EMC Tingkatkan Strategi Perlindungan Data

Jakarta - EMC Corporation mengumumkan beberapa produk hardware dan software barunya yang diklaim bakal memudahkan pelanggan untuk menerapkan Protection Storage Architecture. Dimana solusi ini adalah untuk mengatasi tantangan di area proteksi untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Produk-produk ini merupakan bagian dari Data Domain, Avamar, NetWorker dan Mozy dimana mereka merupakan produk lini terdepan dari EMC.


Pengelola data backup mendapatkan tekanan yang terus meningkat dalam memenuhi kebutuhan beragam dari manajemen, pemilik aplikasi, pengelola mesin virtual dan storage, serta pengelola server.


Banyak dari orang-orang tersebut menginginkan adanya peningkatan dalam pengontrolan serta visibilitas untuk perlindungan dari lingkup yang mereka kelola dan dari solusi yang telah mereka implementasi. Hasilnya adalah 'accidental architecture' yang terdiri dari satu rangkaian proses data proteksi yang terpecah-pecah dan infrastruktur terpisah tanpa kepemilikan yang jelas.


EMC tim backup pun mengaku memiliki solusi sehingga pengguna dapat melakukan perubahan dari situasi 'accidental architecture' diubah menjadi solusi sehingga dapat menjadi lebih efektif untuk memenuhi tuntutan bisnis. Ini yang dinamakan sebagai Effective Protection Storate Architecture, dimana prinsip utamanya adalah:


-. Protection Storage: Jangkar dari arsitektur ini adalah storage dengan rasio biaya-dan kapasitas yang optimal serta ketahanan data yang tinggi untuk menyediakan disaster recovery, backup dan archieve.


-. Data Source Integration: Memanfaatkan aliran data yang dioptimalkan serta user-interface sumber data yang meliputi hypervisor, aplikasi dan storage, untuk memberikan kinerja dan visibilitas yang diinginkan oleh pelanggan internal.


-. Data Management Services: Sebuah katalog dari semua salinan data ditambah dengan pelaporan dan analitik untuk memenuhi ketentuan peraturan.


Sistem Data Domain yang baru seperti DD2500, DD4200, DD4500 dan DD7200 juga dikatakan EMC memberikan performa dan skalabilitas untuk mengkonsolidasikan semua backup dan archive data ke dalam sebuah platform protection storage tunggal yang hemat biaya dan mudah dikelola.


Sistem-sistem skala menengah ini diklaim 4 kali lebih cepat dan 10 kali lebih skalabel dari sistem Data Domain saat ini yang digantikannya. Selain itu, sistem baru ini mendukung hingga 540 alur data, naik 3 kali lipat sehingga konsolidasi backup dan/atau archive data secara lengkap lebih mudah dilakukan.


Dirancang untuk menurunkan total biaya kepemilikan (TCO) untuk backup dan storage archive, sistem baru ini memerlukan biaya per gigabyte hingga 38% lebih rendah.


Robert Amatruda, Research Director for Data Protection dan Recovery IDC menyatakan, perusahaan harus memiliki strategi data protection dan infrastruktur yang efektif ketika mereka melakukan transformasi TI dan tujuan bisnis.


"Berbagai solusi data protection EMC yang baru diumumkan merupakan perpaduan yang sudah teruji antara produk yang sudah ada dengan berbagai fitur dan fungsionalitas baru yang memungkinkan pelanggan tidak lagi menggunakan produk dan proses backup yang sudah usang dan beralih ke pendekatan yang lebih fleksibel dan holistik," lanjutnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (28/7/2013).


(ash/ash)