Lisa Menjadi CEO Wanita Pertama AMD

Jakarta - Advanced Micro Devices (AMD), salah satu perusahaan perancang chip besar, menunjuk Lisa Su sebagai presiden dan CEO baru. Terpilihnya Su sekaligus menjadikannya sebagai CEO wanita pertama di AMD. Selama 45 tahun berdiri, perusahaan ini selalu dipimpin oleh pria.

Lisa menggantikan Rory Read yang menjabat CEO AMD sejak bulan Agustus 2011. Su akan segera aktif sebagai CEO sementara Read dikabarkan akan berperan sebagai penasehat hingga akhir 2014.


AMD berada di posisi dua setelah Intel dalam bisnis microprocessor PC. Pun begitu AMD mendominasi beberapa sektor, seperti prosesor untuk game konsol generasi terbaru Playstation 4 dan Xbox One.


Akan tetapi performa bisnis AMD memang kurang baik belakangan ini dan harga sahamnya telah turun sampai 20 persen semenjak pertengahan Agustus. Sejak tahun 2012, AMD sudah coba memotong biaya produksi sebesar 30 persen dan masih memiliki uang kas USD 1 miliar.


"Saya merasa sangat terhormat bisa berkesempatan untuk memimpin AMD selama masa transisi yang penting ini," ujar Su seperti yang dikutip detikINET dari Venture Beat, Kamis (09/10/2014).


"Aset teknologi kelas dunia kami dikombinasi dengan tim AMD yang berbakat dan bersemangat akan memberikan kesempatan unik untuk menentukan masa depan komputasi," tambahnya.


Wanita usia 44 tahun ini memiliki latar belakang yang bagus di sektor pengembangan teknologi mobile. Sebelum bergabung dengan AMD di tahun 2012, Su telah menghabiskan lima tahun bekerja memimpin pengembangan tekonologi di Freescale, perusahaan semikonduktor raksasa di AS dan 13 tahun di IBM.


(fyk/fyk)



readmore »»  

HTC Pastikan Kehadiran Nexus 9

Jakarta - HTC akhirnya mengkonfirmasi kebenaran rumor bahwa merekalah yang akan memproduksi tablet Nexus 9 bekerja sama dengan Google. Setidaknya itulah yang tersirat dari ucapan Presiden HTC untuk Asia Utara, Jack Tong.

Seperti yang dilansir oleh Focus Taiwan, Kamis (9/10/2014), Tong mengklaim bahwa Nexus 9 merepresentasikan komitmen perusahaan untuk kembali ke pasar tablet. Memang, HTC terakhir merilis tablet pada tahun 2011, yaitu HTC Flyer.


Nexus 9 pun sebelumnya sudah muncul dalam dokumen FCC, juga foto bocoran yang dilansir oleh akun Twitter @upleaks. Dalam foto tersebut, terlihat bahwa tablet ini akan mempunyai layar dengan aspect ratio 4:3, berbeda dengan tablet Android pada umumnya yang mempunyai layar 16:9.


Dengan bentuk yang lebih 'kotak', Nexus 9 terlihat lebih mirip iPad ketimbang tablet Android lainnya. Bahkan Nexus 9 kabarnya akan diluncurkan pada 16 Oktober mendatang, yang kemungkinan akan berbarengan dengan perilisan iPad anyar oleh Apple.


Mengenai spek, sejumlah pihak menyebutkan bahwa Nexus 9 bakal dibekali prosesor terbaru Nvidia yakni Tegra K1. Meski dibekali Android L, Nexus 9 disebut-sebut tak akan menggunakan versi finalnya melainkan versi build terbaru.


Sumber lain menyebutkan, Nexus 9 akan punya display 8,9 inch QHD, RAM 4GB, kamera belakang 8 MP dan dilengkapi aksesoris keyboard semacam tablet Surface.


(asj/fyk)



readmore »»  

3G Masih Jadi Andalan Koneksi Internet

Jakarta - Koneksi internet menggunakan akses jaringan seluler 3G masih menjadi andalan bagi konsumen digital di Indonesia baik ketika berada di jalan, atau bahkan saat sedang di dalam rumah.

Hal itu terungkap dari hasil survei Accenture Digital Consumer 2014 terhadap 1.000 pengguna internet berumur 14 hingga lebih dari 55 tahun di kota-kota besar di Indonesia.


Managing Director Communication, Media Technology Accenture Indonesia Wong Tjin Tak mengungkapkan koneksi berbasis mobile broadband menjadi andalan di Indonesia dimana sekitar 50% reseponden menggunakannya.Selanjutnya, berbasis serat optik (14%) dan Fixed Broadband Internet (27%).


"Teknologi 3G digunakan hampir 72% responden. Sementara high speed mobile internet dari WiFi digunakan 46% responden, dan 7% menggunakan 4G LTE dengan smartphone atau tabletnya," paparnya dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Kamis (9/10/2014).


Menurutnya, perangkat bergerak seperti smartphone atau tablet memang menjadi andalan pengguna di Indonesia baik untuk menelpon, akses internet, menonton TV berbayar, video on demand, dan mengirim pesan singkat.


Sayangnya, kualitas layanan mobile broadband di Indonesia belum bisa diandalkan terutama kala pengguna berada di area rural, saat peak time, di area padat.


"Hanya 64% pengguna merasa mendapatkan kecepatan yang dijanjikan oleh operator. Kala kecepatan akses melambat, pengguna merasakan pemicu utama adalah operator, berikutnya masalah di browser, situs yang dikunjungi, aplikasi, perangkat, serta sistem operasi," jelasnya.Next


(rou/fyk)

readmore »»  

Laku 55 Ribu Unit, Redmi 1S Masih Terus Diburu

Jakarta - Perlahan tapi pasti. Meski Xiaomi sudah sebulan lebih memasarkan ponselnya di Indonesia, Redmi 1S ternyata masih terus diburu tiap minggu oleh peminatnya lewat situs e-commerce Lazada Indonesia.

Menurut catatan Senior Vice President Marketing & Business Development Lazada Indonesia, Andry Huzain, peminat Redmi 1S dari minggu ke minggu bukannya berkurang, tapi malah terus bertambah.


"Enam menit laku 17 ribu unit. Edan, demand-nya masih ada saja," ujarnya saat berbincang santai dengan detikINET di Jakarta, Kamis (10/9/2014).


Seperti biasa, Lazada menggelar flash sales Redmi 1S setiap hari Kamis. Dan aksi jual cepat ini tak terasa sudah lima kali digelar sejak mulai dijajakan 4 September 2014 lalu.


"Ini flash sales yang kelima. Total sudah habis 55 ribu, dan minggu depan masih nambah terus. Trio (Trikomsel) dan Era (Erafone) sama sekali nggak dikasih," kata Andry lebih lanjut.


Meskipun sudah berlalu satu bulan, namun kalau dilihat dari hitungan menit, angka pencapaian 55 ribu unit ini hanya terjadi dalam waktu efektif sekitar 30-an menit saja.


Hal ini tentu membuat Andry dan timnya di Lazada sumringah. Pasalnya, setiap keuntungan yang dihasilkan Xiaomi, itu sama saja dengan keuntungan pihaknya. "Persentase, komisi as usual," ujarnya tanpa mau membuka berapa persen pembagian keuntungannya.Next


(rou/fyk)

readmore »»  

Harga Si 'Raja Selfie' HTC Desire Eye Terungkap

Jakarta - HTC baru saja meluncurkan ponsel jagoan selfienya Desire Eye di New York, Kamis (9/10/2014). Ponsel ini digadang-gadang sebagai rajanya ponsel selfie.

Tak berlebihan memang, karena kamera depannya mempunyai sensor 13 megapixel yang dilengkapi dengan dual led flash. Sayangnya HTC belum mengungkap harga untuk ponsel ini. Namun sebuah situs bernama Nowhere Else telah membocorkan harga Desire Eye.


Dalam situs asal Perancis itu tertulis bahwa Desire Eye akan dijual dengan harga €529 atau sekitar Rp 8,2 juta (1 Euro = Rp 15.500). Seperti yang dikutip detikINET dari Phonearena, Kamis (9/10/2014), harga tersebut sama dengan harga jual HTC One M8 saat ini di Perancis.


Dengan begitu, bisa diasumsikan bahwa harga Desire Eye di belahan dunia lain akan menyamai dengan harga ponsel flagship HTC tersebut. Dalam situs tersebut juga tertulis bahwa Desire Eye akan tersedia di Perancis mulai akhir bulan Oktober ini.


Seri Desire dari HTC biasanya diposisikan untuk mengisi pasar ponsel kelas menengah. Namun dengan harga setinggi itu, jelas ponsel ini tak masuk ke dalam kategori menengah, meski speknya hampir serupa dengan ponsel kelas atas.


Desire Eye akan dilengkapi dengan layar 5,2 inch-nya beresolusi 1920 x 1080 pixel. Diperkuat dengan prosesor Snapdragon 910 quad core 2,3 GHz. RAM-nya 2 GB dengan 16 GB internal storage. Ponsel seberat 154 gram ini mempunyai baterai berkapasitas 2400 mAh.


(asj/fyk)



readmore »»  

Gawat! 55% Akun Pengguna Internet Pernah Dibajak

Bandung - Jangan anggap remeh password akun Anda di dunia maya. Karena berdasarkan hasil penelitian menyebutkan, setidaknya 55% akun pengguna internet dibajak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Menurut Chairman Sharing Vision yang juga Dosen STEI ITB, Dimitri Mahayana, kejahatan dunia maya di Tanah Air tidak main-main. Di tahun 2013 lalu saja, Indonesia menjadi negara urutan pertama yang digempur dengan 42 ribu serangan harian.


"Kita telah menjadi negara yang memiliki risiko tinggi keamanan teknologi informasi. Risiko lain yakni cyber intelligence serta cyber espionage. Semuanya merongrong keamanan perusahaan dan negara," kata Dimitri dalam paparannya di Seminar Nasional Indonesia Cyber Crime Summit (ICCS), Aula Timur ITB, Kamis (9/10/2014).


Selain itu, riset Sharing Vision terhadap 151 responden media sosial juga menunjukan bertemu akun palsu (22 persen), password diketahui orang lain (13,6 persen), pencurian akun (9,9 persen).


"Ada juga 55% pengguna internet dibajak. Akun kita ini harus benar-benar diperhatikan. Karena kejahatan terhadap password ini juga menarik. Harus sering-sering mengganti password," saran Dimitri.


Dari angka-angka tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa ada kerentanan yang perlu diperbaiki, khususnya di sisi keamanan.


"Ketika era semakin maju dan cybercrime merajalela maka sulit jika dilakukan tindakan penanggulangan pada saat kasus terlanjur terjadi. Makanya harus diperhatikan sisi pengamanannya," tandasnya.


(avi/rou)



readmore »»  

Kamera Mini HTC Tak Mau Diadu dengan GoPro

New York - Kamera mungil besutan HTC enggan disamakan dengan action camera seperti GoPro. Sebab, konsep HTC RE bukanlah kamera petualangan untuk kegiatan yang ekstrim. Melainkan untuk merekam kehidupan sehari-hari.

Hal itu ditegaskan oleh Head of Corporate and Consumer HTC South Asia Shane Chiang di sela-sela peluncuran HTC RE yang turut dihadiri detikINET di Skylight Moynihan, New York, Kamis (9/10/2014).


"Ini lebih ke gaya hidup. Keluarga, kantor, dan semua yang bukan terkait dengan olahraga ekstrim. Ini kamera untuk lifestyle. Aktivitas sehari-hari," kata Shane.


Menurutnya, dengan segmentasi lifestyle tersebut, desain yang ergonomis dan mudah dipakai menjadi alasan utama. Berbeda dengan action camera pada umumnya yang berdesain gahar dan menyita perhatian.


Tidak mengherankan bila pada promo iklan yang dibuat, HTC RE menonjolkan kebersamaan dan kehidupan sehari-hari seperti bersepeda, jogging, hingga membawa balita jalan-jalan ke taman. Benar-benar jauh dari imej kamera para adventurer.


"Desainnya sangat ringkas dan urban. Seperti bisa ditaruh di saku baju tanpa harus memencet-memencet seperti action camera. Saya sudah mencoba ditaruh di saku dan naik motor keliling Singapura. Sangat menarik," ucapnya.


Alhasil, HTC RE enggan dipadankan dengan GoPro maupun kamera setipe. "Tidak head to head dengan action cam seperti GoPro. Berbeda dengan action camera yang harus ke tempat yang ekstrim dengan olahraga yang keras. Ini tidak perlu," tandasnya.Next


(rou/rou)

readmore »»