Perang Paten Apple-Samsung Diselesaikan Dua Nakhoda?

Jakarta - Perang paten yang terjadi antara Apple dan Samsung pastinya cukup mengganggu. Kedua petinggi dari raksasa elektronik yang telah lama berseteru ini pun disebutkan akan saling bertemu untuk melakukan mediasi. Mau berdamai?

Tak tanggung-tanggung, pertemuan tersebut kabarnya akan dilakukan oleh CEO Apple Tim Cook dan CEO Samsung Oh-Hyun Kwon.


Kedua nakhoda ini disebutkan bakal berbicara dengan fokus pada masalah paten yang memang selama ini bikin panas hubungan kedua perusahaan.


Belum jelas apa goal yang diinginkan Cook dan Kwon. Namun berdasarkan catatan pengadilan, pengacara dari kedua kubu sebelumnya telah saling bertemu guna membahas ‘settlement opportunities’ atau peluang penyelesaian oleh kedua belah pihak.


Pertemuan itu sendiri rencananya akan dilakukan pada 19 Februari mendatang. Bukan tidak mungkin pertemuan ini juga akan mempengaruhi hubungan kedua vendor ke depannya, yang tak dapat dipungkiri sebenarnya masih saling membutuhkan.


(yud/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Peran Paten Apple-Samsung Diselesaikan Dua Nakhoda?

Jakarta - Perang paten yang terjadi antara Apple dan Samsung pastinya cukup mengganggu. Kedua petinggi dari raksasa elektronik yang telah lama berseteru ini pun disebutkan akan saling bertemu untuk melakukan mediasi. Mau berdamai?

Tak tanggung-tanggung, pertemuan tersebut kabarnya akan dilakukan oleh CEO Apple Tim Cook dan CEO Samsung Oh-Hyun Kwon.


Kedua nakhoda ini disebutkan bakal berbicara dengan fokus pada masalah paten yang memang selama ini bikin panas hubungan kedua perusahaan.


Belum jelas apa goal yang diinginkan Cook dan Kwon. Namun berdasarkan catatan pengadilan, pengacara dari kedua kubu sebelumnya telah saling bertemu guna membahas ‘settlement opportunities’ atau peluang penyelesaian oleh kedua belah pihak.


Pertemuan itu sendiri rencananya akan dilakukan pada 19 Februari mendatang. Bukan tidak mungkin pertemuan ini juga akan mempengaruhi hubungan kedua vendor ke depannya, yang tak dapat dipungkiri sebenarnya masih saling membutuhkan.


(yud/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Telkom Perkuat Jaringan WiFi di Bandara Halim

Jakarta - Kembali beroperasinya bandara Halim Perdanakusuma untuk rute penerbangan komersil, coba dimanfaatkan Telkom untuk menjaring pelanggan data yang membutuhkan koneksi internet lewat jaringan WiFi.

"Menyambut dibukanya kembali Bandara Halim Perdanakusuma, Telkom telah menyiapkan fasilitas telekomunikasi yang akan mendukung kegiatan operasional bandara," ujar Vice President Public Relations Telkom, Arif Prabowo di Jakarta, Jumat (10/1/2014).


Untuk mendukung dan melengkapi infrastruktur jaringan telekomunikasinya di bandara Halim, Telkom menambah sekitar 40 titik akses poin layanan Wifi.id yang koneksinya disalurkan melalui jaringan serat optik dan infrastruktur BTS Telkomsel.


Penambahan kapasitas jaringan ini, menurut Executive General Manager Divisi Telkom Barat Prasabri Pesti, diperkuat agar akses internet melalui koneksi nirkabel dapat dinikmati di seluruh area bandara.


"Layanan ini selain sebagai sarana pendukung bandara, diharapkan juga dapat membantu calon penumpang maupun pengantar penumpang dalam mengakses jaringan internet," kata Prasabri dalam kesempatan yang sama.


Ia menambahkan, saat ini Telkom telah menggelar infrastruktur fiber optik yang menghubungkan bandara Halim Perdanakusuma. Sementara untuk kenyamanan pelanggan selular, Telkomsel telah menyiapkan satu combat macro dan satu BTS micro.


"Penambahan infrastruktur ini untuk mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi, terutama saat peresmian pada hari ini," ujarnya lebih lanjut. Seperti diketahui, bandara Halim Perdanakusuma mulai diberlakukan menjadi bandara komersial terhitung sejak 10 Januari 2014.


“Beroperasinya kembali Bandara Halim Perdanakusuma untuk penerbangan komersial dengan fasilitas ICT yang memadai tentulah dambaan banyak orang. Telkom mendukung penuh rencana tersebut dengan menjamin terselenggaranya layanan telekomunikasi yang memadai di seluruh area Bandara,” pungkas Arif Prabowo.


(rou/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Wow! Monster Keluar dari Layar

Las Vegas - Pengunjung Consumer Electronics Show (CES) 2014 di Las Vegas, Amerika Serikat, tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah monster dan ikan paus yang keluar dari layar yang terpasang di booth milik Intel. Keriuhan pun terjadi di pameran teknologi terbesar tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, sejumlah orang yang memegang laptop dan tablet mengangkat perangkatnya tinggi-tinggi. Lalu yang terjadi di luar dugaan, kelompok makhluk raksasa tersebut berhasil 'ditangkap' dengan tablet.


"Inilah inovasi software dan hardware terbaru kami yang disebut teknologi RealSense. Ini merupakan gabungan antara kamera 3D, 2D dan Augumented Reality. Inilah inovasi masa depan," ujar pihak Intel di panggung CES 2014, kepada sejumlah pengujung, termasuk detikINET.


Laptop dan tablet yang berhasil ‘menangkap’ monster yang keluar tersebut, tak cuma dikurung di dalam perangkat. Karena pengguna bisa memanfaatkannya seperti mencubitnya, menggesernya atau lain sebagainya.



"Dengan inovasi teknologi RealSense yang kami bawa. Intel ingin memberikan pengalaman yang baru dan mengubah cara orang nantinya dalam berkolaborasi melalui bekerja seperti video conference, belajar di kelas dan lain sebagainya,” sebut pihak Intel.


Saat ini, Intel juga baru saja mengumumkan Kamera RealSense 3D sebagai lini keluarga pertama dari teknologi RealSense 3D ini. Dengan kamera in augumented reality, teknologi 3D dan 2D bisa digabungkan menjadi satu.Next


(tyo/ash)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Ponsel 'Rakitan' ZTE Komponennya Bisa Di-upgrade

Las Vegas - Masih ingat ponsel modular yang tengah dikembangkan ZTE dan Motorola dengan sebutan Eco-Mobius dan Project Ara? Ponsel bergaya rakitan ala komputer PC ini masih dalam proses riset mendalam.

Membuktikan pernyataannya, ZTE pun memamerkan ponsel modular Eco-Mobius garapannya pada event CES 2014. Meski masih sebatas prototipe, Eco-Mobius cukup dapat menggambarkan seperti apa ponsel modular nantinya.


Terlihat ponsel modular ZTE Eco-Mobius terdiri dari beberapa bagian utama yang dapat dipisah yakni prosesor, RAM, memori internal, kamera, dan baterai. Bagian-bagian inilah yang nantinya dapat leluasa di-upgrade oleh penggunanya layaknya sebuah PC rakitan.


Seperti misalnya pengguna menginginkan prosesor yang lebih kencang, ukuran RAM ataupun memori internal yang lebih besar, hingga penggantian modul kamera dengan kemampuan yang lebih spesifik. Semua hal tersebut kelak bakal dimungkinkan pada ponsel modular.


Pun begitu, sesuai pernyataan ZTE, penggila gadget yang penasaran dengan ponsel modular masih harus menantikan kehadirannya cukup lama. ZTE memperkirakan masih sekitar 2 tahun lagi.


Seperti juga Motorola dengan project Ara, memang bukan perkara mudah bagi kedua produsen ini untuk menghadirkan ponsel modular yang diyakini bakal merubah peta teknologi smartphone ke depannya.


(yud/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Intel Wujudkan Gaya Bekerja ala Tony Stark

Las Vegas - Penggemar berat Film Iron Man pasti paham bagaimana Tony Stark mendesain baju zirah pertamanya bergaya gabungan hologram dan teknologi 3D. Imajinasi seperti itu, mulai diwujudkan oleh Intel.

Seperti yang didemokan di salah satu sudut booth Intel di Consumer Electronics Show (CES) 2014. Perangkat besutan Zspace ini menampilkan cara membuat desain ala Autocad dengan tampilan 3 dimensi.


“Tak cuma tiga dimensi, pengguna juga bisa berinteraksi dengan gesture gerakan tangan dalam bentuk gambar hologram. Sehingga, arsitektur gambar yang ditampilkan lebih nyata,” jelas staf Intel Terr Nate, kepada detikINET, di CES 2014, Las Vegas, Amerika Serikat.


Perangkat ini memang tak terbilang ringkas, karena ada beberapa bagian piranti untuk mendukung teknologi tersebut. Sacara garis besar, alat ini terdiri dari layar besar, stylus, kamera pemindai dan kacamata khusus.


Di layar yang seperti tablet berukuran besar itu, pada bagian sisi-sisinya terdapat kamera untuk memindai gerakan tangan. Plus kamera utama di bagian kanan.


“Sedangkan stylus ini berguna untuk membuat desain atau menggambar arsitektur yang diinginkan. Kacamata ini berguna untuk menampilkan tampilan hasil gambar secara hologram,” ungkapnya lagi.


Dan benar saja saat dijajal detikINET, Anda akan merasa seperti si Tony Stark yang sedang membuat baju Iron Man. Bermain-main dengan gambar, tak hanya cuma menggunakan stylus, tapi juga sentuhan tangan.


“Ya, gambar yang ditampilkan tak cuma dalam bentuk hologram saja, namun juga mampu dalam bentuk tampilan tiga dimensi. Dan semuanya terdapat otak Intel di dalamnya,” tandasnya.


(tyo/fyk)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»  

Lenovo Ogah Usung Teknologi Intel Dual OS

Jakarta - Sesaat setelah Intel mengumumkan fitur anyar Intel Dual OS, Asus langsung mengumumkan produk pertamanya yang telah mengusung fitur tersebut. Berkebalikan dengan Lenovo, produsen asal China ini justru pesimistis dengan kesuksesan Intel Dual OS di pasaran nantinya.

Menurut Presiden Lenovo AS, Jay Parker, banyak konsumen yang disebutnya akan tetap memilih menggunakan dua perangkat berbeda guna menunjang aktivitasnya sehari-hari, ketimbang satu perangkat dengan fitur Intel Dual OS di dalamnya.


“Saya tidak melihat itu (Intel Dual OS-red) sebagai peluang pasar yang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Saya percaya pasar lebih memilih menggunakan beberapa sistem operasi dan ekosistem (dengan perangkat yang berbeda-beda),” ucap Parker dalam wawancaranya dengan Venture Beat, seperti detikINET kutip, Jumat (10/1/2014).


Sejauh ini, Lenovo memang memiliki jajaran produk yang melimpah, baik yang menggunakan Windows ataupun yang mengandalkan Android. Dengan banyaknya produk tersebut, bisa jadi hal ini menjadi alasan Lenovo yang ogah mengadopsi fitur Intel Dual OS.


Sebab bila Lenovo menggunakan fitur Intel Dual OS, artinya potensi pasar perangkat Windows dan Android yang digeluti Lenovo bakal mengerucut. Pun begitu, dugaan tersebut bersifat tentatif karena mungkin Lenovo memiliki pertimbangan lain.


(yud/ash)


Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!




readmore »»