Pria Ini Ngotot Ingin Nikahi MacBook

Jakarta - Jatuh cinta terkadang memang tak pandang bulu. Tapi kelakuan pria asal Amerika Serikat ini terbilang aneh dan tidak masuk akal. Pasalnya dia merasa jatuh cinta dan ngotot ingin menikahi MacBook miliknya. Edan!

Chris Servier mengajukan mosi setebal 50 halaman agar bisa naik banding ke pengadilan AS. Pengajuan ini dilakukan karena permohonan untuk menikahi 'calon istrinya' tersebut ditolak Pemerintah Negara Bagian Utah.


"Pemerintah Utah melakukan diskriminasi kepada dengan menolak keinginan saya untuk menikahi komputer saya," demikian sepenggal isi gugatan Servier.


Servier, seperti kekasih lainnya, mengaku jatuh cinta terhadap MacBook miliknya, ia pun bertekad ingin segera menikahi komputer jinjing tersebut. Seperti dikutip detikINET dari Huffington Post, Kamis (8/5/2014).


Perilaku aneh itu muncul karena hobi Servier yang gemar menyimpan video porno di dalam Macbook. Kebiasaan ini kemudian memunculkan rasa cinta terhadap komputer jinjing buatan Apple tersebut.


Jaksa yang menangani kasus unik itu tak ingin mengeluarkan izin karena pernikahan Servier dengan Macbook dianggap tidak wajar. Bahkan di sana larangan itu disamakan dengan pernikahan sesama jenis yang juga dilarang.


Pengajuan banding atas ditolaknya izin untuk menikahi Macbook ternyata bukan pertama kalinya diajukan Sevier, tahun lalu ia juga melakukan hal serupa di Florida. Namun gugatannya itu tak pernah ditanggapi.


(eno/tyo)



readmore »»  

Apa Tantangan Cloud Computing di Masa Depan?

Los Angeles - Tren sistem cloud computing terus mendapatkan tempat popularitasnya. Setelah diperkenalkan beberapa tahun terakhir, komputasi awan yang tak terbendung ini juga menghadapi tantangan di masa depan.

Banyak hal yang harus dipersiapkan perusahaan sebelum memutuskan untuk membuat sistem berbasis komputasi awan. Mulai dari infrastuktur, jaringan, hingga

berbagai perangkat yang nantinya akan digunakan oleh pengguna.


Bersamaan dengan era komputasi awan, dunia IT pun dimeriahkan dengan tren Bring Your Own Device (BYOD) dan ruang kerja mobile. Dengan perkembangan teknologi yang tak berhenti, apalagi yang akan menjadi tantangan komputasi awan?


"Tantangan ada pada apakah kita mampu membuat cloud yang bisa diakses dengan mudah dalam segala bentuk. Jadi tantangannya ada pada kemudahan diaksesnya," ungkap VP Marketing & Business Development at Citrix Systems Krishna Subramanian, saat ditemui detikINET di sela-sela Citrix Synergy di Anaheim Convention Center, Los Angeles.


Ditambahkan Krishna, komputasi awan juga harus mampu membantu perusahaan lebih efisian karena dengan menyediakan sistem berbasis komputasi awan akan mengurangi biaya managing infrastruktur.


"Bukan masanya lagi IT perusahaan hanya berkutat pada managing infrastruktur karena itu tidak mengurangi cost. Biarlah mereka fokus pada cloud service terhadap penggunanya," tambahnya.


Khusus di Indonesia, Krishna menambahkan ada dua tantangan yang dihadapi. "Pertama adalah biaya dan yang kedua soal simplicity. Kami di Citrix menyediakan platform yang sangat mudah dijalankan, itu membuat konsumen kami di Indonesia terus bertambah."


Krishna bercerita mengenai salah satu konsumen Citrix di Indonesia yang berasal dari pemerintahan yaitu Kementerian Pendidikan. Kementerian membangun community cloud dimana sekolah dari seluruh Indonesia bisa mengakses virtual apps, XenDesktop serta common cloud.


"Program ini berlangsung hampir tanpa hambatan karena solusi kami memiliki protokol yang memungkinkannya bekerja dengan low bandwith. Konsumen juga mendapatkan keuntungan karena mereka bisa menekan biaya dan melayani kebutuhan stake holder," pungkasnya.


(mel/tyo)



readmore »»  

Siap-siap Banjir Android Murah, di Bawah Rp 200 Ribu

Jakarta - Semakin hari harga smartphone kian terjangkau. Bahkan menurut ARM, dalam beberapa bulan ke depan akan ada ponsel Android dengan harga di bawah Rp 200 ribu.

Ya, jika dipikir-pikir harga ponsel kini memang kian terjangkau. Dengan ponsel Rp 1 jutaan pengguna sudah mendapat sebuah smartphone layar sentuh lengkap dengan berbagai fitur canggih. Sangat berbeda dengan kondisi sekitar 3-4 tahun lalu.


Pesatnya pertumbuhan ponsel dan harganya yang kian terjangkau tak luput dari peran ARM. Merekalah yang merancang chip untuk berbagai perangkat, mulai dari server, laptop, ponsel, tablet hingga jam tangan pintar


Sejak 1993 hingga kini chip hasil rancangan ARM sudah dikapalkan sedikitnya 50 miliar unit, dan 10 miliar di antara itu terjadi sepanjang 2013 lalu. Prediksi mereka akan lebih banyak lagi chip yang diproduksi dengan harga terjangkau.


Prediksi ARM, yang dikutip detikINET dari Anandtech, Kamis (8/5/2014), dalam beberapa bulan ke depan akan mulai banyak ponsel Android dengan harga USD 20, atau setara Rp 200 ribu. Spesifikasinya memang tidak mewah, tapi tentunya sudah cukup memenuhi kebutuhan komunikasi sehari-hari.


Bahkan menurut ARM ponsel di bawah USD 20 sudah bisa dibuat mulai detik ini dengan menggunakan chip Cortex A5 (single core). Terkesan jadul memang, tapi chip jenis itu pun sudah lebih kencang dibanding prosesor milik versi pertama iPhone yang dulu dijual USD 599.


(eno/eno)



readmore »»  

Kejahatan Cyber Makin Menggila

Jakarta - Sepanjang tahun 2013 lalu, dunia keamanan internet diguncang beragam peristiwa penting. Serangan demi serangan membuat kejahatan cyber melonjak signifikan.

Dalam laporan terbaru Internet Security Threat Report Symantec 2014 disebutkan terjadi peningkatan serangan hingga 62% bila dibandingkan di tahun 2012. Peristiwa Zero-day adalah salah satunya.


Direktur Sales Marketing Symantec Asean dan Asia David Kei mengatakan bahwa, sepanjang tahun lalu serangan cyber menyebabkan 552 juta identitas telah berhasil dicuri. Naik dua kali lipat bila dibandingkan tahun 2011, yang jumlahnya mencapai 232 juta.


"Mereka (penjahat cyber,red) kini lebih sabar untuk mengatur serangannya untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dan lebih baik," ujar Lei, di Jakarta.


Selain itu, yang menjadi catatan dari Symantec adalah, di tahun 2013 silam kerentanan zero-day melonjak dibadingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat jumlahnya naik 61%.


"Kerentanan zero-day diincar karena mereka memberikan penyerang alat untuk diam-diam menginfeksi korban mereka tanpa tergantung pada rekayasa sosial," katanya lagi.


Syamantec mencatat, ada 23 kerentanan zero-day yang ditemukan mewakili peningkatan sebesar 61% dari tahun 2012 dan lebih dari dua tahun sebelumnya yang digabungkan.


(tyo/tyo)



readmore »»  

Galaxy S5 Mini Sempat Nongol di Situs Samsung

Jakarta - Seperti pendahulunya, Galaxy S5 hampir dipastikan juga akan memiliki sejumlah varian, salah satunya adalah Galaxy S5 Mini. Disengaja atau tidak, situs Samsung baru-baru ini memajang varian yang diduga sebagai versi mini dari Galaxy S5 tersebut.

Namun hal tersebut tak berlangsung lama karena beberapa saat setelahnya halaman yang dimaksud tak lagi dapat diakses. Untungnya, pemilik akun @evleaks berhasil menjepret penampakan Galaxy S5 Mini di halaman tersebut yang kemudian disebarnya ke publik.


Beredarnya kabar yang menyebutkan Galaxy S5 Mini akan memiliki layar 4,5 inch sepertinya benar. Di bocoran gambarnya, Galaxy S5 Mini terlihat mengusung dimensi yang tak terlalu berbeda jauh dengan Galaxy S5 versi standar yang berbentang layar 5,1 inch.


Bukti sebagai Galaxy S5 Mini juga semakin kuat kala menyisir ke bagian kamera. Absennya sensor detak jantung di sebelah lampu flash LED juga sejalan dengan gosip yang mengatakan Galaxy S5 Mini tak akan dibekali fitur kesehatan tersebut.


Informasi lainnya yang terungkap dari bocoran gambar yang dibeberkan @evleaks adalah lima pilihan warna yang bakal ditawarkan, yakni putih, hitam, emas, biru, dan kuning. Demikian seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Rabu (7/5/2014).


Menyoal jeroannya, kabarnya Galaxy S5 Mini bakal dijejali Snapdragon 400 dengan kapasitas RAM 1.5 GB, resolusi qHD, dan Android 4.4 Kitkat. Selain itu Galaxy S5 Mini juga akan tetap mempertahankan salah satu keunggulan Galaxy S5 yakni anti air.


(yud/rou)



readmore »»  

HP Gelontorkan Rp 11,5 Triliun untuk Bisnis 'Awan'

Jakarta - Hewlett-Packard (HP) berencana menggelontorkan lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 11,5 triliun dalam rentang dua tahun ke depan demi memoles produk dan layanan cloud computing yang ditawarkan.

Rencana itu bersamaan dengan pengumuman HP yang akan membuat OpenStack untuk layanan cloud publiknya yang tersedia di 20 data center dalam 18 bulan ke depan. OpenStack, proyek cloud computing yang didirikan HP, menyediakan platform cloud computing open source gratis bagi publik dan layanan private cloud.


"Tantangan customer saat ini melampaui cloud. Antara lain termasuk bagaimana mengaturnya, mengontrol serta skala aplikasi dalam lingkungan hybrid yang memperluas banyak pendekatan teknologi," ujar Martin Fink, Executive Vice President & Chief Technology Officer HP, seperti detikINET kutip Reuters, Rabu (7/5/2014).


Untuk mewujudkan rencananya itu, HP pekan lalu menandatangani kesepakatan kontrak dengan manufaktur asal Taiwan Foxconn Technology Group, untuk membuat server penyedia layanan cloud computing.


Layanan cloud kian populer tak hanya di kalangan perusahaan berskala besar, tetapi juga startup. Mereka umumnya bergantung pada komputer yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan seperti Amazon dan Google, ketimbang membeli perlengkapan sendiri.


Amazon dan Google baru-baru ini memangkas harga layanan cloud computing mereka, karena semakin banyak perusahaan yang meramaikan pasar ini. Cisco Systems Maret silam menawarkan layanan cloud dan menganggarkan hingga USD 1 miliar dalam dua tahun ke depan.


Sementara itu Microsoft, akan meningkatkan penawaran cloud storage-nya untuk pengguna kalangan bisnis hingga 40 kali lipat. Tak heran, HP pun bersemangat menggarap layanan cloud miliknya.


(rns/rou)



readmore »»  

Bahaya! Smartwatch Jadi Incaran Penjahat Cyber

Jakarta - Wearable device seperti smartwatch dan fitness tracker memang sedang booming. Namun hati-hati, justru gadget tersebut sedang getol-getolnya diincar para penjahat cyber untuk sarana mencuri informasi penting.

Seperti dilaporkan Symantec dalam Internet Security Threat Report 2014, piranti semacam smartwatch atau fitness tracker pun bisa menjadi sumber malapateka bagi penggunanya.


“Ya, wearable device tak luput dari sasaran. Mereka bisa saja mencuri informasi seperti riwayat kesehatan Anda dan sebagainya,” tutur Direktur Security Sales Symantec Asean dan Korea saat ditemui di Hotel Intercontinental, Jakarta, Selasa (7/5/2014).


Terkesan sepele memang jika kita mendengar para penjahat cyber mencuri informasi semisal riwayat kesehatan, penyakit diabetes, tekanan darah, atau penyakit lainnya yang diderita oleh si pemilik fitness tracker atau wearable device lainnya.


“Tapi jangan salah hal itu sangat berguna bila yang dicuri adalah orang penting dan dimanfaatkan oleh musuh orang itu untuk menjatuhkannya,” tambahnya.


Selain masih belum banyak pengguna wearable device, kebanyakan perangkat ini juga belum berdiri sendiri. Maksudnya, penggunaanya masih memerlukan device lain seperti pairing Bluetooth.


“Justru itu, lewat Bluetooth atau WiFi itulah penjahat bisa melakukan aksinya melalui udara. Itu berbahaya dan mesti diwaspadai oleh pengguna wearable device,” tandasnya.


(tyo/rou)



readmore »»