Firman Azhari, dari Skripsi Jadi Juara Kompetisi Cyber Security

http://us.images.detik.com/content/2013/07/26/455/image008.jpgFirman Azhari (dok. Kaspersky)


Jakarta - Tugas akhir atau skripsi bisa menjadi karya yang memenangkan kompetisi tingkat global. Seperti yang dialami Firman Azhari, mahasiswa tingkat akhir Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Saya meneliti tentang kerentanan Near Field Communications (NFC), kebetulan sedang menyusun skripsi juga tentang itu. Jadi sekalian," kata Firman saat berbincang dengan detikINET.


Beruntungnya Firman, skripsinya bisa membawanya jalan-jalan ke London, Inggris, mengharumkan nama Indonesia di kompetisi bertajuk 'CyberSecurity for the Next Generation 2013'. Pada kompetisi yang diadakan perusahaan anti virus Kaspersky ini, Firman menyabet gelar juara pertama.


Penelitian Firman yang dituangkan melalui paper berjudul 'Detection of Security Vulnerability in Indonesian NFC Applications' sukses mencuri perhatian juri, mengungguli peserta negara lain.


"Saya menganalisa kerentanan keamanan pada aplikasi NFC di Indonesia, untuk e-payment dan data identitas elektronik. Kerentanan itu bisa diketahui pakai aplikasi mobile NFC Inspector," ujarnya.



Dijelaskan pemuda asli Bandung ini, NFC Inspector yang dibuatnya bisa menganalisa sistem NFC dengan cara memindainya. Setelah dipindai, akan terdeteksi celah apa saja yang ada.


Namun disebutkannya, NFC Inspector buatannya tidak dijual di toko aplikasi. Fungsinya yang bisa mendeteksi celah, khawatir disalahgunakan. "Jadi ini untuk kepentingan kompetisi dan penelitian keamanan cyber security," jelasnya.


Di ajang yang digelar di Royal Holloway, University of London pada 24 - 27 Juni 2013 lalu, Firman mengungguli 13 pemenang regional lainnya dari 10 negara. Mereka berasal dari kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Eropa, dan Rusia.


Selain Firman, juara lain di posisi kedua diambil oleh Dusan Repel dari University of Plymouth, Inggris dan tempat ketiga diraih oleh Iwan Gulenko dari Technical University of Munich, Jerman.


Gembira tentu saja menghinggapi pemuda yang hobi bermusik ini. Diakuinya, penilaian tinggi yang diberikan juri pada proyeknya tersebut, membuatnya semakin yakin melanjutkan studi di bidang keamanan IT.


"Selain keamanan, saya juga tertarik di bidang telekomunikasi. Tapi yang jelas semua yang saya dalami sesuai sama background saya," ujar bungsu dari tiga bersaudara ini bersemangat.


(rns/ash)