V Gen R2 Embassy, Lumayan Mewah di Kelas Menengah

Jakarta - V Gen menghadirkan jagoan baru di kelas menengah, dengan nama model R2 Embassy. Kedatangannya coba memanaskan persaingan smartphone kategori cukup terjangkau tapi dibekali spesifikasi yang tidak kacangan.

Di atas kertas spesifikasi V Gen R2 Embassy cukup menarik di antara ponsel sekelasnya. Sebut saja layar HD 5 inch, kamera 13 megapixel serta prosesor quad core MediaTek MT6582.


Apakah ketika digunakan performanya memang sesuai dengan harapan? Simak pengujian lebih lanjut V Gen R2 Embassy berikut ini.


Desain


V Gen R2 Embassy ini bentuknya persegi panjang dengan sudut-sudut yang terlihat tegas. Materialnya sebagian besar dari plastik tapi sepertinya frame di sisi-sisinya terbuat dari metal untuk menimbulkan kesan elegan.



Meskipun dibuat dari plastik, sepertinya kualitas pembuatan R2 Embassy bisa dipertanggungjawabkan. Tidak terkesan ringkih atau murahan sehingga pengguna bisa lumayan percaya diri memakainya. Dan dengan ketebalan hanya 6,5 mm, ia mantap dalam genggaman tangan.



Seperti biasa, ada bermacam tombol dan port di sekujur bodinya. Bagian belakangnya dapat dilepas dengan mudah untuk mengakses baterai dan lain-lain. Untuk mempercantik penampilannya, ada semacam garis cahaya di atas tombol home yang akan menyala jika ditekan.


Layar & Interface


Next


(fyk/ash)

readmore »»  

Zoom Pakai Ponsel kok Pecah Terus?

Jakarta - Bagaimana memaksimalkan kamera digital atau smartphone untuk mengambil gambar jarak jauh dengan hasil yang bersih dan jelas. Seringkali gambar yang didapat justru jadi pecah karena zoom yang kebanyakan. (Noya)

Jawaban:


Kamera smartphone biasanya memang tidak bisa zoom dan lensanya termasuk lebar. Jadi jika kita mengunakan digital zoom, maka detail fotonya akan berkurang dan akhirnya terlihat pecah.


Supaya bisa foto jarak jauh tapi detail yang cukup, dibutuhkan aksesoris tambahan seperti lensa tele converter, yang ukurannya kecil dan disematkan di depan smartphone.


Ada juga smartphone yang bisa zoom, seperti Samsung K-zoom. Saat zooming, kualitas tidak berubah karena yang zoom adalah lensanya, bukan dikroping seperti lensa smartphone pada umumnya.

(jsn/ash)


http://us.images.detik.com/content/2013/02/22/1204/copyofenche-tjinbaru2.jpgEnche Tjin Enche Tjin mengenal fotografi sejak tahun 1998 saat menuntut ilmu di jurusan Desain Komunikasi Visual. Di tahun 2007, ia beralih ke fotografi digital. Enche aktif di dalam menulis buku, blog, artikel untuk media massa, dan menyelenggarakan kursus kilat serta tur fotografi. Enche juga menerima jasa fotografi terutama event dan portrait. Website: infofotografi.com , Twitter: @infofotografi.


readmore »»  

Hebat! Bocah 9 Tahun Ini Jadi Fotografer Alam Terbaik di Dunia

Jakarta - Kontes Wildlife Photographer Of The Year adalah sebuah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh National History Museum London. Tiap tahunnya, mereka memilih fotografer-fotografer alam terbaik untuk jadi pemenang di kontes tersebut.

Seperti dilansir Boredpanda, Kamis (30/10/2014), untuk tahun 2014 ini, kategori Young Wildlife Photographer of the Year dimenangkan oleh Carloz Perez Naval, seorang bocah berusia 9 tahun yang berasal dari Spanyol.


Dalam fotonya yang berjudul 'Stinger in the Sun', Carlos memotret sebuah kalajengking yang ia temukan di bebatuan dekat rumahnya di Torralba de los Sisones, Spanyol. Foto ini adalah eksperimen pertamanya dalam memotret menggunakan teknik double exposure.


Ia memulai dengan memotret backgroundnya dengan shutter speed tinggi, agar mataharinya tak overexposed. Setelah itu ia mengambil foto keduanya, dengan shutter speed yang lebih lambat dan menggunakan flash.


Carlos sudah mengenal dunia fotografi sejak ia berusia 4 tahun. Saat itu, ia selalu memotret keindahan alam yang ia temui. Hal itu didukung oleh keluarga Carlos, yang memang hobi berjalan-jalan keliling dunia, dan Carlos tentu tak luput dari setiap perjalanan itu.


Carlos sebenarnya tak perlu pergi jauh dari rumahnya untuk bisa menghasilkan foto yang bagus. Ketika tak sedang berjalan-jalan keliling dunia, Carlos biasa memotret keindahan flora dan fauna yang ada di sekeliling rumahnya di Spanyol, dan hasilnya tetap luar biasa.


(asj/ash)



readmore »»  

Lebih Langsing dari iPhone 6, Oppo R5 Tertipis di Dunia

Jakarta - Oppo R5 sengaja disimpan sebagai kejutan setelah Oppo N3 bocor terlebih dulu sebelum acara peluncuran di Singapura. Dengan fitur dan spesifikasinya yang mumpuni, ponsel full HD tertipis di dunia ini memang layak dijadikan andalan baru Oppo.

Dengan lebar hanya 4.85 mm -- lebih tipis dibandingkan iPhone 6 yang tebalnya 6,9 mm -- R5 menggabungkan desain yang ramping dan anggun, serta teknologi yang inovatif dan personalisasi menarik.


Meskipun tipis, R5 dilengkapi teknologi oke punya seperti Octa-core Qualcomm MSM8939 dengan layar AMOLED 5.2 inch yang diklaim menghasilkan tingkat kecerahan dan render warna terbaik, rasio pantulan terendah, dan rasio kontras tertinggi.


Menggunakan teknik manufaktur mutakhir, smartphone ini dapat digenggam dengan nyaman oleh pengguna. Bingkainya juga telah melalui proses tempaan hingga sembilan kali dan diselesaikan dengan tangan sehingga menghasilkan kilau dan terasa nyaman saat disentuh.


Anti Panas


Oppo R5 merupakan smartphone pertama di dunia dengan material perubahan fase pada casing metal miliknya. Sehingga temperaturnya tetap dingin ketika berfungsi dengan maksimal.


Teknologi pembuangan panas R5 Cool Element yang telah dipatenkan melindungi prosesor Octa-core, sehingga memperpanjang umur smartphone tersebut. Next


(rou/fyk)

readmore »»  

Microsoft Band, Gelang Kesehatan ala Smartwatch

Jakarta - Microsoft akhirnya resmi merilis Microsoft Band, gelang pintar yang dilengkapi dengan 10 macam sensor. Layarnya yang sebesar 1,4 inch mempunyai resolusi 320 x 106 pixel, dan dilengkapi dengan baterai 100 mAh.

Meski kapasitasnya tak besar, baterai ini diklaim bisa bertahan selama dua hari. Sensor-sensor yang ada di gelang ini antara lain adalah sensor detak jantung, UV, dan sebuah sensor yang bisa mengukur tingkat stres penggunanya.


Seperti dilansir Gizmodo, Kamis (30/10/2014), gelang setebal 18,5 mm ini terbuat dari material yang bernama 'thermal plastic elastomer', bahan yang dikatakan terasa nyaman, lembut dan elastis di kulit.


Selain memantau aktivitas penggunanya, gelang seharga USD 200 ini juga bisa berfungsi layaknya smartwatch. Yaitu menerima berbagai notifikasi dari ponsel penggunanya.


Gelang pintar ini juga kompatibel dengan bermacam OS ponsel yang banyak beredar di pasaran, seperti Android dan iOS. Microsoft pun sebelumnya sudah merilis aplikasi pendukung Microsoft Band di Google Play Store, dan App Store.


Sementara di 'rumahnya' sendiri, penggunaan gelang pintar itu akan terintegrasi dengan Cortana. Asisten digital itu akan punya peranan di aplikasi Microsoft Health, yang akan membolehkan penggunanya untuk menggunakan perintah suara.


Microsoft Band adalah satu bagian dari inisiatif anyar dari Microsoft yang bertitel Microsoft Health, yang bertujuan untuk mengukur dan menganlisis data kesehatan dari seluruh dunia.


(asj/fyk)



readmore »»  

BlackBerry Passport Bisa Dipesan, Harganya Rp 9,6 Juta

Jakarta - Sudah tak sabar ingin memiliki BlackBerry Passport? Ponsel dengan desain unik ini rupanya sudah mulai bisa dipesan. Dua operator, Indosat dan XL, sudah memulai program pre-order Passport.

Pre-order ponsel kotak ini bisa dilakukan melalui Indosat di tautan http://www.indosat.com/bbpassport dan XL di http://www.xl.co.id/passport. Untuk melengkapinya, beragam aksesoris seperti case, carrying solution, charger, dan perangkat audio peripheral juga sudah mulai tersedia.


Baik Indosat maupun XL menawarkan banderol yang sama, yakni Rp 9.599.000. Indosat mengiming-imingi konsumen dengan paket pascabayar baru Matrix Super Plan.


Sementara XL, seperti dikutip detikINET dari web resminya Kamis (30/10/2014), juga memberikan bundling namun dengan pilihan merchant pre-order lebih variatif yakni melalui jeruknipis.com dan elevania.


Kedua merchant juga berlomba menawarkan harga termurah. Ada pilihan menggunakan prabayar maupun pascabayar dengan cashback mulai dari Rp 1.000.000 - Rp 2.500.000.


BlackBerry sepertinya memang tak mau menunda-nunda ketersediaan BlackBerry Passport. Hingga akhir tahun ini, smartphone dengan desain unik itu dijadwalkan menyambangi lebih dari 30 negara.


Perkiraan soal harga rupanya meleset dari prediksi sebelumnya. Sejumlah negara yang sudah mulai menjual, di Kanada misalnya, banderolnya 699 dolar, Prancis dan Jerman 649 euro, Inggris 529 poundsterling dan Amerika Serikat USD 599. Sebelumnya, harga di Indonesia diprediksi di angka Rp 6-7 jutaan.


(rns/fyk)



readmore »»  

Rudiantara Tak Mau Dibandingkan dengan Tifatul

Jakarta - Sebagai menkominfo baru, mau tak mau, sosok ataupun gaya kepemimpinan Rudiantara pasti bakal dibanding-bandingkan dengan Tifatul Sembiring selaku menkominfo terdahulu.

Meski demikian, sebelum perbandingan itu semakin liar, Rudiantara dengan tegas tak mau dibandingkan dengan Tifatul yang kini menjadi anggota DPR RI untuk periode 2014-2019 tersebut.


"Jangan dibanding-bandingkan orang. Kita lebih baik lah, tujuannya lebih bagus lah, itu tidak bagus," ungkapnya kepada media di Jakarta.


Sebelumnya, Rudiantara menyebut jika Kominfo selama ini masih mengadopsi aturan main rezim perizinan. Dimana hal itu dianggap sudah tak cocok lagi.


Sehingga dengan statusnya sebagai menkominfo yang baru, ia pun ingin mendobrak rezim perizinan tersebut.


Misalnya UU Telekomunikasi tahun 36/1999 itu PP-nya ada dua:

PP Penyelenggaraan dan PP Tentang Frekuensi. Dimana menurut Ruadiantara itu adalah warisan rezim perizinan.


"Sekarang kan kita harus mulai shifting, bukan hanya izin, tapi apa aspek pelayanannya. Standar pelayanan minimum seperti apa? Agar, kepentingan masyarakat juga terlindungi," lanjutnya.Next


(ash/ash)

readmore »»