Riset: Karyawan Makin Gesit Kerja dengan Gadget Sendiri




Ilustrasi (bolddigitalmedia)


Jakarta - Penggunaan gadget untuk urusan pekerjaan sehari-hari ternyata berpengaruh terhadap hasil kerja. Menurut sebuah survei, para karyawan bakal lebih gesit dalam bekerja ketika mengandalkan gadget miliki mereka sendiri.

Hal ini terungkap dari penelitian VMware New of Life 2013 yang meneliti pekembangan gaya-kerja dan gaya-hidup yang lebih disukai para pengguna teknologi di era pasca PC.


Dilakukan untuk pertama kali di Indonesia, penelitian ini mengungkap bahwa para pekerja yang berusia lebih muda mendorong perubahan pola penggunaan teknologi di tempat kerja, dengan 67% dari responden di penelitian digolongkan sebagai 'millenials' atau mereka yang berusia di bawah 34 tahun.


"Kita sedang mengalami sebuah revolusi teknologi yang didikte oleh oleh kebutuhan masyarakat Indonesia yang muda, terhubung (connected), dan bersemangat (vibrant)," kata Andreas Kagawa, Country Manager VMware Indonesia.


"New Way of Life ini memberi produktivitas positif sebagai akibat dari para pekerja yang mengadopsi kebijakan TI yang lebih fleksibel, tapi juga membawa bersamanya kekhawatiran yang amat sangat sekitar jaminan keamanan data perusahaan dan kepatuhan (‘compliance’)," lanjutnya, dalam keterangan tertulis.


Penelitian New Way of Life diadakan oleh VMware dan dilaksanakan oleh Acorn Research. Penelitian ini melakukan survei kepada 2.100 orang di 12 negara Asia-Pasifik, termasuk 150 orang dari Indonesia pada tahun 2013.


Lebih Kreatif dengan Perangkat Sendiri


Dengan 90% responden memiliki 2 atau lebih perangkat pribadi, Indonesia berada di posisi kedua di bawah China (94%) dalam hal keterhubungan pekerja (employee connectedness). Kenyataannya, 93% responden Indonesia mengatakan mereka membawa perangkat pribadinya untuk bekerja dan menggunakannya untuk melakukan pekerjaan mereka.


Sebagai akibatnya, ketika menggunakan teknologi yang mereka pilih sendiri untuk bekerja:

-. 80% mengatakan mereka lebih cepat untuk memberikan respon atas perubahan.

-. 78% mengatakan mereka dapat bekerja lebih efisien saat tidak di kantor.

-. 73% mengatakan mereka lebih efisien dalam menyelesaikan tugas.


Kondisi ini juga membuat urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi juga menjadi kabur dengan 73% responden menghabiskan waktu bekerja saat di rumah.


Penelitian tahun 2013 juga mengidentifikasi hubungan yang kuat antara kebebasan TI dan kepuasan kerja. Satu dari dua responden Indonesia (52%) mengatakan mereka menilai mobility teknologi dalam peran mereka, dan 63% mengatakan mereka lebih menyukai untuk bekerja di perusahaan yang terbuka atas perangkat dan perangkat lunak (software) pilihan mereka


"Banjir yang baru saja melanda Jakarta adalah contoh akan perlunya untuk melengkapi dan membuat para pegawai untuk bisa bekerja meski ketika berada di luar kantor. Jika perusahaan dapat dengan aman menghantarkan aplikasi yang diperlukan para pegawai untuk melakukan pekerjaan mereka di perangkat pribadi mereka, kita dapat memperkirakan dampak positif bagi perusahaan dan kepuasan karyawan," lanjut Andreas.


TI Berjuang untuk 'Mengejar' Pegawai


Meski mayoritas end user di Indonesia yang disurvei (96%) mengatakan bagian TI mereka mengetahui bahwa mereka menggunakan teknologi milik mereka sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, 86% mengatakan kebijakan TI perusahaan mereka melarang mereka untuk menghubungkan perangkat pribadi mereka ke jaringan perusahaan.


Akan tetapi, satu dari dua responden (57%) melanjutkan untuk membawa dan menggunakan perangkat pribadi mereka untuk bekerja meski kekurangan dukungan dari TI.


Kenyataan, 7 dari 10 (69%) mengatakan mereka menemukan sendiri jawaban di sekitar tempat kerja atau melihat ke Google (70%) tentang bagaimana menggabungkankan yang lebih baik perangkat personal mereka ke dalam infrastructure TI perusahaan.


"Setiap hari, saya berbicara dengan para CIO dan pengambil keputusan TI yang mengatakan mengelola tantangan-tantangan yang timbul dari masuknya perangkat pribadi ke tempat kerja tidak bisa lagi diabaikan. Itulah mengapa VMware membawa solusi cloud untuk organisasi dan TI untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan end user di era New Way of Life ini," tambah Andreas.


( ash / tyo )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!