


Dia mengatakan, saat ini dari 130 juta lebih pelanggan Telkomsel, setidaknya baru belasan persen yang aktif menggunakan data internet. Dengan 30% dari total pelanggan menggunakan smartphone di jaringan 3G.


"Kita masih dorong penggunaan internet. Malahan, ARPU untuk data di Telkomsel baru Rp 50 ribu," tandasnya.


(tyo/ash)



readmore »»  

Evercoss Elevate Y, Quad Core dengan 'Layar Badak'

Jakarta - Evercoss melepas seri Elevate Y yang diposisikan sebagai smartphone untuk kelas menengah. Dengan mengusung slogan 'See The Inside', Evercoss mengajak pengguna untuk 'melek' spesifikasi sebelum memutuskan membeli smartphone.

Elevate Y mengusung layar 5 inch dengan resolusi HD 1280x720. Layar handset ini menggunakan teknologi In Plane Switching (IPS) sehingga diklaim bisa dinikmati dari berbagai sudut dengan kualitas ketajaman gambar dan warna yang sama.


Layar ini juga sudah menggunakan Rhino Screen, yaitu layar kategori hard glass yang memiliki daya tahan tinggi terhadap goresan dan benturan, sehingga tidak perlu lagi menggunakan screen protector.


Di samping itu layar yang disematkan pada Elevate Y sudah menggunakan One Glass Solution (OGS) + Full Lamination yaitu teknologi yang menyatukan layar visual screen dengan panel touch screen, sehingga layar menjadi lebih tipis.


Untuk urusan dapur pacu, Elevate Y didukung prosesor quad core 1,3 GHz. Ditambah dengan RAM 1 GB dan internal memory 8 GB. Pengguna Elevate Y juga dapat manambahkan media penyimpanan dengan adanya slot microSD hingga 32 GB.


Kamera belakang Elevate Y menggunakan resolusi 13 MP dan auto focus disertai lampu flash LED. Kamera juga dilengkapi dengan teknologi BSI, teknologi yang memampukan pengguna mengambil gambar pada kondisi kurang pencahayaan.


Untuk kamera depan, Elevate Y sudah di-support dengan resolusi 5 MP. Kemampuan lainnya adalah perangkat ini bisa melakukan video recording dan playback dengan teknologi High Definition, 720p (1280x720 pixel).


Soal desain, Elevate Y tampil dengan list berwarna chrome yang membalut sekeliling bodi.Tidak banyak tombol yang diadopsi. Hanya ada dua tombol fungsi yang terdapat di sisi kanan body: tombol on/off dan volume. Sementara di bagian sisi atas, terdapat port earphone 3.5mm serta port mini USB.


Evercoss mematok Elevate Y di harga Rp 1,7 juta. "Harga tersebut adalah harga yang luar biasa, ini adalah kesempatan yang jarang terjadi, sebuah smartphone dengan spesifikasi tipe yang begitu tinggi tetapi dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau," pungkas Janto Djojo, Chief Marketing Officer Evercoss.


(ash/fyk)



readmore »»  

Angry Birds Siap Beraksi ala Transformers

Jakarta - Menyongsong sekuel anyar film Transformers, Rovio mengajak penggemar burung pemarah untuk berperan sebagai bangsa robot lewat versi terbarunya yang bernama Angry Birds: Transfomers.

Gamenya sendiri memang belum jelas kapan diluncurkan, namun Rovio yang mengumumkannya mengumbar gambar dimana kawanan burung pemarah bakal berkostum robot layaknya karakter dalam film Transformers dan diberi sebutan Autobirds.


Sedangkan musuh bebuyutannya yakni para babi nakal atau yang kerap disebut sebagai Hogs berperan sebagai Deceptihogs.


“Kami sangat bersemangat menggabungkan duniaTransformers dengan dunia unik Angry Birds. Ini juga akan menarik bagi mereka yang dibesarkan di tahun 80-an dimana saat itu Transfomers begitu digemari. Kami yakin orang-orang akan menyukainya,” ujar Blanca Juti, CMO Rovio, seperti detikINET kutip dari Forbes, Selasa (17/6/2014).


Selain hadir bagi platform Android dan iOS, Rovio mengatakan Angry Birds: Transformers juga berpotensi meluncur pada platform konsol game. Namun belum dijelaskan konsol game mana yang akan disambanginya.


(yud/ash)



readmore »»