Ini Harga Resmi 'Pembunuh' iPad Air di Indonesia

Jakarta - Samsung Galaxy Tab S resmi melenggang di Indonesia, harganya pun masuk kategori premium. Tablet yang digadang-gadang sebagai penantang iPad Air ini dibanderol di rentang harga yang sama dengan tablet Apple tersebut.

Galaxy Tab S hadir dalam 2 varian ukuran yakni 8,4 inch dan 10,1 inch. Namun secara spesifikasi keduanya bisa dibilang identik karena sama-sama dibekali prosesor octa core yang terdiri dari quad core 1,9 GHz dan quad core 1,3 GHz. Besaran RAM-nya juga sama persis, yakni ukuran 3 GB.


Begitu juga dengan memori internalnya yang sebesar 16 GB dan hadir bersama slot micro SD yang sanggup menyodorkan kapasitas hingga 128 GB. Keduanya juga dibekali kamera 8 MP dan 2,1 MP pada kamera depannya.


Namun kapasitas baterai keduanya berbeda dimana Galaxy Tab S 8,4 inch dengan 4900 mAh, sedangkan yang 10,1 inch lebih besar dengan kemampuan 7900 mAh. Perbedaan tersebut kemungkinan dikarenakan ukuran layarnya.


Selain spesifikasi kelas atas tersebut, hal yang sangat ditonjolkan oleh Samsung pada Galaxy Tab S adalah teknologi layar AMOLED yang diusung kedua tablet. Resolusi mencapai 2560x1600 pixel dan reproduksi warna yang lebih dalam diklaim mampu memberikan tampilan foto dan video yang mendekati warna aslinya.


"Galaxy Tab S mampu mengekspresikan berbagai warna yang belum pernah ditawarkan sebelumnya, sehingga tampilan menjadi lebih kaya dan hidup. Berkat rasio kontras 100.000:1, gambar pun lebih tajam dan lebih realistis karena menjadikan warna hitam lebih gelap dan warna putih lebih terang," ujar Selvia Gofar, PM Senior Manager Samsung Mobile di hotel Ritz Carlton, Jakarta.


Kelebihan lain Galaxy Tab S juga terletak pada fitur pemindai sidik jari. Fitur keamanan ini menjawab keinginan konsumen yang menginginkan perlindungan lebih pada tabletnya. Menariknya, fitur ini juga berkorelasi dengan fitur multi-user dimana Galaxy Tab S dapat mengenali hingga 8 sidik jari yang mana tiap-tiap sidik jari memiliki profile dan isi kontennya sendiri-sendiri saat diakses.Next


(yud/tyo)

readmore »»  

Belum Punya KTP, Pelajar Tak Bisa Registrasi SIM Card

Jakarta - Selain melakukan perbaikan registrasi prabayar, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menerapkan aturan lain saat mendaftarkan nomor seluler. Salah satunya, kartu pelajar tidak bisa lagi digunakan untuk mendaftar.

"Dahulu kita bisa kasih nomor kartu pelajar buat registrasi, tapi nanti tidak. Pelajar yang belum berusia 17 tahun atau belum punya KTP ya belum bisa mendaftarkan nomor selulernya," kata salah satu anggota BRTI Riant Nugroho, di Gedung Indosat, Rabu (16/7/2014).


"Ya, dengan usia 17 tahun kita anggap pelajar itu sudah mempunyai tanggung jawab," tambahnya.


Namun bila pelajar yang belum mempunyai KTP, namun tetap ingin menggunakan nomor seluler maka bisa menggunakan KTP orangtuanya.


Berbeda dengan registrasi sebelumnya, saat pendaftaran ulang ini pengguna tidak bisa melakukannya sendiri lagi. Melainkan harus melakukan melalui distributor utama atau besar.


Perbaikan sistem registrasi ini akan dimulai pada Maret 2015 mendatang. Sebagai bentuk ketegasan, dosen di Universitas Indonesia ini mengatakan bahwa akan ada tenggat waktu selama dua bulan untuk pengguna melakukan registrasi ulang. Bila tidak, nomornya akan di-blackout alias bisa menerima tapi tidak bisa mengirim.


Setelah itu, pelanggan yang masih belum melakukan registrasi ulang akan diberikan lagi tenggat dua bulan. Bila tidak dilakukan lagi, maka pelanggan dipastikan tidak bisa lagi menggunakan nomor selulernya.


Di Indonesia, menurut Riant, terdapat 1,1 juta distributor dari tiga operator yang siap membantu suksesnya registrasi ulang ini.


"Ke depannya kita juga bisa mengusulkan agar penjual eceran tidak boleh lagi menjual kartu SIM. Karena dalam hasil survei, penjual tidak mendapatkan keuntungan dari berdagang kartu SIM. Tapi bila mereka memaksa, sifatnya mereka hanya menjual, registrasi tetap di distributor besar," tegasnya


(tyo/ash)



readmore »»  

Domain Cantik Apapun.id Jadi Buruan

Jakarta - Domain apapun.id baru saja dibuka untuk umum. Dalam waktu kurang dari satu bulan, lebih dari seribu nama domain apapun.ID didaftarkan.

Periode Landrush – yang merupakan periode prioritas terakhir sebelum domain apapun.ID dirilis untuk publik – mendapat tanggapan positif dari pengguna internet di Indonesia. Dalam waktu kurang dari satu bulan, lebih dari seribu nama domain apapun.ID didaftarkan.


Menurut data Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), hingga 14 Juli 2014, sudah 1048 nama domain didaftarkan. Dari nama-nama domain tersebut, 334 di antaranya tidak memenuhi syarat, karena itu baru 714 nama domain yang disetujui untuk didaftarkan.


Ketua PANDI bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, mengungkapkan, sebelumnya sudah ada 815 nama domain yang didaftarkan pada Periode Sunrise dan 911 nama domain didaftarkan pada Periode Grandfather.


“Jadi total dari dua periode prioritas sebelumnya sudah ada 1726 nama domain apapun.ID yang terdaftar,” ujar Sigit, dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu, (16/7/2014).


Sigit memperkirakan, akan ada lebih dari 3.000 nama domain apapun.ID yang telah terdaftar sebelum domain ini dirilis resmi pada 17 Agustus 2014. “Banyak nama domain cantik yang didaftarkan pada Periode Landrush,” ungkapnya.


Periode Landrush merupakan periode prioritas yang paling bebas. Pada Periode Sunrise, pendaftar wajib memiliki merek yang terdaftar pada Ditjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM RI. Next


(eno/fyk)

readmore »»  

Benamkan CarPlay, Volkswagen PDKT ke Apple

Jakarta - Apple secara resmi memamerkan CarPlay. Produsen mobil berlomba menghadirkan platform ini di mobil mereka. Salah satunya adalah Volkswagen, yang sudah PDKT alias pendekatan ke Apple untuk mengadopsi CarPlay.

Sebuah laporan yang dilansir Ubergizmo, Rabu (16/7/2014), menyebutkan bahwa Volkswagen saat ini sedang intens berdiskusi dengan Apple. Mengutip sumber yang mengetahui informasi ini, diperkirakan CarPlay akan hadir di mobil Volkswagen model tahun 2016.


Mengapa tidak lebih cepat? Tanpa disebutkan dengan detail alasannya, Volkswagen melewatkan kesempatan untuk bisa membenamkan CarPlay ke seri mobil tahun 2015.


Bukan tanpa alasan jika pabrikan otomotif kepincut dengan sistem operasi mobile. Dibenamkannya platform ini tentu saja membuat kendaraan mendapatkan nilai lebih.


Selain CarPlay dari Apple, ada juga Android Auto yang ditawarkan Google. Kedua platform ini sama-sama menyediakan beragam fitur menarik, salah satunya yakni sebagai pusat hiburan.


Pengguna iPhone dan iPad misalnya, selalu menginginkan konten mereka bisa diakses dari mana saja. CarPlay memungkinkan pengguna menggunakan iPhone mereka di dalam mobil dengan minim gangguan.


Hal senada juga ditawarkan oleh Android. Beberapa fungsi dasar dari Android Auto adalah mampu diperintah untuk memutar musik, mengecek lalu lintas, dan menjadi penunjuk arah jalan.


(rns/fyk)



readmore »»  

BlackBerry Sindir Semua Ponsel Homogen

Jakarta - Meski belum dijual bebas di pasaran, BlackBerry nampaknya terus-menerus mempromosikan perangkat Passport. Hal itu mereka lakukan melalui blog resmi BlackBerry, seperti yang sebelumnya sudah beberapa kali mereka lakukan.

Bentuk BlackBerry Passport memang relatif tak biasa jika dibandingkan dengan ponsel lain yang saat ini beredar. Layar 4,5 inch-nya mempunyai aspect ratio 1:1 dengan resolusi 1440x1440, dan tiga baris keyboard fisik di bagian bawahnya.


Dalam posting teranyarnya itu, BlackBerry mengatakan bahwa bentuk unik Passport berhasil menggaet atensi dari banyak media teknologi, dan menuai banyak komentar bernada positif.


"BlackBerry Passport tidak didesain untuk iSheep dan Fandroid yang mau bermain Candy Crush sepanjang hari, melainkan untuk orang yang benar-benar mau bekerja, dan itu artinya ada keyboard fisik yang bisa digunakan untuk mengirim lebih banyak email dibanding ponsel lain," tulis BGR, salah satu komentar yang dikutip oleh BlackBerry.


Namun tentu tak semua komentar itu bernada positif, ada juga komentar bernada sumbang mengenai perangkat berlayar kotak tersebut. BlackBerry menganggap komentar negatif tersebut datang dari pihak yang menginginkan bahwa perangkat smartphone tetap mempunyai bentuk yang sama seperti yang banyak beredar saat ini --ponsel touchscreen dengan layar ber-aspect ratio 16:9--.


"Seperti yang sudah diprediksikan, sejumlah publikasi mengambil pendekatan yang aman terhadap inovasi Passport, dan memilih untuk mempertahankan status quo yang didominasi oleh perangkat homogen yang lebih ditujukan untuk keperluan hiburan,"


"Saat semua terasa seperti ayam, mungkin ini saatnya mencoba rasa yang lain," tulis BlackBerry untuk membela Passport yang memiliki bentuk nyeleneh itu. Meski tidak disebutkan secara gamblang siapa yang disindir "terasa seperti ayam itu", sepertinya BlackBerry menyasar kompetitornya, apalagi kalau bukan ponsel Android dan iPhone.


(asj/fyk)



readmore »»  

Awas! Tak Registrasi Ulang, SIM Card Bisa Hangus

Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan membenahi sistem identitas di tiap kartu seluler. Pengguna pun diminta melakukan registrasi ulang yang kick off pada Maret 2015. Bila tidak, siap-siap kartunya akan hangus.

Berbeda dengan registrasi sebelumnya, saat pendaftaran ulang ini pengguna tidak bisa melakukannya sendiri lagi. Melainkan harus melakukan melalui distributor utama atau besar.


"Rata-rata distributor itu adal 3 level. Nah, ini nanti yang sedang kita siapkan kerjasamanya seperti apa dan level dimana saja yang boleh melakukan registrasi ini," kata salah satu anggota BRTI Riant Nugroho, di Gedung Indosat, Jakarta, Rabu (16/7/2014).


Sebagai bentuk ketegasan, dosen di Universitas Indonesia ini mengatakan bahwa akan ada tenggat waktu selama dua bulan untuk pengguna melakukan registrasi ulang. Bila tidak, nomornya akan di-blackout alias bisa menerima tapi tidak bisa mengirim.


Setelah itu, pelanggan yang masih belum melakukan registrasi ulang akan diberikan lagi tenggat dua bulan. Bila tidak dilakukan lagi, maka pelanggan dipastikan tidak bisa lagi menggunakan nomor selulernya.


"Ke depannya kita juga bisa mengusulkan agar penjual eceran tidak boleh lagi menjual kartu SIM. Karena dalam hasil survei, penjual tidak mendapatkan keuntungan dari berdagang kartu SIM. Tapi bila mereka memaksa, sifatnya mereka hanya menjual, registrasi tetap di distributor besar," tegasnya.


Registrasi melalui pihak distributor pun diyakini banyak keuntungannya. Sebab, bila suatu hari nomor yang didaftarkan menggunakan identitas palsu maka yang ditelusuri melalui distributor yang mendaftarkannya.Next


(tyo/ash)

readmore »»  

Belum Punya KTP, Pelajar Tak Bisa Registrasi SIM Card

Jakarta - Selain melakukan perbaikan registrasi prabayar, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menerapkan aturan lain saat mendaftarkan nomor seluler. Salah satunya, kartu pelajar tidak bisa lagi digunakan untuk mendaftar.

"Dahulu kita bisa kasih nomor kartu pelajar buat registrasi, tapi nanti tidak. Pelajar yang belum berusia 17 tahun atau belum punya KTP ya belum bisa mendaftarkan nomor selulernya," kata salah satu anggota BRTI Riant Nugroho, di Gedung Indosat, Rabu (16/7/2014).


"Ya, dengan usia 17 tahun kita anggap pelajar itu sudah mempunyai tanggung jawab," tambahnya.


Namun bila pelajar yang belum mempunyai KTP, namun tetap ingin menggunakan nomor seluler maka bisa menggunakan KTP orangtuanya.


Berbeda dengan registrasi sebelumnya, saat pendaftaran ulang ini pengguna tidak bisa melakukannya sendiri lagi. Melainkan harus melakukan melalui distributor utama atau besar.


Perbaikan sistem registrasi ini akan dimulai pada Maret 2015 mendatang. Sebagai bentuk ketegasan, dosen di Universitas Indonesia ini mengatakan bahwa akan ada tenggat waktu selama dua bulan untuk pengguna melakukan registrasi ulang. Bila tidak, nomornya akan di-blackout alias bisa menerima tapi tidak bisa mengirim.


Setelah itu, pelanggan yang masih belum melakukan registrasi ulang akan diberikan lagi tenggat dua bulan. Bila tidak dilakukan lagi, maka pelanggan dipastikan tidak bisa lagi menggunakan nomor selulernya.


Di Indonesia, menurut Riant, terdapat 1,1 juta distributor dari tiga operator yang siap membantu suksesnya registrasi ulang ini.


"Ke depannya kita juga bisa mengusulkan agar penjual eceran tidak boleh lagi menjual kartu SIM. Karena dalam hasil survei, penjual tidak mendapatkan keuntungan dari berdagang kartu SIM. Tapi bila mereka memaksa, sifatnya mereka hanya menjual, registrasi tetap di distributor besar," tegasnya


(tyo/ash)



readmore »»