XL: Kami Operator Nomor Dua di Indonesia

Jakarta - PT XL Axiata Tbk menargetkan penambahan jumlah pelanggan baru hingga 5 juta sehingga total sebanyak 50 juta tahun ini. Angka tersebut tumbuh 15% dibandingkan jumlah pelanggan tahun 2013 lalu yang hanya 45 juta.

"Soal pelanggan memang XL tidak terlalu fokus ke sana. Sehingga kita fokus pendapatan. Kami berharap tahun lalu (2012) ada 45 juta di tahun ini 50 juta pelanggan target kita walaupun kita tidak fokus ke sana," ungkap Presiden Direktur PT XL Axiata Hasnul Suhaimi saat melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) di gedung Balai Kartini, Jakarta, Kamis (11/04/2013).


Ia mengklaim, Emiten berkode EXCL itu masih yang terbaik kedua di Indonesia dari total 5 pesaing yang bergelut di dunia telekomunikasi. Saat ini, kata dia, pangsa pasar alias market share XL sudah mendekati 20%.


"Track record kita bisa menggungguli pesaing kita terutama di 5 tahun terakhir. Kita tetap fokus melayani pelanggan. Kita tumbuh 15%, dan sisi industri tumbuh 12%. Market share mendekati 20% atau lebih tepatnya 19,7% nomor dua terbaik di Indonesia," tuturnya.


Saat ini, pihaknya lebih fokus untuk menyediakan layanan data sehingga infrastruktur disiapkan guna menambah layanan data. Layanan data menurutnya mendongkrak pendapatan XL dari tahun ke tahun.


"Layanan data tumbuh 50% dan ke depan layanan data akan tumbuh tinggi. Investasi layanan data kita membangun lebih cepat sehingga laba bersih akan mempengaruhi dan tertekan karena pemeliharaan jaringan dan sewa tower dari pihak penyewa. XL saat ini sedang on track. Layanan data tumbuh dari 15% menjadi 20%. Layanan data sangat potensial karena kontribusi pendapatan yang meningkat," jelasnya.


Walaupun penggunaan layanan data terus meningkat, XL terus berinovasi dengan menyediakan produk layanan baru. Salah satu yang akan disiapkan layanan berbasis digital.


"Layanan data akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Kita akan terus menyediakan layanan data yang terbaik kepada konsumen. Di antara peningkatan kapasitas agar layanan data dapat baik dan kualitas kami jauh lebih baik dari produk lain. Bisnis masa depan, kita akan mengolah layanan digital namun yang pasti layanan digital akan menjadi bisnis yang baik dalam komunikasi," tandasnya.


(wij/ash)