Harus Diakui, Bajakan Angkat Popularitas Sebuah Software

Jakarta - Jika dilihat secara legalitas, software versi bajakan tentu sangat tidak diinginkan. Namun suka tidak suka, versi bajakan yang beredar turut berperan dalam mengatrol popularitas suatu software.

Hal ini juga yang telah dirasakan oleh perusahaan keamanan Eset. Dimana produk andalannya, antivirus Nod 32 populer di kalangan pengguna komputer di Indonesia. Namun sayangnya, banyak dari pengguna yang menggunakan versi bajakan.


Tentu bukan tanpa alasan pengguna memilih antivirus garapan Eset, karena ternyata dipilihnya Nod 32 lantaran kemampuannya yang sukses menghalau virus brontok yang kala itu sangat mengganggu.


"Bisa dibilang kami dikenal berkat kehadiran virus brontok yang sangat populer kala itu, dan antivirus Eset yang hanya mampu menghalaunya. Sayangnya kebanyakan pengguna menggunakan versi bajakan," tutur Chrissie Maryanto, Marketing Director Eset Indonesia saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.


"Namun kebanyakan dari mereka yang memilih versi bajakan melakukan itu lantaran tidak tahu harus membeli ke mana versi original antivirus Eset saat itu. Itu sebabnya mereka menggunakan versi bajakan pada awalnya," tambahnya.


“Kami melihat peluang tersebut dan berusaha menghadirkan produk antivirus terutama bagi kalangan bisnis saat itu, tanpa diduga ternyata antusiasme pengguna begitu tinggi sehingga kami dapat tetap menawarkan produk terbaik bagi pengguna hingga saat ini”, tambah Chrissie lagi.


Dibanding sejumlah kompetitornya antivirus Eset memang sempat populer kala virus brontok menginvasi sejumlah besar pengguna komputer di Indonesia pada tahun 2005. Kala itu sejumlah besar warnet dan pengguna dari kalangan mahasiswa mengandalkan antivirus Eset untuk menghalau penyebaran virus brontok.


(ash/ash)