Ingat! Beli PC Bermerek Belum Tentu Bebas Virus




Tony Seno Hartono memaparkan bahaya malware (sha/detikINET)


Jakarta - Sebuah temuan dari studi forensik Microsoft menguak fakta bahwa membeli PC baru dengan merek terkenal sekalipun tidak akan menjamin komputer pengguna bebas malware.

Dari 282 komputer dan DVD yang didapatkan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam dan diinvestigasi Microsoft pada 2012 lalu, malware pun masih ditemukan di merek-merek ternama seperti Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo, Samsung dan Toshiba.


Malware mulai menjangkiti PC tersebut sejak disuntikkan kopi Windows bajakan. Dari temuan kunci Microsoft, diketahui persentase tingkat infeksi malware dari DVD adalah 74%, sedang untuk sampel komputer sebesar 69%.


"Malware merupakan bisnis kriminal yang nyata," sesal Tony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia dalam acara Piracy & Malware Study Southeast Asia di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (27/2/2013).


Dijelaskan olehnya, malware dapat melakukan beberapa hal yang berbahaya seperti mencuri indentitas user termasuk password hingga mengakses semua informasi yang disimpan di PC atau jaringan.


Microsoft meyakini bahwa malware maupun software palsu tersebut bukan berasal dari pabrikan PC yang mereka sebutkan, melainkan dari individu pada rantai penjualan atau toko-toko yang melakukan duplikasi ilegal dan distribusi software bajakan.


Tips Menghindari Malware


Nah, bagaimana cara konsumen agar terhindar dari infeksi malware? Tony menganjurkan kepada para konsumen agar membeli PC dari retailer resmi dan bersikeras meminta sistem operasi yang asli.


"Jangan beli di toko sembarangan, malah kalau harganya murah, kita harus curiga," tukasnya. "Kita nggak harus jadi ahli IT untuk membuat komputer kita tetap aman," tandas Tony dalam presentasinya.


( sha / rou )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!