Hacker Rusia Diduga Serbu Institusi Keuangan AS

Jakarta - Data-data penting lembaga keuangan Amerika Serikat dilaporkan telah diangkut hacker. Kasus ini menyeruak setelah JPMorgan Chase & Co, bank dan penyedia layanan keuangan besar di Amerika Serikat, mengakui bahwa puluhan juta data nasabah mereka telah dijebol.

Dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (5/10/2014), nama, alamat, nomor telepon dan email sekitar 83 juta rumah tangga di AS bocor setelah sistem komputer JPMorgan Chase & co dibobol penjahat cyber. Peristiwa ini disebut-sebut salah satu kebocoran data terbesar sepanjang sejarah.


Asal serangan ditengarai berasal dari Rusia meski belum jelas identitas mereka. Menurut sumber yang dikutip New York Times, sang pelaku beroperasi dari Rusia. Ia diduga juga memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia.


Tidak hanya JPMorgan saja yang menjadi sasaran serangan. Perkembangan terbaru menyebutkan kalau sekitar 9 bank dan lembaga keuangan AS yang lain juga coba disusupi oleh hacker yang sama. Tapi tidak dijelaskan apakah upaya serangan itu sukses.


Belum diketahui apa motif serangan cyber skala besar ini. Akan tetapi para pakar sekuriti memperingatkan data yang dicuri tersebut bisa dimanfaatkan untuk melakukan penipuan.


"Semua data ini bemanfaat bagi hacker dan para pencuri data. Jenis informasi yang dicuri sebenarnya tidak sensitif, tapi bisa digunakan untuk validasi identitas user," udap Mark Rasch, mantan jaksa federal AS.


JP Morgan sendiri dikenal memiliki sistem sekuriti yang handal. Namun pencurian data dalam jumlah besar tersebut membuktikan tidak ada yang benar-benar aman dari serangan penjahat cyber.


"Kriminal bisa mencuri identitas 83 juta orang dan pebisnis. Padahal asumsinya adalah perusahaan yang kena bobol punya praktek sekuriti payah, tapi kita tahu kalau JPMorgan punya program sekuriti bagus dan berinvestasi besar di area ini," kata Tal Klein dari biro sekuriti Adallom.


(fyk/fyk)



readmore »»  

Uni Eropa Izinkan Facebook Caplok WhatsApp

Jakarta - Facebook sedang dalam proses penyelesaian akuisisi terhadap WhatsApp senilai USD 19 miliar. Mereka membutuhkan persetujuan dari beberapa regulator. Kabar baik bagi Facebook, Uni Eropa telah merestui akuisisi WhatsApp.

Dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (5/10/2014), Komisi Eropa telah menganalisis keinginan Facebook untuk membeli WhatsApp. Mereka akhirnya menilai akuisisi tersebut tidak akan mengganggu iklim kompetisi sehingga memberikan restu.


"Kami telah secara berhati-hati memeriksa proposal akuisisi dan menyimpulkan bahwa hal ini tidak akan mengganggu kompetisi di pasar yang dinamis dan terus tumbuh ini. Konsumen masih akan memiliki banyak pilihan aplikasi komunikasi," kata Joaquin Almunia dari European Competition Commisioner.


Dengan demikian, proses akuisisi WhatsApp oleh Facebook semakin mendekati tahap finalisasi. Facebook sendiri yakin WhatsApp yang dibelinya sangat mahal, akan bermanfaat bagi perkembangan bisnisnya.


Di masa mendatang, WhatsApp berencana menambah berbagai layanan untuk mempertahankan penggunanya dari godaan aplikasi messaging pesaing. Misalnya layanan voice call gratis yang kemungkinan diterapkan jelang akhir tahun ini.


(fyk/fyk)



readmore »»  

Menghindari Sadisme Saat Memotret Hewan Kurban

Jakarta - Darah kental yang berwarna merah dan rasa pasrah hewan kurban saat disembelih. Pisau jagal yang super tajam dan tetesan keringat petugas saat membekap hewan pada detik-detik eksekusi.

Semuanya menjadi momen yang sangat menarik, penuh drama dan menggugah emosi. Setidaknya secara visual, semuanya bisa dieksplorasi menjadi foto yang teatrikal.


Akan tetapi, sebagai fotografer tentu terikat asas kepatutan. Apakah pantas menjepret eksekusi itu sebagai kenyataan ataukah menyembunyikan sebagian momen karena dinilai terlalu sadis bagi sebagian kalangan.


Beberapa foto yang pernah dihasilkan sampai memperlihatkan lelehan darah merah segar dan menyulut kontraversi. Juga wajah iba dan memelas hewan korban yang di-capture begitu close up sehingga menimbulkan tafsiran berbeda-beda.


Apalagi kalau foto tersebut diunggah ke media sosial dan menjadi konsumsi publik, maka persoalan kepatutan tersebut perlu diperhatikan. Yakni bagaimana memotret proses ritual tersebut dengan wajar dan tidak dilebih-lebihkan.


Pertama, juru potret bisa mengesampingkan emosi pembantaian dan kekerasan dalam foto-foto yang dihasilkan. Meski pada praktiknya tidak ada sama sekali praktik sadisme bahkan hewan tersebut disembelih dibawah kalimat takbir, namun bahasa foto mempunyai keterbatasan dan multitafsir.


Sehingga, tanpa menghilangkan fakta, ada baiknya memotret hewan kurban tanpa perlu mengeksploitasi secara berlebihan. Buatlah foto-foto yang soft. Tidak secara vulgar memotret eksekusi dengan menampilkan tetesan darah yang mempunyai kesan berbeda bagi tiap-tiap individu.Next


(Ari/fyk)

readmore »»  

Uni Eropa Izinkan Facebook Caplok WhatsApp

Jakarta - Facebook sedang dalam proses penyelesaian akuisisi terhadap WhatsApp senilai USD 19 miliar. Mereka membutuhkan persetujuan dari beberapa regulator. Kabar baik bagi Facebook, Uni Eropa telah merestui akuisisi WhatsApp.

Dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (5/10/2014), Komisi Eropa telah menganalisis keinginan Facebook untuk membeli WhatsApp. Mereka akhirnya menilai akuisisi tersebut tidak akan mengganggu iklim kompetisi sehingga memberikan restu.


"Kami telah secara berhati-hati memeriksa proposal akuisisi dan menyimpulkan bahwa hal ini tidak akan mengganggu kompetisi di pasar yang dinamis dan terus tumbuh ini. Konsumen masih akan memiliki banyak pilihan aplikasi komunikasi," kata Joaquin Almunia dari European Competition Commisioner.


Dengan demikian, proses akuisisi WhatsApp oleh Facebook semakin mendekati tahap finalisasi. Facebook sendiri yakin WhatsApp yang dibelinya sangat mahal, akan bermanfaat bagi perkembangan bisnisnya.


Di masa mendatang, WhatsApp berencana menambah berbagai layanan untuk mempertahankan penggunanya dari godaan aplikasi messaging pesaing. Misalnya layanan voice call gratis yang kemungkinan diterapkan jelang akhir tahun ini.


(fyk/fyk)



readmore »»  

Google Indonesia Diserang Hacker?

Jakarta - Google Indonesia diduga diserang oleh hacker. Saat diakses, beberapa pengunjung melaporkan tampilan Google tidak seperti biasanya. Halaman yang biasanya didominasi warna putih jadi 'menghitam'. Selain itu, loading situs Google.co.id menjadi lambat.

Kabar bahwa Google Indonesia telah di-hack ini dilaporkan sudah menyebar cukup luas di media sosial. Juga menjadi bahan diskusi di berbagai forum.


Dalam tampilan yang tidak seperti biasanya tersebut, halaman Google jadi berwarna hitam dan bertebaran tulisan klaim dari hacker. Misalnya saja 'Security is just an illusion', 'Struck by 1337', dan 'Google Indonesia stamped by Team Madleets'.


Disinyalir bukan server Google yang berhasil ditembus oleh hacker. Hacker ini hanya melakukan metode yang disebut DNS Hijacked. Mereka mengubah alamat DNS yang merujuk ke Google Indonesia ke situs yang dibuat sebelumnya.


DNS (domain name system) sendiri adalah sistem yang bertugas untuk mengubah alamat IP menjadi nama yang lebih mudah diingat. Pelaku serangan diduga mengakali sistem ini dengan mengalihkan alamat google.co.id ke situs yang sudah ditentukan oleh mereka.


Ada dugaan perubahan tampilan Google hanya bisa diakses melalui penyedia layanan internet tertentu saja, tidak semuanya. Belum ada keterangan dari Google mengenai permasalahan ini.


(fyk/fyk)



readmore »»  

Penjualan Turun, Profit HTC Malah Meningkat

Jakarta - HTC berhasil membukukan keuntungan di kuartal III 2014 yang berlangsung dari bulan Juli sampai September. Meski penjualan ponselnya mengalami penurunan, vendor asal Taiwan ini meraih untung USD 21 juta.

Dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (5/10/2014), profit yang dihasilkan HTC itu di atas perkiraan para analis. Dan sudah lebih baik dari pencapaian tahun sebelumnya, di mana HTC merugi sampai USD 98 juta.


Keuntungan didapat karena berbagai efisiensi biaya. Pasalnya, penjualan ponsel HTC justru menurun dengan persentase 33% dari tahun sebelumnya.


Ponsel HTC misalnya flagship One M8 sebenarnya mendapat sambutan bagus dari para kritikus teknologi, dengan desain dan material berkelas. Namun persaingan yang begitu ketat membuatnya kurang begitu bergaung.


Untuk menarik minat konsumen, HTC sedang mempersiapkan smartphone flagship baru yang akan dirilis dalam sebuah even di New York bulan ini. Mereka juga akan menambah lebih banyak portofolio handsetnya.


(fyk/fyk)



readmore »»  

Microsoft Klaim Samsung Ngutang

Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi, banyak vendor ponsel Android seperti Samsung, membayar royalti pada Microsoft. Royalti ini berlaku untuk teknologi miliknya yang digunakan di ponsel Android.

Setelah negosiasi alot di antara dua raksasa teknologi ini, pada 2011 Microsoft dan Samsung setuju untuk menandatangani kesepakatan lisensi paten dan kolaborasi bisnis secara terpisah.


Belakangan, Samsung menduga Microsoft telah melanggar kesepakatan kolaborasi bisnis. Sementara keduanya dalam tahap merampungkan masalah, Microsoft tampaknya masih berupaya mendapatkan uang dari Samsung.


Berdasarkan informasi dokumen yang dilansir Ubergizmo, Minggu (4/10/2014), dalam perkara Microsoft melawan Samsung, Microsoft mengklaim Samsung berhutang USD 6,9 juta dari bunga yang belum dibayar dari tahun lalu.


"Kami percaya bahwa kasus kami kuat dan kami akan menang. Pada saat bersamaan, kami berharap kerjasama dan komitmen dengan Samsung dapat terus berlangsung," kata Deputy General Counsel Microsoft David Howard.


Microsoft juga mencantumkan keterangan bahwa Samsung telah membayar kerugian USD 1 miliar tahun lalu, sementara kesepakatan paten mereka masih aktif.


(rns/fyk)



readmore »»  

Donasi untuk Masjid, Bisa Lewat Aplikasi Ini

Jakarta - Banyak cara berdonasi untuk pembangunan masjid. Nah, pakai aplikasi ini, donasi jadi lebih mudah dan perkembangan pembangunannya bisa terus dipantau.

Inilah yang melatarbelakangi dibuatnya aplikasi Masjid Emerald. Sesuai dengan namanya, aplikasi di Windows Phone ini dibuat untuk memudahkan akses donasi Masjid Emerald yang sedang dibangun di Bintaro.


"Kami menyambut dengan baik kehadiran aplikasi yang tentunya akan akan sangat bermanfaat di platform Windows Phone," ujar Developer Manager Microsoft Device Group Narenda Wicaksono.


Donatur bisa memantau pembangunan mesjid dengan melihat laporan terupdate dari status pembangunan masjid tersebut. Pantauan detikINET, Sabtu (4/10/2014), progress pembangunan saat ini 11% dengan keterangan berupa foto yang menginformasikan pengecoran basement sudah dilakukan.


Ketika pembangunan masjid selesai, aplikasi ini masih tetap bisa digunakan sebagai penunjang ibadah karena tersedia menu lain yang bermanfaat dipakai kapan saja.


Aplikasi ini antara lain meampilkan jadwal shalat sesuai lokasi yang dilengkapi pengingat shalat serta petunjuk arah kiblat, pengingat infaq, kutipan islami dari Al Quran dan Hadist, serta kumpulan doa.


CEO Algo Studio Adib Toriq menyebutkan, aplikasi Masjid Emerald merupakan inisiatif dari studio aplikasi miliknya dan Raion Studio. Dia mengklaim ini adalah aplikasi crowdfunding pertama untuk pembangunan masjid. Next


(rns/rns)

readmore »»  

InnovateGO, Asiknya Gaya Baru Nonton TV di Gadget

Jakarta - Sukses meluncurkan layanan Internet Super Cepat, TV Kabel Interaktif dan Telephone awal Juli silam, PT Mora Quatro Multimedia kembali merilis layanan Innovate lain berbasis jaringan Fiber To The Home (FTTH), InnovateGo.

"InnovateGO adalah cara melihat tayangan TV Kabel Innovate melalui internet. Cara ini memberikan pengalaman mengasyikan dalam menyaksikan Live TV Streaming kapan saja dan dimana saja melalui perangkat elektronik smartphone atau gadget," kata Syakieb Sungkar VP Commercial PT Mora Quatro Multimedia.


Melalui keterangannya, Sabtu (4/10/2014), Syakieb optimistis menyebutkan bahwa InnovateGo akan memperluas cakupan target pelanggannya. Dia mengklaim layanan ini dapat menjangkau area di mana jaringan mereka belum tersedia.


Hadirnya InnovateGo dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran gaya baru menonton di masyarakat. Tayangan kini tak lagi hanya dinikmati oleh keluarga secara bersama-sama melalui TV di ruang keluarga, tetapi juga telah menjadi hiburan personal masing-masing anggota keluarga di gadget mereka.


InnovateGO diklaim menjawab kebutuhan ini. Para anggota keluarga sekarang dapat menikmati puluhan saluran lokal dan internasional yang di tawarkan melalui gadget.


Untuk bisa mengaksesnya, pengguna harus mendownload aplikasi InnovateGO yang tersedia secara gratis di Apple AppStore untuk perangkat iOS dan Google PlayStore bagi pengguna perangkat Android.


"Melihat angka pertumbuhan penjualan smartphone yang luar biasa di Indonesia dan pergeseran cara baru menonton menjadi personal kami optimis InnovateGO menjadi aplikasi yang sangat menarik untuk di unduh oleh para pengguna smartphone", sebut Winnie Sularto Head of Marketing & Communication PT Mora Quatro Multimedia.


Pengguna InnovateGO akan terbagi menjadi dua tipe pelanggan yaitu, pelanggan yang terkoneksi jaringan kabel Innovate (home subscriber) dan pelanggaan non jaringan kabel Innovate (mobile subscriber).


Bagi pelanggan home subscriber tersedia lebih dari 46 saluran mengikuti pilihan tayangan yang dimiliki di rumah. Sementara bagi non-pelanggan tersedia 34 saluran TV yang dapat dinikmati secara gratis. Tersedia juga beberapa pilihan konten menarik lainnya melalui Video On Demand untuk memperkaya pilihan tayangan.


(rns/rns)



readmore »»  

Donasi untuk Masjid, Bisa Lewat Aplikasi Ini

Jakarta - Banyak cara berdonasi untuk pembangunan masjid. Nah, pakai aplikasi ini, donasi jadi lebih mudah dan perkembangan pembangunannya bisa terus dipantau.

Inilah yang melatarbelakangi dibuatnya aplikasi Masjid Emerald. Sesuai dengan namanya, aplikasi di Windows Phone ini dibuat untuk memudahkan akses donasi Masjid Emerald yang sedang dibangun di Bintaro.


"Kami menyambut dengan baik kehadiran aplikasi yang tentunya akan akan sangat bermanfaat di platform Windows Phone," ujar Developer Manager Microsoft Device Group Narenda Wicaksono.


Donatur bisa memantau pembangunan mesjid dengan melihat laporan terupdate dari status pembangunan masjid tersebut. Pantauan detikINET, Sabtu (4/10/2014), progress pembangunan saat ini 11% dengan keterangan berupa foto yang menginformasikan pengecoran basement sudah dilakukan.


Ketika pembangunan masjid selesai, aplikasi ini masih tetap bisa digunakan sebagai penunjang ibadah karena tersedia menu lain yang bermanfaat dipakai kapan saja.


Aplikasi ini antara lain meampilkan jadwal shalat sesuai lokasi yang dilengkapi pengingat shalat serta petunjuk arah kiblat, pengingat infaq, kutipan islami dari Al Quran dan Hadist, serta kumpulan doa.


CEO Algo Studio Adib Toriq menyebutkan, aplikasi Masjid Emerald merupakan inisiatif dari studio aplikasi miliknya dan Raion Studio. Dia mengklaim ini adalah aplikasi crowdfunding pertama untuk pembangunan masjid. Next


(rns/rns)

readmore »»  

InnovateGO, Asiknya Gaya Baru Nonton TV di Gadget

Jakarta - Sukses meluncurkan layanan Internet Super Cepat, TV Kabel Interaktif dan Telephone awal Juli silam, PT Mora Quatro Multimedia kembali merilis layanan Innovate lain berbasis jaringan Fiber To The Home (FTTH), InnovateGo.

"InnovateGO adalah cara melihat tayangan TV Kabel Innovate melalui internet. Cara ini memberikan pengalaman mengasyikan dalam menyaksikan Live TV Streaming kapan saja dan dimana saja melalui perangkat elektronik smartphone atau gadget," kata Syakieb Sungkar VP Commercial PT Mora Quatro Multimedia.


Melalui keterangannya, Sabtu (4/10/2014), Syakieb optimistis menyebutkan bahwa InnovateGo akan memperluas cakupan target pelanggannya. Dia mengklaim layanan ini dapat menjangkau area di mana jaringan mereka belum tersedia.


Hadirnya InnovateGo dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran gaya baru menonton di masyarakat. Tayangan kini tak lagi hanya dinikmati oleh keluarga secara bersama-sama melalui TV di ruang keluarga, tetapi juga telah menjadi hiburan personal masing-masing anggota keluarga di gadget mereka.


InnovateGO diklaim menjawab kebutuhan ini. Para anggota keluarga sekarang dapat menikmati puluhan saluran lokal dan internasional yang di tawarkan melalui gadget.


Untuk bisa mengaksesnya, pengguna harus mendownload aplikasi InnovateGO yang tersedia secara gratis di Apple AppStore untuk perangkat iOS dan Google PlayStore bagi pengguna perangkat Android.


"Melihat angka pertumbuhan penjualan smartphone yang luar biasa di Indonesia dan pergeseran cara baru menonton menjadi personal kami optimis InnovateGO menjadi aplikasi yang sangat menarik untuk di unduh oleh para pengguna smartphone", sebut Winnie Sularto Head of Marketing & Communication PT Mora Quatro Multimedia.


Pengguna InnovateGO akan terbagi menjadi dua tipe pelanggan yaitu, pelanggan yang terkoneksi jaringan kabel Innovate (home subscriber) dan pelanggaan non jaringan kabel Innovate (mobile subscriber).


Bagi pelanggan home subscriber tersedia lebih dari 46 saluran mengikuti pilihan tayangan yang dimiliki di rumah. Sementara bagi non-pelanggan tersedia 34 saluran TV yang dapat dinikmati secara gratis. Tersedia juga beberapa pilihan konten menarik lainnya melalui Video On Demand untuk memperkaya pilihan tayangan.


(rns/rns)



readmore »»  

'Coding Bukan Cuma Mainan Anak TI'

Jakarta - Pertumbuhan aplikasi semakin bagus. Semakin banyak developer, terutama dari kalangan anak kampus dengan latar belakang Teknologi dan Informasi (TI) rajin memunculkan aplikasi baru yang menarik.

"Contohnya saja saat ini ada 5.000 aplikasi buatan Indonesia. Itu baru di Windows. Belum platform lain. Kami Microsoft gak cuma jualan software tapi mendukung juga kreatifitas anak muda," kata Esther K. Sianipar, Community Affairs Manager Microsoft.


Berbicara di acara peresmian Pusat Kreatif Digital Depok, Esther mengatakan bahwa coding sejatinya adalah hasil menjadi developer, bukan consumer.


"Di balik apps itu adalah coding. Berbicara coding bukan hanya mainannya anak-anak TI. Semua bidang akan main coding. Sebuah riset memprediksi 2024 nanti semua akan pake coding. Karena semuanya akan berbasis aplikasi," paparnya.


Dikatakan Esther, dia dan timnya di Microsoft akan terus mendukung pengembangan kreatif digital, termasuk mencari bakat-bakat developer dan menggiatkan semacam pelatihan coding.


(rns/rns)



readmore »»  

'Coding Bukan Cuma Mainan Anak TI'

Jakarta - Pertumbuhan aplikasi semakin bagus. Semakin banyak developer, terutama dari kalangan anak kampus dengan latar belakang Teknologi dan Informasi (TI) rajin memunculkan aplikasi baru yang menarik.

"Contohnya saja saat ini ada 5.000 aplikasi buatan Indonesia. Itu baru di Windows. Belum platform lain. Kami Microsoft gak cuma jualan software tapi mendukung juga kreatifitas anak muda," kata Esther K. Sianipar, Community Affairs Manager Microsoft.


Berbicara di acara peresmian Pusat Kreatif Digital Depok, Esther mengatakan bahwa coding sejatinya adalah hasil menjadi developer, bukan consumer.


"Di balik apps itu adalah coding. Berbicara coding bukan hanya mainannya anak-anak TI. Semua bidang akan main coding. Sebuah riset memprediksi 2024 nanti semua akan pake coding. Karena semuanya akan berbasis aplikasi," paparnya.


Dikatakan Esther, dia dan timnya di Microsoft akan terus mendukung pengembangan kreatif digital, termasuk mencari bakat-bakat developer dan menggiatkan semacam pelatihan coding.


(rns/rns)



readmore »»  

Telkom Resmi Tutup Layanan Flexi

Jakarta - Telkom akhirnya mengumumkan penghentian layanan Flexi. Layanan jartaplokal nirkabel (FWA) berbasis teknologi code division multiple accesss (CDMA) ini resmi dipensiunkan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip detikINET, Sabtu (4/10/2014), Telkom menyatakan akan merestrukturisasi unit usaha Flexi dan melakukan pengalihan pelanggan ke anak usaha lainnya, Telkomsel.


Restrukturisasi dilakukan menyusul adanya penataan pita frekuensi radio 800 MHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler sesuai Peraturan Menkominfo nomor 30 tahun 2014.


Berdasarkan surat No.623/DJSDPPI.1/HK/9/2014 tertanggal 30 September 2014 oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Telkom menerima Surat Keputusan Menkominfo yang menyetujui pengalokasian penggunaan pita frekuensi radio 800 Mhz rentang 880 – 887,5 MHz (setara 7,5 Mhz) berpasangan dengan 925 – 932,5 MHz (setara 7,5 MHz) dari perseroan kepada Telkomsel.


Telkom pada 27 Juni 2014 juga telah menandatangani perjanjian bisnis bersyarat (Conditional Business Transfer Agreement) dengan Telkomsel. Pada tanggal 30 September 2014 Telkomsel telah menyetorkan uang muka sejumlah Rp 707 miliar yang merupakan 25% dari total konsiderasi yang harus diterima Telkom yaitu sebesar Rp 2,828 triliun ke dalam rekening penampungan yang disepakati keduanya.


Dana tersebut dapat dicairkan oleh Telkom dengan menyerahkan salinan dari Persetujuan Menkominfo kepada bank yang mengelola reknening penampungan. Setelah Telkomsel menyetorkan uang muka tersebut kepada Telkom per 1 Oktober 2014, transaksi antara induk dan anak usaha ini akan efektif dimulai.


Selanjutnya sisa pembayaran dari Telkomsel kepada Telkom sebesar Rp 2,121 triliun akan dibayarkan pada saat tanggal penutupan yakni 31 Desember 2014.


Pada semester pertama 2014, jumlah pelanggan Flexi tersisa 4,12 juta pelanggan atau jauh berkurang dibandingkan 15,5 juta pelanggan pada semester pertama 2013. Untuk teknis pengalihan pelanggan Flexi ke Telkomsel, hingga saat ini masih terus dipersiapkan oleh keduanya.


(rou/rns)



readmore »»  

Telkom Resmi Tutup Layanan Flexi

Jakarta - Telkom akhirnya mengumumkan penghentian layanan Flexi. Layanan jartaplokal nirkabel (FWA) berbasis teknologi code division multiple accesss (CDMA) ini resmi dipensiunkan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip detikINET, Sabtu (4/10/2014), Telkom menyatakan akan merestrukturisasi unit usaha Flexi dan melakukan pengalihan pelanggan ke anak usaha lainnya, Telkomsel.


Restrukturisasi dilakukan menyusul adanya penataan pita frekuensi radio 800 MHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler sesuai Peraturan Menkominfo nomor 30 tahun 2014.


Berdasarkan surat No.623/DJSDPPI.1/HK/9/2014 tertanggal 30 September 2014 oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Telkom menerima Surat Keputusan Menkominfo yang menyetujui pengalokasian penggunaan pita frekuensi radio 800 Mhz rentang 880 – 887,5 MHz (setara 7,5 Mhz) berpasangan dengan 925 – 932,5 MHz (setara 7,5 MHz) dari perseroan kepada Telkomsel.


Telkom pada 27 Juni 2014 juga telah menandatangani perjanjian bisnis bersyarat (Conditional Business Transfer Agreement) dengan Telkomsel. Pada tanggal 30 September 2014 Telkomsel telah menyetorkan uang muka sejumlah Rp 707 miliar yang merupakan 25% dari total konsiderasi yang harus diterima Telkom yaitu sebesar Rp 2,828 triliun ke dalam rekening penampungan yang disepakati keduanya.


Dana tersebut dapat dicairkan oleh Telkom dengan menyerahkan salinan dari Persetujuan Menkominfo kepada bank yang mengelola reknening penampungan. Setelah Telkomsel menyetorkan uang muka tersebut kepada Telkom per 1 Oktober 2014, transaksi antara induk dan anak usaha ini akan efektif dimulai.


Selanjutnya sisa pembayaran dari Telkomsel kepada Telkom sebesar Rp 2,121 triliun akan dibayarkan pada saat tanggal penutupan yakni 31 Desember 2014.


Pada semester pertama 2014, jumlah pelanggan Flexi tersisa 4,12 juta pelanggan atau jauh berkurang dibandingkan 15,5 juta pelanggan pada semester pertama 2013. Untuk teknis pengalihan pelanggan Flexi ke Telkomsel, hingga saat ini masih terus dipersiapkan oleh keduanya.


(rou/rns)



readmore »»  

Kreatif Digital Bisa Jadi Duit, Ini Syaratnya

Jakarta - Sejumlah syarat diperlukan untuk memonetisasi kreatif digital. Antara lain, memudahkan orang membeli produk kreatif digital tersebut. Bagaimana caranya?

"Kreatif digital itu cara monetizenya butuh infrastruktur. Infrastrukturnya pasti IT, itu satu. Kedua, bagaimana orang yang mau beli produk itu dengan lebih mudah," sebut Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan IPTEK Kemenparekraf.


Metode pembayaran dengan kartu kredit, dikatakan Lolly kurang efektif karena penetrasinya di Indonesia masih belum banyak. Kemudian berbicara mengenai cara potong pulsa, meski sudah mulai banyak yang menggunakan, menurut Lolly masih belum cukup.


"Semestinya kita punya payment gateway nasional. Kalau kartu kredit ini, kita juga bayar devisa. Kalau ke luar negeri okelah. Tapi kalau dalam negeri sebaiknya kita punya sendiri. Jadi uang itu gak lari ke luar. Uangnya bisa dimanfaatkan untuk dalam negeri lagi," paparnya.


Tak hanya infrastruktur dan payment gateway, Lolly juga menambahkan para pelaku kreatif digital harus tahu bagaimana mereka memonetisasi produknya. Apakah dengan beriklan, premium atau cara lain.


"Yang harus kita bantu juga bagaimana produk-produk ini bisa terlihat di store. Orang Indonesia sendiri bisa lihat, sekarang aplikasi yang kelihatan siapa, Detik sama Kaskus, cuma dua. Maka kami juga membantu developer bertemu mentor. Akan dibantu bagaimana cara monetizing yang benar," simpulnya.


(rns/rns)



readmore »»  

Kreatif Digital Bisa Jadi Duit, Ini Syaratnya

Jakarta - Sejumlah syarat diperlukan untuk memonetisasi kreatif digital. Antara lain, memudahkan orang membeli produk kreatif digital tersebut. Bagaimana caranya?

"Kreatif digital itu cara monetizenya butuh infrastruktur. Infrastrukturnya pasti IT, itu satu. Kedua, bagaimana orang yang mau beli produk itu dengan lebih mudah," sebut Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan IPTEK Kemenparekraf.


Metode pembayaran dengan kartu kredit, dikatakan Lolly kurang efektif karena penetrasinya di Indonesia masih belum banyak. Kemudian berbicara mengenai cara potong pulsa, meski sudah mulai banyak yang menggunakan, menurut Lolly masih belum cukup.


"Semestinya kita punya payment gateway nasional. Kalau kartu kredit ini, kita juga bayar devisa. Kalau ke luar negeri okelah. Tapi kalau dalam negeri sebaiknya kita punya sendiri. Jadi uang itu gak lari ke luar. Uangnya bisa dimanfaatkan untuk dalam negeri lagi," paparnya.


Tak hanya infrastruktur dan payment gateway, Lolly juga menambahkan para pelaku kreatif digital harus tahu bagaimana mereka memonetisasi produknya. Apakah dengan beriklan, premium atau cara lain.


"Yang harus kita bantu juga bagaimana produk-produk ini bisa terlihat di store. Orang Indonesia sendiri bisa lihat, sekarang aplikasi yang kelihatan siapa, Detik sama Kaskus, cuma dua. Maka kami juga membantu developer bertemu mentor. Akan dibantu bagaimana cara monetizing yang benar," simpulnya.


(rns/rns)



readmore »»  

Google Ingin Buat Pesaing WhatsApp

Jakarta - Setelah Facebook mengumumkan mengakuisisi WhatsApp, sempat beredar rumor Google pernah berminat lebih dulu membeli messenger tersebut. Meski kemudian dibantah, sangat menarik jika Google benar-benar punya messenger seperti WhatsApp.

Kini sebuah laporan menyebutkan, Google yang memang sudah punya sistem messenger sendiri yakni Hangouts, mengirim Product Manager Nikhyl Singhal ke India untuk memetakan bagaimana ekosistem aplikasi messenger di negeri Bollywood tersebut.


Seperti dikutip dari Ubergizmo, Sabtu (4/10/2014), Google saat ini kabarnya sedang dalam tahap pengembangan awal membuat aplikasi messenger. Mereka disebut-sebut berencana merilisnya pada 2015 dengan pertama kali menyasar India.


Singhal pun diketahui sedang rajin melakukan kunjungan ke Asia Tenggara. Ini memunculkan spekulasi, aplikasi messenger tersebut nantinya akan menyasar pasar Asia yang memang dikenal punya banyak pengguna aplikasi messenger.


Sumber lain menyebutkan, aplikasi messenger Google akan gratis, tidak seperti WhatsApp yang memberlakukan langganan per tahun. Kebenaran kabar ini masih belum bisa dipastikan, karena Google belum berkomentar apapun soal laporan ini.


(rns/rns)



readmore »»  

'Kreatif Digital Belum Jadi Industri'

Jakarta - Potensi para pelaku kreatif digital di Indonesia boleh dibilang tak terhitung. Baik sumber daya maupun ide-ide baru terus bermunculan. Sayangnya semua potensi ini belum menjadi industri.

"Yang saya lihat kita memang masih belum menjadi industri. Sekarang kita masih sekedar kaya pedagang, penjual. Kita butuh untuk menciptakan industri kreatif. Kita ingin jadi misalnya yang punya butik, kita punya industrinya," kata Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan IPTEK Kemenparekraf.


Sesuai dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden terpilih Joko Widodo dalam mendorong industri kreatif digital, Kemenparekraf pun mengerahkan upayanya.


Dikatakan Lolly, ada 7 poin yang dilecut Kemenparekraf, dan ketujuh poin tersebut merupakan jawaban dari permasalahan yang dihadapi para pelaku ekonomi kreatif.


"Nomor satu adalah bagaimana kita membentuk atau menciptakan orang kreatifnya itu sendiri. Kita juga harus memikirkan sumber daya lokal. Tak kalah penting adalah pemanfaatan teknologi yang tepat," kata Lolly.


Dikatakannya, upaya Kemenparekraf lainnya adalah memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif digital untuk akses modal. Tak sampai disitu, mereka pun akan diantu memperluas pasarnya dan diperkenalkan ke dunia internasional.


"Kemudian juga dari segi kelembagaan. Kita butuh semacam pusat kreatif, inkubator bisnis yang mencetak para entepreneur, sentra inovasi, untuk membantu mereka yang membuat karya digital kreatif yang menemukan permasalahan lalu bagaimana menyelesaikannya," papar Lolly.Next


(rns/rns)

readmore »»  

Google Ingin Buat Pesaing WhatsApp

Jakarta - Setelah Facebook mengumumkan mengakuisisi WhatsApp, sempat beredar rumor Google pernah berminat lebih dulu membeli messenger tersebut. Meski kemudian dibantah, sangat menarik jika Google benar-benar punya messenger seperti WhatsApp.

Kini sebuah laporan menyebutkan, Google yang memang sudah punya sistem messenger sendiri yakni Hangouts, mengirim Product Manager Nikhyl Singhal ke India untuk memetakan bagaimana ekosistem aplikasi messenger di negeri Bollywood tersebut.


Seperti dikutip dari Ubergizmo, Sabtu (4/10/2014), Google saat ini kabarnya sedang dalam tahap pengembangan awal membuat aplikasi messenger. Mereka disebut-sebut berencana merilisnya pada 2015 dengan pertama kali menyasar India.


Singhal pun diketahui sedang rajin melakukan kunjungan ke Asia Tenggara. Ini memunculkan spekulasi, aplikasi messenger tersebut nantinya akan menyasar pasar Asia yang memang dikenal punya banyak pengguna aplikasi messenger.


Sumber lain menyebutkan, aplikasi messenger Google akan gratis, tidak seperti WhatsApp yang memberlakukan langganan per tahun. Kebenaran kabar ini masih belum bisa dipastikan, karena Google belum berkomentar apapun soal laporan ini.


(rns/rns)



readmore »»  

'Kreatif Digital Belum Jadi Industri'

Jakarta - Potensi para pelaku kreatif digital di Indonesia boleh dibilang tak terhitung. Baik sumber daya maupun ide-ide baru terus bermunculan. Sayangnya semua potensi ini belum menjadi industri.

"Yang saya lihat kita memang masih belum menjadi industri. Sekarang kita masih sekedar kaya pedagang, penjual. Kita butuh untuk menciptakan industri kreatif. Kita ingin jadi misalnya yang punya butik, kita punya industrinya," kata kata Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan IPTEK Kemenparekraf.


Sesuai dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden terpilih Joko Widodo dalam mendorong industri kreatif digital, Kemenparekraf pun mengerahkan upayanya.


Dikatakan Lolly, ada 7 poin yang dilecut Kemenparekraf, dan ketujuh poin tersebut merupakan jawaban dari permasalahan yang dihadapi para pelaku ekonomi kreatif.


"Nomor satu adalah bagaimana kita membentuk atau menciptakan orang kreatifnya itu sendiri. Kita juga harus memikirkan sumber daya lokal. Tak kalah penting adalah pemanfaatan teknologi yang tepat," kata Lolly.


Dikatakannya, upaya Kemenparekraf lainnya adalah memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif digital untuk akses modal. Tak sampai disitu, mereka pun akan diantu memperluas pasarnya dan diperkenalkan ke dunia internasional.


"Kemudian juga dari segi kelembagaan. Kita butuh semacam pusat kreatif, inkubator bisnis yang mencetak para entepreneur, sentra inovasi, untuk membantu mereka yang membuat karya digital kreatif yang menemukan permasalahan lalu bagaimana menyelesaikannya," papar Lolly.


Terakhir, Kemenparekraf juga mengajari para startup mengenai pentingnya melindungi karya hak cipta mereka dengan mendaftarkan HAKI. Melalui program Business Connect misalnya, Kemenparekraf mengajarkan segala hal mulai dari bimbingan teknis dan pengetahuan hukum saat mendirikan sebuah usaha.


"Legal councel itu pasti. Kami selalu mengatakan untuk bisa berbisnis kalian harus berbadan hukum. Seminimal mungkin CV. Kami biasanya menyeleksi teman-teman developer yang sudah pernah ikut atau jadi nominator sebuah kompetisi IT, kami undang masuk basecamp di situ mereka mendapatkan bimbingan termasuk legal itu diajarkan," pungkasnya.


(rns/rns)



readmore »»  

Pengembang Aplikasi Sambut Era 4G

Jakarta - Era seluler generasi keempat alias 4G sudah di depan mata. Menyongsong era internet mobile yang lebih kencang ini, para pelaku kreatif digital di Indonesia juga mulai ancang-ancang untuk menyambutnya.

Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan IPTEK, menilai komunitas developer dan para pembuat aplikasi sudah sangat siap menyambut era 4G ini.


"Namun yang saya lihat justru infrastrukturnya yang belum siap," kata Lolly yang sempat lama berkarir di Kementerian Kominfo, dalam perbincangan usai peresmian Pusat Kreatif Digital Depok, Jumat (3/10/2014).


"4G itu bisa bagus, kapasitasnya bisa tinggi kalau dia diterapkan di kota dengan gedung-gedung bertingkat, karena itu memperkuat. Kalau kita taruh di Jombang misalnya ya gak ada gunanya. Karena daerahnya belum mendukung," paparnya lebih lanjut.


Lolly juga mengingatkan, kita boleh mengikuti bagaimana tren ke 4G, namun yang terpenting adalah kesiapan yang harus dipikirkan. Dikatakannya, akses internet lebih kencang akan menciptakan tren big data.


Lebih lanjut dijelaskan, ke depan orang akan tidak akan asing lagi berhubungan dengan segala dengan internet, bahkan komunikasi di antara mesin ke mesin pun akan banyak dipakai.


"Artinya ini kesempatan besar terbuka bagi teman-teman developer membuat apps. Jadi kalau saya rasa sih teman-teman gak akan ketinggalan," sebutnya mantap.


Ditambahkannya, berbagai kesiapan tersebut pun harus saling terintegrasi, baik dari komunitas developer, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan yang menggelar jaringan akses internet cepat. Jika tidak, semua hanya akan berjalan sendiri-sendiri.


(rns/rou)



readmore »»  

CEO Xiaomi Labrak Petinggi Huawei

Jakarta -

CEO Xiaomi Lei Jun berseteru dengan salah seorang petinggi Huawei bernama Yu Chendong. Dalam perdebatan yang terjadi di situs mikroblogging Sina Weibo tersebut, Lei menuduh Huawei terlibat dalam 'penyerangan' terhadap brand Xiaomi di internet.

Kejadian ini bermula ketika Lei me-repost sebuah foto dari Weibo mengenai komparasi antara Xiaomi Mi4 dan Huawei Glory 6. Dalam komparasi tersebut, kualitas bodi Mi4 dikatakan jauh lebih jelek dibanding Glory 6.


Menurut Lei, komparasi tersebut merupakan akal-akalan Huawei untuk mendiskreditkan Xiaomi. Sementara Yu, yang merupakan Senior Vice President Huawei berkilah bahwa timnya sama sekali tak terlibat dalam 'penyerangan' tersebut.


Seperti yang dilansir GSM Insider, Jumat (3/10/2014), Yu juga mengatakan bahwa tak ada seorang pun yang bisa mengontrol internet. Maka itu setiap vendor harus berusaha untuk bisa membuat produk yang baik.


Ini bukanlah kali pertama Lei dan Yu berdebat di internet. Saat Huawei meluncurkan tablet M1 bulan Juni lalu, keduanya juga berdebat sengit mengenai resolusi tablet tersebut. Lei juga menyinggung perihal kapasitas produksi Huawei yang lebih kecil dibanding Xiaomi.


(asj/ash)



readmore »»  

Inilah Penampakan Utuh Nexus X

Jakarta - Setelah bocoran sebelumnya membuktikan ukuran Nexus X yang berdimensi ‘raksasa’, kini penampakan utuh penerus Nexus 5 itu juga mulai tersebar di dunia maya. Seperti apa?

Sesuai bocoran sebelumnya, gambar yang kali ini beredar makin memperkuat dimensinya yang disebut sekitar 5,9 inch. Ponsel tersebut terlihat lumayan besar dalam genggaman tangan. Menariknya, tampilan depan Nexus X juga sedikit berbeda dengan Nexus 5.


Bila bagian layar Nexus 5 tampil polos, maka bagian bawah dan atas layar Nexus X terdapat sepasang speaker. Sepertinya calon ponsel baru Google itu bakal menyodorkan kualitas suara stereo. Namun yang bikin penasaran adalah sebuah bulatan yang ada di sisi kiri atas.


Belum ada informasi apa fungsi bulatan tersebut, karena bila dibilang kamera depan, kelihatannya sudah berada di kanan atas.


Mengenai spesifikasinya, sepertinya masih sama dengan prediksi sebelumnya yang menyebut prosesornya adalah quad core Snapdragon 805, RAM 3 GB, kamera utama 12 MP, dan resolusi layar QHD (2560x1440 pixel).




bocoran nexus x (istimewa/arstechnica)




(yud/ash)

readmore »»  

Pengembang Aplikasi Sambut Era 4G

Jakarta - Era seluler generasi keempat alias 4G sudah di depan mata. Menyongsong era internet mobile yang lebih kencang ini, para pelaku kreatif digital di Indonesia juga mulai ancang-ancang untuk menyambutnya.

Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan IPTEK, menilai komunitas developer dan para pembuat aplikasi sudah sangat siap menyambut era 4G ini.


"Namun yang saya lihat justru infrastrukturnya yang belum siap," kata Lolly yang sempat lama berkarir di Kementerian Kominfo, dalam perbincangan usai peresmian Pusat Kreatif Digital Depok, Jumat (3/10/2014).


"4G itu bisa bagus, kapasitasnya bisa tinggi kalau dia diterapkan di kota dengan gedung-gedung bertingkat, karena itu memperkuat. Kalau kita taruh di Jombang misalnya ya gak ada gunanya. Karena daerahnya belum mendukung," paparnya lebih lanjut.


Lolly juga mengingatkan, kita boleh mengikuti bagaimana tren ke 4G, namun yang terpenting adalah kesiapan yang harus dipikirkan. Dikatakannya, akses internet lebih kencang akan menciptakan tren big data.


Lebih lanjut dijelaskan, ke depan orang akan tidak akan asing lagi berhubungan dengan segala dengan internet, bahkan komunikasi di antara mesin ke mesin pun akan banyak dipakai.


"Artinya ini kesempatan besar terbuka bagi teman-teman developer membuat apps. Jadi kalau saya rasa sih teman-teman gak akan ketinggalan," sebutnya mantap.


Ditambahkannya, berbagai kesiapan tersebut pun harus saling terintegrasi, baik dari komunitas developer, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan yang menggelar jaringan akses internet cepat. Jika tidak, semua hanya akan berjalan sendiri-sendiri.


(rns/rou)



readmore »»  

CEO Xiaomi Labrak Petinggi Huawei

Jakarta -

CEO Xiaomi Lei Jun berseteru dengan salah seorang petinggi Huawei bernama Yu Chendong. Dalam perdebatan yang terjadi di situs mikroblogging Sina Weibo tersebut, Lei menuduh Huawei terlibat dalam 'penyerangan' terhadap brand Xiaomi di internet.

Kejadian ini bermula ketika Lei me-repost sebuah foto dari Weibo mengenai komparasi antara Xiaomi Mi4 dan Huawei Glory 6. Dalam komparasi tersebut, kualitas bodi Mi4 dikatakan jauh lebih jelek dibanding Glory 6.


Menurut Lei, komparasi tersebut merupakan akal-akalan Huawei untuk mendiskreditkan Xiaomi. Sementara Yu, yang merupakan Senior Vice President Huawei berkilah bahwa timnya sama sekali tak terlibat dalam 'penyerangan' tersebut.


Seperti yang dilansir GSM Insider, Jumat (3/10/2014), Yu juga mengatakan bahwa tak ada seorang pun yang bisa mengontrol internet. Maka itu setiap vendor harus berusaha untuk bisa membuat produk yang baik.


Ini bukanlah kali pertama Lei dan Yu berdebat di internet. Saat Huawei meluncurkan tablet M1 bulan Juni lalu, keduanya juga berdebat sengit mengenai resolusi tablet tersebut. Lei juga menyinggung perihal kapasitas produksi Huawei yang lebih kecil dibanding Xiaomi.


(asj/ash)



readmore »»  

Inilah Penampakan Utuh Nexus X

Jakarta - Setelah bocoran sebelumnya membuktikan ukuran Nexus X yang berdimensi ‘raksasa’, kini penampakan utuh penerus Nexus 5 itu juga mulai tersebar di dunia maya. Seperti apa?

Sesuai bocoran sebelumnya, gambar yang kali ini beredar makin memperkuat dimensinya yang disebut sekitar 5,9 inch. Ponsel tersebut terlihat lumayan besar dalam genggaman tangan. Menariknya, tampilan depan Nexus X juga sedikit berbeda dengan Nexus 5.


Bila bagian layar Nexus 5 tampil polos, maka bagian bawah dan atas layar Nexus X terdapat sepasang speaker. Sepertinya calon ponsel baru Google itu bakal menyodorkan kualitas suara stereo. Namun yang bikin penasaran adalah sebuah bulatan yang ada di sisi kiri atas.


Belum ada informasi apa fungsi bulatan tersebut, karena bila dibilang kamera depan, kelihatannya sudah berada di kanan atas.


Mengenai spesifikasinya, sepertinya masih sama dengan prediksi sebelumnya yang menyebut prosesornya adalah quad core Snapdragon 805, RAM 3 GB, kamera utama 12 MP, dan resolusi layar QHD (2560x1440 pixel).




bocoran nexus x (istimewa/arstechnica)




(yud/ash)

readmore »»  

Android Rp 500 Ribuan Diklaim Jadi Rebutan

Jakarta - Ponsel Android seharga Rp 400 – Rp 500 ribuan tengah membanjir. Dengan harga yang cukup terjangkau, ponsel di segmen ini pun kerap digandrungi konsumen.

Menurut Andy Tanujaya, Manager Marketing & Sales e-Commerce K-Touch Indonesia, harga memang jadi faktor penting bagi kalangan pengguna smartphone entry level. Ada keinginan untuk meninggalkan feature phone mereka di rumah untuk beralih ke jajaran ponsel pintar.


Dan dengan banyaknya ponsel Android murah di pasaran, kalangan menengah ke bawah kini sudah bisa menikmati fasilitas sebuah smartphone.


"Tak heran, jika smartphone murah ini cukup mendapatkan respons positif dan banyak di serbu konsumen," kata Andy.


Kondisi ini pun dirasakan langsung oleh K-Touch. Dimana ponsel andalan merek Tiongkok itu dianggap sukses di pasar kelas bawah.


"Palagio II yang kami banderol dengan harga Rp 499.000, kembali mengulangi kesuksesan produk-produk kami sebelumnya," klaim Andy.


Soal spesifikasi, K-Touch Palagio II memang pas-pasan seperti Android low-end pada umumnya. Cuma dibekali Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Namun prosesornya mengusung Qualcomm dan RAM 512 MB.


(ash/fyk)



readmore »»  

Bos Besar Google Masih Setia Pakai BlackBerry

Jakarta - Eric Schmidt bukan orang sembarangan di Google. Dia pernah menjadi CEO dan sekarang menempati posisi chairman. Meski banyak pilihan smartphone yang memakai Android buatan Google, Eric mengaku tetap setia menggunakan BlackBerry.

Dalam kunjungannya ke Kanada baru-baru ini, Eric ditanya apakah masih memakai Blackberry atau sudah pindah ke ponsel lain. Ternyata ia masih suka pada BlackBerry meskipun mengutarakan kritikan.


"Aku perlu membawa BlackBerry. Aku memang masih suka BlackBerry tapi aku khawatir mereka melewatkan beberapa transisi yang sangat penting dan CEO baru berusaha sangat keras untuk memulihkan perusahaan. Namun faktanya Android dan iPhone menguasai pasar sekarang," sebut dia.


Selain BlackBerry, seperti dikutip detikINET dari Vancouver Sun, Jumat (3/10/2014), Eric juga memakai Android, yakni model Motorola Razr X. Alasan mengapa ia masih setia menggunakan BlackBerry adalah keunggulan keyboard fisiknya.


"Aku selalu suka pada keyboard BlackBerry. Google sendiri terutama membuat software dan terserah pada industri hardware untuk membuat kompetitor BlackBerry," kata dia. "Tapi keyboard BlackBerry ada hak ciptanya dan tidak bisa ditiru begitu saja,"


(fyk/ash)



readmore »»  

Internet Indonesia Ngebut, Bisa kok!

Jakarta - Banyak pengguna internet di Indonesia yang mengeluhkan leletnya koneksi. Punya jaringan internet mumpuni dengan kecepatan tinggi, apakah masih sekadar mimpi?

"Tidak, internet Indonesia bisa lebih ngebut lagi dari sekarang". Demikian suara optimisme Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan kepada detikINET, Jumat (3/10/2014).


Sammy mengakui jika saat ini kecepatan internet di Indonesa masih seperti 'siput' alias lambat. Pun demikian, bukan berarti para pemangku kepentingan di industri ini menutup mata dan tak berbuat apa-apa.


APJII pada tahun 2018 memiliki target untuk lebih gesit menggeber penetrasi internet sampai 80% dengan rata-rata kecepatan 6 Mbps.


Target ini pun dianggap bukan mimpi di siang bolong, tapi memungkinkan jika pemangku kepentingan terkait juga saling mendukung.


Pemerintah misalnya, dengan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) Kementerian Kominfo yang sebesar Rp 13 triliun per tahun, diharapkan dapat lebih berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.


"PNBP Kominfo itu Rp 13 triliun per tahun, jika dikembalikan kepada industri untuk percepatan pembangunan infrastruktur tentu bakal berpengaruh kepada internet di Indonesia," ujar Sammy.Next


(ash/rou)

readmore »»  

Android Rp 500 Ribuan Diklaim Jadi Rebutan

Jakarta - Ponsel Android seharga Rp 400 – Rp 500 ribuan tengah membanjir. Dengan harga yang cukup terjangkau, ponsel di segmen ini pun kerap digandrungi konsumen.

Menurut Andy Tanujaya, Manager Marketing & Sales e-Commerce K-Touch Indonesia, harga memang jadi faktor penting bagi kalangan pengguna smartphone entry level. Ada keinginan untuk meninggalkan feature phone mereka di rumah untuk beralih ke jajaran ponsel pintar.


Dan dengan banyaknya ponsel Android murah di pasaran, kalangan menengah ke bawah kini sudah bisa menikmati fasilitas sebuah smartphone.


"Tak heran, jika smartphone murah ini cukup mendapatkan respons positif dan banyak di serbu konsumen," kata Andy.


Kondisi ini pun dirasakan langsung oleh K-Touch. Dimana ponsel andalan merek Tiongkok itu dianggap sukses di pasar kelas bawah.


"Palagio II yang kami banderol dengan harga Rp 499.000, kembali mengulangi kesuksesan produk-produk kami sebelumnya," klaim Andy.


Soal spesifikasi, K-Touch Palagio II memang pas-pasan seperti Android low-end pada umumnya. Cuma dibekali Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Namun prosesornya mengusung Qualcomm dan RAM 512 MB.


(ash/fyk)



readmore »»  

Bos Besar Google Masih Setia Pakai BlackBerry

Jakarta - Eric Schmidt bukan orang sembarangan di Google. Dia pernah menjadi CEO dan sekarang menempati posisi chairman. Meski banyak pilihan smartphone yang memakai Android buatan Google, Eric mengaku tetap setia menggunakan BlackBerry.

Dalam kunjungannya ke Kanada baru-baru ini, Eric ditanya apakah masih memakai Blackberry atau sudah pindah ke ponsel lain. Ternyata ia masih suka pada BlackBerry meskipun mengutarakan kritikan.


"Aku perlu membawa BlackBerry. Aku memang masih suka BlackBerry tapi aku khawatir mereka melewatkan beberapa transisi yang sangat penting dan CEO baru berusaha sangat keras untuk memulihkan perusahaan. Namun faktanya Android dan iPhone menguasai pasar sekarang," sebut dia.


Selain BlackBerry, seperti dikutip detikINET dari Vancouver Sun, Jumat (3/10/2014), Eric juga memakai Android, yakni model Motorola Razr X. Alasan mengapa ia masih setia menggunakan BlackBerry adalah keunggulan keyboard fisiknya.


"Aku selalu suka pada keyboard BlackBerry. Google sendiri terutama membuat software dan terserah pada industri hardware untuk membuat kompetitor BlackBerry," kata dia. "Tapi keyboard BlackBerry ada hak ciptanya dan tidak bisa ditiru begitu saja,"


(fyk/ash)



readmore »»  

Internet Indonesia Ngebut, Bisa kok!

Jakarta - Banyak pengguna internet di Indonesia yang mengeluhkan leletnya koneksi. Punya jaringan internet mumpuni dengan kecepatan tinggi, apakah masih sekadar mimpi?

"Tidak, internet Indonesia bisa lebih ngebut lagi dari sekarang". Demikian suara optimisme Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan kepada detikINET, Jumat (3/10/2014).


Sammy mengakui jika saat ini kecepatan internet di Indonesa masih seperti 'siput' alias lambat. Pun demikian, bukan berarti para pemangku kepentingan di industri ini menutup mata dan tak berbuat apa-apa.


APJII pada tahun 2018 memiliki target untuk lebih gesit menggeber penetrasi internet sampai 80% dengan rata-rata kecepatan 6 Mbps.


Target ini pun dianggap bukan mimpi di siang bolong, tapi memungkinkan jika pemangku kepentingan terkait juga saling mendukung.


Pemerintah misalnya, dengan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) Kementerian Kominfo yang sebesar Rp 13 triliun per tahun, diharapkan dapat lebih berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.


"PNBP Kominfo itu Rp 13 triliun per tahun, jika dikembalikan kepada industri untuk percepatan pembangunan infrastruktur tentu bakal berpengaruh kepada internet di Indonesia," ujar Sammy.Next


(ash/rou)

readmore »»  

iPhone 6 Libas Duo Jagoan Android Soal Multitasking

Jakarta - iPhone 6 datang dengan prosesor baru bernama A8. Tetapi, Apple hanya memberikan RAM 1 GB di smartphone terbarunya. Kalah bila dibandingkan dengan smartphone Android premium, seperti Galaxy S5 dan HTC One M8.

Kedua kompetitor Apple itu mempersenjatai flagship miliknya dengan RAM 2GB dan spesifikasi teknis tinggi lainnya. Di atas kertas, seharusnya iPhone 6 dengan gampang dilibas oleh keduanya.


Tapi kenyataanya tidak demikian. Phonebuff melakukan tes kecepatan multitasking untuk menguji apakan RAM tinggi adalah segalanya.


Dalam video yang di-upload ke YouTube, Phonebuff menguji iPhone 6 dengan dua smartphone Android premium saat ini. Caranya tentu saja dengan melakukan banyak perpindahan dari satu aplikasi ke aplikasi lain.


Di video itu terlihat, iPhone 6, Samsung Galaxy S5 dan HTC M8 masih bisa berjalan seimbang di awal. Namun, ketika terus membuka aplikasi satu ke aplikasi lainnya, yang terjadi di luar perkiraan.


iPhone 6 yang hanya mengandalkan RAM 1 GB mampu menjalankan aplikasi dengan smooth dan cepat. Bahkan membuka aplikasi tak perlu diragukan lagi kecepatannya.


Secara keseluruhan iPhone 6 dengan mudah menyelesaikan untuk membuka aplikasi, dibandingkan dengan HTC One M8 dan Samsung Galaxy S5.Next


(tyo/ash)

readmore »»  

Seperti Ini Tampilan Android L di Galaxy S5

Jakarta - Android L pertama diperkenalkan pada event Google I/O 2014 bulan Juni lalu, namun OS itu kemungkinan baru akan tersedia mulai bulan November 2014. Itu pun kemungkinan besar baru tersedia untuk perangkat Nexus.

Tampilan Android L versi stock akan menggunakan gaya yang disebut oleh Google sebagai Material Design. Bagaimana dengan tampilan Android L di perangkat non Nexus, yang akan mendapat modifikasi di sana-sini?


SamMobile, Jumat (3/10/2014), memposting tampilan Galaxy S5 yang menggunakan OS teranyar tersebut. Dengan kustomisasi TouchWiz ala Samsung, ada beberapa elemen dari Material Design yang berubah.



Meski ada juga tampilan Material Design yang dianut oleh Samsung. Contohnya aplikasi bawaan seperti Dialer, Memo, Clock dan lainnya, yang di desain ulang dengan menggunakan gaya Material Design.



Galaxy S5 yang menggunakan Android L versi pra rilis ini dikatakan sangat lambat dan tak stabil. Mungkin itu juga yang membuat OS ini belum tersedia untuk diunduh.Next


(asj/ash)

readmore »»  

Mau Dicaplok Google, Cyanogen: No!

Jakarta - Digemari oleh banyak pengguna Android yang hobi mengoprek, Cyanogen ternyata telah dilirik oleh Google yang merupakan pembesut Android. Bahkan raksasa internet itu disebut telah mengajukan penawaran untuk membeli Cyanogen.

Cyanogen dikenal berkat CyanogenMod yakni custom OS berbasis Android yang telah sangat digandrungi oleh kalangan penggemar Android. CyanogenMod yang kini memasuki versi ke 11 pun diklaim telah di-download lebih dari 10 juta kali sejak pertama kali diluncurkan.


Ujung dari kesuksesannya itu, Cyanogen telah meresmikan dirinya sebagai sebuah perusahaan resmi. Adapun Oppo menjadi produsen ponsel pertama yang bekerjasama dengannya lewat dibenamkannya CyanogenMod pada ponsel N1.


Belakangan Google disebut tengah berusaha mengakuisisi Cyanogen. Informasi yang beredar mengatakan Google ingin tim yang ada dibalik CyanogenMod masuk dalam tim pengembangan Android.


Namun seperti dilansir Phone Arena, Jumat (2/10/2014), Cyanogen disebut menolak mentah-mentah tawaran Google itu. Sayangnya alasannya sejauh ini masih belum diketahui.


Padahal Cyanogen kabarnya memang tengah mencari partner kerjasama yang bersedia menggelontorkan dana investasi sebesar USD 1 miliar. Mungkin saja alasan Cyanogen menolak tawaran Google adalah nilai akuisisi yang masih belum sesuai. Siapa tahu?


(yud/ash)



readmore »»  

Depok Punya Tempat Nongkrong Kreatif Digital

Depok - Potensi anak muda Depok penggiat digital kreatif menarik perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengumpulkannya dalam sebuah tempat nongkrong Pusat Kreatif Digital di kota tersebut.

"Permintaan sebenarnya sangat banyak untuk meminta dibangun atau dibentuk pusat kreatif. Kenapa akhirnya berikutnya di Depok, saya sudah survei sebelumnya komunitasnya sudah banyak, infrastruktur menunjang," sebut Lolly Amalia Abdullah, Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media Design dan IPTEK.


Pertimbangan lainnya adalah keberadaan kampus di Depok seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma, terutama yang unggulan di bidang teknologi dan informasi, juga turut menghidupkan digital kreatif di Depok.


Fauzi Ishak, pengelola Pusat Kreatif Digital Depok menyebutkan, tempat ini antara lain akan menyediakan working space, ruang meeting, workshop dan berbagai kebutuhan untuk memfasilitasi anak nongkrong kreatif.


"Selain tempat kita juga buat web untuk lebih dekat. Untuk memudahkan misalnya untuk booking tempat bisa lewat web. Nanti pengembangannya bakal ke mobile juga masih sedang dikembangkan," ujarnya.


Pada intinya, pusat kreatif digital ini diharapkan dapat menjadi co-working space yang ideal bagi para pelaku dan komunitas kreatif digital Depok dan sekitarnya.


"Diharapkan nantinya anak-anak muda di sini berubah mindset-nya menciptakan sebuah usaha kreatif, menjadi developer game misalnya. Meningkatkan lahirnya startup maupun digipreneur yang kompetitif," kata Lolly.


Pusat kreatif digital di Depok menjadi yang kedua didirikan Kemenparekraf bekerjasama dengan komunitas daerah, setelah sebelumnya di Bandung.


Tempat nongkrong ini sendiri punya empat peranan penting yakni sebagai wadah ekspresi, inkubasi, inovasi dan diseminasi bagi para pelaku ekonomi kreatif digital.


Selanjutnya dikatakan Lolly, pusat kreatif akan terus dibangun dan dikembangkan di kota-kota lain di lndonesia. (rns/ash)



readmore »»  

'Internet 2 Mbps di Jakarta Rp 300 Ribu, Papua Rp 6 Juta'

Jakarta - Tak cuma harga bahan makanan yang jauh lebih mahal di Papua. Untuk urusan akses internet, wilayah Indonesia paling timur itu juga jauh dari kata murah.

Menurut Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan, penyebaran infrastruktur TIK di Indonesia masih belum merata. Sehingga jika berbicara soal akses internet, penduduk Indonesia memiliki fasilitas yang berbeda.


Di Jakarta misalnya, dengan kecepatan internet sekitar 2 Mbps, layanan yang dijual kepada pelanggan sekitar Rp 300 ribu.


Namun bakal berbeda sangat jomplang jika kita berada di wilayah Indonesia Timur. Di Maluku dan Papua misalnya, dengan kecepatan yang sama -- 2 Mbps -- harganya bisa sampai Rp 6 juta.


"Karena di sana (Maluku dan Papua) belum ada jaringan, jadi jauh lebih mahal," kata Sammy saat berbincang dengan detikINET, Jumat (3/10/2014).


Menurut data Akamai, perusahaan cloud dan internet monitoring, internet Indonesia berada di posisi 101 dengan kecepatan rata-rata 2,5 Mbps. Di posisi puncak adalah Korea Selatan yang sudah ngebut dengan 24,6 Mbps.


Sebelumnya, Sammy mengungkapkan ada tiga hal yang jadi biang keladi leletnya internet Indonesia . Yaitu soal penyebaran, kapasitas dan pembangunan infrastruktur.


(ash/fyk)



readmore »»  

'Google Jauh Lebih Aman dari Apple'

Jakarta - CEO Apple Tim Cook menyindir kalau Google mengabaikan privasi penggunanya. Bahkan menjadikan user sebagai sasaran iklan. Bos Google merasa panas mendengarnya dan langsung membantah keras kritikan dari Cook.

Eric Schmidt, mantan CEO Google yang sekarang menempati posisi chairman, menyatakan kalau Google tidak melakukan hal-hal seperti yang dituduhkan oleh Cook. Bahkan Eric mengklaim layanan Google jauh lebih aman dari Apple.


"Tidak ada yang memberitahukan ke dia soal kebijakan Google dengan benar, sungguh sayang sekali," kata Eric yang dikutip detikINET dari Apple Insider, Jumat (3/10/2014).


"Di Google, kami selalu menjadi pemimpin di sekuriti dan enkripsi. Sistem kami jauh lebih aman dan dienskrpsi dibandingkan yang lain, termasuk Apple. Mereka memang berusaha mengejar, yang merupakan hal bagus," kata Eric.


Cook sendiri ingin menekankan bahwa data pengguna Apple, seperti di layanan penyimpanan awan, ditangani dengan aman. Ia menegaskan data pengguna tidak akan dimanfaatkan Apple untuk jualan ke pengiklan. Ia pun menyindir pesaing seperti Google.


"Pengguna internet mulai menyadari bahwa ketika sebuah layanan online itu gratis, Anda sebenarnya bukan konsumen. Anda adalah produk itu sendiri," tulis Cook dalam sebuah surat terbuka. Surat itu ditujukan agar konsumen percaya layanan Apple tetap aman meski ada skandal foto bugil yang bocor via iCloud.


(fyk/ash)



readmore »»  

3 Penyebab Internet Indonesia Lelet

Jakarta - Melihat kecepatan internet yang bisa didapat di Korea Selatan sebesar 24 Mbps, pasti banyak yang iri. Jangankan dengan Korsel, dibandingkan dengan Singapura saja, internet Indonesia masih keteteran.

Memang sah-sah saja untuk iri dan menggerutu. Namun perlu dilihat juga permasalahan yang dihadapi, tiap negara punya kondisi berbeda.


Terkait internet Indonesia yang masih lelet, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) punya alasan tersendiri.


Menurut Sammy Pangerapan, Ketua Umum APJII, secara umum ada tiga hal yang jadi penyebab internet lelet ini.


Pertama adalah soal penyebaran. Sammy memaparkan, penetrasi internet di Indonesia secara rata-rata masih berada di angka 28%. Sudah bisa ditebak, paling tinggi terjadi di Jakarta dengan 42% dan Yogjakarta 36%. Namun penetrasi ini tidak merata.


"Ini sudah menjadi satu permasalahan, padahal target kita itu (penetrasi) di atas 50%," kata Sammy kepada detikINET, Jumat (3/10/2014).


Kedua, soal kapasitas. Menurut data yang dimiliki APJII, Indonesia pada akhir tahun 2013 punya 71,19 juta pengguna internet. Di mana 65% di antaranya berasal dari pengguna seluler.Next


(ash/fyk)

readmore »»  

Galaxy Note 4 Resmi Dibanderol Rp 9,5 Juta

Jakarta - Galaxy Note 4 siap dipasarkan di Indonesia. Harganya pun kini sudah diketahui, phablet terbaru Samsung itu dibanderol Rp 9,5 juta. Berminat?

Saat ini, Note 4 memang sudah bisa dipesan di website galaxylaunchpack. Dari situ, dapat diketahui kalau Note 4 dibanderol Rp 9,5 juta, sesuai janji pihak Samsung sebelumnya yang menyatakan harganya tidak akan melebihi Rp 10 juta.


Untuk masa pre order, diberikan diskon sampai Rp 800 ribu. Selain itu, ada iming iming berbagai bonus dan cicilan dari berbagai bank dengan bunga 0%.


Note 4 akan mulai dijual di Indonesia mulai tanggal 24 Oktober 2014. Ia memiliki spek tinggi, mempunyai layar QHD 5,7 inch, dan dilengkapi dengan prosesor octa core (1,9GHz quad + 1,3GHz quad). RAM-nya 3GB dengan internal storage 32GB yang bisa diekspansi melalui slot microSD.


Seperti Galaxy Note seri sebelumnya, Note 4 pun mempunyai fitur S Pen. OS-nya menggunakan Android KitKat teranyar 4.4 yang diberi sentuhan TouchWiz teranyar.


(fyk/ash)



readmore »»  

Kecepatan Internet Indonesia Naik, Tapi...

Jakarta - Indonesia ditempatkan oleh perusahaan cloud dan internet monitoring, Akamai, di posisi 101 untuk urusan kecepatan internet. Sebetulnya, ada kemajuan bila dibandingkan laporan sebelumnya.

Dalam laporan kuartal kedua tahun 2014, Akamai menyebutkan bahwa Indonesia mempunyai kecepatan internet rata-rata 2,5 Mbps. Negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia berada di posisi atas, yakni 21 dan 69. Vietnam juga lebih baik dari Indonesia dengan berada di tempat ke-90 dan mencatat kecepatan internet rata-rata 2,9 Mbps.


Sebetulnya Indonesia ada kemajuan dalam soal kecepatan internet, namun memang tak terlalu signifikan. Di kuartal pertama tahun 2014, Indonesia sudah menyentuh kecepatan 2,37 Mbps.


Indonesia, menurut data Akamai, malah berhasil disusul oleh Vietnam. Pasalnya di kuartal pertama tahun 2014, negeri Paman Ho berkutat di 1,95 Mbps, kemudian melaju menjadi 2,9 Mbps di kuartal setelahnya.


Secara keseluruhan, di triwulan awal tahun 2014, Indonesia bisa mengungguli Filipina (2,07 Mbps), Laos (1,5 Mbps), Vietnam (1,95 Mbps), Myanmar (2,03 Mbps), ataupun Kamboja (2,13 Mbps).


Sementara itu, di laporan Akamai kuartal ketiga tahun 2013, rata-rata kecepatan di Tanah Air mencapai 1,5 Mbps, atau naik 26% dibanding tahun lalu pada priode yang sama.


Pun begitu, masih di periode Q3 2013, koneksi internet di Indonesia masih terbilang lelet jika dibandingkan negara tetangga. Sebut saja Filipina yang mencapai 1,8 Mbps, Vietnam 1,8 Mbps, Malaysia 3,2 Mbps, Singapura 7,8 Mbps, dan Hong Kong dengan kecepatan 12,4 Mbps.


(tyo/ash)



readmore »»  

Berbahan Kulit, Android Vertu Dihargai Rp 84 Juta

Jakarta - Vertu yang dikenal sebagai produsen ponsel mewah kembali merilis produk anyarnya. Selain dibekali spesifikasi kelas atas, harga yang ditawarkan juga terbilang dahsyat, senilai Rp 84 juta.

Ponsel ini diberi sebutan Vertu Aster, seperti halnya produk Vertu lainnya yang berdesain premium. Sebagai penyangga bodi, Vertu mengandalkan material logam yang terkenal mahal yakni Titanium. Logam jenis ini memang lebih sering ditemukan di produk otomotif kelas atas.


Sedangkan cover bagian belakangnya menggunakan bahan kulit asli yang memiliki beberapa motif yang dapat dipilih. Sesuai harganya, penggunaan bahan kulit asli tersebut memang membuat Vertu Aster menjadi sangat berkelas.


Beralih ke spesifikasinya, ponsel ini menyodorkan spesifikasi yang sangat mumpuni dengan prosesor quad core Snapdragon 801 berkecepatan 2,3 GHz, dan memori internal 64 GB. Besaran RAM-nya, meski tak disebutkan sangat mungkin ukurannya antara 2 GB atau 3 GB.


Bagian layarnya memiliki bentang 4,7 inch dengan resolusi FHD (1920x1080 pixel). Namun yang menarik adalah lapisan layarnya karena Vertu melapisinya dengan safir berkualitas 117 karat.


Seperti dilansir Engadget, Jumat (2/10/2014), Sektor kameranya juga tak main-main, meski kemampuannya terlihat tak istimewa dengan kamera 13 MP dan 2,1 MP untuk kamera depannya, namun kedua kamera tersebut telah disertifikasi oleh Hasselblad yang sangat dikenal kehandalannya di kalangan fotografer professional.


Selain itu Vertu Aster juga telah mendukung pengisian baterai secara nirkabel dengan teknologi Qi wireless charging.


Uniknya, meski ditawarkan dengan harga yang terbilang sangat tinggi yakni sebesar USD 6900 atau setara Rp 84 juta, Vertu ternyata hanya memasukkan Aster dalam kategori mid-tier.


(yud/ash)



readmore »»  

Jadi Markas Raksasa IT, Internet AS Masih 'Keteteran'

Jakarta - Amerika Serikat adalah gudangnya teknologi. Tengok saja wilayah Silicon Valley yang menjadi markas perusahaan teknologi besar: Apple, Google, Facebook, Intel, HP, IBM dan sebagainya. Tapi soal kecepatan internet, AS rupanya tidak terlalu istimewa.

Dalam laporan terbaru oleh Akamai, AS menempati posisi ke-14 dengan kecepatan koneksi internet rata-rata 11,4 Mbps. Kalah jauh dari Korea Selatan di posisi pertama yang kecepatannya 24,6 Mbps atau dua kali lipat dari pencapaian AS.


Padahal, internet ditemukan dan diimplementasikan secara luas pertama kali di AS. Lantas mengapa negeri Paman Sam ini cukup ketinggalan soal kecepatan internet?


Beberapa faktor disebut menjadi penyebab mengapa AS gagal masuk 10 besar dan kalah jauh dari Korsel. Tapi membandingkan antara AS dengan negara lain seperti Korsel disebut kurang begitu tepat.


"Iklim politik dan sosial sangat berbeda, geografinya berbeda, sejarah juga berbeda. Semuanya tidak sama. Kita tidak akan pernah menjadi seperti Korea Selatan," kata Robert Faris, direktur riset di Harvard University Berkman Center for Internet & Society.


Salah satu faktor yang dinilai menyebabkan internet AS tertinggal adalah kurang adanya kompetisi antara penyedia layanan internet. "Negara lain punya kompetisi lebih intens. Tanpa adanya kebijakan besar untuk meningkatkan kompetisi, layanan broadband di AS akan terus tertinggal dibandingkan negara maju lain," kata Faris.


Faktor lainnya, pemerintah Korea Selatan terlibat penuh untuk mengembangkan koneksi internet di negaranya. Tidak demikian halnya di AS. "Kekuatan Federal Communications Comission di sini tidak sekuat di negara lain," tambah Faris.


Pemerintah Korsel juga sudah belasan tahun lampau ingin punya koneksi internet cepat dan mengeksekusinya dengan baik. Beda dari di AS di mana campur tangan pemerintah kurang besar.


"Pemerintah AS lebih banyak lepas tangan. Mereka menyerahkannya ke sektor swasta. Memang ada anggaran yang dikeluarkan tapi tidak begitu banyak. Kita tidak memandangnya secara serius," ucap Taylor Reynolds, ekonom di OECD.


Alasan lain terkait kepadatan penduduk yang jauh lebih tinggi di Korsel ketimbang di AS. Maka, biaya pembuatan infrastruktur lebih rendah di Korsel dibandingkan di AS yang penduduknya banyak serta berjauhan jaraknya.

(fyk/ash)



readmore »»  

Cukup Rp 10 Ribu, Jepretan Fotografer Keliling Ciwidey Tetap Oke

Jakarta - Kawasan wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung terkenal dengan hamparan kawah putih kebiru-biruan. Banyak foto pre-wedding dihasilkan di sini meski belakangan mulai ditinggalkan sejak pengelola mengenakan tarif lokasi kelewat mahal, Rp 500.000/prewed.

Tetapi untuk foto-foto landscape dan liburan keluarga, Kawah Putih Ciwidey tetap favorit. Keindahan alamnya membuat tiket masuk senilai Rp 150.000/mobil tidak dihiraukan.


Sementara yang tidak ikhlas dengan tarif itu, masih bisa memarkir kendaraan di dekat pintu loket yang berjarak 5 km dari bibir kawah dan melanjutkan dengan kendaraan umum.


"Saya pernah ke sini tahun 2008. Sekarang tetap takjub," kata wisawatan asal Jakarta, Roslina yang pada akhir pekan lalu ke Ciwidey.


Dari sekian keunikan dan keindahan kawah putih Ciwidey, ada yang cukup mencuri perhatian. Yakni para juru foto keliling yang masih muda dan menjamur sejak pintu masuk di bibir kawah. Mereka menyebar merata hingga ke bagian tanah yang menjorok ke tengah kawah.


Jaket merah atau biru terang bertuliskan 'Canon' terlihat mencolok di antara para wisatawan. Dibahu para 'Mat Kodak' ini menyelempang tas 'Selphy' berisi mesin printer kecil untuk mencetak hasil foto. Tangannya menenteng foto ukuran 4R sebagai portfolio yang ditawarkan ke turis.


Next


(Ari/ash)

readmore »»