Batalkan Migrasi 3G, Axis Lebih Pede Sambut Lebaran

Jakarta - Setelah diterpa interferensi di blok 11 dan 12, Axis akhirnya kembali balik kandang ke blok 2 dan 3 frekuensi 2.1 GHz untuk layanan 3G mereka. Dengan ini, operator yang tengah diincar XL tersebut siap menyambut trafik padat sepanjang mudik dan Lebaran.

Michael McPhail, Chief Technology Officer Axis mengatakan, selama hari raya Idul Fitri, jaringan mengalami lonjakan pada layanan suara/panggilan, SMS, dan data dibandingkan pada hari biasa.


Ia memprediksi, layanan BlackBerry bakal meningkat 20%, SMS 20%, dan layanan internet diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan hingga lebih dari 40%.


"Agar dapat memenuhi peningkatan permintaan layanan, Axis telah menyelesaikan peningkatan kapasitas yang diperlukan pada jaringannya, sebelum dilakukan pembekuan jaringan yaitu 7 hari sebelum dan 7 hari setelah hari raya Idul Fitri," kata McPhail, dalam keterangannya, Rabu (31/7/2013).


"Axis juga telah mengembalikan kembali jaringan dari blok 11 dan 12 ke blok 2 dan 3 segera setelah kendala interferensi yang menimpa sebagian besar jaringan Axis yang kami alami akhir minggu lalu," lanjutnya.


Setelah proses migrasi tersebut langsung terlihat dampaknya bagi pelanggan yang mengalami penurunan yang signifikan pada kualitas layanan dan Axis segera memperbaikinya.


"Proses ini dilakukan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah, namun kami juga tidak ingin terjadi lagi, terutama selama saat yang sangat istimewa bagi sebagian besar pelanggan kami. Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," imbuh McPhail.


Sementara itu, Chief Marketing Officer Axis Daniel Horan, menjelaskan tentang penawaran spesial Axis selama Ramadan. Dimana anak usaha Saudi Telecom Company itu menawarkan program 'Raih Jutaan Kebaikan di bulan Ramadhan'.


Seperti paket 'Sahur Unlimited', termasuk di dalamnya layanan internet unlimited, telepon dan SMS ke semua nomor Axis, dan 10 SMS ke operator lain selama waktu sahur, mulai jam 00.00 – 06.00, hanya Rp 1.000 per hari.


Sebelumnya, upaya Axis untuk memigrasikan 1.935 BTS 3G miliknya di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kegagalan setelah menerima 2.500 keluhan yang masuk ke kontak layanan pelanggan. Sinyal Axis di kedua blok yang baru masih terganggu (interferensi) sinyal PCS 1900 Smart Telecom.


"Sejak kami migrasikan akhir pekan lalu, ada 2.500 keluhan atau 1,5 keluhan per menit yang masuk. Karena interferensi masih tinggi, 58% BTS terpaksa kami roll back lagi ke blok yang lama," jelas Deden Mahdi, GM Technology Strategy Axis.


Tercatat, 1.935 BTS yang mengalami gangguan saat dilakukan migrasi terdapat di wilayah Jabodetabek dan Banten (843 BTS), Jawa Barat (342 BTS), Jawa Timur (413 BTS), Jawa Tengah dan Yogyakarta (252 BTS), Bali dan Nusa Tenggara Barat (85 BTS).


(ash/tyo)