Bisnis SMS Broadcast Laris di Tahun Politik

Jakarta - Banyak cara yang dilakukan para calon pejabat yang ingin menang dalam pemilihan umum (pemilu), salah satunya melalui promosi Short Message Service (SMS). Penggunaan SMS bisa dibilang sangat konvensional karena mulai ditinggal konsumen, namun masih cukup banyak calon pejabat yang memakai cara ini.

SMS broadcast atau SMS blast, metode SMS berantai yang digunakan calon pejabat (Gubernur, Anggota DPR/DPRD, Bupati/Walikota dan lain-lain) termasuk saat memasuki tahun politik saat ini. Metode ini mengirim pesan dalam bentuk SMS, MMS beserta gambar, video calon pejabat yang umumnya berisi visi dan misi si calon pejabat.


DetikFinance mencoba menelusuri praktek pelaku/penyedia jasa SMS Blast ini, salah satunya bernama Yosep.


"Metode SMS blast ini masih banyak digunakan para calon pejabat bahkan pejabat yang saat ini memimpin dan ingin terpilih kembali," kata Yosep kepada detikFinance, Senin (22/4/2013).


Dikatakan Yosep, SMS Blast ini sesungguhnya menyasar kalangan 'Golongan Putih' yang mana banyak dilakukan kalangan menengah atas ketika ada suatu pemilihan umum.


"Sasarannya adalah golongan putih, kalangan menengah atas yang memilih tidak menyampaikan haknya, baik karena sibuk, tidak percaya akan calon yang dipilih dan alasan lainnya," ucapnya.


Para golongan putih inilah kata Yosep yang menjadi sasaran SMS Blast ini. "Kenapa sasarannya golongan putih? karena jumlahnya lebih banyak," katanya.


SMS Blast ini, kata Yosep, dapat memenuhi sesuai kebutuhan penyampaian aspirasi, visi dan misi calon pemimpin langsung kepada pengguna ponsel.


"Sasarannya jelas, bisa ditentukan apakah di seluruh Daerah pemilihan (Dapil), Spot-spot tertentu misalnya kantor, mal dan lainnya, tergantung si pemesan, daerah mana, lokasi mana, kita punya sistem namanya Location Base Advertising (LBA), jadi bisa jelas siapa sasaran yang dituju," katanya.


Saat ini, lanjut Yosep, dirinya sedang melayani beberapa pejabat khususnya di daerah Jakarta dan sekitarnya. "Sudah ada beberapa pejabat DPR dan DPRD yang saat ini kami dampingi," tandasnya.


Salah satu bentuk promosi yang dilakukan Yosep adalah seperti ini: "Promosi soal Jasa SMS/BBM Blast untuk Pilkada/Promosi. Rp 2 (harga promosi). Coverage Nasional/Kota. Masking SMS Rp 250. LBA (Location Base Advertising) Rp 250.


(rrd/ash)