Kominfo Sesalkan Telkom Jika Gagal di Myanmar




Ilustrasi (ist)


Jakarta - Kementerian Kominfo turut menyesalkan langkah manajemen Telkom jika sampai gagal tak bisa ikut tender lisensi telekomunikasi seluler di Myanmar sebagai langkah ekspansi bisnis ke mancanegara.

Kabar tak masuknya nama Telkom dalam daftar para peserta tender yang disiarkan oleh media asing turut membuat Kementerian Kominfo prihatin. Sebab, ini kesempatan bagi Merah Putih untuk mengibarkan bendera telekomunikasi di negeri orang.


Sebelumnya, jauh-jauh hari sebelum daftar peserta tender ini diumumkan, Telkom yang baru saja meresmikan Telkomcel di Timor Leste, menyebut nama Myanmar dan Australia sebagai negara destinasi ekspansi mancanegara berikutnya di bawah bendera Telkom Internasional (Telin).


Namun sayangnya, seperti dilansir ZDNet, tak ada nama Telkom dalam list operator asing yang memperebutkan dua lisensi seluler yang ditawarkan. Hanya ada nama Airtel (India), Singapore Telecommunications (SingTel/ Singapura), Singapore ST Telemedia (STT/ Singapura), Axiata (Malaysia), dan Telenor (Norwegia).


"Sebaiknya secepatnya dilakukan klarifikasi, itu benar atau tidak. Kalau benar, tentu sangat disayangkan sekali," sesal Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto saat berbincang dengan detikINET, Rabu (30/1/2013).


Ia menilai, jika kabar tak masuknya nama Telkom itu benar, maka sudah dua kali BUMN telekomunikasi Indonesia meleset dari rencana bisnis yang dibuatnya sendiri.


"Kejadian pertama dengan Indosat dimana gagal mengelola slot satelit 150,5 derajat Bujur Timur. Kalau informasi itu benar, ini yang kedua kalinya. Memang, pemerintah nggak mengatur ekspansi dan lainnya. Tetapi orang tentu nengoknya ke Kominfo jika ada ada sesuatu dengan operator," Gatot menyayangkan.


Kominfo juga berharap, Telkom tetap bisa menjaga kepercayaan dari investornya karena yang memegang saham dari operator itu tidak hanya dari lokal, tetapi juga luar negeri.


"Konsistensi adalah kunci mendapatkan kepercayaan dari investor. Telkom harus bisa menjaga kepercayaan itu. Saya berharap Telkom masih bisa ikut tender di Myanmar, karena membawa nama Merah Putih," katanya.


Pihak Telkom sendiri saat coba diklarifikasi mengaku belum bisa menjabarkan seluruhnya tentang kasus ini karena berkaitan dengan aturan Bapepam.


"Kami belum bisa memberikan keterangan tentang hal ini agar tidak menyalahi ketentuan Bapepam yang ada," singkat Slamet Riyadi, Head of Corporate Communication Affair Telkom, saat dihubungi detikINET, Rabu (30/1/2013).


( rou / fyk )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!