Tweet Farah Soal Serangan Gaza Bikin Merinding

Jakarta - Seorang gadis 16 tahun yang tinggal di Gaza melaporkan situasi tempat tinggalnya selama serangan Israel lewat sosial media Twitter. Melalui akun Twitternya, Farah Baker nama gadis itu mengungkapkan ketakutannya akibat serangan Israel memborbardir Gaza.

Farah Baker, berada di rumah bersama keluarga saat pemboman mulai terjadi. Farah kemudian mulai berkicau di twitter sepanjang malam tentang suara bom dan roket yang jatuh di dekatnya. Selain itu Farah juga berkicau soal komentarnya mengenai serangan tersebut dan mengunggah video juga rekaman audio di twitternya, termasuk rekaman adiknya yang berumur enam tahun.


Lewat akunnya @Farah_Gazan, Farah memulai live tweet-nya. Dia menulis, ia tak dapat berhenti menangis dan menyatakan kemungkinan ia akan meninggal. Akun tersebut diyakini kebenarannya karena anak tersebut sudah live tweet tentang situasi di Gaza selama tiga minggu terakhir.


"Ini di daerah saya. Aku tidak bisa berhenti menangis. Aku mungkin akan mati malam ini," tulis Farah seperti yang dilansir telegraph.co.uk, Selasa (29/7/2014).


Dalam kicauannya yang lain Farah juga berkata, "Aku berumur 16 tahun dan telah menyaksikan 3 kali perang, seperti yang saya lihat, ini merupakan yang paling sulit."


Akun Twitter tersebut kini memiliki lebih dari 30ribu pengikut. Saat ini Farah mulai berkicau soal serangan yang terjadi pada Minggu malam setelah kicauannya soal perayaan Idul Fitri.


Farah juga melanjutkan kicauannya mengenai kondisi dekat rumahnya, ia mengatakan bahwa dirinya sedang tidak aman karena di sekitar rumahnya dan tidak tahan akan suara bom yang begitu keras, selain itu listrik di rumahnya juga mati dan yang terlihat hanyalah cahaya api.


"Saya menangis dan tidak tahan akan suara bom! Saya akan kehilangan pendengaran saya," tulis Farah.


Tak hanya kicauan, dia juga membagikan sejumlah video yang memperlihatkan apa yang dilihat dan didengar. Farah menyebut, serangan Israel yang tengah ia rasakan adalah yang terburuk. Selain itu dukungan juga datang dari para pengikutnya di twitter yang mengatakan bahwa mereka akan mendoakan untuk keselamatan Farah dan Palestina.


(tyo/tyo)