Fenomena Fotografi Mobile: Tongsis!

Jakarta - Penggemar fotografi mobile tengah kedatangan aksesoris baru yang ramai digunakan dan diperbicangkan orang. Namanya tongsis alias tongkat narsis!

Tongsis ini semacam tongkat yang dapat dipanjangkan hingga 1 meter. Di ujung tongkat terdapat tempat untuk menaruh ponsel atau perangkat portabel lainnya.


Alat ini biasanya digunakan untuk pengguna yang ingin mengambil foto dalam posisi wide yang lebih luas karena keterbatasan perangkat mobile.


Selain itu, bisa juga digunakan untuk memotret diri sendiri dengan latar belakang yang lebih luas. Ya, dari sini mungkin asal muasal kata tongsis menyebar.


"Tongsis ini sendiri sebetulnya merupakan monopod, Mono artinya satu, Pod ya tripod. Kalau tripod biasanya tiga kaki, nah monopod ini satu," jelas salah satu penjual tongsis ini, Stevanus, saat berbincang dengan detikINET.


Stevanus yang sudah berjualan tongsis dalam dua bulan terakhir awalnya tak sengaja menemukan tongsis. Dia berkisah dari perjalanannya ke London, Inggris.


Saat itu dia menemukan di sebuah toko aksesoris di London tongkat monopod untuk kamera action, GoPro. Tapi di ujungnya hanya ulir untuk menanamkan kamera tersebut.


"Menurut gue itu asyik banget kalau bisa dipakai buat ponsel. Pas gue cari di intenet, di China ternyata ada produk yang menjualnya. Nah, mulai dari situ gue mulai menjual di Indonesia," katanya.


Monopod yang dijual oleh Stevanus ini dibanderol dengan harga Rp 250 ribu dan dia mengklaim termasuk generasi ketiga alias yang paling baru.


"Tongsis ini memang cocok buat yang gemar pengguna yang foto narsis atau foto berkelompok tapi terbatas space," katanya setengah berpromosi.


(tyo/ash)



readmore »»  

Lenovo Tawarkan Tablet Murah ke Indonesia

Jakarta - Setelah mencoba peruntungan di pasar smartphone Indonesia, kini Lenovo memperkaya lini Android miliknya dengan kehadiran tablet berbasis OS besutan Google itu.

Selain dibekali spesifikasi yang terbilang mumpuni dikelasnya, tablet besutan Lenovo yang hadir dalam dua varian tersebut juga berusaha menggoda para konsumen lewat harga menarik khas Lenovo yang coba ditawarkannya.


Lenovo A1000


Diawali dengan A1000, meski mengincar segmen entry-level, varian tablet yang satu ini tak bisa dipandang sebelah mata berkat spesifikasi yang diusungnya.


Selain telah dibekali prosesor dual core berkecepatan clock 1,2 GHz, tablet yang dibanderol dengan harga Rp 1,2 jutaan ini juga telah mengandalkan kapasitas RAM mumpuni sebesar 1 GB.


Kelebihan itu bahkan masih ditambah dengan sepasang speaker stereo berteknologi Dolby Digital Plus di bagian depan. Teknologi audio mumpuni tersebut diklaim mampu menghadirkan pengalaman multimedia yang makin ciamik.


Lenovo juga tidak luput menyiapkan slot kartu SIM. Sayangnya jaringan GSM yang didukungnya hanya terbatas pada jaringan EDGE.


Selain itu, layarnya sendiri mengusung ukuran 7 inch dan menawarkan resolusi 1024x768 pixel. Adapun memori internal yang ditawarkannya adalah sebesar 4 GB dan Android yang diusungnya mengandalkan Jelly Bean versi 4.1


Lenovo A3000


Beralih ke A3000, tablet yang satu ini disiapkan untuk mengincar segmen yang lebih tinggi. Hal tersebut pun diakomodir dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Berbekal prosesor jenis quad core dengan kecepatan clock 1 GHz dan RAM sebesar 1 GB, A3000 memang bakal menawarkan kinerja mumpuni.


Memori internal yang diusungnya pun memiliki kapasitas yang terbilang melimpah untuk berbagai aplikasi yang bakal diinstal penggunanya dengan ukuran sebesar 16 GB.


Tidak hanya itu, Lenovo juga menghadirkan slot kartu SIM yang tidak hanya satu tapi sekaligus 2 slot. Dimana salah satunya berjalan pada jaringan 3G dan berfungsi sebagai sumber koneksi data, sementara slot lainnya hanya mendukung jaringan EDGE (2G) dan hanya berfungsi sebatas voice dan call.


Menariknya, meski ditawarkan dengan spesifikasi yang mumpuni, A3000 dibanderol oleh Lenovo dengan harga yang juga menarik yakni Rp 2,1 jutaan.


"Keluarga tablet Android terbaru Lenovo ini disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia, khususnya kalangan muda yang aktif yang saat ini telah banyak mengandalkan perangkat portable seperti tablet untuk menunjang aktivitasnya," ujar Rajesh Thadani, Country GM Lenovo Indonesia di Prive, FX Lifestyle X’nter, Jakarta, Kamis (29/8/2013).


"Kami percaya keluarga tablet Lenovo akan diterima pasar Indonesia berkat fleksibilitas khas Android yang ditawarkannya," tambahnya.


(yud/tyo)



readmore »»  

Harga Naik, Calon Pembeli Samsung Mundur?

Jakarta - Samsung masih mempertimbangkan untuk menaikkan harga seluruh produk mereka. Banyak anggapan bahwa hal ini akan membuat para calon pembeli mundur. Benarkah?

Rencananya, jika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tidak menguat, pada September 2013 nanti Samsung akan memberlakukan harga baru untuk produk mereka. Rata-rata nilainya 5%-10% lebih tinggi dari banderol saat ini.


Harga yang lebih tinggi sudah pasti membuat para calon pembeli berpikir dua kali untuk membeli produk yang diinginkan, apalagi di kalangan pengguna dengan dana terbatas. Bisa-bisa rencana awal membeli gadget yang diinginkan kandas begitu saja.


Namun Samsung punya pemikiran yang berbeda. Mereka yakin, harga baru yang mungkin akan berlaku nanti tidak akan membuat para konsumen mereka urung membeli.


"Saya rasa tidak. Mungkin yang terjadi mereka mengubah pilihannya, misalnya yang tadinya ingin membeli notebook 14 inch maka akan memilih 13 inch atau di bawahnya. Karena komputer itu sudah menjadi kebutuhan," prediksi Sung Khiun, IT Business Director, Samsung Elektronik Indonesia.


Pun begitu, dengan para calon pembeli notebook Samsung Ativ 9 Lite yang rata-rata sudah berpenghasilan cukup.


"Kalau kita lihat, Samsung Ativ itu bermain di atas harga Rp 6 juta. Di segmen ini konsumen masih punya daya beli yang cukup walau dengan kenaikan 5%-10%," kata Sung, usai meluncurkan jajaran Samsung Ativ Book 9 Lite di Plaza Bapindo, Kamis (29/8/2013).


(eno/fyk)



readmore »»  

4 TV Toshiba Pro Theatre Manjakan Pecinta Film

Singapura - Perusahaan elektronik ternama asal Jepang, Toshiba kembali meluncurkan televisi terbarunya. Produk berkonsep Pro Theatre ini pun siap memanjakan para pecinta film.

Keempat produk tersebut yakni L9300 Series, L4300 Series dengan OS Android, L3300 Series dengan fitur Turbo LED dan Detail Booster, dan L2300 dengan fitur USB Movie.


"Film memberi kita pengalaman menonton yang paling mendalam, karena penonton bisa merasakan gairah dan pikiran yang dituangkan oleh sang penulis, sutradara serta kru film ke dalamnya, menjadi sebuah kenyataan yang menakjubkan. Kami ingin melakukan hal yang sama dengan seri Pro Theatre," ujar President of Digital Products and Services Company Toshiba, Shigenori Tokumitsu di Hotel Shangri-La, Singapura, Kamis (29/8/2013).


Tokumitsu mengatakan, pemasaran produk terbaru Toshiba ini akan lebih difokuskan pada pasar ASEAN yang tengah mengalami pertumbuhan ekonomi sangat baik.


Menurutnya, Toshiba menempatkan pertumbuhan ekonomi ASEAN sebagai landasan strategi pemasarannya. Salah satunya dengan menyediakan produk bernilai tinggi yang sesuai dengan perubahan gaya hidup masyarakat ASEAN.


"Toshiba Pro Theatre ini varian baru dari tren TV LED yang dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik tidak saja bagi penonton, tapi juga produser dan profesional," tambahnya.


Semua tipe seri terbaru tersebut dilengkapi fitur Intelligent Auto View, sebuah teknologi yang lebih memantau tingkat intensitas cahaya dan aspek lain di sekitar ruangan. Fitur ini akan menyesuaikan parameter gambar seperti suhu warna, kedalaman warna, ketajaman, dan backlight secara otomatis.


Toshiba mengklaim teknologi terbarunya ini dibuat berdasarkan studi karakteristik otak dan mata manusia serta analisis parameter gambar di monitor profesional yang biasa digunakan para pembuat film.


(rmd/ash)



readmore »»  

Panasonic Mundur dari Pasar Smartphone

Jakarta - Panasonic merampungkan rencananya keluar dari pasar smartphone di Jepang. Perusahaan asal negeri sakura itu juga mengaku telah mendekati sejumlah pembeli potensial bisnis cellular base station-nya.

Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (29/8/2013), Panasonic akan resmi mengakhiri aktivitas produksi di satu-satunya pabrik smartphone miliknya pada Maret 2014. Ini akan menjadi penanda resmi hengkangnya Panasonic dari pasar smartphone.


Kepada operator telekomunikasi NTT DoCoMo, Panasonic telah memberitahukan akan berhenti memasok ponsel baru mulai musim dingin tahun ini. Meski demikian, Panasonic masih akan menyediakan model ponsel khusus kalangan korporat untuk pasar asing.


"Produksi dan penjualan domestik ponsel konvensional masih akan dilanjutkan," demikian dilaporkan bursa saham Nikkei. Laporan itu juga menyebutkan, Panasonic berniat menjual bisnis cellular base station-nya. Indikasi ini terlihat dari pendekatan yang dilakukan Panasonic ke sejumlah pembeli potensial, salah satunya Nokia.


Bukan tanpa sebab, Panasonic memutuskan mundur dari pasar smartphone. Juli silam tercatat penjualan ponsel Panasonic menurun tajam pada periode April-Juni.


Hal ini sedikit banyak dipengaruhi keputusan NTT DoCoMo, operator yang mendistribusikan ponselnya, yang mengadopsi strategi marketing baru. NTT DoCoMo menawarkan diskon besar-besaran untuk smartphone buatan Sony dan Samsung.


Panasonic sendiri memang terbilang tak terlalu menonjol untuk produk smartphone. Beberapa ponselnya sempat mencuri perhatian, namun kemudian tenggelam. Pada 2012, Panasonic merilis Eluga, ponsel berbasis Android yang memiliki kelebihan tahan air.


(rns/fyk)



readmore »»  

Siap-siap! Dolar Melonjak, Gadget Samsung Ikut Naik Harga

Jakarta - Seiring dengan nilai tukar dolar Amerika yang terus membumbung tinggi, sejumlah produsen elektronik mengaku akan menaikan harga produk mereka. Termasuk raksasa Samsung.

Hingga saat ini nilai tukar dolar Amerika terhadap rupiah terus merangkak naik, tembus hingga di atas Rp 11.000 dari yang sebelumnya biasa berkutat di angka Rp 9.000. Otomatis, hal ini berdampak pada industri komputer Tanah Air.


Harga berbagai komponen komputer sudah ikut naik, namun Samsung mengaku masih ingin coba bertahan walau kondisi ekonomi saat ini masih belum menunjukan tanda perbaikan.


"Saat ini kita masih pakai nilai tukar yang lama, masih yang di bawah Rp 10.000. Karena memang kalau bisa ditahan, ya kita tahan," kata Sung Khiun, IT Business Director, Samsung Elektronik Indonesia.


Tapi kondisi itu tampaknya tidak akan berlangsung lama. Cepat atau lambat, jika nilai tukar rupiah belum juga menguat, maka Samsung terpaksa akan menaikan harga jual seluruh produk mereka yang ada di Indonesia.


"Kemungkinan kalau memang ada kenaikan di mulai September nanti," seloroh Sung.


Pria ramah berkacamata itu mengaku belum mengetahui berapa besar kenaikannya nanti, bisa jadi akan berada di sekitar 5%-10% dari harga banderol saat ini. Kenaikan ini pun diprediksi akan terjadi pada semua produk Samsung.


"Mungkin nanti kenaikannya akan bertahap," tandas Sung, usai meluncurkan jajaran Samsung Ativ Book 9 Lite di Plaza Bapindo, Kamis (29/8/2013).


(eno/ash)



readmore »»  

Google Hadirkan Video Kualitas HD di Google+ Hangout

Jakarta - Kabar gembira bagi pengguna layanan video chat milik Google, Hangout. Baru saja, Google mengumumkan telah menghadirkan video berkualitas HD di layanannya tersebut.

Sebelumnya, kualitas HD ini sudah bisa dicicipi, namun bagi sebagian user saja. Google menjanjikan dalam beberapa minggu ke depan, semua pengguna akan sudah bisa menikmatinya.


Google menggarisbawahi bahwa untuk melakukannya, pengguna harus memiliki webcam dengan kemampuan HD, juga bandwith serta processing power yang lebih baik dibandingkan dengan video chat biasa.


Sebelumnya, GigaOm, seperti dilansir, Kamis (29/8/2013), melaporkan bahwa perusahaan teknologi tersebut diam-diam sudah melakukan transisi Hangouts dari H.264 video codec ke VP8. VP8 sendiri adalah open source codec yang dirilis Google tahun 2010 silam.


Adapun keuntungan memakai VP8 adalah memungkinkan pemakaian Hangout dalam HD. Ini adalah langkah pertama yang dilakukan Google sebagai persiapan menuju WebRTC yang memungkinkan pengguna melakukan video chat di browser tanpa butuh plugin apapun.


Namun Vice President of Engineering Google, Chee Chew mengatakan untuk sekarang ini WebRTC masih belum matang sehingga sepertinya masih butuh waktu lama untuk menuju standar tersebut.


(sha/ash)



readmore »»