Bikin Animasi Pakai Software Gratisan Gak Kalah Keren!

Cimahi - Produksi karya animasi sering terkendala dengan harga software yang mahal. Namun para animator di Baros Information Technology and Creative (BITC) di Cimahi, Bandung tak pusing soal ini. Mereka punya solusinya.

Salah satu pengajar animasi di BITC Nino Puriando menyebutkan, anak-anak didiknya diajari membuat animasi menggunakan software open source Blender. Menurutnya karena sifatnya yang terbuka dan gratis, biaya produksi bisa ditekan.


"Untuk produksi tertentu memang kita ada juga pakai software berbayar seperti Maya dan 3D Max. Tapi software berbayar itu mahal sekali, bisa sampai Rp 30 juta," kata Nino sambil menemani detikINET berkeliling melihat cara kerja para animator.


Meski software gratisan, kemampuan Blender dikatakan Nino tak berbeda jauh dengan software berbayar. Tool-nya pun mirip, mulai dari pemodelan 3D, rendering, shading dan lain-lain secara utuh, tersedia di sini.


Pengajar animasi lainnya, Erwin Argh membenarkan kondisi ini. Menurutnya tidak ada perbedaan signifikan antara animasi yang dibuat menggunakan software berbayar nan mahal dengan software gratisan. Yang terpenting menurutnya adalah skill si animator itu sendiri.


"Blender udah bersaing dengan Maya dan 3D Max. Software cuma tools. The man behind the gun yang bikin beda. Yang penting skillnya, mengerti prinsip animasi," ia menandaskan.


(rns/ash)