Teknologi Anti Maling di Ponsel Android




Ilustrasi (crazy4cellphone)


Jakarta - Ancaman yang meneror pengguna ponsel pintar tak cuma dari serangan malware (program jahat), isu kehilangan atau dicuri juga bisa menjadi momok menakutkan. Beruntung, saat ini sudah ada teknologi anti maling khusus smartphone.

Dalam data yang dijabarkan perusahaan keamanan Eset, selama tahun 2012, angka kehilangan smartphone di dunia mencapai nilai USD 30 miliar yang meliputi kehilangan 20% dan dicuri 18%. Bisa diperkirakan jumlah tersebut meliputi jutaan unit smartphone dan sebagian besar adalah smartphone berbasis Android


Sebuah survei di Amerika Serikat menyebutkan, dari sejumlah smartphone yang berhasil kembali, 89% di antaranya terlebih dahulu dibuka oleh pelaku. Infografis berikut ini menggambarkan data apa saja yang berhasil dibuka:



Folder atau data yang umumnya dibuka sebelum smartphone akhirnya kembali ke pemiliknya adalah koleksi foto pribadi. Sedangkan pada kasus 20% kehilangan smartphone yang dialami masyarakat umumnya terjadi di beberapa tempat seperti tergambar pada grafik di bawah ini.



Tempat hiburan malam biasa menjadi tempat terjadinya kasus pencurian. Sedangkan di Indonesia kasus-kasus pencurian perangkat komunikasi biasa terjadi di tempat hiburan, keramaian seperti pasar, konser dan pertunjukan dan di tempat lain dimana dijumpai adanya kerumunan.


Dari seluruh kehilangan smartphone yang terjadi di dunia, 57% smartphone di antaranya tidak dilengkapi dengan fitur keamanan untuk komunikasi mobile.


Teknologi Anti Maling


Dengan kondisi yang rentan inilah, Eset coba menghadirkan aplikasi mobile security untuk Android. Eset mengakui jika produknya secara khusus menargetkan pada pasar Android walau sebetulnya bersifat unilicense atau bisa lintas Operating System, untuk Windows Mobile maupun Symbian.


Dua hal yang dijagokan pada Eset Mobile Security for Android adalah fitur anti maling dan anti virus.


Fitur anti maling meliputi beberapa aplikasi yang mampu melakukan langkah penyelamatan mulai dari SIM Matching yang mampu mengenali adanya SIM Card lain yang dimasukkan, dan seketika akan mengirimkan informasi yang berisi IMSI dan data SIM Card lain tersebut pada nomor telepon lain dari pemilik smartphone.


GPS Localization, yang memungkinkan pemilik melakukan pelacakan posisi smartphone/tablet yang hilang, kemudian Remote Lock untuk melakukan penguncian pada perangkat smartphone/tablet, hingga Remote Wipe yang mampu menghapus semua data yang tersimpan didalam smartphone/tablet yang hilang.


Sedangkan kemampuan Fitur anti virus diklaim memberikan perlindungan pada semua data yang tersimpan dan tetap ringan sehingga tidak memperlambat proses kerja perangkat smartphone/tablet Anda.


Menurut Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita-Eset Indonesia, penggunaan smartphone/tablet tidak hanya untuk berkomunikasi seperti era telepon genggam yaitu berbicara, dan saling mengirimkan pesan SMS-MMS.


Smartphone juga dipakai untuk penyimpan data, baik data personal pada contact list, data pribadi pemilik, maupun data lain yang berhubungan dengan pekerjaan bahkan keuangan.


"Fitur andalan anti maling yang ada di dalam Eset Mobile Security for Android juga akan membantu pemilik untuk melokalisir posisi smartphone, atau jika perlu, menghapus bersih semua data di dalamnya dengan perintah SMS ke smartphone yang bisa dilakukan secara remote agar data penting tersebut tidak jatuh ketangan pihak yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.


( ash / fyk )


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!