Fujifilm Klaim Kualitas X100s Sebanding Kamera Full Frame




Booth Fujifilm di CP+ 2013 (sha/inet)


Jakarta - Produk flagship dari Fujifilm akhirnya dirilis untuk pasar Indonesia, apalagi jika bukan seri X100s yang kehadirannya memang sudah banyak diantisipasi.

Dalam kesempatan bertemu dengan media, perusahaan yang mulai agresif di Indonesia ini berbicara tentang penerus kepopuleran X100 tersebut dan mahalnya biaya kamera bersensor full frame.


"Sensor kita di X100s adalah APS-C Format. Kita nggak mengeluarkan seri full frame. Kenapa? Karena mahal. Cost-nya akan sangat mahal," tutur Ade Yogaswara, selaku Product Specialist PT Fujifilm Indonesia, Selasa (19/2/2013).


"Jika Anda bayangkan misalnya X-Pro 1 yang saat ini berada di atas sekitar Rp 20 jutaan menggunakan X-Trans CMOS sensor juga. Jika kita masukkan dalam format full frame, berapa duit? Apakah ada konsumen yang bisa membeli? That's it," tukasnya saat ditemui di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta Pusat.


Namun meski memakai ukuran sensor dengan format APS-C, Fujifilm berani menyejajarkan kualitas image kamera berdesain retro itu dengan kamera full frame yang ada di atasnya.


"Kita bisa meng-ensure baik dari sharpness, warna, white balance, dapat semua, termasuk juga noise-nya. Noise control-nya jauh lebih baik. Itu baru dari segi sensor. Apa jadinya kalau sensornya, tapi prosesornya memble. Kita kuatkan sekalian".


"Prosesor sendiri kita merekonstruksi hal-hal yang sudah baik, kita tingkatkan lagi. Kita support penuh. Misalnya mobil, sudah kenceng, bahan bakar premium apa sih jadinya? Ya kan? Kita kasih bahan bakar pertamax lebih kenceng lagi kan? Sama seperti ini," lanjut Ade.


Untuk menentukan performa kamera, Ade menegaskan 3 faktor penentu yakni sensor, image processor dan lensa. Untuk lensa, Fujifilm memilih tetap mempertahankan lensa Fujinon 23 mm f2 yang memang dikenal dengan ketajamannya.


Hal lain yang masih dipertahankan adalah desain retronya. Ini disesuaikan dengan feedback dari pengguna yang menggemari bodi 'jadul' tersebut.


Sepak terjang Fujifilm di Tanah Air memang lebih terasa semenjak perusahaan ini mendirikan kantornya sendiri di Indonesia pada tahun 2011 lalu dan mengambil alih kepengurusan brand dari distributor. Fujifilm menargetkan bisa menjual 1.000 unit untuk X100s dan 1.500 unit untuk X20.


Adapun kedua seri compact dengan fixed lens tersebut akan sudah tersedia di pasar-pasar kamera di Indonesia pada bulan Maret mendatang. Masing-masing dibanderol Rp 12 juta dan Rp 5,9 juta. Simak kelebihan dari masing-masing produk sesuai penjelasan pihak Fujifilm dalam artikel sebelumnya.


( sha / ash )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!