Making Good Online Video Content

Jakarta - Konten video tengah menjamur di internet. Namun Anda jangan cuma jadi penikmat. Kenapa tak membuat sendiri video kreasi Anda? Bisa dapat duit lagi.

NGOPI (Ngobrolin Peristiwa Seputar IT) detikINET pada tanggal 10 Maret 2015 bakal kembali digelar dengan tema 'Making Good Online Video Content'.


Topik ini diangkat karena buffering lama untuk menikmati video di internet sudah bukan menjadi mimpi buruk lagi. Sebaliknya, banyak anak-anak muda Indonesia yang sukses melihat peluang ini dan membuat video kreatif. Ada yang bikin video lucu, lipsync, cover lagu, dan masih banyak lagi.


Tak sedikit dari mereka pun yang mendapat durian runtuh lantaran eksperimen video-videonya tersebut. Mau tahu caranya? Makanya ikutan Ngopi bareng detikINET!


Di sini Anda bisa mencari tahu apa sebenarnya keuntungan membuat dan mengunggah konten video secara online? Bagaimana mencari duit dari konten video yang kita buat? Konten video seperti apa yang paling diminati onliners dan ilmu menarik lain langsung dari 'suhunya'.


Waktu: Selasa, 10 Maret 2015, Pukul 19.00-21.00 WIB

Lokasi: Blitz MegaPlex, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Lantai 6

Pembicara:

1. Raditya Dika - Writer/Director/Video Creator.

2. Eka Gustiawan - Speech Composer

3. Aris Sudewo - General Manager Digital Lifestyle Marketing Telkomsel


Dapatkan pula doorprize 1 unit Samsung Galaxy Alpha. Ayo buruan daftar di sini karena tempatnya terbatas!


(ash/rou)



readmore »»  

Cara Menyulap Ponsel Android Jadi Speaker Komputer

Jakarta - Tak seperti notebook, PC biasanya tidak dilengkapi speaker built-in. Sehingga ketika ingin menikmati musik, umumnya harus menyolokkan headset ataupun speaker terlebih dahulu.

Tapi bila tidak ada keduanya, kita bisa memanfaatkan ponsel atau tablet Android menjadi speaker komputer. Bagaimana caranya? Nih, ada tips mudah yang bisa kita coba.


Cukup gunakan aplikasi Airfoil Speakers, WiFi Speaker, SoundWire dan lain-lain. Dengan aplikasi ini, kita dapat memutar musik dari PC ke perangkat Android tanpa kabel. Saat mencoba, detikINET sendiri menggunakan SoundWire



Aplikasi SoundWire dapat di-download gratis di Google Play Store. Bila tidak ingin terganggu dengan iklan dan proses identifikasi setiap 45 menit sekali. Sebaiknya membeli versi full seharga Rp 48 ribu.


Selain bebas dari gangguan iklan, SoundWire berbayar memberikan sejumlah fitur tambahan, di antaranya kompresi audio Opus tak terbatas yang mampu digunakan hingga 10 koneksi.


Kemudian, lakukan langkah-langkah di bawah ini:Next


(rou/rou)

readmore »»  

LG Ikuti Jejak Samsung Tinggalkan Qualcomm

Barcelona - Bos divisi mobile LG, Juno Cho, mengutarakan banyak hal di ajang Mobile World Congress 2015. Selain membahas G4 yang jadi penerus G3, ia juga mengungkap rencana LG memakai prosesor buatannya sendiri, seperti yang dilakukan Samsung.

Cho mengatakan pihaknya telah mendesain dan mengembangkan chip prosesor mobile sendiri. “Kami ingin menggunakan prosesor tersebut di jajaran smartphone LG kedepannya,” ujarnya seperti detikINET kutip Korea Times, Jumat (6/3/2015).


LG menurutnya telah menghabiskan dana jutaan dolar AS untuk mengembangkan prosesor rancangan mereka sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan LG pada Qualcomm yang menjadi pemasok utama prosesor di smartphone besutannya.



Cho mengakui bahwa Qualcomm menjadi pemimpin di pasar chip prosesor saat ini. Namun, ia menekankan bahwa LG ingin memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk diversifikasi pada prosesor yang akan mereka gunakan.


"Mungkin prosesor generasi pertama kami akan banyak masalah yang perlu ditangani, tapi prosesor generasi kedua dan ketiga akan jauh lebih baik," tegasnya dalam jumpa pers di sela pameran.


(rou/rou)



readmore »»  

5 Cara Memotret Cityscape Jadi Lebih Menarik

Jakarta - Singapura, Hongkong dan New York merupakan contoh kecil bagaimana memotret cityscape begitu mudah dan bisa dibilang paling ideal. Mereka mempunyai tata kota yang dirancang untuk bentang kota yang ciamik, view yang luas dengan angle atas yang menarik.

Pun begitu, bukan berarti tantangan memotret bentang kota selesai. Tetap ada tips dan trik yang patut diketahui. Apa itu?


Pertama, mencari akses paling mudah dan tanpa izin khusus terutama buat turis biasa yang tidak memiliki waktu banyak. Misalkan Marina Bay di Singapura, The Peak di Hongkong dan The Rockfeller Building di Manhattan yang bebas diakses publik dan paling mudah.


Di beberapa kota, spot yang mampu mewakili bentang kota bisa nyempil atau tidak begitu familiar. Untuk menemukannya, dapat meriset terlebih dahulu terutama dari sejumlah foto-foto yang sudah ada.


Cari kemungkinan tempat memotretnya. Termasuk rute menuju lokasi, transportasi dan akses menuju ke sana. Apakah berbayar ataukah gratis. Jika mempunyai spot yang tidak begitu umum tetapi menjanjikan view yang memukau, tidak ada salahnya dicoba.


Seperti di Osaka, terdapat Umeda Sky Building untuk melihat cityscape kota samurai itu dengan sempurna, meski masih kalah populer dibanding Osaka Castle atau Universal Studio. Di New York beberapa tempat memiliki view kota yang memukau namun aksesnya terbatas karena berada di hotel, kafe atau restoran mahal.


Kedua, pilihan lensa yang tepat untuk cityscape. Banyak yang merekomendasikan lensa lebar untuk cityscape. Pada prakteknya, tidak semua lensa lebar itu sesuai. Sebaliknya, bukan berarti lensa lebar tidak diperlukan.Next


(Ari/rou)

readmore »»  

Perancang 3D Hologram Tewas, Dunia IT Berkabung

Jakarta - Kabar duka datang dari jagat teknologi dengan telah berpulangnya salah satu sosok inovatif yang membuat dunia IT ikut berkabung. Mike Ey, sang perancang HoloLens dikabarkan tewas akibat insiden kecelakaan mobil.

Pria berusia 30 tahun itu tewas setelah mobil yang dikendarainya tertabrak di bagian samping oleh mobil yang melaju dengan kecepatan 100 km/jam di State Road 520, Amerika Serikat.


"Saya melihat mobil tersebut (sang penabrak) melesat kencang melewati saya. Dia hampir mengenai saya, dan beberapa saat kemudian terjadi kecelakaan yang hebat," ujar Max Sott, saksi mata yang dikutip detikINET dari Kiro TV, Jumat (6/3/2015).


Sang pengendara mobil langsung melarikan diri setelah menabrak mobil Ey. Namun untungnya, pihak kepolisian Redmond segera tanggap dan berhasil membekuk sang penabrak -- yang diketahui bernama Robert Malsch -- dengan menggunakan anjing pelacak.


Malsch harus menghadapi tuntutan pembunuhan dan dikenai sanksi tabrak lari. Dalam persidangan yang digelar pada hari Senin kemarin, hakim King County membebankan tuntutan denda sebesar USD 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar.


Juru bicara Microsoft turut bersedih atas kepergian Mike Ey. "Kami sangat terkejut dan sangat sedih akan kehilangan sosok insinyur, rekan sekalgus teman. Kami sampaikan rasa simpati kepada sahabat dan orang-orang tercinta Mike."


HoloLens sendiri merupakan kacamata 3D hologram yang diperkenalkan pertama kali dalam Microsoft Event di Januari 2015 lalu. Kacamata ini berfungsi menampilkan informasi yang dilihat pengguna secara hologram.


Tapi hologram tersebut tak benar-benar diproyeksikan, melainkan hanya bisa dilihat melalui lensa HoloLens saja -- setidaknya untuk saat ini.


"Ini bukan kacamata virtual reality, ini adalah kacamata augmented reality," ujar CEO Microsoft Satya Nadella beberapa waktu yang lalu. Nadella pun yakin, jika HoloLens ini nantinya bisa menjadi desktop di masa depan.


(rou/rou)



readmore »»  

Setelah Big Data, Tren Apa yang Bakal Booming?

Jakarta - Big Data menjadi primadona teknologi enterprise di 2014 lalu. Memasuki 2015, apa saja teknologi berikutnya yang bakal ngetren dan booming untuk pasar korporat? Temukan jawabannya di CTI IT Infrastructure Summit 2015.

Pameran dan konferensi infrastruktur teknologi informasi itu kembali digelar oleh PT Computrade Technology International (CTI Group). Tema yang diangkat kali ini adalah 'The Future Analytics, Beyond Big Data'.


Tema tersebut merupakan kelanjutan dari tema yang diangkat dalam acara yang sama pada tahun 2014, yaitu teknologi big data. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan organisasi secara berkelanjutan.


"Setelah Big Data, tren teknologi enterprise berikutnya adalah Data Analytics. Pertumbuhan data yang begitu besar di era perangkat mobile seperti sekarang ini membutuhkan solusi pengolahan data yang tepat," ujar Susan Zhang,GM Corporate Development and Communication CTI Group di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.


Sementara Vonny Tjiu, Country Manager Enterprise Business Group Lenovo Indonesia, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan bahwa tumpukan big data itu tak akan ada artinya tanpa data analytics.


"Tumpukan data itu tak akan berguna dan hanya menghabiskan resource tanpa adanya data analytics. Cuma menghabiskan storage," ujar Vonny, wanita muda yang cukup sukses berkarir di bidang IT.


Dalam setiap penyelenggaraannya, CTI Group menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang yang berbeda. Mulai dari lembaga riset, praktisi, hingga vendor teknologi untuk membantu organisasi mendapat pemahaman utuh akan solusi-solusi teknologi terkini yang bisa diimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis.Next


(rou/rou)

readmore »»  

Setelah Big Data, Teknologi Apa Lagi yang Bakal Booming?

Jakarta - Big Data menjadi primadona teknologi enterprise di 2014 lalu. Memasuki 2015, apa saja teknologi berikutnya yang bakal ngetren dan booming untuk pasar korporat? Temukan jawabannya di CTI IT Infrastructure Summit 2015.

Pameran dan konferensi infrastruktur teknologi informasi itu kembali digelar oleh PT Computrade Technology International (CTI Group). Tema yang diangkat kali ini adalah 'The Future Analytics, Beyond Big Data'.


Tema tersebut merupakan kelanjutan dari tema yang diangkat dalam acara yang sama pada tahun 2014, yaitu teknologi big data. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan organisasi secara berkelanjutan.


"Setelah Big Data, tren teknologi enterprise berikutnya adalah Data Analytics. Pertumbuhan data yang begitu besar di era perangkat mobile seperti sekarang ini membutuhkan solusi pengolahan data yang tepat," ujar Susan Zhang,GM Corporate Development and Communication CTI Group di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.


Sementara Vonny Tjiu, Country Manager Enterprise Business Group Lenovo Indonesia, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan bahwa tumpukan big data itu tak akan ada artinya tanpa data analytics.


"Tumpukan data itu tak akan berguna dan hanya menghabiskan resource tanpa adanya data analytics. Cuma menghabiskan storage," ujar Vonny, wanita muda yang cukup sukses berkarir di bidang IT.


Dalam setiap penyelenggaraannya, CTI Group menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang yang berbeda. Mulai dari lembaga riset, praktisi, hingga vendor teknologi untuk membantu organisasi mendapat pemahaman utuh akan solusi-solusi teknologi terkini yang bisa diimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis.Next


(rou/rou)

readmore »»