2013, Bukan Cuma 'Perang' Big Data




Country Manager NetApp Indonesia, Steven Law.


Jakarta - Awal 2012 lalu banyak perusahaan yang mulai dikhawatirkan jumlah data yang kian membesar, tapi di tahun ini tantangnya lebih dari itu.

Cepat atau lambat, 'serangan' big data memang akan datang. Tapi para penyedia storage diimbau jangan hanya fokus ke masalah tersebut. Karena di 2013 ini tantanganya tak melulu soal menampung data dari para pengguna komputer yang kian membesar.


Menurut prediksi NetApp, di 2013 ini akan banyak penyedia jasa komputasi awan untuk kalangan konsumen mulai beralih melayani enterprise. Ini berarti teknologi cloud sudah dipercaya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan besar.


"Contohnya Amazon, sekarang mereka sudah melayani enterprise. Jadi cloud tidak lagi hanya dipakai untuk menaruh file, tapi juga untuk backup sistem," kata Country Manager NetApp Indonesia, Steven Law.


Kemudian tantangan selanjutnya datang dari para pengguna gadget yang semakin hari kian bertambah banyak. Di tahun ini NettApp memprediksi bahwa gadget akan digunakan untuk memonitoring sistem, jadi soal kompatibilitas di berbagai platform mutlak dibutuhkan.


Industri telekomunikasi, perbankan dan penyedia sosial media kini dihadapkan ancaman yang sama. Mereka tidak hanya dituntut untuk menyediakan storage yang besar, tapi juga yang mampu melayani request penggunanya dengan cepat.


Untuk mengantisipasi hal ini para industri tersebut disarankan untuk menggunakan data center berbasis flash memory. Karena media penyimpanan jenis ini mampu memberikan Input/Output Operations Per Second (IOPS) yanglebih cepat dibanding hardisk atau bahkan SSD.


Selain ketiga 'ancaman' di atas, para penyedia storage juga dihadapkan dengan masalah pengelolaan data yang kian besar dan kompleks. Oleh karena itu, NettApp menyarankan untuk membangun sebuah data center yang bisa dioperasikan secara unified.


( eno / tyo )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!