Telkom Kandas di Myanmar, Ini Tanggapan Dahlan Iskan

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) gagal memenangi tender internasional pengembangan proyek telekomunikasi di Myanmar. Proyek ini diketahui bernilai US$ 2 miliar atau Rp 19 triliun. Apa tanggapan Menteri BUMN Dahlan Iskan?

"Telkom tak lolos tender di Myanmar, benar," kata Dahlan saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jumat (12/4/2013).


Kegagalan tersebut menurutnya masih dalam tahapan pra kualifikasi. Sehingga, Dahlan menyatakan kondisi ini bukan merupakan kekalahan. "Bukan kalah karena nggak lolos pra kualifikasi," cetusnya.


Ia menuturkan, perseroan tersebut belum memiliki pengalaman seperti perusahaan telekomunikasi seperti di negara-negara lain. "Karena kita belum punya pengalaman seperti mereka," sebutnya.


Selain itu, perseroan harus memiliki pelanggan minimal sebesar 1 juta di luar negeri. Sementara Telkom, menurutnya baru memiliki 40 ribu pelanggan di Timor Leste.


"Kita baru punya pengalaman di Timor Leste dan pelanggan disana baru 40 ribu," jawabnya.


Seperti diberitakan, Telkom kandas tereliminir saat akan memasuki ronde terakhir. BUMN telekomunikasi dari Indonesia ini tak berhasil menembus daftar 12 peserta yang lolos ke babak evaluasi untuk memperebutkan lisensi seluler di Myanmar.


Dari 91 proposal awal yang masuk ke komite seleksi, Telkom yang sempat menggandeng operator lokal Myanmar Telecom, masih mampu melaju hingga babak prakualifikasi tahap pertama yang meloloskan 23 peserta.


Namun sayangnya, Telkom kandas tereliminasi ketika masuk ke babak evaluasi. Nama besar Telkom di Indonesia ternyata belum mampu berbicara banyak di kancah internasional jika dibandingkan nama-nama besar yang kita kenal, seperti SingTel, Axiata, dan Qatar Telecom.


(rns/rns)