Telkom Akhirnya Cicipi Manisnya MelOn

Jakarta - MelOn alias melodi online yang dibentuk Telkom secara patungan bersama raksasa SK Telecom dalam bentuk PT Melon Indonesia, akhirnya mulai berbuah manis dengan keuntungan pertama setelah empat tahun dibentuk.

detikINET kutip dari laporan keuangan Telkom semester pertama 2014, Sabtu (2/8/2014), MelOn per Juni 2014 memiliki aset Rp 124 miliar dengan kewajiban Rp 43 miliar. Sedangkan pendapatan yang diraih sebesar Rp 61 miliar dan laba Rp 4 miliar.


Kinerja ini berbanding terbalik dengan posisi akhir 2013 dimana aset yang dimiliki sebesar Rp 90 miliar, kewajiban Rp 22 miliar, pendapatan Rp 73 miliar, dan mengalami kerugian sebesar Rp 6 miliar.


Saat membentuk MelOn pada Desember 2010, Telkom memiliki 51% saham dengan investasi sebesar Rp 100 miliar. Perusahaan ini awalnya memberikan layanan Digital Content Exchange Hub (DCEH).


DCEH adalah jenis baru hub untuk mendistribusikan konten digital, seperti file musik, permainan dan klip video yang dapat diakses tidak hanya oleh konsumen tetapi juga toko musik online dan operator telepon baik yang berbasis kabel maupun selular.


Raksasa di industri telekomunikasi lokal ini memiliki harapan besar terhadap Melon sebagai Master Lisence Bank (MLB). Telkom berharap perusahaan ini bisa menjadi salah satu mesin pencari keuntungan dari bisnis musik yang memiliki nilai pasar sekitar Rp 6,5 triliun pada 2010.


Telkom sendiri sudah merintis bermain di bisnis distribusi musik digital sejak 2008 dengan memanfaatkan basis pelanggan yang dimilikinya. Hal itu bisa dilihat dengan kehadiran portal reseller seperti Langit musik.com (Telkomsel), Fleximusik.com (Telkom Flexi), dan Fulltrack (Speedy).


Bisnis musik digital dinilai punya potensi cerah di Indonesia. Bahkan nilai bisnisnya diperkirakan mencapai USD 60 juta atau sekitar Rp 720 miliar dalam setahun terakhir ini.


(rou/rou)