CEO HTC: Saya Mundur Jika HTC One Gak Laku!




Peter Chou (businessinsider)


Jakarta - Sebagai ponsel flagship, HTC One benar-benar akan menjadi ponsel pertaruhan bagi CEO HTC Peter Chou. Bahkan sang bos besar menegaskan siap melepas jabatannya jika HTC One gak laku.

Wall Street Journal melaporkan bahwa Chou mengatakan hal tersebut di hadapan sejumlah eksekutif senior pada akhir tahun 2012 lalu. "Saat itu ia (Peter Chou-red.) mengatakan bahwa jika smartphone terbaru HTC (HTC One-red.) tak sukses maka ia akan mundur," ujar sumber yang dekat dengan kondisi tersebut.


Lantas bagaimana perkembangan HTC One sendiri? Dari sejumlah review yang keluar, ponsel kelas atas tersebut cukup membuat hype dengan banyaknya respons positif yang didapatkan.


Hanya saja, hal ini kurang didukung dari sisi sokongan supplier. Dimana pasokan komponen HTC tengah tersendat, sehingga mempengaruhi produksi HTC One.


Salah satu eksekutif HTC yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa vendor asal Taiwan itu kini tak lagi masuk dalam kategori 'tier one customer' sehingga kurang diprioritaskan oleh para mitra mereka.


Otomatis, kondisi ini berpengaruh terhadap kehadiran HTC One di pasaran. Jika terus berlanjut tentu keadaan akan merugikan HTC, sebab Samsung baru saja merilis Galaxy S4 yang akan head to head dengan HTC One.


Jika Galaxy S4 sampai lebih dulu ke pasar, pastinya potensi pemasukan HTC akan lenyap lantaran terlalu lama sampai ke tangan pengguna.


Baca juga:

-. Desain elegan HTC One.

-. Menguak fitur jagoan di HTC One.

-. Perang Sengit Ponsel Flagship, Siapa Raja Android?


( ash / fyk )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Indonesia Kebagian Galaxy S4 Prosesor 8 Core




Peluncuran Galaxy S4 (Ist.)


Jakarta - Galaxy S4 diluncurkan Samsung dalam dua versi. Satu memakai prosesor 8 core Exynos Octa 5410 dan satu lagi dengan prosesor quad core 1,9 GHz Krait 300. Nah, Indonesia dilaporkan akan kebagian versi prosesor 8 core.

Galaxy S4 versi 8 core punya nomor seri I9500 sedangkan yang memakai Krait 300 disebut sebagai I9505. Dalam bocoran informasi yang didapat situs SamMobile yang dikutip detiKINET, Jumat (22/3/2013), Indonesia masuk dalam daftar negara yang akan kebagian Galaxy S4 I9500.


Sejatinya, selain kekuatan prosesor, tidak terdapat banyak perbedaan antara Galaxy S4 I9500 dengan I9505. Yang paling utama, S4 9505 mendukung konektivitas 4G LTE, sedangkan S4 I9500 non LTE alias masih 3,5G.


Otomatis, negara yang kebagian Galaxy S4 19505 adalah yang sudah memiliki jaringan infrastruktur LTE. Seperti Kanada, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Singapura.


Menarik untuk membahas prosesor Exynos 5 Octa yang memiliki 8 otak tersebut. Namun demikian, prosesor ini tidak murni 8 otak.


Exynos 5 Octa memakai arsitektur dari ARM yang disebut big.LITTLE. Lebih akurat untuk mengatakannya sebagai dua prosesor quad core yang bekerja sesuai kebutuhan daripada sebuah chip dengan 8 core.


Terdapat empat inti prosesor performa tinggi dengan clock speed sampai 1,8GHz serta empat inti lagi yang lebih efisien powernya, dengan clock speed sampai 1,2 GHz. Masing-masing disebut Cortex A15 dan A7.


ARM mendeskripsikan A15 cocok untuk melakukan tugas berat seperti main game. Sedangkan Cortex A7 ditujukan untuk melakukan tugas yang lebih ringan, seperti operasional ponsel.


Galaxy S4 sendiri akan dipasarkan mulai April mendatang. Penjualannya di Indonesia kemungkinan besar tidak jauh-jauh dari waktu tersebut.


( fyk / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Ini Dia Kamera DSLR Terkecil: Canon EOS 100D




Canon EOS 100D (Ist.)


Jakarta - Keluhan tentang ukuran dan berat kamera tidak pernah saya dengar 5-6 tahun yang lalu. Saat itu, semakin besar ukuran kamera DSLR, semakin bagus kesannya. Ukuran besar dan berat mengesankan kekokohan, gengsi dan kualitas tinggi.

Kamera DSLR yang populer dan laris 5-6 tahun yang lalu berukuran besar. Tapi dua tahun belakangan, tren tersebut mulai membalik. Banyak penggemar fotografi yang suka jalan-jalan mulai mencari kamera berkualitas yang ukurannya lebih kecil dan bobotnya ringan.


Kamera dan lensa yang berat mulai ditinggalkan. Kemungkinan besar karena banyak yang sudah kapok mengangkut kamera DSLR yang berat beserta lensa-lensa dan tripod kemana-mana.


Maka itu, banyak orang mulai melirik sistem kamera baru seperti mirrorless/compact system camera. Tapi banyak juga yang belum ingin beralih, alasannya sudah terbiasa dengan menu, jendela bidik, lensa dan fitur-fitur khas DSLR. Selain itu, banyak yang sudah memiliki lensa-lensa DSLR yang ukurannya besar.


Canon memang termasuk lambat dalam membuat kamera mirrorless yang berukuran kecil dibandingkan dengan Olympus, Sony, Panasonic, Samsung bahkan Nikon. Memang, beberapa upaya sudah dilakukan Canon, seperti peluncuran Canon G1X, Canon EOS M, tapi keduanya belum diterima dengan hangat di pasaran.


Untuk menarik minat dan mempertahankan minat penggemar fotografi ke sistem kamera DSLR, Canon merilis Canon EOS 100D. Kamera ini dibuat sekecil dan seringan mungkin (hanya 407 gram dengan baterai).


Meskipun relatif kecil dan ringan, tapi kamera ini masih memiliki cermin, prisma dan jendela bidik ala DSLR. Yang terpenting juga, tidak seperti kamera Canon EOS M yang tidak dapat mengunakan lensa DSLR Canon (kecuali dengan adapter khusus).


Kamera 100D ini dapat memasang semua lensa-lensa DSLR Canon EOS secara langsung tanpa adapter. Kamera 100D dipaket dengan lensa zoom kit baru, 18-55mm f/3.5-5.6 IS STM.


Lensa ini merupakan penyempurnaan dari lensa kit sebelumnya dan kemungkinan besar akan dipaketkan dengan kamera-kamera DSLR Canon di masa depan. STM adalah teknologi motor fokus di lensa yang mulus dan tidak bersuara.


Salah satu lensa lain yang cocok dengan 100D adalah Canon 22mm f/2 STM yang berukuran sangat ringan dan tipis.


Sampai saat ini, saya menyambut baik kehadiran produk baru Canon ini. Tapi yang agak mengkhawatirkan adalah ergonominya. Ukuran kecil memaksa Canon untuk mengecilkan pegangan, kenop dan tombol.


Beberapa fungsi tombol juga dihilangkan. Untungnya kamera ini dilengkapi fitur layar sentuh, sehingga pengguna tinggal menyentuh layar untuk mengganti pengaturan kamera.


Saat mengunakan lensa yang panjang dan berat, keseimbangan dapat terganggu. Namun bagi penggemar fotografi yang memiliki tangan yang kecil (contohnya wanita dan anak-anak), atau yang ingin membawa kamera DSLR berkualitas yang kecil untuk jalan-jalan, Canon EOS 100D ini merupakan pilihan yang baik.


Spesifikasi utama Canon EOS 100D:


- 18 MP CMOS Sensor APS-C

- Prosesor DIGIC 5

- 9 titik fokus, 1 titik fokus berjenis silang

- Kecepatan foto berturut-turut 4 foto perdetik

- ISO 100-12800 (bisa diperluas ke 25600)

- Video 1080p30

- Layar LCD 3" sentuh

- Berat: 407gram dengan baterai terpasang

- Dimensi: 117 x 91 x 69 mm


Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com.


( sha / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Waspada! Trojan Baru Incar Pengguna Mac




Ilustrasi (detikINET)


Jakarta - Pengguna Macboook milik Apple semakin sering diincar oleh penjahat cyber. Paling terbaru, sebuah trojan mencoba menjebak pengguna laptop OS X ini dengan iming-iming trailer film.

Trojan bernama Yontoo ini menginfeksi pengguna Macbook dengan memasang plug-in palsu yang seolah-olah dibutuhkan untuk menonton potongan film. Setelah terinstal, bukan media player yang didapat, malah malware yang berhasil masuk.


Yontoo pertama ditemukan pertama kali oleh perusahaan antivirus asal Rusia, Dr Web. Menurut mereka, selain plug-in palsu, malware ini menyamar sebagai perangkat lunak lainnya untuk meningkatkan kualitas video atau memperpendek waktu download.


Setelah pengguna terjebak, Yontoo menginstal sendiri pada Safari, Chrome dan Firefox, yang menjadi browser populer di kalangan pengguna Mac. Demikian yang dikutip detikINET dari The Next Web, Jumat (22/3/2013).


Macbook yang terinfeksi akan mengirimkan data tentang pengguna ke server remote. Yontoo kemudian embeds kode ke situs yang dikunjungi, sehingga pengguna yang terinfeksi dipaksa melihat iklan.


Iklan tersebut akan terus muncul dalam bentuk pop-up. Bentuk iklan yang mengusung konsep pay-perclik ini menjadi ladang bagi penjahat untuk mengeruk uang.


Belum ada informasi lebih jauh apakah trojan Yontoo ini hanya sekedar memaksa pengguna Mac untuk mengklik iklan berbayar atau mencuri data juga.


( tyo / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Intel akan Boyong Inovasi PC ke Smartphone




Liquid C1 (acer)


Jakarta - Dominasi Intel Corp di industri prosesor komputer tak perlu diragukan lagi. Namun jika berbicara prosesor di perangkat genggam (mobile), harus diakui jika vendor asal AS itu sudah kalah start dengan Qualcomm, Nvidia, Samsung hingga Mediatek.

Pun demikian, kondisi tak lantas membuat Intel berdiam diri. Sebagai produsen prosesor raksasa, Intel menegaskan akan all out untuk menggarap segmen smartphone. Termasuk untuk memboyong segala inovasi di PC ke ranah ponsel.


Mengandalkan 11 model ponsel yang telah tersebar di puluhan negara -- berkolaborasi dengan vendor ternama seperti Motorola, ZTE, Acer, hingga Lenovo -- Intel coba memikat pengguna smartphone.


"Prosesor smartphone garapan kami mengusung teknologi yang sama persis dengan yang ada pada produk prosesor desktop dan notebook seperti keberdaan teknologi Hyper Threading," ucap Harry K. Nugroho, Director Strtegic Business Development Intel Indonesi, saat berkunjung ke kantor Detikcom, Kamis (21/3/2013).


Seperti pada produk prosesor PC dan notebook besutannya, 'otak' di smartphone yang kembali mengusung seri Atom tersebut disematkan teknologi andalan Intel yakni Hyper Threading.


Berkat teknologi tersebut, sistem operasi Android yang diusungnya akan mengenali jumlah core yang tersemat pada prosesor menjadi dua kali lipatnya.


Dijelaskan lebih lanjut oleh Harry, Intel telah menyiapkan dua produk prosesor yang bakal menyasar segmen mid level dan entry level pada awalnya.


"Prosesor smartphone dengan core Lexington telah kami siapkan untuk menyasar segmen entry level," tuturnya.


"Sedangkan untuk kelas mid level, kami telah menyiapkan prosesor smartphone dengan core terbaru garapan kami yakni clovertrail+," ia menambahkan.


Lexington yang ditujukan bagi segmen entry level hadir dengan teknologi single core dengan kecepatan clock 1,2 GHz. Selain itu, Intel juga tidak luput menyematkan teknologi Hyper Threading dalam SoC garapannya tersebut.


Meski menyasar segmen entry level, Lexington telah mendukung konektivitas HSPA+ yang memungkinkan transmisi data hingga 21 Mbps.


Sedangkan Clovertrail+ yang disiapkan bagi segmen mid level telah dipersenjatai oleh teknologi dual core dengan kecepatan sama yakni 1,2 GHz. Namun pada Clovertrail+, Intel telah menyematkan pengolah grafis mumpuni di dalamnya yakni PowerVR SGX544 MP2.


Uniknya, berbeda dengan kebanyakan prosesor SoC smartphone yang mengusung arsitektur ARM di dalamnya, Intel justru tetap menggunakan arsitektur x86 pada prosesor SoC garapannya tersebut.


Namun meski begitu, Harry mengatakan arsitektur x86 yang digunakan tetap kompatibel dengan sistem operasi Android beserta aplikasinya berkat teknologi unik yang digunakan Intel.


"Meski menggunakan arsitektur x86, prosesor SoC kami mampu menjalankan Android beserta aplikasinya dengan lancar," tukasnya.


Kelebihan lain yang dimiliki prosesor SoC smartphone Intel adalah konsumsi dayanya yang diklaim lebih hemat, bahkan saat dibandingkan dengan produk sekelasnya. Dengan begitu perangkat smartphone yang menggunakan prosesor SoC Intel memungkinkan daya tahan baterai yang lebih lama.


Di Indonesia sendiri, Intel telah merilis ponsel pertama merek dalam wujud Acer Liquid C1. Smartphone ini mengusung prosesor Atom Z2420 single core berkecepatan 1,2 GHz, mesin grafis PowerVR SGX540 berkecepatan 400 MHz, serta RAM 1 GB.


( ash / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Google Keep Ancaman Serius Bagi Evernote




Google Keep (detikINET)


Jakarta - Google baru saja meluncurkan Keep, aplikasi pencatat pesan yang bisa disinkronisasikan ke berbagai perangkat. Aplikasi ini pun sudah terintegrasi dengan Google Drive. Dengan segala kempuanny, Google Keep merupakan ancaman bagi Evernote.

Sedikit banyak cara kerja Google Keep memang mirip dengan Evernote dan aplikasi pencatat lainnya. Piranti lunak untuk Android ini, bisa mencatat pesan untuk kemudian disimpan di 'awan' kemudian bisa disinkronisasi dengan perangkat lain, semisal komputer.


Google Keep juga sudah mencatat pesan secara dikte. Ini artinya, pengguna tinggal berbicara maka aplikasi ini akan secara otomatis akan mencatat semua ucapan pengguna. Selain itu di setiap catatan di Google Keep juga bisa diselipkan foto untuk memperkaya isi pesan.


Kehadiran Google Keep sejatinya sudah terendus beberapa waktu lalu, saat itu ada seorang developer yang mengaku menemukan Application Programming Pnterface (API) untuk Google Drive.


Dan kini, Google Keep sudah tersedia secara gratis di Google Play. Seperti dikutip detikINET dari blog resmi Google, Jumat (22/3/2013).


( eno / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»  

Dianggap Pesaing Siri, Apple Tolak Google Now?




Google Now (Ist.)


Jakarta - Kabar Google Now -- sebuah asisten digital yang ada di Android Jelly Bean -- untuk menyambangi iOS, tampaknya tidak akan benar-benar terwujud. Sebab, pesaing Siri tersebut ditolak masuk ke App Store.

Kepastian ini didapatkan dari Google Executive Chairman Eric Schmidt yang berbicara di Big Tent Summit, yang digelar di India. Dia merespons mengenai pertanyaan mengenai kemungkinan Google Now hadir di perangkat iOS.


"Anda harus membahas itu dengan Apple," tampik Schmidt.


"Apple memiliki kebijakan yang memberikan persetujuan atau penolakan aplikasi yang dikirimkan ke App Store, dan beberapa aplikasi yang kita buat mereka menyetujui dan beberapa ditolaknya," tambahnya, seperti detikINET kutip dari Cnet, Jumat (22/3/2013).


Google Now memang memiliki fungsi yang mirip dengan Siri, asisten digital untuk perangkat iOS. Hanya saja Google Now dibuat lebih personal sesuai dengan kebutuhan penggunanya, dan inilah yang membuat aplikasi itu banyak disukai.


Rumor kehadiran Google Now menyeruak, setelah disengaja atau tidak Google memamerkan video tentang Google Now di YouTube lengkap dengan ketersediaannya untuk platform lain, dalam hal ini adalah iOS. Akan tetapi video berdurasi 42 detik ini segera ditarik kembali dari YouTube.


Memang kepastian Google Now akan hadir di iDevice masih abu-abu. Pernyataan Schimdt boleh saja menolak, tapi melihat ke belakang saat Google Maps sempat diragukan hadir di iOS, nyatanya datang juga.


( tyo / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!



readmore »»