Cortana Ingin Seperti 'Scarlett Johansson'

Jakarta - Menyaksikan film 'Her', semua pasti setuju bagaimana asisten digital begitu menjiwai tugasnya. Sampai-sampai user jatuh cinta dengan teman barunya tersebut. Hal itu ternyata dekat dengan kita, dan mulai terwujud.

Cortana merupakan asisten digital yang dibesut oleh Microsoft untuk dibenamkan ke sistem operasi Windows Phone terbaru. Cortana berbeda dengan layanan sejenis, karena Cortana ingin dibuat 'semanusiawi' mungkin.


Cortana adalah satu-satunya asisten smartphone yang datang dengan sifat 'manusiawinya'. Dan sulit untuk tidak melihat kesamaan antara Cortana dengan artificial intelligence (Al) yang di film 'Her' diisi suaranya oleh si seksi Scarlett Johansson.


Keputusan Microsoft untuk menanamkan Cortana dengan kepribadian berasal dari satu tujuan akhir, yaitu lebih mengikat pengguna.


"Kami melakukan penelitian dan menemukan bahwa orang lebih cenderung untuk berinteraksi dengan mesin ketika mereka merasa lebih manusiawi, " kata Susan Hendrich, salah satu tim yang mengembangkan Cortana ini.


Untuk menggambarkan bahwa yang diinginkan manusia dengan mesin adalah dinamis, Hendrich menunjuk pengalaman neneknya dengan vacum cleaner yang dinamai Roomba


"Dia (neneknya) memberi nama dan kepribadian untuk benda mati, dan itu membawa sukacita dan rasa bahagia baginya," ceritanya, seraya dia ingin agar pengguna Windows Phone merasakan hal yang sama.Next


(tyo/ash)

readmore »»  

Alat Kecil Ini Bisa Salurkan Internet Ngebut di Gedung 50 Lantai

Penang - Dalam acara FTTH Council Asia Pasific Conference yang berlangsung di Penang, Malaysia, puluhan perusahaan penyedia jasa dan infrastuktur internet memamerkan produk-produk andalannya. Berbagai solusi infrastruktur internet dipamerkan, kebanyakan produk berbasis fiber optik.

Salah satu perusahaan yang ikut dalam konferensi itu, TE Connectivity memamerkan benda berukuran tak lebih dari 70x50 cm yang punya fungsi mencengangkan.


Powered Fiber Cable -- demikian nama alat tersebut -- memiliki fungsi untuk menyalurkan jaringan internet di gedung sampai 50 lantai. Para penghuni gedung tak perlu menggunakan kabel LAN agar bisa mengakses internet dengan kecepatan tinggi.


Selain itu, dalam waktu yang bersamaan alat itu juga bisa digunakan untuk menyalurkan sumber tenaga bagi lampu lalu lintas yang berada hingga 1 km dari gedung utama. Powered Fiber Cable juga bisa digunakan untuk mengontrol kamera CCTV.


"Dalam alat ini ada 3 kabel fiber yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk memasok internet di gedung yang mempunyai tinggi 20-50 lantai. Dan Anda tidak perlu menggunakan kabel lagi, karena kita bisa gunakan cara wireless," kata Vice President of Product Management Broadband Network Solution Division, TE Connectivity, Mark Hesling di Hotel Equatorial, Penang, Malaysia, Kamis (5/6/2014).


Mark menjelaskan, alat yang dibuat perusahaannya itu mampu mengcover akses internet dengan kecepatan setara 4G. Selain itu, dalam radius 1 km dari gedung utama juga masih bisa mendapatkan akses Wifi.


"Prinsipnya, TE Powered Fiber Cable ini akan menyalurkan tenaga dan data dari data dan power center. Bedanya, anda tak perlu menggunakan banyak alat dan kabel," jelasnya.


Saat ini, Powered Fiber Cable sudah mulai dipasarkan di Amerika. Namun, dalam waktu dekat sudah akan memasuki pasar Asia, termasuk Indonesia.


(kha/ash)



readmore »»  

Vendor Jaringan Wait and See Terkait Pilpres Indonesia

Penang - Proses pilpres yang tengah berlangsung di Indonesia ternyata menyedot perhatian dunia internasional, termasuk pebisnis jaringan telekomunikasi. Mereka pun wait and see terhadap hasil pilpres di Indonesia.

Para pengusaha telekomunikasi yang tengah berada di Penang, Malaysia untuk mengikuti FTTH Council Asia Pacific Conference mengungkapkan perhatiannya terhadap suhu politik Indonesia. Sebab presiden yang akan terpilih nanti akan menentukan kebijakan Indonesia di sektor komunikasi dan jaringan.


"Indonesia sekarang sedang dalam proses politik, kami pengusaha masih wait and see," kata Vice President of Product Management Broadband Network Solution Division TE Conectivity, Mark Hesling di hotel Equatorial, Penang, Malaysia, Kamis (5/6/2014).


Menurut Mark, pangsa pasar di Indonesia dalam hal penggunaan fiber optik untuk distribusi akses internet saat ini cukup signifikan. Bahkan, tahun 2013, TE mencatat penjualan senilai lebih dari USD 2 juta di Indonesia.


"Masyarakat Indonesia banyak yang membutuhkan akses internet dengan kecepatan tinggi dan stabil. Saya rasa jumlah pengguna fiber akan semakin meningkat di Indonesia," jelasnya.


Namun lagi-lagi, Mark mengaku masih akan menunggu hasil pilpres di Indonesia. Dia harus tahu apakah presiden yang terpilih bakal memprioritaskan untuk menghadirkan akses internet berkecepatan tinggi atau tidak.


(kha/ash)



readmore »»  

Wanita itu Bernama Cortana dan Dia Siap Membantu Anda

Jakarta - Asisten pribadi di smartphone kini sudah semakin lumrah pada setiap platform smartphone. Cortana besutan Microsoft berbeda dengan fitur yang ada di beberapa perangkat.

Dia adalah model asisten pribadi di smartphone yang bisa membantu di kehidupan nyata. Cortana merupakan produk yang digodok selama dua tahun dengan tim besar yang terdiri dari ilmuwan hebat di Microsoft. Dia adalah respons Microsoft untuk menantang Siri dan Google Now.


Cortana adalah seorang wanita. Asal-usulnya terinspirasi dari salah satu karakter di video Game Halo -- yang juga merupakan besutan original dari studio pengembang Microsoft.


Menyebut Cortana yang merujuk sebagai perangkat lunak smartphone, agaknya begitu canggung menyebutnya sebagai 'dia', 'wanita' atau lain sebagainya seolah-olah Cortana memang hidup di sebelah penggunanya. Tapi begitulah Cortana, Microsoft dengan bangganya menyebut sebagai Artifical Intellegence.


Fungsi Cortana sepertiasisten digital pada umumnya, seperti mencatat, mendikte pesan dan menawarkan peringatan kalender dan pengingat lainnya.


Tapi karakteristik paling menonjol adalah kemampuan untuk memulai percakapan santai, dan Microsoft menaruh harapan besar dari kerja keras untuk fitur ini.


"Percaya diri, peduli, kompeten, loyal, suka membantu, tapi tidak suka memerintah," papar Susan Hendrich untuk menggambarkan sifat Cortana. Hendrich sendiri merupakan manajer proyek yang bertugas mengawasi kepribadian Cortana.


Microsoft boleh mengklaim dan sekaligus bangga menyebutkan bahwa Cortana adalah asisten digital di Windows Phone yang paling luwes dan juga memiliki sisi-sisi manusiawi.


"Dia ingin belajar dan dapat benar-benar lucu, membumbui jawabannya dengan olok-olok atau jawaban cerdas," kata Hendrich .


(tyo/ash)



readmore »»  

Oppo Find 7a: Memikat dengan Charging Super Cepat


Oppo belum lama menyeruak di industri smartphone, tapi namanya sudah cukup diperhitungkan. Produsen asal China ini coba bermain di kelas atas dan beberapa produknya yang sudah keluar mendapat sambutan cukup bagus. Akankah sambutan serupa juga dilayangkan untuk produk barunya, Oppo Find 7a?


Oppo memang mengeluarkan Find 7 dalam dua versi. Find 7a adalah versi standar dari Find 7 dengan harga dibanderol lebih murah.


Perbedaan keduanya misalnya di teknologi layar di mana Find 7 mengusung resolusi ultra HD yang masih langka di industri smartphone. Sedang Find 7a sebatas full HD, resolusi standar untuk smartphone flagship. Tapi selain jeroan, boleh dibilang keduanya identik, terutama dalam soal desain penampilan luar.


Dengan desain menawan, kamera yang diklaim luar biasa dan spesifikasi tinggi, Oppo Find 7a sepertinya menjanjikan untuk dijadikan smartphone high end pilihan. Seperti apa performa dan kemampuannya? Simak dalam review berikut ini.



readmore »»  

Oppo Find 7a: Memikat dengan Charging Super Cepat


Oppo belum lama menyeruak di industri smartphone, tapi namanya sudah cukup diperhitungkan. Produsen asal China ini coba bermain di kelas atas dan beberapa produknya yang sudah keluar mendapat sambutan cukup bagus. Akankah sambutan serupa juga dilayangkan untuk produk barunya, Oppo Find 7a?


Oppo memang mengeluarkan Find 7 dalam dua versi. Find 7a adalah versi standar dari Find 7 dengan harga dibanderol lebih murah.


Perbedaan keduanya misalnya di teknologi layar di mana Find 7 mengusung resolusi ultra HD yang masih langka di industri smartphone. Sedang Find 7a sebatas full HD, resolusi standar untuk smartphone flagship. Tapi selain jeroan, boleh dibilang keduanya identik, terutama dalam soal desain penampilan luar.


Dengan desain menawan, kamera yang diklaim luar biasa dan spesifikasi tinggi, Oppo Find 7a sepertinya menjanjikan untuk dijadikan smartphone high end pilihan. Seperti apa performa dan kemampuannya? Simak dalam review berikut ini.



readmore »»  

15% Nomor Seluler di Indonesia Hangus

Jakarta - Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengungkap data bahwa setiap tahunnya di negeri ini ada sekitar 15% nomor seluler yang hangus alias churn karena sering berpindah layanan. Estimasi kerugian untuk tiap 50 juta kartu yang hangus mencapai Rp 3 triliun.

Nah, untuk menekan persentase churn rate ini, menurut Ketua Umum ATSI Alexander Rusli, cara yang paling efektif dan memungkinkan ialah dengan mendukung program registrasi ulang pelanggan prabayar yang akan dimulai jelang akhir tahun nanti.


"Registrasi ulang jika dilakukan bisa menekan churn rate di industri. Sekarang ini churn rate di kisaran 15%. Kalau registrasi ulang itu sukses, bisa ditekan separuhnya 7% hingga 8%," papar Alex saat ditemui di sela Indonesia Celullar Show 2014 di Jakarta.


Menurutnya, operator sekarang mencari pelanggan yang berkualitas dengan cara terus menggenjot isi ulang dari pelanggan. "Kita sekarang tidak mencari pelanggan baru. Industri tahun ini tumbuh 6%-7%, itu datangnya dari reload prabayar," jelasnya.


Sementara menurut President Director & CEO XL Axiata Hasnul Suhaimi, di Indonesia saat ini ada sekitar 50 juta kartu perdana terbuang setiap tahunnya. "Karena banyaknya swing user, akhirnya ada uang terbuang percuma sekitar Rp 3 triliun dari churn rate itu," sesalnya.


Salah satu praktik ilegal yang marak karena mudahnya mengaktivasi kartu perdana adalah banyaknya trafik Sambungan Langsung Internasional (SLI) illegal melalui Sim Box. Pemerintah sendiri kabarnya dirugikan Rp 800 miliar hingga Rp 2 triliun per tahun karena adanya praktik ilegal ini.


"Ribuan SIM card dibuang setiap hari karena blokir anti-SIM Box dan ribuan pula SIM card baru diaktivasi untuk menggantikan. Praktek ini melahirkan data jumlah pelanggan yang seolah tumbuh terus dan nilai average revenue per user yang tidak valid," ungkap Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Kalamullah Ramli.


Dikatakannya, digerai-gerai penyedia kartu perdana banyak dijumpai SIM card yang sudah diaktivasi. Kartu ini lalu dibeli masyarakat dalam jumlah amat banyak untuk mengirim SMS polling ke beberapa acara TV atau untuk beragam pemakaian lainnya.


"Kalau registrasi ulang ini sukses, 20% kerugian negara itu bisa ditekan karena praktik ilegal," harapnya. Sejauh ini diperkirakan ada lebih dari 250 juta nomor prabayar yang beredar di Indonesia.

(rou/ash)



readmore »»