Huawei: Ponsel Kami Ingin Lebih Didengar

Shenzhen, China - Nama Huawei memang tak sementereng Nokia dan Samsung di jagat ponsel, khususnya smartphone. Namun kondisi tersebut tak labtas lantas membuat produsen asal China itu minder.

"Banyak orang lebih menyebutkan Samsung, banyak orang lebih mengenal Nokia atau Apple. Tapi kami ingin handset Huawei lebih didengar oleh banyak orang," kata Shao Yang, Chief Marketing Officer Huawei Technologiest, di sela-sela Global Annual Summit, di Intercontinental Hotel, Shenzen, China, Selasa (23/4/2013).


Bos Huawei itu tentu tak ingin asal berbicara. Setidaknya dalam laporan tahun lalu, Huawei menempati posisi nomor tiga sebagai vendor ponsel. Menurutnya, Huawei berhasil menjual 32 juta unit handset.


"Bahkan menurut GfK, di saat vendor lain mengalami penurunan penjualan di kawasan Eropa Barat. Kami berhasil menjual lebih banyak handset," klaimnya Shao Yang.



Landasan lain yang membuat Huawei semakin mantap menancapkan kukunya di pasar ponsel adalah fakta bahwa penetrasi smartphone mereka semakin baik di tiap kuartalnya.


"Kami ingin menargetkan rasio penjualan smartphone menjadi 60%, yang sebelumnya rasio tersebut dikuasai oleh feature phone," sebut Shao Yang.


Sementara itu, selama tahun 2012 lalu Huawei mampu mendapatkan keuntungan sebesar USD 7,5 miliar unit perangkat dari lini handset, mobile dongle dan home office. Bahkan dua di antaranya, menempatkan produsen asal China ini bisa meraih posisi pertama.


"Di segmen dongle modem, kami berhasil menjual 50 juta unit. Sedangkan home device seperti set-top box berhasil menjual 25 juta unit. Target kami di tahun 2013, mampu mendapatkan keuntungan USD 9 miliar dari lini ini," tandasnya.


(tyo/ash)