Memotret Kuliner Sampai Melampaui Batas Imajinasi Rasa

http://us.images.detik.com/content/2015/03/20/1279/inet1.jpgBersulang dengan gelas sloki penuh Soju, minuman beralkohol khas Korea. (Ari Saputra)


Jakarta - Jauh sebelum demam selfie, ada yang lebih happening duluan: memotret makanan. Hanya saja belakangan semakin menjadi, apapun motivasi dan alasannya. Terlebih dengan fasilitas smartphone yang terkoneksi cepat ke berbagi layanan media sosial, foto kuliner kian menggila.

Searching 'coffeshop' atau 'makanan' di Instagram, misalkan, bakal memunculkan ribuan foto-foto yang menarik seputar kuliner. Seakan, foto-foto tersebut melampaui batas imajinasi rasa yang sesungguhnya.


Nah, supaya foto-foto kuliner dan makanan tetap mempunyai cerita yang menarik, tentu tidak sekadar foto-foto makanan di atas piring. Masih banyak yang bisa diceritakan seperti suasana, interior ruangan atau keunikan dari tempat tersebut.


Berikut tips singkat merekam kuliner ini secara apik supaya tidak monoton, variatif dan mampu menggugah selera.


Pertama, jepret suasananya dengan informatif. Kalau memang ramai sampai mengantre, bisa di-capture kerumunan pembeli. Bisa jadi, suasananya menjadi cerita yang tidak kalah seru daripada foto makanannya.




Kuliner khas Jogja, nasi kucing di angkringan Petruk, Jalan Mangkubumi. (Foto: Ari Saputra)


Kedua, jepret proses pembuatan makanan jika itu memungkinkan dan tidak ada larangan memotret. Misalkan para barista pengolah kopi atau chef pembuat mie . Di kuliner street food, bagian ini menjadi fase yang tidak kalah unik.



Pembeli yang penasaran es krim di kawasan kota tua Macau. (Foto: Ari Saputra).Next


(Ari/ash)