Telkomsel Perkuat Jaringan Halo-halo di Arena Java Jazz




Suasana acara (Inet)


Jakarta - Dalam sebuah acara yang melibatkan ribuan orang dalam satu titik keramaian, kelancaran komunikasi lewat telepon seluler kerap menjadi kendala utama. Nah, bagaimana dengan Java Jazz yang akan digelar akhir pekan ini?

Sebagai salah satu sponsor utama di acara musik ini, Telkomsel merasa ikut bertanggung jawab atas kelancaran komunikasi pelanggannya di acara itu dengan memperkuat jaringannya di seputar area.


Nah, di satu sisi, upaya Telkomsel memperkuat infrastruktur jaringan memang akan menguntungkan pelanggannya dalam berhalo-halo ria. Namun di sisi lain, pancaran sinyal Telkomsel yang sangat kuat bisa saja mengganggu sinyal operator lain.


Nah, bagi yang kurang paham dengan masalah ini ujung-ujungnya bisa saja membuat Telkomsel dituding sengaja memblokir jaringan operator lain. Padahal, belum tentu begitu ceritanya.


Head of Corporate Communication Group Telkomsel, Adita Irawati, juga membantah hal itu. Menurutnya, tidak masuk akal jika Telkomsel sengaja berbuat demikian untuk menjegal kompetitornya karena Telkomsel juga masih butuh operator lain untuk interkoneksi.


"Ya, misalnya pelanggan Telkomsel ingin menelepon atau mengirimkan SMS ke operator lain. Kalau kita blokir, logika bisnisnya di mana?" paparnya dalam pertemuan dengan sejumlah media di Plaza Kuningan, Jakarta, Rabu (27/2/2013).


Ia menambahkan, aksi blokir dengan cara jamming tak biasa dilakukan oleh operator. Ia mengakui, jamming semacam itu memang pernah dilakukan, namun itu sifatnya yang menyangkut keamanan nasional. Ini pernah terjadi saat Presiden Amerika Serikat Barack Obama berkunjung ke Indonesia.


Adita pun menjelaskan, jika terjadi penurunan kualitas layanan, penyebabnya mungkin bermacam-macam. Kondisi untuk setiap jenis layanan pun berbeda-beda, misalnya antara layanan voice dan data.


Di voice, menurutnya, menggunakan konsep real time. Jadi, ketika banyak orang melakukan panggilan secara bersamaan, maka bakal terjadi penurunan kualitas layanan.


"Berbeda dengan data, konsep data itu kan mengirimkan. Jadi sekali tidak terkirim, maka data akan mengirimkan kembali. Makanya kelihatannya lambat," sebut mantan petinggi Indosat tersebut.


Adita juga menegaskan, pelanggan Telkomsel yang nanti ikut menyaksikan Java Jazz tak lagi dipusingkan dengan masalah telekomunikasi. Sebab, anak usaha Telkom ini telah menyiapkan jaringan yang memadai.


"Melihat banyak orang dalam satu titik kita bisa menjamin akan membuat nyaman, namun kami minta maaf kalau misalnya tidak terlalu kencang. Tapi kami berkomitmen untuk membuat jaringan semaksimal mungkin," ujarnya.


Sementara Aris Widiyanto, Head Network Resource Assurance Telkomsel menambahkan, untuk menyukseskan acara tersebut pihaknya akan menyiapkan 7 base transceiver station (BTS).


"Jadi lima merupakan BTS existing yang ada di sekitar venue acara, nantinya kita akan upgrade. Sementara dua BTS lainnya kita pasangi Combat untuk mobile BTS," tambah Aris.


Selain itu, Telkomsel juga akan memasang 50 titik WiFi untuk pelanggan Flash Zone dan beberapa BTS Indoor untuk memperkuat jaringan.


"Belajar dari Java Jazz tahun lalu, terjadi peningkatan hingga 300% dari semua sisi trafik. Dengan peningkatan ini, kami harapkan pelanggan kami di Java Jazz akan semakin nyaman," tandasnya.


( tyo / rou )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!