7 Miliar SMS Diprediksi Serbu Lebaran

Jakarta - Saat suasana Lebaran diprediksi akan terjadi peningkatan trafik telekomunikasi. Lonjakannya sekitar 20%-37% dari hari-hari biasa, atau secara total diperkirakan sebanyak 7 miliar SMS pada H-1, H dan H+1.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto memaparkan, lonjakan pengiriman SMS selama 3 hari itu meski terlihat tinggi, tetapi faktanya turun 21% dibandingkan Lebaran 2012, yang rata-rata dalam satu hari di hari H terkirim 4 miliar SMS.


"Layanan pesan tersebut belum termasuk yang dikirimkan melalui MMS, BBM, WhatsApp, Line, Tango, Kakao Talk dan email yang cenderung meningkat hingga sebanyak 180 juta layanan pesan," kata Gatot.


"Jumlah itu mengalami kenaikan hingga lebih dari 360% dibandingkan hari-hari biasa yang terkirim searah dengan makin meningkatnya penggunaan layanan tersebut yang dikirimkan melalui multi smartphone seperti BlackBerry dan Android," imbuhnya.


Yang cukup menarik adalah meskipun layanan SMS masih tetap tinggi, tetapi sesungguhnya tidak mengalami peningkatan, bahkan cenderung stagnan dan di beberapa operator bahkan turun. Sebab kini banyak masyarakat yang menggunakan layanan pesan instan.


Sedangkan untuk layanan suara, diperkirakan secara total akan berlangsung pembicaraan hingga 6,68 miliar menit pada H-1, H, dan H+1. Jumlah ini meningkat sekitar 14% jika dibandingkan Lebaran 2012 dan naik sekitar 21% dari kondisi normal hari-hari biasa di sepanjang Januari-Juli 2013.


Adapun untuk komunikasi data -- misalnya untuk penggunaan internet -- akan mengalami kenaikan hingga sekitar 238 terabyte atau meningkat sekitar rata-rata 26%-65% jika dibandingkan kondisi normal.


Penggunaan media sosial pun dinilai akan tinggi. Baik selama di perjalanan -- termasuk dalam kondisi sedang macet total dan saat sampai di tempat tujuan.


"Maka seluruh operator diingatkan untuk menyediakan kapasitas bandwidth yang berlebih guna mengantisipasi lonjakan komunikasi data tersebut dan sejauh monitoring Kementerian Kominfo sudah dilakukan oleh seluruh penyelenggara telekomunikasi," Gatot menandaskan.


(ash/fyk)