Vendor Jerman Ekspansi Pasar TV Mahal Indonesia

Jakarta - Pasar TV kelas atas Indonesia kedatangan pemain baru asal Jerman. Dia adalah Loewe yang coba menjajal peruntungan di pasar smart TV dan 3D TV Tanah Air.

Rudi Hidayat, Managing Director PT V2 Indonesia selaku distributor Loewe di Indonesia menyatakan, Loewe merupakan brand history dari Jerman yang mempunyai sejarah sejak tahun 1923, namun lebih dikenal di Eropa dan Amerika.


"Saat ini Loewe sudah mencapai 90 tahun history dan setelah Singapore dan Hongkong, maka Indonesia menjadi pilihan market buat Loewe karena tingginya pencinta high end product di Indonesia," ujarnya kepada detikINET, Jumat (5/7/2013).


Loewe mengusung tiga konsep: minimalist design, meaningful innovation, dan exclusive individuality.


"Pasar Smart TV akan terus berkembang seiring dengan kecepatan internet yang terus berkembang di Indonesia, dan juga 3D TV karena masuknya film-film 3D semakin bertambah," lanjut Rudi.


Eksekutif muda, lanjutnya, saat ini juga sangat dinamis dan mengandalkan informasi online yang seolah sudah menjadi kebiasaan dibandingkan media cetak dan offline.


"Gray area antara consumer electronic dan IT semakin dekat dan hampir sulit dipisahkan teknologi electronic dan IT seperti sebuah smart phone, begitu pula tren smart TV akan lebih terasa di masa yang akan datang baik jangka pendek dan panjang," tegas Rudi.


Sebagai pemain baru, tentu datang tanpa tangan hampa. Sejumlah teknologi yang diboyongnya pun diyakini bakal membuat vendor ini berbeda dari kompetitor.


Seperti dari sisi teknologi Frame Rate mencapai 400 hz murni tanpa extra video scaling dan processor, sehingga TV ini diklaim tidak akan membuat mata menjadi lelah walau 3 jam menonton secara terus menerus, dan juga walau cahaya ruangan dalam keadaan gelap, tidak akan menggangu pandangan mata.


Kemudian ada 'Follow Me', fitur unik yang diklaim tidak dimiliki TV lain. Sebab mampu melakukan streaming konten TV dari TV yang satu ke TV yang lain.


"Dari ruang keluarga ke ruang Home Theatre misalnya, sehingga kita bisa terus menikmati tayangan TV tanpa gangguan dari ruangan lain," lanjutnya.


Selain itu, ada teknologi 3D orchestra, home theatre 5.1 dan 7,1 yang pertama di dunia sebagai home theatre wireless 3D yang mampu mengatur dan menghitung serta mendeteksi ruangan.


"Sehingga posisi speaker dapat diletakkan tanpa perlu penempatan secara klasik, baik lokasi front, rear dan centre, tidak dibutuhkan harus sama jaraknya, sama tingginya," lanjut Rudi.


"Karena inovasi teknologi intelijen yang ditanam di TV dan speaker mampu mengatur secara system sehingga suara yang dihasilkan akan memenuhi 360 derajat dalam ruangan," ia menandaskan.


(ash/rns)